Hai....hai....hadir lagi aku dengan cerita yang baru,dapet inspirasi dari kakak Noveltoon yg promosi buat novel bergenre pria darurat. Makasih buat Noveltoon 😘
Sinopsis
Karena bingung harus mencari uang kemana untuk membayar hutang ibu nya, Dia memutuskan untuk pergi ke club. Niat nya hanya ingin minta bantuan teman nya yang bekerja disana tapi malah di kerjain oleh pekerja disana yang tidak suka dengan teman nya, hingga dia yang harus mengalami kejadian tak terduga.
Tidur dengan pria yang tidak dia kenal,bahkan wajah nya juga dia tidak mengetahui nya dengan jelas hingga dia hamil anak pria itu. Ayah nya yang sakit sakitan merasa terkejut mengetahui kalau anak nya hamil diluar nikah,sebagai ayah dia tau kalau anak nya tidak pernah dekat dengan pria mana pun hingga akhirnya seorang duda datang menawarkan pernikahan pada nya .
Nah....Bagaimana cerita selanjutnya ?
Yuk ....di pantengin aja ,smoga suka ya ....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuliati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sehidup semati
🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳
Mayasari dewi,biasa di panggil Maya. Sedari kecil dia tinggal dengan kakek dan nenek nya di kampung. Kedua orang tua nya bekerja di kota, dia merupakan anak satu satu nya .
Setiap bulan nya kedua orang tua nya selalu mengirimkan uang ,tapi saat ini sudah hampir setahun kedua orang tua nya tidak mengirimkan uang sama sekali.
Penghasilan kakek dan nenek nya mulai berkurang, kakek nya yang biasa nya bekerja di gudang bahan makanan sebagai tukang pikul kini mulai sakit dan nenek nya yang biasa membantu di ladang bersama dengan Maya juga begitu.
Mereka mulai sakit sakitan, untung nya Maya sudah selesai sekolah dan memilih menyusul kedua orang tua nya ke kota. Tapi Maya belum juga pergi ,dia merasa khawatir untuk meninggalkan kakek dan nenek nya saat ini.
Apalagi kedua nya yang sering sakit sakitan, membuat nya tidak tega. Setahun ini,kedua orang tuanya sangat susah dihubungi entah karena apa sehingga Maya ingin segera ke kota dan mencari tau semua nya.
"May.....kamu beneran mau ke kota ?" tanya kakek Dodo pada Maya yang kini terlihat sedang memasak didapur
"Iya kek,tapi nanti saat kakek dan nenek sudah sehat . Aku ingin bekerja disana, aku ngak ingin nenek dan kakek bekerja lagi " jawab Maya dengan lembut,dia menatap wajah sang kakek yang sudah begitu terlihat tua
"Pergi lah ,jangan pikirkan kami . Kami ngak apa apa kok nak " ucap Nek Lastri ,dia sudah memikirkan hal ini .
Nek Lastri sangat menyayangi Maya karena Maya mirip seperti anak nya, ayah nya Maya . Dia berharap Maya bisa mendapatkan hidup lebih baik dari pada saat ini,apalagi dia sudah mendengar kabar keretakan rumah tangga putra satu satunya itu.
Semua nya karena ekonomi ,Budi ayah nya Maya sudah menceritakan semua nya pada Nek Lastri. Dia meminta pada kedua orang tua nya agar tidak menceritakan apa pun pada Maya dan berharap kalau Maya tidak jadi ke kota, dia ngak ingin Maya bekerja di kota dan tinggal bersama nya .
Budi ngak ingin nanti nya merepotkan Maya ,saat ini dia sedang sakit sakitan di kota. Hanya sesekali dia bekerja, makanya gaji nya tidak banyak . Perusahaan dimana Budi bekerja juga sudah memberhentikan nya karena Budi sering sekali ijin sakit,dia mendapatkan pesangon dan memberikan semua pesangon itu pada Nek Lastri.
Karena hal itu lah Nelly,ibu nya Maya marah. Entah sejak kapan Nelly memiliki hutang yang banyak, sehingga dia ingin mengambil uang pesangon suaminya untuk membayar hutang hutang nya tapi keburu ketauan oleh Budi dan budi langsung mengirimkan nya ke kampung.
"Nanti kalau nenek dan kakek sudah sembuh,aku akan pergi ke kota dan tinggal bersama bapak " jawab Maya, mana mungkin dia membiarkan nenek dan kakek nya sendirian di kampung.
Walaupun mereka juga butuh uang untuk membayar rumah kontrakan yang saat ini Maya dan kakek nenek nya tempati,rumah ini adalah rumah pak RT dan mereka membayar uang kontrakan hanya setengah nya saja karena kedekatan Maya dengan anak nya pak RT yang saat ini tinggal dikota dan bekerja disana juga.
Seminggu berlalu,sudah hampir sebulan Maya dan kakek nenek nya belum membayar uang kontrakan. Membuat Maya merasa tidak enak hati tapi tidak mungkin dia pergi dan meninggalkan kedua orang tua yang sudah merawat nya sedari kecil ,dia ingin menjaga kedua nya hingga kedua nya sembuh .
Pagi ini ,Maya sudah bangun sedari tadi. Dia memasak seperti biasa nya dan menyiapkan sarapan dengan cepat, kemudian dia berjalan menuju kamar kakek dan nenek nya.
Maya sedikit merasa heran dan khawatir karena biasa nya jam segini Nek Lastri sudah bangun,tapi kini kedua orang tua itu belum ada yang bangun sama sekali.
"Nek....kek....sarapan nya sudah siap, ayo bangun dan makan. Setelah nya baru minum obat, semalam aku sudah belikan obat kakek dan nenek di toko obat dekat pasar " teriak Maya tapi tak ada jawaban dari dalam sehingga Maya memilih untuk masuk
Senyuman mengembang di bibir Maya saat melihat kedua orang tua yang dia sayangi masih tertidur dengan saling berpelukan, dia merasa bahagia karena kedua nya begitu sangat saling mencintai.
Maya adalah saksi hidup kedua nya, sikap kakek nya yang romantis walaupun sudah tua tapi selalu memberikan kasih sayang yang tak terhingga pada sang nenek membuat nya selalu berdoa mendapatkan jodoh yang seperti kakek nya.
Maya merasa bersyukur tinggal dan dirawat oleh kakek dan nenek nya, karena sedari dulu dia tau sikap ibu nya yang selalu dingin dan bersikap kasar pada kakek dan nenek dari bapak nya ini . Terkadang pada sang ayah pun ,ibu nya itu selalu memilih diam dan tidak banyak bicara.
Maya tidak begitu mengerti dengan apa yang terjadi dalam kehidupan berumah tangga kedua orang tua nya, dia memang tidak begitu dekat dengan ibunya karena ibu nya sangat jarang sekali menghubungi nya. Tidak seperti bapak nya yang selalu menelpon nya setiap malam atau setiap libur bekerja, ibu nya tidak pernah menampakan dirinya dan Maya tidak tau kenapa .
"Nek.....kakek" panggil Maya lagi ,dia yang tadi nya tersenyum kini mulai merasa gelisah karena kedua orang tua yang dia cintai hanya diam saja .
"Nek....kakeeek" kali ini Maya berteriak, nafas nya mulai tersengal dan memburu. Air mata nya mulai mengalir saat dia memegang tangan sang kakek yang sudah dingin ,begitu juga dengan tangan nenek nya .
Maya mulai berteriak, dia menangis meraung-raung hingga tetangga yang berada disamping nya mendengar teriakan suara maya. Dia langsung berlari ke rumah Maya yang memang hanya di tutup rapat saja tapi tidak di kunci dari dalam, dia merasa terkejut dan memeriksa keadaan kedua orang tua yang masih berada di atas tempat tidur.
"Nenek....kakek...." teriak Maya lagi yang sudah duduk di lantai ,dibawah tempat tidur sang nenek
"May....kakek dan nenek mu sudah meninggal ,hubungi bapak mu . Kalau bisa pulang ya pulang tapi jika tidak bisa langsung kabari,biar kita kebumikan secara langsung . Ngak usah nunggu nunggu lagi" ucap pak RT yang kini sudah berada disana
Tetangga nya itu pun mulai berdatangan, membantu Maya untuk beberes . Maya masih terlihat tidak rela ,dia merasa kalau dirinya sangat lah kehilangan.
"Ya ampun ,Nek Lastri dan Kek Dodo benar benar so sweet banget ya. Cinta nya sehidup semati " ucap para tetangga yang berdatangan di sana .
Bersambung
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️