NovelToon NovelToon
My Little Devil

My Little Devil

Status: tamat
Genre:Romansa / Persaingan Mafia / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: wilia

Bagaimana jika kau mencintai anak angkatmu sendiri?

Begitulah yang tengah di rasakan oleh Maxwell. Ia adalah satu-satunya suami yang tak mengharapkan Istrinya hamil. Bahkan, saat wanita itu di harus menjalani operasi Rahim maka Maxwell-lah satu-satunya manusia kejam yang tak perduli.

Ia di paksa untuk mengangkat seorang anak untuk mengobati trauma Istrinya. Tapi, balita 4 tahun itu sangat menguji kesabaran Maxwell yang di buat hidup di dunia Fantasi dan Mitologi.

Bagaimana tidak? saat Mentari datang maka Bocah itu akan sama seperti anak pada umumnya. Ia berkeliaran membuat suara berisik memusingkan. tapi, di malam hari ia akan menjelma menjadi seorang wanita dewasa yang arogan bahkan menyaingi sikap dinginnya.

Sosok yang begitu kasar dan selalu ingin membunuh membuat Maxwell hidup bagai di medan perang.

Mampukah Maxwell menundukan Sosok itu? atau ia terjebak dalam keputusan paksaan ini?

....

Tinggalkan Like, komen, Vote dan Giftnya ya say 🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukan Mama Leen!!

Mentari di atas sana sudah terlihat dengan jelas. Cahayanya begitu terang dan menyilaukan tapi tak panas membakar seperti yang ada di Negara Tropis di luaran sana.

Kota Brusell terlalu membuat mata terkesima karna disini tak ada satupun sampah atau lingkungan kotor seakan hidup di dunia dongeng sebelumnya.

Panorama penghijauan di setiap tempat dan banyak Gedung-gedung tinggi bersih bervariasi. Pemerintahan berjalan lancar dan pengaturan jalan selalu rapi dengan masyarakatnya yang super sibuk.

Begitulah yang sekarang terlihat di manik abu indah sosok belia nan cantik tengah melihat dari arah dinding kaca tebal yang tembus di area luar. Ia berdiri merapat ke dinding kaca ini tanpa takut ketinggian atau semacamnya.

"Kau suka?" tanya Tuan Marcello berjalan mendekati Evelyne yang tadi baru selesai di mandikan Suster setelah mendapat suntikan obat penenang dari Dokter Karren karna tak mau berhenti memberontak.

"Sejak saat ini kau akan tinggal di Kota ini. Kau mau?"

"Kau siapa?" tanya Evelyne dengan intonasi menggemaskan dan mata besar menajam tak mau dekat-dekat dengan Tuan Marcello yang seketika terdiam.

Sedari tadi Evelyne tak mau berbicara dengannya dan sekarang pertanyaan begitu sinis keluar dari bibir pink segar itu.

"Uncle yang semalam mana? Leen mau dia??"

"Yang mana?" tanya Tuan Marcello berjongkok di dekat Evelyne yang masih merapat ke kaca ini.

Ia menatap tajam Tuan Marcello seakan tak suka tapi hanya mau menanyakan seseorang.

"Mana Uncle yang main kupu-kupu?"

"Yang kau peluk itu?" tanya Tuan Marcello dan segera mendapat anggukan Evelyne. Ia masih penasaran apa yang membuat si kecil ini bisa sedekat itu dengan Maxwell yang begitu tak perduli padanya.

"Uncle Tampan!"

"Yah. Dia memang Tampan. Tapi, cukup mengerikan," gumam Tuan Marcello tapi Evelyne tak mengerti. Ia hanya mau bertemu Maxwell yang sudah ia anggap sebagai teman Mamanya.

"Dimana Uncle?"

"Dia bukan Uncle-mu!" tukas Tuan Marcello membuat wajah cantik Evelyne terpaku. Wajahnya terlihat benar-benar sendu seakan ia sangat ingin mendapat kasih sayang Maxwell

"D..dia Uncle Leen!"

"Bukan. Dia itu Daddymu. Mengerti?" tanya Tuan Marcello mengusap kepala Evelyne yang seketika diam. Ia tak pernah mendengar panggilan itu dan masih aneh untuknya.

"Daddy?"

"Yah. Kau punya Ayah. Seorang yang mengakui mu dan selalu menginginkan yang terbaik untuk anaknya," jelas Tuan Marcello tapi ia menyayat diri sendiri.

Jika Maxwell mendengar ini maka dia akan menembak kepalanya karna marah dan mendidih tak terima.

"Daddu Uncle?"

"Tidak. Daddy Max. Seperti itu?"

Evelyne merekahkan senyuman. Ucapan Tuan Marcello barusan di respon menyenangkan oleh Otak Evelyne yang selalu menyukai hal-hal baru. Ia terlihat tersenyum membayangkan punya seorang "DADDY" padahal Evelyne tak tahu maknanya apa..

"Daddy tak akan pergi-kan?"

"Tidak. Sekarang Daddy-mu tengah bekerja. Nanti dia akan pulang," jawab Tuan Marcello memperbaiki tatanan pakaian yang di kenakan Evelyne.

Si cantik mungil ini memakai terusan langsung seperti gaun berwarna pink segar dengan pita di bagian lehernya. rambut pendek sebahu itu tampak lurus dengan pipi gembul berona merah dan terlihat seperti Barbie hidup.

"Kapan Daddy pulang?"

"Sebentar lagi. Tapi, untuk sekarang kau harus bertemu Mommymu. Hm?" tanya Tuan Marcello membuat wajah Evelyne kembali tampak bingung.

"Mama Leen?"

"Yah. Mama!"

Mendengar itu Evelyne seketika kembali terlihat bahagia. Ada rona kerinduan di dalam lautan abu di matanya sampai memeggang bahu Tuan Marcello agar membawanya pergi ke tempat Mama yang di maksud pria ini.

"Mama! Dimana Mama Leen?"

"Ayo kita lihat!" ajak Tuan Marcello ingin menggendong Evelyne yang sudah berlari lebih dulu padahal memar di kaki dan tangannya masih terlihat jelas belum memudar.

"Mamaa!!! Mamaa!!"

Tuan Marcello menghela nafas dalam seraya berdiri. Ia mengikuti Evelyne dimana Pengawal Owen sudah menunggu di luar sana.

"Mammaa !! Dimana Mama Leen?"

"Nona kecil! Hati-hati!" sangga Pengawal Owen kala Evelyne begitu lincah berjalan cepat agak berjinjit selayaknya anak kecil kesenangan.

Ia menoleh pada Tuan Marcello yang tampak membiarkan Evelyne bebas mengekspresikan perasaanya.

"Tuan!"

"Dia butuh kebebasan," gumam Tuan Marcello mengikuti Evelyna hingga saat keduanya melangkah beriringan barulah Tuan Marcello menarik lengan Evelyne ke Pintu kamar yang tak jauh dari ruangan tadi.

"Mama?"

"Iya. Mamamu di dalam!" jawab Tuan Marcello membuka Pintu ruangan ini hingga mereka melihat Violet yang tengah di suapi makan oleh Suster semalam.

Wajah pucat dan mata agak sipit wanita itu menatap kosong Evelyne yang memiringkan kepalanya menatap Violet dengan pandangan bingung.

Violet beralih pada Tuan Marcello yang segera mengiring Evelyne masuk hingga kaki kecil itu terpaksa ikut mendekat ke arah Ranjang rawat Violet yang masih terbaring tapi ranjangnya di naikan untuk mempermudah makan.

"D..Dad!"

"Ini Mommy-mu!" ucap Tuan Marcello membuat Violet tersentak begitu juga Evelyne yang mengamati wajah pucat manis wanita di hadapannya.

Mata Violet berkaca-kaca seraya satu tangan diinfus itu menutup mulutnya tak percaya jika anak mungil cantik ini adalah putrinya.

"D..Dad dia.."

"Dia anakmu dan Maxwell!" sela Tuan Marcello membuat air mata Violet tak bisa di bendung. Ia menatap penuh kasih sayang Evelyne yang merasa asing dengannya.

"A..anakku. M..Maxwell .."

"Dia membawanya untukmu! Lihatlah, cantik sepertimu. Nak!" ujar Tuan Marcello mengusap kepala Evelyne yang berekspresi tak sesenang tadi.

Ia menyentak tangannya daru genggaman Tuan Marcello yang menarik keterkejutan Violet.

"Dia bukan Mama!! Dia bukan Mamam Leen!!" bantah Evelyne dengan tatapan marah pada Violet yang seketika tercekat.

"Dia Mommymu. Nak! Dia akan menjadi Mamamu."

"Tidak. Mama Leen bukan dia." bantah keras Evelyne lalu berlari keluar dengan langkah kaki mungil lincahnya tapi Pengawal Owen sudah menghadangnya di depan pintu.

"Dimana Daddy? Leen mau Daddy!!"

"Nona kecil! Kembalilah ke dalam," tegas Pengawal Owen menarik Evelyne kembali ke dalam ruangan.

Tentu bocah 4 tahun itu memberontak dengan keras membuat Tuan Marcello dan Violet langsung tersadar dari pikiran mereka.

"Owen! Lepaskan dia!!"

Pengawal Owen melepaskannya. Alhasil Evelyne diam menatap tajam mereka semua seakan ini adalah musuh-musuhnya.

"Kau bohong pada Leen!! Kau pembohong!! Dia bukan Mama Leen!!" teriak Evelyne membuat hati Violet tersayat.

Penolakan keras ini seakan menyatakan jika ia memang tak pantas menjadi seorang Ibu. Ia begitu buruk dan sangat mengerikan.

"Dad! Dia benar. Aku bukan Mamanya."

"Dia akan menjadi anakmu. Ini hanya masalah waktu dan kebiasaan. Violet!" jawab Tuan Marcello tegas membuat Violet diam memandangi wajah keras cantik Evelyne yang masih kekeh memandangnya penuh penghakiman.

"Lihatlah! Dia masih kecil dan baru menemui-mu. Pantas dia belum kenal dan merasa asing. Apalagi, dia sangat menyukai Maxwell."

"Dia dan Maxwell?" tanya Violet terperanjat. Pasalnya bagaimana bisa ada Anak yang suka pada iblis pemakan jantung anak-anak seperti Maxwell?! Selama ini pria itu selalu alergi dengan yang namanya Bayi atau sejenisnya.

"Yah. Dia sangat menerima Maxwell! Hanya tinggal kau yang harus menyesuaikan diri dengannya. Violet!"

"Dad! Apa Maxwell benar-benar membawanya untukku?" tanya Violet dengan mata berbinar. Tuan Marcello mengangguk serius membuat hatinya seketika berbunga sangat bahagia.

Itu tandanya Maxwell masih perduli padanya. Pria itu masih memperhatikan hidupnya.

....

Vote and Like Sayang..

1
Netty Netty
/Drool//Drool//Drool//Drool//Drool//Drool//Drool//Drool//Drool/
Netty Netty
🤭🤭🤭🤭🤭
Netty Netty
bikin mewek/Sob/
Bunda
hadir kak🙏
Iyhen Asmara waruwu
satu pakaian😂😂😭
Lia Pazliani
Luar biasa
Earlyta a.s Salsabila
ngakak sampe perutku sakittt
Earlyta a.s Salsabila
Buruk
Earlyta a.s Salsabila
good
Eneng Haerani
Luar biasa
Fareza Gmail.Com
aku tebak nih ya maxwell anaknya fernandes dan violet anak marcello ama selingkuhannya
Fareza Gmail.Com
penasaran sekali sepertinya 🤣🤣
Sandisalbiah
nyatanya Marcello emang gak waras otaknya.. buktinya dia sekalu berusaha memancing emosi Max...
Sandisalbiah
sadar gak kamu Max.. kalau sekarang terkontaminasi sikap leen yg cerewet.. krn Max sudah banyak omong saat bersama Leen
Sandisalbiah
sudah 3 thn Vio.. itu bukan waktu yg sebentar.. harusnya kamu bisa menilai bagaimana hubungan kalaian.. jgn terlalu percaya diri yg justru berakhir dgn menyakiti hatimu sendiri.. belajarlah dgn pengalaman selama 3 thn itu Vio
Sandisalbiah
yg terjadi justru di luar ekspektasi.. kirain Max bakalan syok plus terpukau lha.. endingnya malah duel maut 🤦‍♀🤦‍♀
Sandisalbiah
kebencian Maxwell pd Ayahnya membuat siapapun yg berhubungan dgn tuan Marcello ikut terkena imbas kebencian Max..
Sandisalbiah
emang ya thor.. setiap baca karya mu itu selalu di sambut dgn sikap sadis tokoh utama pria.. yg selalu bikin naik darah dan emosi tingkat dewa dgn sikap kejamnya.. setiap di awal cerita selalu di suguhin dgn sifat iblis nya tp di akhiri dgn sikap hello kitty pas bucin ke pasanganya.. haish.. tp tetep selalu emosi
Sandisalbiah
Max memang membawa Leen utkmu Vio tp itu krn paksaan tuan Marcello seperti biasanya
Sandisalbiah
hem.. pertama kali Max bersikap manusiawi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!