NovelToon NovelToon
PESONA MARYAM (Maryam Albatul Rahmah)

PESONA MARYAM (Maryam Albatul Rahmah)

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / CEO / Duda / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Pengantin Pengganti / Tamat
Popularitas:9.6M
Nilai: 4.6
Nama Author: Nabila.id

Pernikahan Seorang Gadis Muda Berusia 19 Tahun dengan CEO Duda Kaya Raya

Berawal dari Rencana Pernikahan Kakakku dengan Seorang CEO dingin yang berstatus sebagai Duda

Namun Karena Kesalahan Yang di Lakukan Kakaku, Membuatku harus Menerima Jika aku Harus Menggantikan Posisi Kakakku menikah Dengan CEO berhati dingin tersebut.

Pembatalan Pernikahan Yang Dilakukan Oleh Kakakku Membuat Orangtuaku Sangat sedih Dan Terancam dalam Kebangkrutan.

Apakah Aku Bisa Melanjutkan Hidupku Dengan CEO berhati dingin Tersebut, Atakah Aku Akan Menyerah

Yuk Nantikan Kisahnya

PESONA MARYAM (Maryam Albatul Rahmah)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nabila.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9. Kesabaran Maryam

Malam hari seperti biasan Maryam Bergegas mengambil wudhu untuk menunaikan sholat Isya.

Dikarenakan kamar mandi di ruangan tersebut berada di sisi Kanan Sehingga membuat Maryam harus melewati Tempat tidur Reza.

Reza yang masih sibuk dengan beberapa berkas di tangannya. Mengabaikan Maryam yang mondar mandir di hadapannya.

Maryam melaksanakan sholat Isya dengan sangat Khusyuk , dan setelah itu Maryam membuka mushaf Al Qur'an miliknya, membaca beberapa surah didalamnya.

Sayup-sayup Reza mendengar Suara Maryam sedang mengaji , sedikit banyak membuatnya terganggu, namun Reza enggan Melarang Maryam untuk berhenti. Namun tetap membiarkan Maryam untuk mengaji.

Setelah beberapa surah dia baca, Maryam bergegas untuk tidur. Tanpa ada obrolan dan sapaan antara Maryam dan Reza.

Hal ini sudah berjalan Beberapa hari sejak Maryam Tinggal di rumah kakek Amar , Semua berjalan Seperti biasa.

***

Maryam terjaga dari tidurnya setelah mendengar alarm handphone miliknya berbunyi. Dimana saat itu menunjukan Pukul 02.55 yang mana waktu sepertiga malam biasa Maryam gunakan untuk melaksanakan sholat tahajud.

Maryam segera mengambil wudhu, dan saat melintas tepat di depan tempat tidur Reza , Maryam mendapati Reza yang sedang tertidur lelap diatas kasur berukuran king'size miliknya, namun dia tertidur masih dengan Laptop dan beberapa kertas yang berserakan di sana.

Maryam yang merasa kasihan melihat hal tersebut berusaha untuk membantu Reza membereskan dan merapikan berkas-berkas yang berserakan, Kemudian meletakkan di atas meja.

Setelahnya Maryam membantu untuk menyelimuti Reza agar tidurnya lebih nyenyak.

Setelah melakukan semuanya, Maryam bergegas menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu, dan kembali ke ruangan kecil miliknya untuk melaksanakan sholat tahajud.

Kegiatan rutin yang selalu Maryam kerjakan di waktu sepertiga malam terahirnya. Setelah menyelesaikan sholatnya Maryam membaca beberapa amalan yang biasa dia amalkan dan setelahnya membuka mushaf Al-Qur'an miliknya untuk di bacanya, sembari menunggu datangnya waktu sholat subuh.

Beberapa saat kemudian terdengar suara adzan Subuh berkumandang, Maryam bergegas untuk segera melaksanakan sholat subuh.

Setelah selesai sholat subuh Maryam berencana untuk mandi terlebih dahulu sebelum Reza Terjaga dari tidurnya.

Karena Akan lebih merepotkan jika dia mandi saat Reza telah terjaga.

***

Maryam telah menyelesaikan ritual nya di pagi hari, Maryam yang merasa bosan hanya di kamar sedari dia datang, memutuskan untuk keluar dadi kamar tersebut.

Ceklek...

"Nona Maryam mau kemana Pagi-pagi seperti ini " Ucap Seorang pelayan yang kebetulan lewat di depan kamar Reza , dan Seketika membuat Maryam kaget.

"Ohh.. ini bi, Maryam bosan di kamar terus, apa boleh Maryam membantu pekerjaan di dapur ?? "Ucap Maryam kemudian

Namun pelayan tersebut merasa terkejut dengan permintaan Majikannya. Ingin rasanya menolak namun Maryam memaksa.

Meskipun merasa takut namun perlahan tersebut tetap menyetujui permintaan Maryam.

"Baiklah Nona Maryam, Mari kita sama-sama ke dapur " ucap pelayan tersebut

Setibanya di dapur Maryam merasa sangat kaget, ternyata disana sudah ada dua orang pelayan lain yang sedang bersiap-siap untuk memasak.

Maryam merupakan gadis yang cerdas , pandai, dan suka membantu ummi Maya di dapur ketika dirinya berada di rumah, merasa tidak kaget dengan Kegiatan yang harus di lakukan para wanita ketika di dapur.

"Mau masak apa bi hari ini " Tanya Maryam kepada salah satu. diantara mereka.

Melihat ekspresi bingung dari pelayan tersebut, kembali Maryam melontarkan pertanyaan. dan langsung di jawab oleh salah seorang pelayan.

"Hari ini Nyonya besar tidak menginstruksikan apa pun Nona, jadi kami merasa sedikit bingung mau membuat apa"

Maryam yang mengetahui hal tersebut hanya mengangguk angguk kan kepala. tanda telah memahami

Setelahnya Maryam menanyakan apa saja makanan kesukaan Kakek Amar , nenek Fatimah dan Tuan Reza. kepada para pelayan tersebut

Kemudian beberapa pelayan memberi arahan makanan apa saja yang di sukai oleh penghuni rumah itu. Dan setelah mengetahui nya , seketika muncul ide dalam otak Maryam untuk membuat beberapa menu masakan.

"Bi Siti..., Boleh Hari ini Maryam yang menyiapkan Sarapan ? " Ucap Maryam dengan lembut kepada salah satu pelayan disana

Bi Siti merupakan pelayan yang paling senior dan paling lama bekerja disan, oleh karena itu kakek Amar mempercayakannya sebagai kepala pelayan, dan bahkan sampai mengurus gaji para Pelayan lain disana .

"Tapi nona!!" Sanggah Bi siti kemudian

"Kenapa bi?, InshaAllah Maryam bisa kok bi. " Ucap Maryam dengan lembut berusaha meyakinkan wanita paruh baya di hadapannya itu.

"Bukan tidak boleh nona Maryam, hanya saja bibi merasa takut, kalau Tuan Besar ataupun Tuan muda tau nyonya di sini pasti kami semua akan dapat masalah"

"Bibi tenang saja yaa,kalau hal itu terjadi, Maryam pastikan, Maryam lah yang akan bertanggung jawab" ucap Maryam dengan suara lembut meyakinkan semuanya, Suara yang nyaring terdengar , hingga ketika orang mendengarnya akan merasa senang.

"Baiklah, nona Maryam, tapi kami akan tetap berada di sini untuk membantu nona " Ucap bi siti kemudian. dan di jawab dengan anggukan kepala oleh Maryam

Maryam memulai aksinya dengan menyiapkan bahan-bahan yang di butuhkan, dengan tetap di bantu oleh para pelayan lainya. Mereka sangat menikmati kegiatan pagi itu. Memasak bersama dengan Nyonya Rumah merupakan kegiatan baru yang mereka lakukan , Pasalnya setelah Sepeninggalan Ibunda dari Reza tidak ada lagi Nyonya rumah yang masuk kedalam dapur.

Memasak dengan saling bercerita dan Bertanya banyak hal. Maryam merasa sangat bahagia Saat itu.

Maryam menyiapkan segala sesuatunya dengan sangat detai dan sangat teliti, termasuk Kandungan gizi dari masakan yang dia buat, Hal ini berkaitan dengan Kesehatan Nenek Halimah tentunya.

Setelah berkutat kurang lebih selama satu setengah jam, akhirnya seluruh masakan telah siap untuk di hidangkan.

***

Dari Arah lain kakek Amar yang merasa ada suara riuh dari arah dapur, mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Mendapati kakek Amar yang berdiri tegap di depan pintu Dapur , membuat Pelayan yang ada di sana merasa sangat takut, tidak terkecuali BI Siti, yang hanya menundukkan pandangan .

"Siti!!! Jelaskan Ada apa ini !!" Ucap kakek Amar tegas.

"Emm... ann..annu tuan , ... " Jawab Bi Siti dengan gagap.

Melihat situasi para pelayan yang ketakutan Maryam mencoba menenangkan

Seketika Maryam melangkah maju mendekat ke arah Diaman kakek Amar berdiri, Maryam Berdiri tepat di samping kakek Amar dan menjelaskan semuanya

"Kakek, Sebelumnya Maryam minta maaf, Mereka tidak salah kek, Maryam yang memaksa mereka untuk mengizinkan Maryam memasak di sini, karena Maryam merasa sangat bosan kalau harus di kamar" Ucap Maryam dengan sopan kepada kakek Amar . dan seketika kakek Amar memahami keinginan cucu menantunya tersebut. .

"Baiklah..., Jika memang begitu " Ucap kakek Amar kemudian. Maryam tersenyum lega mendengar jawaban kakek Amar.

Begitu juga dengan para pelayan yang merasa senang, mengetahui mereka tidak jadi di marahi oleh kakek Amar.

"Maryam...!" ucap kakek Amar

"Iya kek?" Jawab Maryam kemudian

"Jika sudah selesai dengan menu yang kamu buat, kakek rasa sebaiknya kamu segera kembali ke kamarmu, untuk melayani kebutuhan suamimu" ucap kakek Amar dengan lembut

"Baik kek" jawab Maryam dengan anggukan kepala.

Tanpa di sadari oleh beberapa orang yang sedang berada di dapur, ternyata sedari tadi telah ada seseorang yang Melihat dan memperhatikan Maryam , oleh pasang mata dari kejauhan , , Siapa lagi jika bukan Reza, yang telah sedari tadi berdiri tepat di samping pintu lift.

1
Puspa Sella
MARYAM INI SDH KYAK MAU MATI BLNG GSK APA"
Mamah Dini11
gk tau ini selalu ada gangguan, apa sengaja thor lama karna agak bertele2 ni cerita, udh gereget lai lgi kan jdi jengkel
Mamah Dini11
kapan malpernya thir
Mamah Dini11
ayo reza jujur sm istrimu apapun itu
Mamah Dini11
gitu aja di tanyain maryam maryam reza kan duda pastikan lbh tau, polosnya kmu maryam
Mamah Dini11
blm apa apa udh ke tahuan , biar pikiran kmu tenang tuan reza pindahin maryam nya, kalau harus slalu datang di mata kuliah maryam bisa terbengkalai pekerjaanmu
Mamah Dini11
reza kalau kamu gak nyaman maryam kuliah di situ karna ada tama, me! mendingan pindahin maryam nya mau tdk mau kmu kan orang berkuasa, dn katakan pd istrimu apa yg di ucapkan tama pdmu biar jelas semuanya, mungkin dgn itu maryam juga akan mengerti
Mamah Dini11
bergidik apa merinding thor
Mamah Dini11
kok ada rasa bosan ya baca, adegan nya gitu gitu aja, maryam itu ngerti agama tpi gk ngerti ke mauan suami, mungkin kurang jelas ya nasehat uminya.
Puspa Sella: karena alur cerita nya gitu aja gak ada romantis nya
total 1 replies
Mamah Dini11
maryam kalau kau terus2an ingat pengalaman malper mu, pasti tdk akan ada ujung mlh keburukan reza yg kmu bayangkan, Udhlah mulai sekarang harus saling memaafkan dn saling memahami itu lbh baik, jgn ke jelekan suamimu yg slalu kmu ingat, kmu itu orang yg ngerti agama bkn.
Mamah Dini11
gugup terus kmu maryam, kapan tenang nya deket suami
Mamah Dini11
kenapa siiihhh slalu ada gangguan, ini art gk peka ya, kayak sengaja, lama lagi cairnya, cepat pulang aja reza bawa maryam gk aman di rumah mertuamu mh, orangnya gk pd ngerti 🤣🤣🤣
Mamah Dini11
tobatnya baru setengah nya kali si reza mh
Mamah Dini11
kurang suka ih si reza kok gitu banget katanya mau baikan karna telahbanyak nyakiti maryam tpiii mana bukti nya marah di duluin, si dok tama juga seperti sengaja menggoda maryam aduuhh ruwet ini mh
Mamah Dini11
kayak gk ada ketenangan dlm rumah tangga tuan reza mh, blm juga kelar sm maryam udh datang masalah lain, ya itu dok tama, hadehhhh maaf ya thor, turunkan ego nya suami maryam bolehkan thor, 🙏
Mamah Dini11
maryam lbh mengutamakan uminya daripada suaminya
Mamah Dini11
cari penyakit lgi si maryam dan aneh nya di novel masa gk nyambung2 sm supri nya abi hanif aneh aneh, atau sengaja ya ini perbuatan author biar maryam bertengkar lgi sm reza, ahhhh kapan cairnya ath begitu terus mh membosankan.
Mamah Dini11
untuk apa punya supri tpii ke mana2 naik taksi online, bodohnya kmu maryam
Mamah Dini11
aduuhh reza ke mana sih kmu kok tiba2 pergi baru aja baikan sm istrimu , mulai lgi arogan nya, tenang aja tuan reza Maryam milikmu bkn milik dok tama , 🤭 ayo reza ingat pesan ustd hamzah
Mamah Dini11
mulai2 cemburu niiii
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!