NovelToon NovelToon
Kayla ( Antara Cinta Dan Luka )

Kayla ( Antara Cinta Dan Luka )

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen Angst / Teen School/College / Selingkuh / Romansa / Cintapertama
Popularitas:508
Nilai: 5
Nama Author: Jaena19

Bagaimana rasanya mengetahui jika kekasihmu selingkuh dengan adikmu sendiri? Kayla terkejut mendengar pembicaraan Arga dan Kanaya adiknya di UKS,ia tak menyangka jika selama ini keduanya menjalin hubungan di belakangnya.Walaupun merasa sakit,ia memilih untuk diam dan berpura-pura tidak tahu.Selain belum siap melepaskan Arga,ia juga ingin melihat sejauh mana keduanya dapat menyembunyikan hubungan itu.Tapi lama-lama Kayla tak tahan, terlebih ketika ayahnya meninggal Arga lebih mementingkan Kanaya di banding dirinya. "Kalau dari awal lo suka Kanaya,kenapa lo harus deketin gue dan jadiin gue kekasih lo Arga?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaena19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

sembilan

"Kayla, nak sudah selesai siap-siap nya?"

Kayla yang sedang merapihkan tasnya segera bergegas ketika mamah memanggilnya. "Iya mah, sebentar lagi."

Kayla menggendong tasnya, sebelum keluar ia menghampiri cermin dan memoleskan pelembab pada bibirnya, ia memandang pantulan dirinya pagi ini. Rambut yang tergerai dengan jepit di bagian sisi kanan dan kiri, riasan tipis pada wajah serta bibirnya yang terlihat sedikit lebih cerah dari biasanya. Kayla tersenyum atas perubahan dirinya, boleh kah ia memuji dirinya sendiri?

Kayla segera berjalan menuju meja makan, di sana ia melihat Kanaya, kedua orang tuanya dan Arga yang sudah duduk di kursi masing-masing. Arga laki-laki itu memang sudah terbiasa sarapan bersama di rumahnya dan kedua orang tuanya pun sudah menganggap Arga sebagai anaknya sendiri.

"Selamat pagi semuanya."Sapa Kayla dengan ceria, entah kenapa pagi ini ia begitu bersemangat.

Semua yang ada di meja meja makan menoleh ke arahnya, bisa ia lihat mereka semua terkejut ketika melihat dirinya.

"Ya ampun anak mamah cantik banget hari ini,"puji Lia

"Iya, anak papah sekarang lebih menjaga penampilan jadi terlihat semakin cantik."Timpal Hardan Ayahnya.

"Aduh kesambet apa kakak gue, tumben-tumbenan dandan secantik ini,"ujar Kanaya.

Kayla tersenyum dengan ucapan kedua orang tua serta adiknya. "Makasih semuanya,aku mau coba ubah penampilan aja."

Kayla menoleh ke arah Arga yang sedari tadi tak melepas pandangan darinya, Kayla berjalan duduk ke kursi kosong yang berada di samping Arga.

"Aku tahu kamu terpesona, tapi jangan lupa berkedip Arga," bisik Kayla pada Arga ketika dirinya sudah duduk di samping laki-laki itu.

Arga memalingkan wajahnya, bisa ia lihat laki-laki itu seperti sedang salah tingkah. Kayla tertawa dalam hati, sepertinya caranya untuk memikat kembali Arga dengan mengubah penampilan berhasil, selanjutnya ia kan terus berusaha mengambil perhatian laki-laki itu.

Semua yang berada di meja makan fokus pada makanannya, tak ada yang bersuara yang terdengar hanya dentingan alat makan yang mereka gunakan.

"Mah, aku izin pulang telat hari ini ya."Ucap Kayla setelah ia menyelesaikan makannya.

"Mau kemana nak?"

"Pulang sekolah nanti aku mau ke rumah Bastian, om sama tante baru pulang dari luar negeri dua hari yang lalu."

"Wah, Tania dan Dimas sudah pulang?yasudah salam untuk mereka berdua ya,jangan pulang terlalu malam."

"Iya mah."

Kayla menoleh ke arah Arga, bisa ia lihat raut wajah laki-laki itu berubah dari sebelumnya, apakah laki-laki itu cemburu?

"Om,Tante kami berangkat ya."Arga beranjak dari tempat duduknya kemudian menyalami kedua orang tua Kayla, diikuti oleh Kanaya juga Kayla di belakang.

"Kita berangkat mah, Assalamualaikum."pamit Kanaya.

Ketiganya keluar dari rumah dan masuk ke dalam mobil milik Arga, setelah semuanya masuk Arga menancap gas dan melajukan mobilnya menuju sekolah.

"Pulang sekolah nanti aku yang antar kamu ke rumah Bastian,"ujar Arga tiba-tiba.

Kayla menoleh. "Gak usah, aku udah janji kesana sama Bastian, lagi pula kamu gak tahu rumah Bastian."

"Batalin aja, kamu tinggal kasih tau alamatnya biar aku yang antar kamu ke sana,"ucap Arga dengan nada tak suka.

"Kalau kamu antar aku, Kanaya gimana?"

"Biar aku antar kamu dulu, setelah itu aku antar Kanaya pulang."

"Tapi Arga-"

Belum sempat menyelesaikan ucapannya Arga sudah terlebih dahulu memotong ucapannya "Nurut Kayla, jangan bantah aku yang antar kamu atau gak usah ke sana sama sekalian."

Kayla bersorak dalam hati melihat Arga yang sepertinya sedang cemburu, tapi sebisa mungkin ia bersikap biasa saja, ia ingin tahu seberapa cemburunya Arga.

"Kamu kenapa si?aku cuma mau ke rumah Bastian dan ke sana bersama pemilik rumahnya, lagian aku gak akan ngapa-ngapain kok. Bastian itu sahabat aku dan gak mungkin aku selingkuh Ga."

Arga mengepal dan memukul setir. "Kayla, aku gak suka kamu diantar sama laki-laki lain termasuk Bastian. Kamu mungkin gak akan selingkuh, tapi bisa jadi kan sahabat kamu itu diam-diam suka kamu dan dia sedang mencari kesempatan buat deketin kamu."

Kayla mengatupkan bibirnya, ia senang, takut dan juga ingin tertawa melihat bagaimana cemburunya Arga saat ini.

Ternyata melihat laki-laki cemburu itu lucu ya

Arga baru kali ini, laki-laki itu menunjukkan rasa cemburunya dan ya Kayla senang melihatnya.

"Kenapa?aku marah gini kamu kaya nahan tawa."

Kayla kemudian tersenyum lalu mencubit pelan pipi Arga "Kamu kalau cemburu gini tuh lucu, denger ya Arga, Bastian itu sahabat aku dari kecil dan dia gak mungkin punya perasaan apapun sama aku."

Dengan raut wajah yang masih terlihat kesal Arga memalingkan wajahnya. "Kayla, apapun alasannya aku gak mau kamu diantar dia, kalau kamu gak mau batalin, biar aku yang ngomong langsung sama Bastian."

"Yaudah terserah kamu aja."

Di belakang sana, Kanaya meremas rok seragamnya melihat interaksi sepasang kekasih di depannya. Beberapa hari yang lalu ia leluasa untuk bermanja dan terhindar dari pemandangan ini, tapi sepertinya mulai sekarang ia harus menahan diri lagi.

Kenapa lo gak marah lagi, kalau bisa putus aja dari Arga Kak.Maaf gue egois,tapi gue mau kak Arga jadi milik gue satu-satunya.

____

"Gue duluan ke kelas ya kakak-kakak, " tanpa menunggu jawaban dari Arga maupun Kayla, gadis itu keluar dari mobil dan berlari menuju ke dalam gedung sekolah.

Arga dan Kayla turun dari mobil mereka, kemudian keduanya berjalan menuju ke dalam gedung sekolah. Seperti biasa, sebagian tatapan orang-orang di sana akan tertuju pada mereka, lebih tepatnya pada Arga.

Arga menegakkan tubuhnya, ia sengaja melakukan hal itu untuk menebar pesona dan menunjukkan karismanya pada orang-orang disana. Arga menoleh ke samping,ia lihat Kayla yang berjalan dengan tenang, tatapannya fokus ke depan seakan tak peduli dengan tatapan yang kini tertuju ke arah mereka.

Arga menelisik ke sekitar, kini ada yang berbeda selain tatapan para siswi, para siswa pun menatap ke arah mereka. Tidak, lebih tepatnya menatap ke arah kekasihnya, dilihatnya tatapan kagum dari pada siswa itu.

Tangannya terkepal, ia tak suka ada laki-laki yang menatap penuh damba miliknya. Ia tau penampilan Kayla jauh lebih feminim hari ini, rambut panjang yang biasa terikat kini tergerai dengan indah, dengan hiasan jepit di sisi kanan dan kiri, serta riasan tipis di wajahnya membuat gadis itu jauh lebih cantik dari biasanya.

Sebelum menuju kelas, Arga menarik Kayla duduk di samping lapangan. "Kamu bawa ikat rambut?"

Kayla mengangguk kemudian merogoh kantong roknya dan memberikan ikat rambut pada Arga.

Tanpa banyak bicara ia mengambil ikat rambut yang di berikan Kayla, lalu ia membalikkan tubuh gadis itu agar membelakanginya. Arga merapihkan helai demi helai rambut panjang kekasihnya sehingga menjadi satu, setelah dirasa rapih laki-laki itu mengikat rambut Kayla.

Arga kembali membalikkan tubuh Kayla menghadap ke arahnya, laki-laki itu mengambil kedua jepit rambut Kayla dan merapihkan anak-anak rambut yang sedikit memanjang di sekitar wajah gadis itu.

Arga tersenyum, begini lebih baik jika rambut indah tetap di biarkan tergerai ia takut semakin banyak tatapan damba tertuju pada kekasihnya. Kayla hanya pasrah dan menerima apapun yang dilakukannya

"Mulai besok ikat rambut kamu seperti biasa, jangan pake riasan lagi aku gak suka."

Kayla menatap bingung ke arahnya "Loh kenapa? Aku ngelakuin ini supaya terlihat cantik."

"Tanpa riasan pun kamu terlihat cantik di mata ku Kayla, aku gak mau kamu di tatap sama laki-laki lain kalau kamu berias kaya tadi."

Bisa ia lihat Kayla menunduk,pasti gadis itu sedang salah tingkah sekarang.

"Kamu cemburu lagi?"tanya Kayla dengan wajah yang sedikit memerah karena salah tingkah.

Ia merasa gemas dengan gadis di depannya sekarang "Menurut kamu?"ujarnya balik bertanya.

"Kok malah balik tanya."

"Ya menurut kamu aja, memangnya ada laki-laki yang rela melihat wanitanya di tatap penuh damba sama laki-laki lain, gak ada Kayla termasuk aku."

Kayla tersenyum sipu, Arga yang tak tahan ia pun mencubit pipi gadis di depannya yang kini terlihat begitu menggemaskan.

"Lucu banget si, udah yuk kita ke kelas"

Kayla mengangguk dan mengikuti langkahnya di samping, ia menatap lengan kekasihnya ingin rasanya mengandeng tangan itu sekarang tapi sepertinya gadis itu akan menolak. Ya Kayla bukan tipe gadis yang suka menebar kemesraan di depan banyak orang.

Arga sedikit terkejut ketika sebuah tangan mungil mengandeng tangannya. "Kalau mau gandeng, gandeng aja gak usah malu-malu."ujar Kayla terkekeh.

Ia tersenyum dan mempererat tautan tangannya pada Kayla, ini kali pertamanya mereka bergandengan tangan di depan banyak orang seperti ini.

"Belajar yang rajin ya, kalau ada pelajaran matematika jangan ngeluh terus tapi usaha baca materi nya dulu. Jangan nakal ya, apalagi genit sama laki-laki lain soalnya sekarang kamu lebih cantik, takut nanti ada yang suka nanti aku punya saingan dong,"ujarnya memberi wejangan

"Iya Arga, kamu juga belajar yang rajin, apalagi katanya kamu ikut lomba di sekolah sebelah kan. Jangan genit sama perempuan lain juga, walaupun aku tau sebenernya perempuan-perempuan itu yang genit sama kamu, aku di sini gak akan genit sama siapapun karena gak ada yang bisa nyingkirin kamu dari hati aku."

Ia mengangguk lalu mengelus sebentar pucuk kepala kekasihnya. "Aku ke kelas ya, bye."

Kayla mengangguk dan melambaikan tangan ke arahnya.

Sial Kayla, kenapa hari ini Lo semakin cantik?sikap manis Lo tadi buat gue hampir gila.

Kayla kali ini Lo berhasil buat gue senang gak karuan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!