NovelToon NovelToon
Jiwa Seorang Pemimpin

Jiwa Seorang Pemimpin

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Penyelamat
Popularitas:72.3k
Nilai: 5
Nama Author: Pa'tam

Dia tidak pernah bermimpi untuk menjadi seorang raja.
Namun jiwa seorang pemimpin sudah melekat sejak kecil dalam dirinya. Dan darah seorang raja mengalir dalam tubuhnya.
Carlos, seorang pemuda yang menjadi pewaris dan penerus dari kakek moyangnya Atalarik attar.
Namun tidak semudah seperti apa yang dibayangkan, rintangan demi rintangan harus ia hadapi. Mampukah Carlos menghadapinya?

Penasaran? Baca yuk!
Cerita ini hanya fiksi belaka tidak ada kaitannya dengan dunia nyata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pa'tam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 9

Mereka keluar dari hotel lalu memesan taksi, mereka akan ke dealer mobil untuk menyewa mobil agar memudahkan mereka untuk bepergian.

Tidak berapa lama taksi pun datang. Mereka bergegas masuk dan meminta untuk diantar ke tempat menyewa mobil.

"Ke dealer mobil ya Pak," kata Carla.

"Baik Nona." Sopir taksi pun melajukan mobilnya.

Sopir taksi melirik kearah belakang melalui kaca spion dalam mobil. Tidak ada yang mencurigakan, hanya saja wajah dan kulit mereka berbeda dengan kebanyakan orang disini.

"Kalian ...?"

"Oh kami pendatang Pak," potong Axelle.

Sopir taksi pun mengangguk, sebelum ia bertanya lebih lanjut, mereka sudah mengerti arah pertanyaan itu.

Akhirnya merekapun tiba di tempat yang dituju. Dengan uang dan jaminan identitas salah satu dari mereka, mereka dengan mudah menyewa mobil untuk beberapa hari.

Sementara di pasar ...

"Kenapa mereka lama?" gumam Carlos yang masih menunggu.

Carlos khawatir mereka tidak bisa mengambil barang-barang dari dalam kamar tempat Carlos menginap.

"Sabar, mungkin mereka kesulitan," jawab Sofia yang ternyata mendengar gumaman Carlos.

"Kamu tunggu disini ya? Aku mau beli sesuatu untuk kita makan."

Sofia mengangguk dan tersenyum. Carlos pun membalas senyuman tersebut lalu melangkah pergi tanpa menoleh ke belakang lagi.

Carlos meraba ponselnya yang bergetar, karena ia memang tidak memberi nada dering pada ponselnya itu.

"Assalamualaikum," ucap Carlos menjawab panggilan tersebut.

"Waalaikumsalam, kamu jangan kemana-mana. Kami sedang menuju kesana sekarang," ujar Carla.

"Hmmm, baiklah," ucap Carlos lalu mematikan sambungan teleponnya setelah mengucapkan salam.

Carlos kembali ketempat Sofia setelah membeli makanan yang ia inginkan. Ia tadi sempat melihat Sofia seperti menginginkan sesuatu.

Dan mungkin karena tidak punya banyak uang, jadi Sofia terpaksa menahan diri untuk membelinya.

"Kamu mau ini, kan?" tanya Carlos.

"Iya terima kasih," jawab Sofia dengan riang. Melihat keceriaan gadis didepannya ini, Carlos merasa hatinya menghangat.

"Sebahagia itukah dia?" batin Carlos.

Sofia makan dengan lahap tanpa perduli dengan sekelilingnya. Carlos hanya memperhatikan saja dan belum memakan makanan tersebut.

"Aku memalukan ya?" tanyanya saat Carlos memperhatikan dirinya.

"Tidak, aku hanya melihat kamu makan, sepertinya sangat enak," jawab Carlos.

"Aku sudah lama menginginkan ini, tapi ...." Sofia tertunduk dan tidak meneruskan ucapannya.

Carlos mengelus kepala Sofia, Sofia menatap dalam wajah tampan Carlos. Selain sang kakek, tidak ada orang lain yang memperlakukan nya seperti itu.

"Kenapa kamu begitu baik?" tanya Sofia.

"Karena aku bukan orang jahat," jawab Carlos enteng. Sofia tersenyum, walaupun penampilannya seperti itu, namun senyuman nya tetap terlihat manis.

Tidak berapa lama sebuah mobil berhenti tidak jauh dari mereka. Carlos dan Sofia langsung berdiri.

Apalagi saat melihat empat orang keluar dari dalam mobil tersebut. Carlos langsung tersenyum saat melihat kedatangan mereka.

Sedangkan Sofia menoleh ke Carlos seolah meminta penjelasan. Carlos pun langsung memperkenalkan mereka.

Sofia memperhatikan Carla, kemudian berpindah ke Carlos. Ia menyadari jika keduanya sangat mirip.

"Kami kembar identik," ucap Carlos pelan.

"Bro, kamu kelihatan tua banget dengan penampilan seperti itu," ejek Virendra.

"Sudah, sudah. Kita ketempat ku sekarang, kalian ikuti kami dari belakang," ucap Carlos.

Sofia naik ke sepeda dan Carlos dengan santainya mengayuh sepedanya itu. Sementara didalam mobil, mereka membicarakan tentang kedekatan Carlos dengan Sofia yang tidak biasa menurut mereka.

Mereka sangat tahu, jika Carlos tidak pernah dekat dengan cewek manapun. Sewaktu di kampus, tidak sedikit mahasiswi yang ingin dekat dengannya bahkan tidak segan-segan mengejarnya.

Namun Carlos tidak pernah tertarik sedikitpun dengan cewek-cewek itu. Bukan tidak cantik, semua yang ingin dekat dengannya rata-rata cantik.

Mereka akhirnya tiba di dekat tebing tempat Carlos di buang. Mobil hanya sampai disitu saja dan tidak bisa masuk ke area kediaman kakek Bahram.

Carlos meminta Sofia untuk menyeret sepedanya, karena Carlos hendak membawa barang belanjaannya.

Sementara ketiga cowok tampan itu membawa barang-barang Carlos dan Diyan. Carla? Ia membawa kotak makanan yang ia beli tadi di restoran sebelum mereka kemari.

"Kenapa kalian harus menyamar seperti ini?" tanya Carla pada Sofia.

"Agar tidak dikenali oleh orang-orang dari istana. Kakek bilang kami akan ditangkap jika ketahuan," jawab Sofia jujur.

Carla tahu, hanya saja ia ingin mengetes Sofia. Saat pertama melihat Carla, Sofia merasa insecure dengan kecantikan Carla.

Padahal ia sendiri juga cantik. Tanpa bedak dan makeup kecantikan Sofia alami walaupun wajahnya sedikit kusam karena lingkungan tempat tinggalnya.

Sofia menyimpan sepeda di samping rumah gubuknya. Lalu mempersilakan mereka masuk. Sementara Sofia masuk dari arah belakang dan langsung ke kamarnya untuk membuka penyamarannya.

Kakek Bahram dan Diyan datang dengan membawa buah dan hewan hasil buruannya. Kakek Bahram mengajak Diyan berburu agar tidak bosan.

Diyan langsung menghampiri dan memeluk mereka satu persatu. Betapa bahagianya Diyan dengan kedatangan saudara-saudara nya itu.

Apalagi mereka berhasil membawakan barang-barang miliknya dari hotel tersebut. Sedangkan kakek Bahram masih tertegun melihat kedatangan mereka.

Kakek Bahram tidak menduga jika saudara Carlos akan datang hingga kemari.

"Kenalin kek ini saudara-saudari ku, kata Carlos.

"Selamat datang ke gubuk kakek ini," ucap kakek Bahram.

"Terima kasih kek, sudah menyelamatkan adikku," ucap Carla.

Kakek Bahram juga melakukan hal yang sama seperti Sofia tadi, ia menatap Carla dan Carlos secara bergantian.

"Kalian saudara kembar?" tanya kakek Bahram. Carla dan Carlos mengangguk serentak.

"Benar-benar mirip, hanya beda jenis kelamin saja," ucap kakek Bahram takjub.

Kakek Bahram meminta Diyan untuk menyajikan buah yang tadi mereka petik dari hutan. Sedangkan Sofia menghidangkan minuman untuk mereka.

"Aku tadi sempat beli makanan di restoran, untung aku beli lebih," kata Carla menyerahkan kotak makanan tersebut.

"Kalau begitu kita makan bersama, nanti kita panggang daging kelinci yang kakek dapat bersama Diyan," ujar kakek Bahram.

"Tapi kami tidak bisa lama-lama kek, kami harus segera kembali ke hotel," sela Carla.

Keenan, Axelle dan Virendra yang tadinya merasa senang tiba-tiba berubah muram saat Carla mengatakan tidak bisa berlama-lama disini.

Tadi saat mereka mendengar kakek Bahram mengatakan berburu, mereka juga ingin mencoba.

"Bolehkah aku tinggal disini untuk beberapa hari?" tanya Keenan.

"Kalian kembali saja ke hotel, besok-besok kalian bisa datang lagi kemari," jawab Carlos.

"Padahal aku hanya ingin ikut masuk ke hutan," ujar Keenan.

"Bisa kok, tapi besok saja. Kalau malam-malam banyak hewan buas," kata kakek Bahram.

"Besok kita kesini lagi," sambar Carla.

"Oya, aku ada bawa ini. Untuk menangkap sinyal walau dimanapun berapa," kata Virendra.

"Aku juga ada bawa kak, tapi dalam tas ransel," ujar Carlos.

"Bagus dong, jadi kita bisa saling berhubungan karena ada sinyal," Axelle menimpali.

Carlos pun meminta untuk dibelikan peralatan yang ia butuhkan. Ia akan membuat listrik dari tenaga surya agar bisa mengecas ponselnya dan juga laptopnya.

Nanti jika perdana menteri datang, Carlos juga akan meminta bantuan untuk memasang kamera tersembunyi untuk memantau keadaan di istana.

1
Yani Sugondo
bagusnya memang Carlos sm Sofia di indo aja biar Andreas yg jd raja, Sofia kan betah tinggal di tmpat baru
suti markonah
semangat thorr..kereenn pokok'e👍👍👍👍
Mey Abimanyu
plis konfliknya jangan berbau² suruh mengharemm yaaaa ..

mending perang apa bunuh²an aja .. wkkwkw
suti markonah
lanjut thorrr...
Putri Laely
lanjut Thor
Dewiendahsetiowati
bikin kangen Opa Darmendra dan Oma Diva
StAr 1086
next
Yani Sugondo
senengnya Sofia, keluarga suaminya sangat baik, dan semua cake cakep, lnjuut
suti markonah
Ee..yang mulia😄😄😄 bisu ngelucu juga thorrr...sofia pasti seneng di perlakukan dengan baik oleh keluarga suami nya, yg notabene semua nya baik
Deandra Annisa
bagus banget aq suka lanjutkan
jaran goyang
𝙨𝙤𝙛𝙞.... 𝙠𝙚𝙝 𝙗𝙞𝙣𝙜𝙪𝙣𝙜 𝙠𝙣 𝙢𝙨𝙪𝙠 𝙙𝙞 𝙠𝙡𝙪𝙖𝙧𝙜𝙖 𝙝𝙚𝙣𝙙𝙚𝙧𝙨𝙤𝙣.... 𝙥𝙖 𝙡𝙜 𝙖𝙦 𝙮𝙜 𝙗𝙘.... 𝙢𝙜𝙠𝙣 𝙥𝙪𝙨𝙞𝙜... 𝙠𝙧𝙣 𝙖𝙦 𝙗𝙘 𝙣𝙮 𝙡𝙜𝙨𝙜 𝙠𝙚 𝙙𝙞𝙡𝙖𝙣 𝙖𝙢𝙚𝙨𝙞𝙖
jaran goyang
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jaran goyang
𝙤𝙢𝙖 𝙢𝙤𝙣𝙖 𝙘𝙥 𝙡𝙜 𝙠𝙠🙏🙏🙏🙏𝙮𝙖 𝙠𝙠... 𝙖𝙦 𝙗𝙘 𝙣𝙮 𝙮𝙜 𝙙𝙧 𝙫𝙞𝙧𝙖 𝙙𝙖𝙣 𝙙𝙞𝙡𝙖𝙣 𝙩𝙪
🍒🍒 Aisyah 🍒🍒: mona ibu kandungnya kembar 7
dan diva yg merawat kembar 7 dari lahir Krn pas kembar 7 lahir Mona lansung meninggal, cb baca cerita kembar 7
total 1 replies
Putri Laely
lanjut Thor
StAr 1086
next thor
StAr 1086
next
Atik Marwati
Alhamdulillah sah
kaylla salsabella
keluarga besar Henderson kumpul
L. A
sudah diratukan oleh suami, istri raja pula 😭😭😭nikmat mana yang kau dustakan
Atik Marwati
selamat Carlos jadi raja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!