NovelToon NovelToon
GADIS MANJA DAN PANGERAN DINGIN

GADIS MANJA DAN PANGERAN DINGIN

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Romansa-Teen school / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:30.9M
Nilai: 4.7
Nama Author: Mae_jer

Akibat trauma masa lalu, Chaby tumbuh menjadi gadis yang sangat manja. Ia hidup bergantung pada kakaknya sekaligus satu-satunya keluarga yang peduli padanya.

Di hari pertamanya sekolah, ia bertemu dengan Pika, gadis tomboi yang mengajaknya loncat pagar. Kesialan menimpanya, ia tidak tahu cara turun. Matanya berkaca-kaca menahan tangis. Disaat yang sama, muncul pria tampan bernama Decklan membantunya turun.

Decklan itu kakaknya Pika. Tapi pria itu sangat dingin, dan suka membentak. Tatapan mengintimidasinya selalu membuat Chaby menunduk takut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1

Seorang gadis berparas manis menekuk wajahnya didepan seorang lelaki tampan yang kira-kira delapan tahun lebih tua darinya. Pria itu balas menatapnya dengan ekspresi tajam tanpa rasa kasihan. Kedua tangannya terlipat di dada. Namanya Danzel. Gadis manis yang tengah berdiri didepannya sekarang adalah adik kandungnya satu-satunya.

Danzel tidak mengijinkan Chaby makan ice cream meskipun sudah berkali-kali gadis itu memohon dengan wajah memelasnya.

"Kamu nggak mau sakitkan." ujar Danzel menatap adiknya.

"Tapi,"

"Gak usah ngelawan. Ayo pulang." tegasnya lagi kali ini menarik lengan Chaby pelan, membawanya pergi dari situ.

Chaby mendesah panjang menampilkan wajah cemberutnya. Matanya masih menatap ke toko ice cream. Sampai didepan mobil, barulah ia beralih menatap kakaknya sebal.

Mobil yang di kendarai Danzel berhenti di depan sebuah apartemen mewah miliknya. Sudah hampir tujuh tahun dua kakak beradik itu menempati apartemen itu. Dulunya mereka tinggal di Seoul.

Orangtua mereka berkebangsaan Korea, namun papa dan mama mereka tiap hari bertengkar tidak tahu diri, belum lagi mamanya yang sering sekali memukuli Chaby untuk melampiaskan amarahnya.

Sejak kejadian itu Danzel memutuskan pergi dari rumah dengan membawa kabur adiknya yang masih berumur sembilan tahun waktu itu.

Ada ceritanya sampai mereka akhirnya menetap di Jakarta.

Dulu waktu Danzel masih sekolah di Seoul, ia punya sahabat dekat orang Indonesia. Sahabatnya itulah yang sebagian besar membantunya hingga ia bisa keluar dari Seoul diam-diam tanpa di ketahui orangtuanya. Dengan kepintarannya, ia bersama sahabatnya membangun perusahaan baru dan lama-kelamaan makin maju. Perusahaan itu berhasil menjadi salah satu perusahaan besar di Indonesia dalam kurun waktu empat tahun.

Tapi bagi Danzel, memiliki semuanya bukanlah menjadi kebahagiaannya. Hanya ada seseorang yang sangat berarti dalam hidupnya yang menjadi alasan kenapa ia berusaha keras untuk menjadi sukses.

Chaby.

Sekalipun ia tahu gadis itu tidak menuntut supaya dirinya punya segalanya tapi ia tetap berusaha memiliki kekuasaan supaya kelak orang-orang tidak akan meremehkan adik kesayangannya itu.

Chaby gadis yang lemah sejak kecil, ia juga tumbuh dengan kepahitan yang diberikan oleh orang tua mereka. Itulah yang membuat Danzel bersumpah pada dirinya sendiri untuk menjaga gadis itu sampai kapan pun.

\*\*\*

"Sejak kapan lo disini?"

Pandangan Danzel jatuh ke seorang pria tampan seumurannya yang tengah asyik membaca di sofa apartemennya. Namanya Galen, sahabat seumur hidupnya. Lelaki yang membantunya kabur dari Seoul. Ia dan Chaby juga bisa lancar bicara bahasa Indonesia karena Galen banyak mengajari mereka. Meski mereka juga sempat ikut kursus.

Galen tahu sandi apartemen itu. Pria itu kerap menggantikan Danzel menjaga Chaby kalau dia lagi sibuk. Apartemen itu bahkan sudah seperti rumahnya sendiri karena hampir tiap hari ia menginap disitu.

Galen menghentikan kegiatan membacanya dan mendongak menatap Danzel dan Chaby bergantian. Gadis manis itu ketiduran dalam gendongan Danzel.

"Darimana?" ia balik bertanya.

"Makan." sahut Danzel pendek. Ia sibuk menidurkan Chaby perlahan-lahan di sofa panjang yang di duduki Galen.

Galen mengusap-usap lembut kepala gadis yang sudah dianggapnya sebagai adik kandungnya sendiri itu.

Selama ini ia selalu membantu Danzel merawat Chaby dan melihat gadis itu tumbuh menjadi gadis cantik seperti sekarang ini.

"Lo udah daftarin sekolah barunya?" tanyanya menatap Danzel. Pria itu mengangguk.

"Sih manja ini udah besar ternyata." tambah Galen lagi kali ini mengusap wajah gadis itu penuh sayang.

Kepalanya terangkat menatap Danzel.

"Oh iya, besok ada interview karyawan baru. Lo harus ada." ucapnya pelan.

"Mm." Danzel mengangguk pelan. Matanya fokus menatap adiknya.

"Lo nggak pulang lagi?" kali ini ia melirik

Galen yang menguap lebar sambil menyandarkan dirinya ke punggung sofa.

"Gue nginap aja." katanya lalu menutup kedua matanya. Danzel menatap jengah pria itu. Bagaimana tidak, hampir tiap hari Galen menginap di apartemennya. Bukannya ia tidak suka, tapi ia tidak mau dapat telpon terus dari mama sahabatnya itu yang selalu heboh menanyakan keadaan putranya, bahkan terkadang ia kena marah juga karena mama pria itu berpikir dialah alasan Galen jarang pulang ke rumahnya sendiri. Jangan-jangan mereka berdua sudah di anggap gay lagi oleh mamanya, amit-amit. Danzel jadi geli sendiri memikirkan hal itu.

Pria itu membuang nafas panjang dan kembali mengangkat Chaby yang masih pulas, memindahkannya di kamar gadis itu. Ia tak lupa menyelimuti dan mencium kening dan pipi adik kecilnya itu sebelum keluar tanpa mematikan lampu.

Adiknya takut gelap.

\*\*\*

"Morning baby!" sapa Galen ketika Chaby muncul didepan mereka.

Gadis itu memandang dua pria tampan itu bergantian. Mereka duduk di meja makan dengan pakaian yang sudah rapi.

Penampilannya tak kalah rapi dari mereka. Gadis itu sudah berpakaian lengkap dengan seragam barunya.

Hari ini hari pertamanya masuk SMA, dan ia tidak mau sampai terlambat terus di hukum di hari pertamanya sekolah.

"Duduk." perintah Danzel menyodorkan sepotong roti bakar ke piring gadis itu.

Chaby mengunyah cepat-cepat roti itu biar cepat habis, maksudnya supaya ia segera pergi ke sekolah.

"Pelan-pelan makannya Chaby sayang." itu suara Galen.

Chaby tak menghiraukannya sama sekali, yang ada dalam pikirannya sekarang hanyalah cepat-cepat pergi ke sekolah. Galen menggeleng-gelengkan kepala melihat kelakuan gadis imut itu.

"Yang antar aku siapa?" tanya Chaby setelah mengunyah habis rotinya. Pandangannya berpindah-pindah antara Galen dan Danzel.

"Habisin susunya dulu." perintah Danzel.

"Tapi kak,"

"Mau cepet sampai sekolah nggak?" ucapnya lagi dengan nada ancaman dan wajah galak.

Mau tak mau Chaby cepat-cepat meminum segelas susu yang ada didepannya.

"Udah habis, yuk!" serunya setelah susunya habis.

Galen tertawa kecil karena Chaby sangat tidak sabaran mau pergi ke sekolah. Lama-lama ia kasihan juga pada gadis itu.

"Ya sudah ayo." katanya lalu berdiri dan meraih kunci mobilnya di meja sofa tak jauh dari situ.

"Kak Galen yang nganter?" tanya Chaby ikut berdiri. Galen mengiyakan.

"kakak kamu yang satu sibuk hari ini sayang." balasnya.

Chaby berbalik melirik Danzel yang masih duduk di meja makan. Ia melangkah cepat ke arah pria itu lalu mencium kedua pipinya bergantian.

"Dah kakak." pamitnya kemudian berlari keluar pintu.

"Chaby, nggak usah lari!"

Danzel berseru tegas. Ia tidak mau lagi melihat adiknya jatuh luka-luka karena kecerobohannya sendiri. Dasar anak itu.

Hampir sekitar dua puluh menit, Galen dan Chaby sudah sampai didepan sebuah sekolah. Gadis itu menatap takjub bangunan besar didepannya itu.

Sekolah yang didaftarkan kakaknya sangat bagus, menurutnya. Di perhatikan dari luar bangunan itu, pasti semua fasilitas di sekolah ini lengkap. Ia tersenyum senang sambil terus mengamati gedung sekolah itu.

"Kapan kamu turunnya sayang?"

Suara Galen menyadarkan gadis itu. Ia menepuk jidatnya.

"Aduh, kok aku jadi pikun begini sih." gumamnya pada diri sendiri.

"Ngelamun terus makanya." kekeh Galen sebelah tangannya terangkat mengacak pelan rambut gadis itu.

"Cepetan masuk sebelum gerbangnya ditutup." tambahnya.

Chaby mengangguk dan mencium pipi Galen seperti biasa sebelum keluar dari mobil. Tak lupa ia melambaikan tangannya ke Galen yang dibalas dengan senyum manis pria itu.

Galen baru meninggalkan sekolah itu setelah memastikan Chaby mencapai gerbang sekolah. Sebenarnya ia ingin menunggu sampai gadis itu benar-benar masuk ke dalam tapi tidak bisa. Ia harus cepat-cepat pergi karena ada pertemuan penting dengan kliennya.

1
Mamah Dini11
bknnya kurang baik hubungan chaby dn danzel sm papanya , kan suka menyiksa chaby , dan memang bisa chaby lama2 di seucol , sekolahnya gimana kan bkn waktu libur juga
Mamah Dini11
sabar deck mungkin blm takdir kalian bersatu. , tpiii jgn berkecil hati chaby. setia sm kmu, pdahal aku setuju sm ide kmu , tpiii mau gimana lgi , papa chaby sakit.
Mamah Dini11
moga danzel setuju pd akhirnya, biar tenang hati decklan nya bang
Mamah Dini11
si chaby itu keterkaluan tega sekali ngasih cewe ompong ke andra, decklan gimana kalau kmu nikah sirih dulu sm chaby biar hatimu tenang ninggalin nya , gk apa msh sekolah juga kan nikah nya Diam2 dulu cuma untuk mengikat , kurasa gk APA2
Mamah Dini11
gk nyangka pika juga cewe lemah kayak chaby dikira pemberani , belajar ilmu bela diri gih sm chaby biar kalian jadi perempuan yg kuat
Mamah Dini11
😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄. aduh chaby chaby sakit perut tau aku , gk kuat ngakak banget mana lgi. sendiri lgi , apa kata dunia chaby2 blm juga menikah udh berani kentut di dekapan pacar lgi. memalukan , kalau di daerah ini itu do anggap gak sopan chaby tpi biarlah kan decklan bucin m kmu , jadi Sah2 aja kali 😄😄😄😄😄😄👍👍🤭🤭🤭
Mamah Dini11
ah blm waktunya dah ketahuan, tpiii patut di acungi jari decklan itu instingnya kuat banget tau gelagat orang👍👍keren kmu dec gk salah chaby pilih kmu
Mamah Dini11
gasken decklan hati2 ,pacarmu banyak yg menyukainya
Mamah Dini11
lewat aja. thor decklan. udah jadi doktr dn nikah sm chaby lbh seru kayaknya
Mamah Dini11
dasar s elsa ular, kmu tak akan berhasil. memprokasi. decklan elsa sia2 usahamu
Mamah Dini11
kalau pika jgn di samain kayak chaby ya Thor. biar maksud bara cepet. di. mengerti pika agar cepet peka pika nya agar gk bertele2
Mamah Dini11
kenapa kakak chaby atau galen gk punya inisiatif mem bawa ke psikiater dari dlu kalau memang mereka menyangi chaby , malah decklan yg punya pikiran ke sana , iya bawa aja dec biar chaby sembuh total, gk menganggu mentalnya 👍👍
Mamah Dini11
gak peka si decklan mh
Mamah Dini11
kok si nana
Mamah Dini11
alhmdulilah pika udah sadar waras lagi, alhmdulilah danzel gk jadi mati. walau membohongi semua orang , makasih author, hampir q mau udahan bacanya 🙏🙏🙏 😄😄😄😄😄
Mamah Dini11
setuju setuju setuju kak sangaaaaattt gk adil buat chaby ,semoga pika gk lama komanya, biar chaby gk Terus2an menyalahkan diri nya ,oh iya galen cari aja ART buat mengurus chaby sekalian bisa menemani chaby biar gk ke sepian, kan gk mungkin bara terus nemenin chaby bara harusdn kmu. juga galen masing2 punya kesibukan, ok👍👍
Mamah Dini11
ahhhh malessss danzelnya di bikin meninggal mh ,pika di buat koma Kok jadi runyam ke sini sih
Mamah Dini11
ahhhh gk asik gk seru kalau danzel di tiadakan mh kasian chaby. sendiran ,dan perempuan glia itu msh berkeliaran ITU bahaya buat chaby , ayo thor masukin ke RS jiwa mama nya chaby, dan untuk danzel bikin pinsan aja jgn di bikin meninggal ,dn selamatkan pika juga thor pliiiiissss 🙏🙏
Mamah Dini11
gimana tanggapan guru nya ya muridnya terang2 pacaran APA GfK masalah, eh kok chaby gk jujur mlh berbohong gk terus teranng itu perbuatan si nana keparat , moga aja ketahuan perbuatan si nana ITU, secepatnya
Mamah Dini11
kayaknya mama nya si chaby niii , kok gitu gaya bicaranya jahat bingit , kalau iya masa bertahun2 gk sadar2 kelakuan nya , aduhhhh danzel harus hati2 kmu kalian ada yg mengintai ,masa seorang IBU GfK ada tobatnya mau jahat terus sm anak2. sendiri ,tolong thor lindungi chaby dn kakanya, dari pamfir manapun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!