fiksi sejarah Kisah Para Pemimpin sebuah Pulau bernama The Horn Land. cerita dalam rentang waktu 110 tahun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sutrisno Ungko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Leader I ; Owen Ghie
Aragon berdiri diantara para kesatria Utama \*), semua hadir kecuali Angurey Wayn yang sedang dalam perawatan karena terluka. Di belakang mereka, para kesatria keluarga berdiri berjejer. Dari 27 orang yang bergabung, 3 tewas pada perebutan Kastel. Sementara di deretan lain dibelakang mereka terdapat para anggota Iblis Merah.
Master Sorush berdiri menghadap Owen yang kini berlutut siap diangkat sebagai Leader. Dengan kata-kata sumpah kesatria dan pedang The King.
“Aku Sorush Septon agama Fhata , Bersama semua kesatria pertama dan para kesatria utusan keluarga dengan sungguh-sungguh dan tulus, mengakui,. mengaku,. bersaksi dan mendeklarasikan dalam hati nurani saya dihadapan para Dewa dan Dunia. Bahwa Owen Ghie adalah Pemimpin yang sah dan sah dari Kaitaia dan tanah air The Horn Land. Di angkat untuk memberikan pembebasan, untuk melindungi semua penduduk The Horn Land untuk kesejahteraan, kedamaian, kemakmuran dan keadilan. Ia adalah pemimpin tanpa mahkota mahkota, tanpa hak turun termurun. Semoga Dewa memberkati yang terbaik Leader Owen Ghie penguasa Kaitaia dan seluruh The Horn Land. ”
Prosesi pengambilan sumpah dan pengukuhan selesai dilakukan. Owen mengangkat pedangnya tinggi dan mencium gagangnya.
Kini, Owen berdiri sudah sebagai pemimpin bagi Bangsanya, bukan hanya bagi suku Adara namun bagi semua warga yang menetap di Negeri The Horn Land. pin batu safir kini disematkan Maester Sorush bagi Leader ini. Pidatonya singkat :
“Hari ini telah lahir suku bangsa baru dan wilayah Merdeka The Horn Land dengan Nama The Horn Union. Lahir dari sebuah harapan akan perubahan yang lebih baik bagi semua penduduknya. Untuk memberikan tatanan pemerintahan yang lebih adil bagi semua. Saudara-saudaraku, perjalanan kita baru dimulai. Untuk itu tetaplah bersama dalam harapan besar ini. Aku berdiri bukan sebagai pemimpin monarki, bagi keluargaku, namun pemimpin bagi semua warga. Bagi para pejuang. Disisa usiaku kini, aku mewakafkan diriku untuk bangsaku. Selepas aku, pilihlah pemimpin yang layak diantara kalian. Kesatria utama adalah para pejuang awal. Aku tempatkan mereka sebagai para calon penerusku, mereka adalah pendamping dalam pemerintahanku, kesatria keluarga adalah para pejuang, para perwira dan panglima, kelak wilayah-wilayah akan dipimpin para keluarga. Sementara Kesatria Iblis Merah adalah pelindungku,. Dan pemimpin-pemimpin selanjutnya.”
***
Hari itu, tanggal 27 di bulan pertama tahun 111. Peristiwa bersejarah terjadi.
Usai acara seremonial ini, di depan Kastel, sudah datang bantuan pasukan keluarga. Mereka datang mewakili keluarganya masing-masing untuk bergabung menjadi pasukan pertama Union. Mereka di temui langsung oleh para perwira kesatria keluarga yang memberikan arahan untuk menunggu petunjuk lebih lanjut. Total kini ada 500 orang di dalam Kastel siap mempertahankan tempat ini dari seragan balasan pihak kekaisaran yang dikhawatirkan akan datang.
“Baginda, mata-mata kita telah tiba, melaporkan posisi Earl Adawulf dan Ser Baleth terakhir. Keduanya ada di hutan barat, sedang mengumpulkan pasukan kekaisaran di seluruh wilayah Kaitaia..” kata Aragon Balyn memberikan laporan.
“Mereka tak meminta bantuan di Wilayah Whangarei?” tanya Owen.
“Tidak Ser. Mereka percaya kekuatan Kaitaia masih bisa mengalahkan kita. Ia adalah perwira yang terlalu percaya diri.” kata Aragon lagi.
“Sebelum ia datang dengan kekuatan pasukan yang ia kumpulkan. Sebaiknya kita dahului menyerang mereka” Kata Regen.
“Benar. Sebaiknya kita dahului. Ia ada di hutan barat, mata-mata kita menyebutkan pasukan pos perbatasan dan dermaga sudah mulai bergerak ke hutan barat.” Kata Jhuma.
“Berapa total kekuatan kekaisaran di Kaitaia?” tanya Owen .
“Hanya 2000 pasukan, kurang lebih. Itupun posisi mereka berjauhan. Dari angka itu 500 lebih adalah suku Adara, semoga mereka tergugah pada perjuangan kita.” Kata Maester Sorush.
“Baiklah, kita dahului menyergap mereka disana. Semoga kekuatan mereka belum sepenuhnya terkumpul, karena jumlah kita hanya sekitar 500 orang…” Kata Owen lagi.
“Baginda sebaiknya tetap di Kastel, biar kami yang akan memimpin pasukan.” kata Aragon.
Akhirnya setelah melalui diskusi yang panjang soal strategi, disepakati Leader Owen dan Master Sorush tetap ada di Kastel. Iblis Merah akan menjaga mereka, sementara Jhuma akan memimpin sisa Kesatria Utama, Kesatria Keluarga dan semua pasukan tambahan untuk menyerang kekuatan Earl Adawulf dan Ser Baleth sebelum kekuatan mereka terkumpul penuh. serangan ini terpusat dan dilakukan dengan secara sembunyi-sembunyi, itu sebapnya Leader Owen tetap ada di Kastel bersama sebagian prajurit untuk mengalihkan perhatian mata-mata musuh.
Namun ada satu Kesatria pertama yang punya tugas berbeda yakni Aragon Balyn. Ia mendapatkan tugas menyebarkan informasi ke wilayah Whangarei bahwa penguasa Kaitaia tak ingin adanya bantuan, dan tugas lain adalah mengajak warga Kaitaia untuk mendukung pemerintahan Owen .
Aragon akan ditemani anak-anaknya serta saudara-saudaranya dalam melaksanakan tugas ini.
***
*) Kesatria Utama ; Jhuma, Regen Manollion, Lauren Lamallura, Angurey Wayn, Aragorn Balyn, Olivier Pho-bela.