NovelToon NovelToon
Takdir Cahaya & Kegelapan

Takdir Cahaya & Kegelapan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: fernan Do

raja kegelapan dan ratu cahaya" 2 entitas yang tidak seharusnya bisa bersatu dan kekuatan yang seharusnya saling tolak menolak namun dikalahkan oleh takdir yang berjalan secara mutlak...menjalin sebuah cinta yang membuat kesucian cahaya menjadi dianggap najis dan kekejaman kegelapan dianggap lemah karena hubungan yang mereka jalanii

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fernan Do, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

perburuan suci dan jamuan sang ratu agung

Langit Aethelgard masih berwarna jingga saat Ferdi meletakkan cangkulnya. Ia menoleh ke arah Irfan yang tampak kelelahan dengan peluh membasahi dahi peraknya. Meski Irfan adalah Raja Neraka yang abadi, melakukan pekerjaan fisik tanpa bantuan sihir ternyata jauh lebih menguras tenaga daripada memerintah jutaan iblis.

"Cukup untuk hari ini," ujar Ferdi datar. "Tapi sawah butuh pupuk alami, dan kita butuh daging untuk pesta syukuran rumah baru kita. Ayo ke hutan."

Irfan mendongak, matanya berkilat merah. "Berburu? Akhirnya! Aku akan membakar seluruh hutan itu dan membawakanmu bangkai naga dalam sekejap!"

Ferdi menggeleng pelan. "Tidak ada sihir neraka, Irfan. Tidak ada api hitam, tidak ada portal dimensi. Kita akan berburu seperti pria sejati—menggunakan otot dan insting. Dan kita tidak mencari naga. Kita mencari Babi Kaisar."

"Babi... apa?!" Irfan berteriak, suaranya menggelegar hingga membuat dedaunan rontok. "Kau mengajakku, Penguasa Sembilan Lingkaran Neraka, untuk mengejar babi?! Dan tanpa sihir?! Kau sudah benar-benar kehilangan kewarasanmu, Ferdi!"

Ketakutan Para Pemburu Elf

Di pinggir hutan terlarang, sekelompok pemburu Elf terbaik sudah menunggu. Mereka dipimpin oleh Elrond, jenderal Elf yang tadi pagi bersujud di depan Vani. Saat melihat Ferdi datang bersama seorang pria asing berambut perak yang memancarkan aura kematian yang pekat, seluruh Elf itu langsung berlutut hingga dahi mereka menyentuh tanah. Tubuh mereka bergetar hebat.

"Baginda Ferdi... Sang Raja Kegelapan..." bisik Elrond dengan suara parau. "Dan... hawa ini... apakah pria di samping Anda adalah... Sang Penguasa Dunia Bawah, Raja Irfan?"

Irfan mendengus, melipat tangannya di dada. "Ya, ini aku. Berhentilah gemetar seperti kelinci, atau aku akan mengirim jiwa kalian ke gerbang neraka sekarang juga!"

"Irfan, diamlah," tegur Ferdi dingin. Ia menoleh ke arah Elrond. "Kami ingin berburu Babi Kaisar. Tunjukkan jalannya."

Wajah Elrond memucat. "B-Babi Kaisar? Makhluk suci yang konon hanya bisa disentuh oleh para dewa? Dagingnya mengandung energi murni alam semesta... tapi mereka sangat cepat dan tangguh, Baginda. Tanpa sihir, itu mustahil!"

Ferdi hanya tersenyum tipis—sebuah senyum yang membuat para Elf merinding. "Bagi kami, tidak ada yang mustahil. Ayo jalan."

Di Jantung Hutan: Drama Dua Raja

Perjalanan masuk ke hutan menjadi ajang "curhat" bagi Irfan. Ia tidak berhenti mengomel sepanjang jalan. Ranting pohon yang mengenai wajahnya, lumpur yang mengotori sepatunya, hingga nyamuk hutan yang mencoba menggigit kulit abadinya menjadi sasaran amarahnya.

"Sialan! Kenapa aku harus berjalan kaki?! Aku bisa terbang jika kau mengizinkanku menggunakan satu persen saja energiku!" keluh Irfan.

"Berjalan kakilah, Irfan. Rasakan detak jantung bumi. Itu akan menajamkan instingmu," jawab Ferdi tenang sambil melompati batang pohon tumbang.

"Insting?! Aku sudah membantai jutaan pahlawan suci, aku tidak butuh insting untuk menangkap seekor babi!" Irfan terus mengomel. "Dan lihat para Elf ini! Mereka menatapku seolah-olah aku akan memakan mereka hidup-hidup. Hei, kalian! Berhenti menatapku atau aku akan—"

"Irfan, kau berisik sekali. Pantas saja Cika sering mengeluh kau terlalu banyak bicara di tempat tidur," potong Ferdi.

Irfan terdiam seketika, wajahnya memerah. "C-Cika bilang begitu?! Kurang ajar... tunggu sampai aku pulang, aku akan menunjukkan padanya siapa yang punya suara paling berwibawa!"

Para Elf yang mengikuti di belakang hanya bisa saling pandang dengan wajah pucat. Mereka tidak percaya bahwa dua penguasa paling mengerikan di alam semesta bisa berdebat soal hal-hal konyol seperti ini. Namun di sisi lain, mereka sangat kagum. Meski tanpa sihir, gerakan Ferdi dan Irfan sangat presisi. Mereka bergerak secepat bayangan di antara pepohonan.

Tiba-tiba, Ferdi mengangkat tangannya. "Diam. Dia ada di depan."

Di sebuah genangan air suci, berdirilah seekor babi raksasa berbulu putih salju dengan taring emas yang melengkung indah. Itulah Babi Kaisar. Hewan itu memancarkan aura suci yang sangat kuat.

"Irfan, dari kanan. Jangan gunakan kekuatan nerakamu. Gunakan tangan kosongmu untuk memiting lehernya," perintah Ferdi.

"Tangan kosong?! Kau gila?! Dia punya taring sebesar pilar istana!" Irfan protes, tapi tetap bergerak ke kanan.

Pertarungan itu sangat epik. Tanpa sihir, Irfan harus bergulat langsung dengan babi suci itu. Ia terlempar berkali-kali ke semak-semak, membuat bajunya semakin koyak. Namun, lama-kelamaan, insting murni sang Raja Neraka bangkit. Ia melompat ke punggung babi itu, mencengkeram taringnya dengan kekuatan fisik murni yang mampu menghancurkan baja.

"DAPAT KAU, BINATANG SIALAN!" teriak Irfan sambil membanting babi raksasa itu ke tanah. BRAKKK!

Ferdi muncul dari atas pohon dan mendaratkan pukulan tepat di titik saraf hewan tersebut, membuatnya pingsan seketika.

Irfan berdiri dengan napas tersengal, wajahnya penuh tanah, tapi ia tertawa lebar. "Hahaha! Lihat itu, Ferdi! Aku melakukannya! Tanpa sihir! Aku benar-benar membanting makhluk suci ini!"

Para Elf hanya bisa terpaku. Mereka melihat seorang Raja Neraka tertawa kegirangan hanya karena berhasil menangkap babi. Elrond maju dan bersujud. "Luar biasa... kekuatan fisik yang melampaui logika. Benar-benar para Raja yang agung."

Pesta Di Halaman Gubuk: Air Mata Rakyat

Ferdi menyuruh para Elf untuk memikul babi itu ke halaman rumahnya. "Ajak semua orang di desa ini. Malam ini kita pesta. Aku ingin semua orang merasakan daging suci ini sebagai tanda persaudaraan."

Malam harinya, halaman gubuk Ferdi dan Vani berubah menjadi lautan cahaya. Api unggun besar dinyalakan. Aroma daging panggang yang luar biasa harum menyebar hingga ke pelosok lembah. Seluruh penduduk desa, dari yang tua hingga anak-anak,

datang dengan rasa takut sekaligus penasaran.

Di tengah halaman, terlihat seorang wanita cantik dengan celemek sederhana sedang sibuk memotong daging dan mengaduk kuali besar. Itu adalah Vani.

Saat para penduduk desa dan para pemburu Elf mendekat, mereka melihat Vani sedang tertawa sambil memberikan piring-piring berisi daging kepada beberapa anak kecil.

"Ayo, makan yang banyak. Daging ini bagus untuk pertumbuhan kalian," ujar Vani dengan suara lembut yang memancarkan ketenangan suci.

Elrond dan para prajurit Elf yang tahu siapa Vani sebenarnya, langsung jatuh tersungkur di atas rumput. Mereka menangis tersedu-sedu.

"Baginda Ratu... Ratu Cahaya yang Agung..." Elrond merintih dalam tangisnya. "Bagaimana mungkin... bagaimana mungkin kami yang kotor ini memakan masakan yang disentuh oleh tangan paling suci di alam semesta?"

Penduduk desa yang lain, yang tadinya hanya mengira Vani adalah istri petani cantik, langsung ikut bersujud saat mendengar teriakan Elrond. Suasana pesta yang ceria mendadak menjadi sangat khidmat dan penuh isak tangis haru.

"Kenapa kalian menangis?" Vani menghampiri mereka, memegang bahu Elrond dan membantunya berdiri. "Malam ini tidak ada Ratu, tidak ada Raja. Malam ini aku hanyalah tetangga kalian yang sedang memasak. Daging Babi Kaisar ini adalah berkah untuk kalian semua. Makanlah, agar hati kalian dipenuhi cahaya."

Irfan, yang sudah mengganti bajunya (meski tetap terlihat berantakan), duduk di dekat api unggun sambil mengunyah paha babi. "Hei, kalian! Berhenti menangis dan mulailah makan! Aku sudah hampir mati menangkap babi ini, jangan buat pengorbananku sia-sia hanya karena kalian sibuk bersujud!"

Ferdi duduk di samping Irfan, memberikan segelas air pada saudaranya itu. "Makanlah, Irfan. Kau terlalu banyak bicara."

Malam itu menjadi malam paling bersejarah bagi penduduk Aethelgard. Mereka makan daging suci yang dimasak langsung oleh Ratu Cahaya, di rumah Raja Kegelapan, dan dilayani oleh Raja Neraka yang sedang mengomel.

Seorang anak kecil yang tadi pagi bertemu Vani di pasar, mendekat ke arah Vani. "Ratu... apakah daging ini akan membuatku kuat?"

Vani tersenyum, menyuapkan sepotong daging kecil ke mulut anak itu. "Daging ini akan menguatkan tubuhmu, tapi cahayaku yang tadi pagi akan menguatkan jiwamu. Tumbuhlah dengan baik, Pahlawan Kecil."

Air mata kebahagiaan mengalir di wajah setiap orang. Mereka merasa seolah-olah beban hidup mereka selama bertahun-tahun terangkat seketika. Daging Babi Kaisar yang dimasak dengan sihir cinta Vani memberikan kesembuhan bagi yang sakit dan kekuatan bagi yang lemah.

Irfan menatap kerumunan itu, lalu menatap Ferdi. "Mungkin... kehidupan seperti ini tidak terlalu buruk, Ferdi. Meskipun aku masih benci mencangkul."

Ferdi menatap langit malam yang bertabur bintang, lalu menatap Vani yang sedang tersenyum di tengah penduduk desa. "Ini jauh lebih baik daripada takhta mana pun di alam semesta, Irfan."

Pesta itu berlanjut hingga larut malam. Suara tawa, isak tangis haru, dan aroma masakan suci menyatu dalam harmoni. Di sebuah gubuk kecil di pinggir hutan, tiga penguasa paling ditakuti di dunia telah menemukan satu hal yang tidak pernah mereka miliki di puncak kekuasaan mereka: Keluarga.

1
Anonymous
jadi kerajaan luxeria itu penuh dengan sejarah yaa
fernan Do: yup saya memang sengaja membuat bab 1 agar langsung berkonflik nah nanti di bab bab special bakal terungkap mengapa mereka berperang dan konflik konflik terdahulu
total 1 replies
Anonymous
ceritanya penuh plot wist yaa ternyata
fernan Do: hehe iyaa agar tidak terlalu sejalan harus ada kejutan juga kak
total 1 replies
Anonymous
lanjut besok yaaaa🙏😍
fernan Do: oke kak terimakasih sudah mau baca yaa saya akan upload setiap hari cerita saya hehe🙏🙏🙏😍
total 1 replies
Anonymous
semangat autor
Ahmad Muhajir
semangat thor wkwkwk
fernan Do: yoii bang semangat juga bang 🙏🙏🙏💪
total 1 replies
Anonymous
wahh aku tau niat Ferdi baik namun dia malah buat Vani khawatir
Anonymous
disini Ferdi seperti ingin sekali membuat Vani bahagia namun dia malah membuat Vani ngomel ngomel🤣
fernan Do: hahaha betul sekali Ferdi terlihat konyol padahal dia adalah raja kuat dahulu
total 1 replies
Anonymous
bagus ceritanya sedikit nyambung cuman aku harap bisa diperbaiki yaa semangat
fernan Do: makasih saya akan memperbaiki kesalahan saya dan membuatnya lebih baik lagi terima kasih yaa 🙏😍😍
total 1 replies
fernan Do
semangat
fernan Do
semangat meskipun gada yang liat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!