karena kekasihnya tidak bisa mempunyai anak Leo terpaksa menerima perjodohan yang direncanakan orang tuanya yaitu menikahi Aletha.Leo menerima perjodohan itu agar keluarganya mempunyai keturanan tidak ada cinta dalam pernikahan mereka karena selama nya leo hanya mencintai angel kekasihnya.
bagaimana perasaan aletha ketika megetahui suaminya tidak mencintainya?sedangkan perlahan-lahan aletha mulai mencintainya leo suaminya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon juwitaapr_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MH-8
Leo
Apa-apaan ini dua kali Dimas mencium kening istriku dan yang membuat ku geram adalah Aletha sama sekali tidak mencoba mengelak dari Dimas atau apa lah, lalu apa kata Dimas tadi, Aletha adalah adiknya.
Setau ku Aletha adalah anak tunggal dan orang tua nya telah meninggal dunia, benar-benar pembual ulung pria itu seenaknya saja mencium istri ku di hadapan ku.
Kalau saja Roni tidak datang mungkin Dimas sudah habis di tangan ku karena telah mencium Aletha dan lagi bekal makan siang ku diambil oleh nya begitu saja.
"Maaf bekal siang mu jadi diambil oleh Dimas, sungguh aku sama sekali tidak tau kalau Dimas bekerja disini. Sekali lagi aku minta maaf padamu"ujar Aletha pelan nyaris tidak terdengar.
Aku ingin sekali memarahi atau meneriaki Aletha karena mau begitu saja dicium oleh Dimas namun segera kuurungkan karena aku pikir itu berlebihan, Aletha tidak pernah protes pada ku dan Angel lalu kenapa aku harus marah? Anggukan kepala lah yang menjadi pilihanku untuk menjawab perkataan Aletha.
"Aku akan pulang dan membawakan mu bekal lagi"kata Aletha lagi lalu beranjak begitu saja.
"tidak usah, lagian aku bisa makan dikantin"ujarku cepat mencagah Aletha agar tidak membawakan aku bekal.
"Benarkah?"
"Hm"
"Baiklah, kalau begitu aku pulang dulu" pamit Aletha lalu benar-benar pergi.
Aku hanya menatap punggung Aletha sampai Aletha hilang dari pandanganku.
Drt....drt.....
Sial
Aku lupa jika aku sudah berjanji menemani Angel untuk berbelanja.
"Hallo sayang"
"Kau dimana? Jadi tidak menemani ku? Atau jangan-jangan kau lupa?" omelnya dengan satu nafas membuat ku menjauhkan ponsel dari telingaku.
"Aku masih dikantor sekarang dan aku akan segera menjemputmu"
"Baiklah jangan lama-lama"
**
Aletha
Benar saja kunci motor ku masih menggantung cantik ditempatnya. Untung saja tidak ada begal atau pencuri motor disini hehehe.
Aku langsung naik keatas motor dan melakukannya ke caffe.
"Sudah lama sampai ma?"tanya ku duduk disamping mama.
"Tidak juga, mama baru saja sampai"jawab mama tersenyum.
"Mama mau makan apa? Biar Letha buatkan.spesial"ujar ku mengedipkan sebelah mata pada mama ketika mengatakan kata 'spesial' dan itu membuat mama terkekeh.
"Apa saja,apa yang kau buatkan pasti mama makan"
"Wah, sungguh perkataan mama membuat ku tersanjung."jawabku membuat mama kembali terkekeh.
"Sudah sana, buatkan mama makanan yang lezat"perintah mama
"Ay ay mama" ujarku berjalan menuju dapur.
.
"kau sungguh hebat sayang mama bangga padamu, dengan umur yang masih muda kau sudah memiliki caffe"puji mama setalah aku menceritakan tentang asal muasal caffe yang aku dirikan eh ralat caffe yang didirikan karena bantuan dari opa.
''Mama terlalu memuji, caffe A tidak akan begini kalau bukan karena mendiang opa"
"Tapi mama tetap bangga pada mu sayang"ujar mama berdiri memeluk ku.
"Mbak ada pelanggan yang ingin bertemu katanya dia teman lama mbak"ujar Dewi datang membuat ku melerai pelukan mama
"dimana orangnya Dew?"tanyaku
"Ada diruangan mbak"
"Baiklah, kau duluan saja nanti aku menyusul"
"Baik mbak"Ujar Dewi lalu pergi meninggalkan kami.
"Ma aku menemui pelanggan ku dulu, mama mau makan apa lagi biar aku katakan pada Rio"tanya ku pada mama
"Mama langsung pulang saja, kau temui saja pelanggan mu"jawab mama bersiap untuk pulang.
"Baiklah, mama hati-hati dijalan"
"Iya sayang, sampai nanti dirumah ya"ujar mama mencium kedua pipiku.
Setelah memastikan mama benar-benar pergi aku berjalan menuju ruanganku. Jujur saja aku penasaran siapa yang ingin bertemu denganku.
"Saya permisi mbak Letha sudah datang"ujar Dewi meninggal kan ruangku.
"Mbak aku permisi"pamit Dewi padaku dan ku jawab dengan anggukan.
Aku tidak bisa melihat pria yang ingin menemui ku karena duduk membelakangi ku.
Aku mendekat karena ingin melihat siapa pria itu.
"Hai baby girl long time no see"ujar pria itu berdiri sebelum aku sempat menghampirinya.
"Bang Nial" teriakku girang lalu langsung berlari kearahnya, menabrak bang Nial dengan pelukan erat.
Sungguh aku sangat merindukan pria yang kupeluk saat ini.
"aku sangat merindukan mu"ujar ku didalam pelukannya.
"aku lebih merindukan mu Baby girl"katanya menegelus sayang rambutku sesekali Nial mencium pelipisku.
Ah iya aku lupa mengenalkan bang Nial. Kenalkan namanya Danial Himawan abang kandung Dimas Himawan dan nial juga cinta pertamaku. Pria yang sangat menyayangi aku.
"Kapan kau sampai? Kenapa tidak menghubungi aku?"tanya ku melepaskan pelukan.
"Satu jam yang lalu dan ya ini kejutan"ujar Nial memeluk ku lagi
"Kau tidak pulang terlebih dahulu? Ibu pasti merindukanmu"
"Setelah bertemu dengan mu aku akan menemui ibu, tapi setelah aku bertemu dengan teman lama ku terlebih dahulu"
- - -
Leo
Setelah menemani Angel bershopping ria aku kembali kekantor karena Ana meneleponku memberi tahu jika ada teman lama ku yang ingin bertemu
"Dimana teman lama yang ingin bertemu denganku an?"tanya ku pada Ana
"Ada didalam sir"
Aku menganguk lalu masuk kedalam ruanganku.
Klek
"Sudah lama tidak jumpa sobat"ujar pria itu menurunkan majalah yang sedang ia baca.
"Nial *******"ujarku sambil menghampiri nial lalu bertos ria alah pria dewasa.
"Jadi ada keperluan apa sehingga kau datang ke Indonesia, bukanya kau sudah ada usaha yang maju di Jerman?"tanya ku penasaran ketika kami sudah duduk disofa.
"Benar, maksud kedatangan ku ke Indonesia untuk menjemput wanita ku"jawab Nial nampak serius namun karena itu tawa ku langsung meledak.
"Bukannya kau suka sejenis? Lalu kenapa tiba-tiba ingin membawa wanita bersamamu?"
"Shit. Aku bukan gay dan aku masih mencari lobang"jawab Nial memukul kepala ku dengan majalah.
"Baiklah cerita kan padaku bagaimana wanita mu itu"ujar ku kemudian
"Dia wanita pertama dan terakhir, dia cantik, mandiri, dan yang pasti dia sempurna"
"Begitu, kapan-kapan kau harus mengenalkan nya padaku"
"Tentu saja"
AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN DENGAN MENABUR POIN KERCERITAKU. CERITA KU MASUK RETING TERUS AKU BAKAL SEMANGAT UP. JANGAN PAKAI KOIN PAKE POIN AJA KARENA BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS! LIKE N KOMEN YANG MEMBANGUN JUGA PERLU!
To be continue,