NovelToon NovelToon
Istri Yang Mereka Remehkan

Istri Yang Mereka Remehkan

Status: tamat
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh / Tamat
Popularitas:476.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Jmn

Elina bukan istri yang polos. Saat suami dan mertuanya berusaha merebut aset dan perusahaannya, ia memilih diam sambil menyiapkan perangkap.

Mereka mengira Elina tidak tahu apa-apa, padahal justru menggali kehancuran sendiri.

Karena bagi Elina, pengkhianatan tidak dibalas dengan air mata... melainkan dengan kehancuran yang terencana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Jmn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kita selesai

"Sial! Sial! Arghhh...!" Ares mengumpat keras.

Tangannya menghantam sandaran kursi depan hingga mobil sedikit bergetar. Rahangnya mengeras, napasnya memburu.

Malam ini, malam yang seharusnya jadi puncak kemenangannya, justru berubah menjadi mimpi buruk paling memalukan dalam hidupnya.

"Sial! Elina sudah lebih dulu tahu rencana kita," geramnya, suara rendah tapi penuh racun.

Maya yang duduk di sampingnya ikut gelisah. Jarinya saling meremas, wajahnya pucat, sisa-sisa kepanikan masih jelas terlihat.

"Terus bagaimana ini, Mas?" tanyanya dengan suara getar. "Semua orang lihat. Media pasti sudah..."

"Diam!" potong Ares kasar. Ia menoleh tajam, sorot matanya menyala merah. "Kalau bukan karena kamu ceroboh, semuanya tidak akan sejauh ini!"

Maya terdiam. "Aku ceroboh?" suaranya meninggi. "Kamu yang terlalu percaya diri! Kamu pikir Elina itu bodoh?"

Suasana mobil langsung menegang. Di kursi belakang, Amelia mendengus keras.

Wajahnya merah padam menahan amarah dan malu. “Kurang ajar! Anak itu benar-benar mempermalukan keluarga kita!” gerutunya. “Dulu Mama sudah bilang, jangan terlalu percaya sama perempuan itu.”

“Sekarang Mama masih mau menyalahkan Elina?” Ares membentak sambil menoleh ke belakang. “Karena Mama, semuanya jadi makin kacau! Mama ikut campur di depan umum, bikin aku terlihat seperti badut!”

Amelia terperanjat. “Kamu membentak Mama?” suaranya meninggi tak terima. “Mama melakukan semua itu demi kamu!”

“Demi aku atau demi gaya hidup Mama?” balas Ares tajam. “Liburan, belanja, salon, semua dari uang perusahaan Elina!”

“ARES!” bentak Amelia, napasnya tersengal. Tangannya gemetar, antara marah dan takut.

Arman yang sejak tadi diam akhirnya bersuara. Suaranya berat, penuh tekanan. “Cukup!”

Semua langsung terdiam.

“Kalian tidak sadar?” lanjut Arman dingin. “Malam ini bukan cuma rencana yang gagal. Kita kehilangan segalanya.”

Ia menatap lurus ke depan, wajahnya muram. “Nama baik. Kekuasaan. Uang. Semua.”

Maya menelan ludah. “Lalu… kita harus bagaimana, Pa?” tanyanya pelan.

Arman menarik napas panjang. "Kita belum kalah," katanya akhirnya. "Tapi mulai sekarang, kita harus jauh lebih hati-hati."

Ares tertawa kecil, tawa kosong, tanpa humor. "Hati-hati?" ulangnya. "Elina sudah menelanjangi kita di depan publik. Dia tidak cuma menjatuhkan aku... dia menghancurkan kita."

Mobil melaju dalam keheningan yang menyesakkan. Tak ada lagi kata-kata penghiburan. Tak ada lagi rencana mulus.

Beberapa saat kemudian, mobil Ares berhenti tepat di depan rumah. Pintu terbuka satu per satu, dan mereka turun dengan wajah kusut, sisa amarah serta malu masih jelas terbawa.

Brug!

Brug!

Suara benturan keras mendadak memecah keheningan, begitu nyaring hingga membuat mereka terperanjat. Beberapa koper besar terlempar di halaman, jatuh tepat di depan kaki mereka.

Mereka menatap pemandangan itu dengan tak percaya.

"Apa-apaan ini?" ucap Amelia sambil melangkah mendekat, diikuti Ares, Maya, dan Arman yang sama-sama mematung, perasaan tak enak mulai merayap di dada masing-masing.

Elina melangkah keluar dari pintu utama rumah itu dengan langkah tenang. Gaun malamnya masih sama, elegan, anggun, seolah penghinaan di ballroom tadi hanyalah formalitas kecil baginya. Rambutnya rapi, wajahnya datar, nyaris tanpa emosi.

Sorot matanya langsung tertuju pada mereka berempat.

Bukan marah.

Bukan kecewa.

Melainkan… asing.

Dua pengawal menyusul dari belakang, masing-masing menyeret koper besar.

Brug!

Gedebuk!

Satu koper dilempar ke sisi halaman lainnya. Isinya bergetar keras di dalam, seakan ikut merasakan nasib pemiliknya.

“Elina!” Amelia melangkah maju, wajahnya memerah. “Apa maksud semua ini?!”

Elina tidak langsung menjawab. Ia hanya mengangkat tangan sedikit.

Pengawal lain kembali keluar dari dalam rumah, membawa dua koper tambahan.

Brug!

Duk!

Elina baru membuka suara setelah semua koper tergeletak di halaman.

"Barang-barang kalian," ucapnya datar. "Aku tidak ingin ada milik orang asing tertinggal di rumahku."

Ares membeku. "Elina... kamu tidak bisa begini," katanya berusaha menahan dada. "Ini rumah kita."

"Rumah kita?" ulang Elina pelan, namun nadanya dingin menusuk. "Kamu masih bisa menyebut rumah ini rumah kita setelah semua yang kamu lakukan ke aku, Mas? Ingat baik-baik, ini rumah milikku yang diberikan orang tuaku. Kalian semua menumpang di sini."

Elina menatap mereka satu per satu dengan sorot mata beku, hingga akhirnya tatapannya berhenti pada Maya. "Dan kamu, May. Ini kan yang kamu inginkan? Memiliki Mas Ares sepenuhnya?"

Maya tersentak. "Elina..."

"Aku tidak butuh penjelasan kamu lagi, May," potong Elina dingin. "Silakan ambil Mas Ares. Itu yang kamu mau, kan? Dan mulai sekarang, kamu bukan sahabatku lagi."

Deg!

Ucapan itu membuat Maya terdiam. Tangannya mengepal, tapi tak satu pun kata mampu keluar.

Tatapan Elina lalu beralih pada Ares. “Mas Ares, mulai sekarang kamu tidak perlu lagi sembunyi-sembunyi dari aku untuk bersama Maya,” ucapnya, berusaha tetap tegar meski dadanya terasa sesak.

“Elina...”

Elina mengangkat tangannya. “Tidak perlu penjelasan lagi, Mas. Kamu bebas sekarang. Dan sebentar lagi kamu akan jadi ayah, kan?”

Deg!

Ares terkejut. Wajahnya langsung memucat. Dari mana Elina tahu soal itu… soal kehamilan Maya?

“Kamu tidak usah terkejut seperti itu,” lanjut Elina tenang. “Aku diam bukan berarti aku tidak tahu semua kelakuan kamu di belakang aku.”

Pandangan Elina kemudian beralih pada Amelia dan Arman. “Mama dan Papa, aku sangat kecewa dengan kalian. Kalian mendukung putra kalian berselingkuh, padahal aku sangat menyayangi kalian. Apa pun yang kalian inginkan selama ini selalu aku kabulkan. Tapi sudahlah, itu sudah jadi pilihan kalian.”

Elina menarik napas berat, seolah mengumpulkan sisa kekuatannya, lalu kembali menatap Ares. “Mas Ares, sudah cukup. Aku tidak ingin terus sakit hati, dan kamu memang perlu bebas. Kita selesai.”

Deg!

Ares tersentak. "Elina..."

"Tidak ada bantahan," potong Elina tegas. "Pergi kalian semua. Malam ini, kita tidak memiliki hubungan apa pun lagi."

Amelia menatap Elina dengan mata menyala. “Kamu benar-benar kejam.”

Elina tersenyum tipis. “Tidak. Aku hanya berhenti jadi bodoh.”

Ares melangkah maju satu langkah. “Elina, kita bisa bicarakan ini baik-baik—”

“Tidak,” potong Elina dingin. “Kesempatan bicara sudah kamu habiskan sejak kamu memilih berkhianat.”

Maya menggenggam koper dengan tangan gemetar. “Aku… aku tidak bermaksud begini.”

Elina menoleh sekilas. “Tapi kamu tetap melakukannya.”

Ia lalu mengangkat dagu. “Pergi.”

Amelia mendecih kesal. “Ayo! Jangan buang waktu lagi di rumah orang yang tak tahu diri!”

Ares terdiam lama, lalu menarik koper dengan kasar. “Kamu akan menyesal, Elina.”

Elina menatapnya datar. “Tidak. Penyesalan itu milik kalian.”

Mereka berjalan menjauh.

Suara pintu mobil menutup keras.

Elina berdiri sendiri di teras, menatap malam yang sunyi.

Pelan, ia berucap,

“Sudah selesai.”

1
dome🌬️🌀🌀🌀
sadar Buu Amel... ingat umur sudah tua sudah keriput jangan makin dibanyakin dosanya. kalaupun kau punya uang satu dunia ga akan bisa dibawa mati
dome🌬️🌀🌀🌀
kalau jadi manusia punya penyakit kronis iri dan dengki . daaahh laahhh ga ada obatnya. hanya azab dari Allah aja nanti yg menyembuhkannya
dome🌬️🌀🌀🌀
mayaaa.. kalo kamu punya sahabat yg sudah sayang sama kamu bahkan sudah seperti saudara sendiri padahal kamu yg biasa biasa saja tapi bisa bergaul dan disayang seseorang yg kelas ekonomi crazy jangan malah kau Injak kepala mereka. yg ada pancungan malah menantimu
dome🌬️🌀🌀🌀
si Ares ini mimpi apa gimana yaa.. emangnya nama besar Anderson itu dan seluruh kekayannya dibangun atas apa??
apakah dr mimpi siang bolong langsung tetiba jadi kaya raya lalu perusahaan nya JD maju JD besar.
helloooooo... jangan samakan otak cetek kalian dengan otak pebisnis kluarga Anderson yaaa.. kalau kalian kesuksesan dibangun karna mimpi siang bolong. kalau Anderson suksenya dibangun karna otak cerdas berbisnis. si bapak ojol sianak supir siemak buruh cuci tapi mimpinya nyampe bisa ngalahin kerak neraka🤣🤣🤣
astagaaaaa ..... ksian banget siihhh mereka, ketololan yg hakiki tapi masih betah dipelihara 🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
manusia serakah penghianat 😈😈😈
dome🌬️🌀🌀🌀
dah ceritain aja sama bapakmu El, kelamaan proses kamu mah. biar bapakmu yg langsung turun tangan. biar cepet kelar
dome🌬️🌀🌀🌀
waduhhh... tak bisa lagi ku tuk berkata kata akan ketidak tahu dirian si Ares ini
dasar muka badak
dome🌬️🌀🌀🌀
astagaaaa.. lama lama kesel bangeettt... ngapa ga langsung tendang aja dr rumah dr perusahan dan dr kehidupan kamu Elina si Ares itu. kok yaa lama lama kesel banget sama orng ga tau diri seperti mereka 😤😤😤
kalo kamu lama prosesnya, sini kasih foto mereka kirim ke aku biar nanti aku santet mereka El El....🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
makanya yaa Besti mencari pasangan harus banyak banyak pertimbangan. dipikir ulang matang matang. jangan asal yang katanya sudah cinta sudah klop sudah cocok langsung gasss aja. padahal kebanyakan rata2 sifat asli seseorang akan muncul kepermukaan disaat kita sudah hidup berdua setiap hari 24 jam full. mau sifat terburuknya pun akan ditunjukkan. jadiiiiii...... 🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
heraannnn banget yaaa.. sama manusia manusia kardus itu. kok yaa senengnya mau rebut harta orng sihhhh... jual diri kalau mau banyak duit tapi ga mau kerja keras. upsss Maya kan emang udah jual diri sama Ares yaq 🤣🤣🤣 Zong kau may... may.. ternyata si Ares dl cuma sopir
wkwkwkwkwkwk
dome🌬️🌀🌀🌀
ada satu hal yg aku malas dari para FL dinovel. sudah tau dikhianatin ditipu sama pasangannya dan kluarga nya, tapi ga mau cerita dengan orng tua dia tentang permasalahan yg dia hadapin. setidaknya kalau ortunya tau bisa saling handle dr pihak ortunya si Elina disana biar bisa antisipasi. jangan sok gayaan bisa handle sendiri tanpa orang tuanya tau. oke lah kuat cerdas, tapi setidaknya disana bisa mengantisipasi masalah yg tiba tiba datang yg semisal Elina ga tau.
dome🌬️🌀🌀🌀
itu si Bayu emang beneran suruhan Ares apa dipihak Elina yaa... JD deh deg an deh
dome🌬️🌀🌀🌀
ngaca woyyy.. ngaca.. noh comberan tetangga lagi item itemnya pake coba buat ngaca mukamu. sapa tau JD sadar dr kesurupan.. perempuan murahan kok yaa ga nyadar🤣🤣. apaan sih lu may kalo gila yaa diem diem aja jangan kita kita disini pada tau🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
si Ares ini nganggep Elina apa coba. jauhhhhh sebelum kau bermain permainan amatiran seperti ini Elina dan kluarganya sudah biasa memainkan nya. disaat kau LG bermain comberan Elina sudah belajar tentang bisnis dan sebagainya..
wkwkwkwkwkwkwkwk...
berasa dia sudah cerdas apa yyaaa🤣🤣🤣
masuk lah kau kelubang buaya dan mati disana dengan mengenaskan ares😈
dome🌬️🌀🌀🌀
eehhh... Mak lampir. kalau anakmu si resres itu mampu pintar dan bisa diandalkan. ga mungkinn kalian hidup susah. dia cuma pintar cari mangsa kaya lalu morotin hartanya tapi dengan otak bodohnya coba coba selingkuh. udah lah laki mokondo ga guna pula. enaknya buang kecomberan nih kluarga ares
dome🌬️🌀🌀🌀
si Ares bukan bermimpi setinggi langit El. tapi bermimpi di siang bolong. ngarep aja terus si Bambang. ga tau apa bentar lagi bakalan ditendang 🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
dihh gila nya udah level akut Ares dan kluarga nya. mau kaya usaha dongggg... kerja keras banting tulang. buka ngerebut hartanya orng lain.. ngepet kek kalian Maya sama emakmu jaga lilin kau dan bapakmu yg keliling ngepet cari mangsa🤣🤣🤣
gedeg sumpah sama modelan lintah darat macam mereka
dome🌬️🌀🌀🌀
bagussss... gercep El singkirin para benalu ga tau malu... kalau bisa goreng mereka sampe krispi😈😈😈
mereka kejam kau harus lebih kejam el😈
dome🌬️🌀🌀🌀
idihhhh... aresss.. aress.. Siti amnesia kah. emang kau dan kluarga kauu kan emang numpang 🤣🤣🤣
kok jadi geli yaa dengernya dia ngerasa seolah2 numpang hidup sama istrinya 🤣🤣. lah itu kan kenyataannya 🤣

yoookkkk ketawain Ares berjamaah atas penyakit gilanya. karna gila mau rebut harta orng lain.. gak tau diri lu res... res
dome🌬️🌀🌀🌀
eehh.. eehh.. eehh.. siapa yaa anda anda ini. hidup aja masih numpang, makan aja masih dikasih. dah lah gitu ga punya apa apa. heelloooo Situ pada stres yaa karna kelamaan hidup susah pas diangkat derajatnya dan hidupnya jadi enak, lali berubah jadi kadal beracun yaa. harta orang mai dikuasain.....🤣🤣🤣 coba kalian pada berobat dl minta obat sama dokter jiwa siapa tau kalian ada penyakit gila
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!