NovelToon NovelToon
Diam-diam Cinta

Diam-diam Cinta

Status: tamat
Genre:Dokter / Komedi / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:724.4k
Nilai: 5
Nama Author: dtyas

Lisa Kanaya, meninggalkan keluarganya yang toxic untuk bertugas di pelosok desa. Siapa sangka dia berada di tengah tim yang absurd. Trio semprul dan dokter yang diam-diam menghanyutkan.

"Mana tahu beres tugas ini saya dapat jodoh," ucap Lisa.

“Boleh saya amin-kan? Kebetulan saya juga lagi cari jodoh," sahut Asoka.

“Eh -- "

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34. Rencana

Bab 34

“Bisa-bisanya lo bohongin gue.”

Sejak mobil meninggalkan puskes, Inka tidak berhenti mengoceh dan menyalahkan Doni. Bukan hanya masalah dibohongi, niatnya ke sana untuk pamer dan membuat Lisa cemburu dan marah malah kebalikan.

Lisa terlihat sombong dan semakin percaya diri, padahal sedang bertugas di negri antah berantah. Yang paling memuakan, pria ganteng dengan gelar doktor itu mengakui Lisa adalah pacarnya.

“Jangan ganggu pacar saya.”

Kalimat yang dilontarkan pria itu seperti palugada di kepalanya. Bukan sebuah kiasan apalagi drama, sangat meyakinkan seolah mereka benar pasangan kekasih. Bahkan tubuh Lisa seolah diangkat dan didekap untuk masuk ke dalam puskes menghindarinya.

“Diam Inka, aku sedang nyetir.”

“Kapan gue bilang lo lagi tidur, tapi otak lo memang nggak ada isinya kayak orang lagi tidur. Pake acara bohongin gue. Cuma staf kere aja ngaku-ngaku mau naik jabatan.”

“Semua karena kamu. Kamu yang bilang nggak akan terima cowok jadi pacar kalau kerjaannya biasa aja. Padahal aku sudah putuskan Lisa, kita sering komunikasi. Bahkan beberapa kali kencan.”

“Untung ketahuan sekarang, coba kalau kita terusin sampai nikah. Ogah amat gue dapet laki yang gajinya Cuma UMR.”

Doni kesal, sangat-sangat kesal dengan hinaan Inka. Sesal pun percuma, nasi sudah jadi bubur. Hubungan dengan Lisa sudah kandas yang ada dia dapat hanya ampas. Hatinya berdenyut nyeri melihat Lisa tampak semakin bersinar. Melirik spion memastikan jalanan aman untuknya menepi lalu berhenti.

“Turun!” titah Doni.

Inka menatap sekitar, pepohonan dan jalanan yang rusak dan becek. Rumah pun jarang-jarang,

“Lo gila, nyuruh gue turun. Ini di mana? Tol aja belum kelihatan, terminal masih jauh. Udah sar4f ya lo!”

“Iya, aku memang gila. Semua karena ulah kamu. Kalau mulut kamu tidak menghina dan merendahkan, tidak akan aku mengaku punya jabatan bagus. Sebaiknya tutup mulut kamu atau turun.”

Inka menutup mulutnya, langsung kicep dengan anacaman Doni. Tidak tahu sedang berada di mana dan bagaimana dia bisa pulang kalau Doni memang serius untuk menurunkannya. Perlahan mobil akhirnya kembali melaju.

“Semua yang kamu minta sudah aku turuti, selanjutnya terserah kamu. Mau kita lanjut atau selesai."

Sedangkan di puskes, anggota tim masih lengkap. Menikmati makan siang yang terlambat setelah live drama perseteruan Lisa dan Inka.  

“Aaaa, buka mulutnya,” seru Asoka sudah menyodorkan tangannya menyuapi Lisa yang masih cemberut.

“Perlu dibantu nggak dok? Biar gue bantu celang4pin mulutnya,” usil Rama di tengah kunyahannya.

Lisa mendelik pada Rama lalu membuka mulutnya dan menerima suapan Asoka. Kekasihnya itu memaksa menyuapi karena ia mengatakan tidak lapar setelah perdebatan Inka dan Doni .

“Masih terpesona sama mantan kamu tadi,” ejek Asoka.

“Dih, dikasih gratis juga ogah apalagi terpesona.”

“Ya sudah, jangan dipikirkan lagi. Fokus saja dengan masa depan kamu, masa depan kita.”

Sebenarnya ucapan Asoka bisa membuat hati Lisa meleyot, makin ke sini makin pintar ngegombal. Namun, harga dirinya masih tinggi. Masa lagi ngambek, langsung terbahak atau melompat ke pangkuan babang dokter.

“Ih, so sweet.” Yuli sampai menyenggol Rama yang mengump4t karena gagal menyuap.

“Kenapa sih, pengen gue suapin juga? Sap, cari sendok semen,” titah Rama.

“Astaga dragon, nggak ada romantisnya banget. Lo pikir mulut gue coran pake sendok semen. KAlau ada cowok yang suka sama gue, rela gue tuker sama lo.”

“Iya Yul, tuker aja si Rama sama rongsokan. Mulutnya suka ikut-ikut ngomporin,” sela Lisa dan Asoka berdecak kembali menyuapi juga untuknya sendiri.

“Habiskan, Sabtu ini kita ke kota terdekat,” Janji Asoka agar tidak marah lagi

“Ngapain?”

“Maunya ngapain?” Asoka malah balik tanya.

“Hm, shopping, tapi bayarin.”

“Oke.”

Yuli menatap Rama mendengar rencana Asoka dan Lisa. “Nggak ada niat ngerayu gue kayak dokter Oka?”

“Maaf ya Jule, isi atm gue nggak sama kayak bapak dokter yang satu itu. Lo Cuma bisa gue ajak ke mini market aja kita jajan cemilan.”

“Rama bohong Yul. Dia punya banyak warisan kontrakan sama kos-kosan, uangnya banyak. Sebelum aku punya donatur, suka minta dia kalau kepepet,” tutur Lisa lalu terkekeh.

“Benarkah? Oh, Rama sayang, aku padamu.”

“Geli gue dengernya, matre semua lo pada.”

“Laki-laki cari uang yang banyak dan perempuan cari cara untuk menghabiskannya,” cetus Asoka. “Bukan rahasia lagi dan kenyataannya begitu.”

“Ah, betul itu.” Yuli setuju dengan ucapan Asoka.

“Dok, aku makin padamu deh. Kapan mau halalin aku?” Lisa tergelak dan Asoka tersenyum seraya menjawab, “Secepatnya.”

“Ram, kapan mau lamar gue?”

“Nunggu Sapri punya gandengan untuk datang ke undangan kita.”

“Loh, kok saya mas.”

***

Malam ini rumah agak sepi. Selain Beni sedang di Jakarta, Rama piket jaga di IGD. Sapri tidak dapat layan, berada di beranda menunggu kantuk datang mana tahu datang bersama jodohnya. 

Asoka di kamar sibuk dengan laptopnya. Lisa dan Yuli di kamar, sibuk masing-masing. Yuli dengan medsos, sedangkan Lisa menonton drama Korea.

...Tim Pencari Kitab Suci 🤸...

Rama P. : Bang Ben, lagi ngapain? Pasti lagi kipas-kipas. Di sana 'kan gerah 

Yuli imut : Lagi kangen-kangenan sama istri. Udah sebulan nggak ketemu

Rama P. : Jule, sok tahu

Lisa Kanaya : Cie, pasti lagi di kamar ya 🤣😊

Rama P. :  Lisa udah dewasa, semenjak dapat stempel Abang Oka

Beni Ganteng : Iya dong, dapat 2 ronde

Rama P. : Kamprettt, jujur banget

Yuli Imut : Ulala, mana tahan🫣

Lisa Kanaya : Bang Ben main tinju?

S4pri : Lembur, bang

Asoka Harsa : Sayang @Lisa Kanaya : Mau main tinju bareng aku?

Rama P. : Mulai dah

Lisa Kanaya : Aku nggak bisa tinju, sama bang Beni aja

Asoka Harsa : 🙄

Yuli Imut : Iya kali adu pedang

Rama P. : Bubar, udah nggak beres. Padahal mah kalian ke sini aja temenin gue jaga. Dari pada sepi di rumah. Eh, ada pasien kayaknya

Lisa Kanaya : Emang tinju pake pedang

Asoka Harsa : Sayang, aku di depan nih. Keluar dong

Beni Ganteng : Pritttt, pelanggaran. Masuk kamar kalean!!!!!!

Asoka tersenyum membalas pesan dengan Lisa. Raut wajahnya mendadak berubah saat ponsel bergetar.

"Halo, pah," sapa Asoka.

"Sabtu nanti, papa tunggu di rumah!"

"Pah, aku ...."

"Pulang!"

Asoka menghela nafas, panggilan diakhiri sepihak. Padahal sudah ada rencana lain dengan Lisa.

1
Violet
Makin lama bacanya makin mirip aja candaannya, karakternya Rama sprti Kamal si Duo Bahlul yg suka bgt ngegas kagak sabaran 🤣🤣
Violet
Paling susah bin ribet hadapin modelan macam Cecep & Marina. Di baein dikit mlh kegeeran disangka kasih harapan tp makin di tolak mlh makin beringas!
Nurkhayati Salimun
🤣🤣🤣
Nurkhayati Salimun
pengin nyelept si rama🤣🤣
Amel Lina
/Good//Good//Good//Good/ mantap thor ceritanya, ngakak terus dibuatnya
Isna
keren...keren...seru ceritanya...
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kalau jodoh akhirnya ketemu jalannya juga ya Ram.😁
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Rama somplak./Joyful//Joyful//Joyful/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Dah lah dengan Sarah juga ga apa² Ram, kalau sama Yuli di telpon atau chatt pas lagi butuh bantuan saja.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Thor bukannya istrinya pak Aska itu Mirna ya kok di bab ini Sita, sedangkan ibunya Asoka yang men1nggal namanya Mika.🤔🤔🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Loh bukannya Lisa block no.nya Inka ya sewaktu masih di bandung kok sekarang sudah bisa telpon atau chatt lagi.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Panas panas butuh blower ga buat dinginin hati karna Lisa dapet pasangan Asoka bu Nina.. awas gosong./Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kenapa panggilan Lisa pada Asoka masih dokter aja sih, harusnya kalau diluar tugas biasakan pake panggilan lain biar kedengeran enak Lis.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Asem Asoka, pendiem tapi omongannya asbun juga./Joyful/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Ada kenangan yang tertinggal,.
Lisa mending ga usah deh pulang ke rumah papah mu toh kehadiranmu juga ga penting buat penghuninya di sana mending ikut rama atau ngekos aja.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Ya jelas mirip lah Lis, orang mereka kakak adek beda ibu.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Rama kamu kan dokter kenapa ngerokok.🤔

Kamu harus terus sehat Ram karna kamu kakak sepupu yang bisa jadi pelindung Lisa.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kenapa ga di tendang saja tuh Belutnya si Cecep, Lis biar mleyot mati suri sekalian.😤
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Jelek amat ngasih namanya Imin, Thor./Joyful//Joyful//Joyful/

Aksa Thor bukan Aksi
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
ARama emang kompor mleduk ya./Joyful/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!