NovelToon NovelToon
Ibu Susu Bayi Sang Duda

Ibu Susu Bayi Sang Duda

Status: tamat
Genre:Duda / Janda / Selingkuh / Ibu Pengganti / Menikah Karena Anak / Ibu susu / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aisyah Alfatih

Hari yang seharusnya menjadi momen terindah bagi Hanum berubah menjadi mimpi buruk. Tepat menjelang persalinan, ia memergoki perselingkuhan suaminya. Pertengkaran berujung tragedi, bayinya tak terselamatkan, dan Hanum diceraikan dengan kejam. Dalam luka yang dalam, Hanum diminta menjadi ibu susu bagi bayi seorang duda, Abraham Biantara yaitu pria matang yang baru kehilangan istri saat melahirkan. Dua jiwa yang sama-sama terluka dipertemukan oleh takdir dan tangis seorang bayi. Bahkan, keduanya dipaksa menikah demi seorang bayi.

Mampukah Hanum menemukan kembali arti hidup dan cinta di balik peran barunya sebagai ibu susu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. kecupan kening yang tertinggal.

Meja makan keluarga Biantara terasa berbeda. Hanum duduk di kursi samping Kevin yang diletakkan di baby chair kecil. Bayi itu sesekali mengoceh riang sambil menepuk meja dengan tangannya yang mungil. Hanum menyuapi Kevin bubur halus, sementara Abraham duduk di hadapan mereka, menikmati sarapannya dalam diam.

Suasana terasa begitu hangat, sesuatu yang belum pernah Abraham bayangkan akan ia miliki lagi setelah kepergian Alma. Kini, pemandangan sederhana itu membuatnya betah menatap lebih lama daripada makan.

“Mas, cobalah roti ini…” Hanum mendorong piring kecil berisi roti panggang madu ke arah Abraham. Pria itu sempat mengernyit, tapi akhirnya mengambil sepotong dan menggigit perlahan. Hanum menunggu dengan ekspresi gugup.

“Enak?” tanyanya hati-hati.

Abraham menatapnya, lalu menjawab singkat dengan nada dingin.

“Lumayan.”

Hanum sempat terdiam, namun sudut bibirnya melengkung pelan. Dia tahu, itu sudah lebih dari cukup sebagai bentuk penerimaan dari pria dingin seperti Abraham.

Namun, suasana itu tidak berlangsung lama. Ponsel Abraham berdering di meja. Dia menatap layar dan mendesah ketika nama Julio muncul. Dengan nada tegas, ia mengangkat panggilan itu.

“Ya, Julio?” suaranya dingin.

Di seberang, Julio terdengar cemas.

[Bos, ada masalah di perusahaan. Beberapa dokumen penting soal proyek baru harus segera Anda tinjau sendiri. Situasinya mendesak.]

Wajah Abraham mengeras, dia menutup telepon, meletakkan ponselnya, lalu menatap Hanum sekilas. “Aku harus segera ke kantor.”

Hanum mengangguk cepat, meski sedikit kecewa sarapan mereka harus berakhir lebih cepat.

“Baik, Mas.”

Abraham berdiri, mengambil jasnya, dan berjalan ke arah pintu. Hanum kembali sibuk menenangkan Kevin yang mulai merengek ingin digendong. Dia tak begitu memperhatikan, sampai suara langkah kaki berat itu terdengar kembali memasuki ruang makan.

Hanum menoleh heran. “Mas? Kenapa kembali? Ada yang tertinggal?” tanyanya polos.

Abraham berdiri beberapa langkah di hadapannya. Matanya menatap lurus, dalam, seolah mencari sesuatu. Lalu ia mengangguk pelan, berjalan semakin dekat. Hanum merasakan jantungnya berdegup tak karuan.

“Ada,” jawabnya singkat.

Sebelum Hanum sempat bertanya lebih jauh, Abraham membungkuk sedikit dan menempelkan bibirnya di kening istrinya. Sentuhan itu lembut, singkat, tapi membuat dunia Hanum seolah berhenti berputar.

Hanum membeku, kedua matanya membesar. Wajahnya memanas seketika, rona merah merekah di pipinya. Dia bahkan tak bisa mengeluarkan suara selain helaan napas yang tercekat.

Abraham menarik diri perlahan, menatap istrinya yang masih tertegun. Sorot matanya tak lagi dingin seperti biasa, ada sesuatu yang berbeda, hangat, tulus, dan sulit disembunyikan.

“Sekarang aku sudah ambil yang tertinggal,” ujarnya pelan, nyaris berbisik.

Hanum menatapnya dengan mata bergetar, senyum kecil muncul di bibirnya meski pipinya merona habis. “M-mas…” hanya itu yang mampu keluar dari mulutnya.

Abraham hanya tersenyum samar, lalu melangkah pergi dengan wibawa khasnya. Hanum masih berdiri di tempat, tangannya menyentuh keningnya sendiri, seolah ingin memastikan kejadian tadi bukan sekadar mimpi.

Abraham sampai di kantor dengan wajah serius. Begitu mobilnya berhenti di parkiran basement, Julio sudah menunggunya dengan ekspresi penuh kecemasan. Begitu pintu mobil terbuka, Julio langsung berjalan cepat menghampiri.

“Tuan, kita harus segera ke ruang rapat. Ada masalah besar,” ucap Julio dengan nada tegang.

Abraham hanya mengangguk, tangannya merapikan jasnya sambil melangkah tegap menuju lift. Begitu pintu lift tertutup, Abraham menoleh sekilas pada Julio.

“Apa yang sebenarnya terjadi?”

Julio menarik napas panjang. “Kerja sama kita dengan Perusahaan Nirmala Group, yang pegangannya ada di bawah kendali Rania, mulai bermasalah. Mereka menunda beberapa pembayaran dan ada indikasi mereka mencoba memonopoli bahan baku. Kalau ini benar, proyek lanjutan bisa macet, Tuan.”

Wajah Abraham menegang. Nama itu, Rania kembali muncul. Wanita yang dulu pernah mencoba mempermalukan Hanum di depan banyak orang kini justru berada di lingkaran bisnisnya.

Begitu sampai di lantai eksekutif, mereka langsung masuk ke ruang rapat. Beberapa direksi sudah duduk menunggu, dengan tumpukan berkas dan laporan keuangan yang berserakan di meja.

“Paparkan semua,” suara Abraham terdengar tegas.

Salah satu staf keuangan berdiri, lalu menyodorkan laporan.

"Tuan, ada transaksi yang tertunda hampir tiga minggu. Nirmala Group beralasan karena kendala internal, tetapi data yang kami peroleh menunjukkan mereka sengaja menahan. Selain itu, ada dokumen penawaran mereka ke salah satu vendor kita yang seharusnya eksklusif.”

Julio menambahkan, “Saya juga mendapat kabar kalau Rania yang langsung mengatur semua ini. Seolah-olah dia ingin membuat kita tersudut.”

Abraham mengetukkan jarinya ke meja, matanya tajam menusuk laporan itu. “Kalau benar ini ulah Rania, berarti dia sengaja menjadikan kerja sama ini sebagai senjata. Tujuannya jelas, bukan hanya bisnis, tapi juga personal.”

Ruangan seketika hening. Semua mata tertuju pada Abraham, menunggu perintahnya.

“Julio,” ucap Abraham dingin, “kita harus segera cari jalan keluar. Panggil semua tim legal dan pastikan kontrak kita aman. Kalau ada celah yang bisa dipakai Nirmala Group untuk menyerang, tutup sekarang juga. Jangan beri ruang sedikit pun.”

“Baik, Tuan,” jawab Julio mantap.

Sebelum rapat berakhir, Abraham berdiri, menatap semua direksi.

“Saya tidak peduli siapa yang ada di belakang semua ini. Entah Rania atau orang lain. Yang jelas, kita tidak boleh jatuh hanya karena permainan kotor. Biantara berdiri terlalu tinggi untuk digoyang dengan cara murahan seperti ini.”

Setelah rapat selesai, Abraham kembali ke ruang CEO-nya. Duduk di kursi besar dengan wajah penuh pikiran, ia menatap jendela tinggi gedung yang memperlihatkan pemandangan kota. Nama Hanum tiba-tiba muncul di benaknya. Wanita itu baru saja mulai masuk dalam hidupnya, dan kini, bayang-bayang masa lalu datang lagi untuk menguji. Telepon di meja berdering. Julio yang menelepon dari luar.

[Tuan, saya barusan mendapat info tambahan. Rania minta bertemu langsung dengan Anda. Katanya, ada penawaran khusus yang hanya bisa dibicarakan empat mata.]

Alis Abraham terangkat. “Dia pikir aku akan bermain di atas aturan dia?” gumamnya lirih.

Namun di sisi lain, Abraham tahu, jika dia menolak, Rania bisa semakin keras menyerang. Jika dia menerima, artinya ia harus berhadapan langsung dengan wanita yang bukan hanya lawan bisnis, tapi juga musuh Hanum.

Abraham menghela napas panjang, lalu menjawab dingin, “Atur pertemuan itu, Julio. Aku ingin lihat sejauh apa Rania berani menantang Biantara ... dan aku.”

1
Carrot Enak
lemah.. pantes ae di injak2..
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝘼𝙗𝙧𝙖𝙝𝙖𝙢 𝙠𝙪𝙧𝙣𝙜 𝙠𝙚𝙧𝙖𝙨 𝙙𝙖𝙣 𝙩𝙚𝙜𝙖𝙨 𝙠𝙚 𝙧𝙖𝙣𝙞𝙖 𝙟𝙙 𝙙𝙞𝙨𝙚𝙥𝙚𝙡𝙚𝙠𝙖𝙣, 𝙠𝙧𝙣 𝙘𝙢 𝙖𝙣𝙘𝙖𝙢𝙖𝙣2 𝙖𝙟𝙖 😡😡😡
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙢𝙪𝙡𝙪𝙩 𝙧𝙖𝙣𝙞𝙖 𝙢𝙪𝙡𝙪𝙩 𝙨𝙖𝙢𝙥𝙖𝙝 😡😡😡
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙖𝙦 𝙠𝙞𝙧𝙖 𝘼𝙗𝙧𝙖𝙝𝙖𝙢 𝙙𝙤𝙣𝙜𝙤😡😡
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙤𝙩𝙬 𝙗𝙪𝙘𝙞𝙣 🤣🤣🤣
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝘼𝙗𝙧𝙖𝙝𝙖𝙢2 𝙠𝙤𝙬𝙚 𝙠𝙞 𝙗𝙩𝙝 𝙃𝙖𝙣𝙪𝙢 𝙜𝙖𝙬𝙚 𝙖𝙣𝙠𝙢𝙪 𝙠𝙤𝙠 𝙢𝙡𝙝 𝙠𝙤𝙬𝙚 𝙨𝙞𝙣𝙜 𝙣𝙜𝙜𝙚𝙩𝙖𝙠2 𝙃𝙖𝙣𝙪𝙢, 𝙩𝙖𝙠 𝙨𝙡𝙚𝙙𝙞𝙣𝙜 𝙥𝙞𝙨𝙖𝙣 𝙬 𝙣𝙜𝙠𝙤 😡😡😡
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙞𝙣𝙜𝙚𝙩 𝙨𝙢 𝙞𝙣𝙖𝙧𝙤𝙝 𝙠𝙡𝙤 𝙠𝙮𝙠 𝙜𝙞𝙣𝙞 😭😭😭🤣🤣
Ruk Mini
kadang org jahat boleh lh d bales asal setimpal, tpi memaaf kn jauh lbh hebat mmg sulit, aq sgt terkesan thor jon kehidupan yg berliku mmg hrs ttp d jalani inilh hidup ky Rollercoster, akhir yg sgt epik, tq thor d tgg karya" mu lgi🙏👍👍👍
Just_Emma
hanuuuummmm 😍😍😍
Zalmah Adiwi
novel pertama yg sy baca..keren bngt cerita..demen bngt dg tokoh bian..😍😍
Surya Panjaitan
baru bab 2. udh tegang x aku.. 👍👍
TRIDIAH SETIOWATI
bagus ceritanya
Imelda Mell Lele
wah ending yg bagus Thor..aq suka/Smile//Smile//Smile/
ig@__02chani: halo kakak 🙋🏻‍♀️ salam kenal.. jika berkenan & suka novel nuansa korea yg santai & humoris boleh mampir jg di novel "Chef Do", saya up tiap hari kak, terima kasih🙏🏻👍
total 1 replies
Ida Jubaidah
diatas di tulis kotak bekalnya diletakkan abraham duatas meja kerjanya...di bagian ini kenapa jadi dipegang sama hanum ya thor
lia permata
kerennn
Ryan Dynaz
cerita yg bagus..
Kamiem sag
luarbiasa bodoh dan kemahnya Hanum
cerita ini kira-kira direka tahun berapa sih thor???? kok masih ada orang kaya sebodoh dan selemah Hanum??? kan dia bisa bilang ke pelayan etalase " tolong cek cctv biar tau siapa yg memadukkan perhiadan itu kedalam tasnya Hanum???? "
ailehhhhh!!!!! cerita ini mentololkan pembaca
Kamiem sag
Hanum... selemah itu... akutak suka
apa salahnya Hanum membela diri, menunjukkan bahwa Lilis adalah pelakor dan pembunuh biar Lilis terkejut dan malu
tapi dasar!! Hanum lemah!!!
Kamiem sag
untuk menyusui bayi Kevin kan gak harus nikah
bisa kan cukup jadi ibu susu? bisa juga menyusui dgn menerima upah??
Kamiem sag
ikut baca siapa tau tokohnya bijak biar nular bijaknya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!