NovelToon NovelToon
Mafia Kejam Jatuh Cinta

Mafia Kejam Jatuh Cinta

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: erinaCalistaAzahra

Marvel Dewangsa sadar bahwa hatinya sudah lama mati. Mungkin dari pengkhianatan oleh wanita yang ia sayangi, ditambah ia yang berkecimpung di dunia bawah yang tidak memerlukan simpati untuk bertahan hidup. Ia akhirnya percaya bahwa hidupnya akan seallau gelap sampai mati.

Namun, entah keajaiban apa, di hari itu seorang wanita yang bernama Elara , datang dan perlahan selalau ada di kehidupannya. Apakah marvel Dewangsa akan menerima Elara di kehidupannya dan hatinya akan luluh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon erinaCalistaAzahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bertemu Elara

Hujan belum mereda saat mobil hitam Marvel berhenti di depan sebuah toko bunga yang hampir tutup di sudut kota yang remang. Ia turun, bukan untuk membeli bunga, melainkan untuk memastikan sebuah jejak yang menghilang.

Di dalam toko, seorang perempuan sedang merapikan sisa kelopak mawar. Ia tampak kontras dengan dunia Marvel yang penuh darah; mengenakan gaun sederhana dan memiliki tatapan yang hangat namun menyimpan ketegaran.

"Kami sudah tutup, Tuan," ucapnya tanpa menoleh, suaranya lembut namun tegas. marvel tidak menjawab. Ia berjalan mendekat, membiarkan aroma maskulinnya yang tajam bercampur dengan wangi melati yang menyeruak. Saat perempuan itu berbalik, mata Marvel bertemu dengan sepasang mata coklat yang tidak menunjukkan ketakutan sedikit pun—sesuatu yang jarang ia temui.

"Elara?" tanya marvel. Suaranya yang biasanya memerintah, kini terdengar lebih rendah, hampir seperti bisikan.

"Marvel. apa yang Anda lakukan ,orang yang biasa membeli bunga di sini untuk kekasih mereka ," jawabnya tenang, sambil meletakkan gunting tanaman di meja kayu.

Arka melihat tangannya yang halus namun cekatan. Di dunia luar, semua orang merunduk di hadapannya, namun perempuan ini menatapnya seolah ia hanyalah manusia biasa. Ada sesuatu dalam keberanian elara yang memicu insting protektif sekaligus posesif dalam diri sang bos mafia yang dingin itu.

"Mulai malam ini," Marvel melangkah satu tindak lebih dekat, hingga bayangannya menelan tubuh kecil perempuan itu, "toko ini berada di bawah perlindunganku. Dan kau, Alya, adalah alasan kenapa aku akan sering datang ke sini."

Arka berbalik tanpa kata, meninggalkan keheningan yang kini terasa lebih berat di dalam toko bunga itu. Langkah kakinya yang berat bergema di trotoar yang basah, perlahan menghilang ditelan kegelapan malam. Ia membawa pergi sebuah rasa penasaran yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Elara hanya berdiri mematung, menatap pintu kaca yang masih bergetar. Baginya, pertemuan ini bukan sekadar urusan bisnis atau perlindungan biasa; ada misteri yang tersirat di balik sorot mata pria asing itu. Kehidupan di sudut kota yang tenang ini sepertinya tidak akan pernah sama lagi setelah kehadiran sosok Marvel Dewangsa.

Tiga malam kemudian, Marvel kembali. Kali ini tanpa iring-iringan mobil mewah, hanya dia dan bayangannya yang panjang di bawah lampu jalan yang berkedip.

Marvel sedang mengunci pintu toko saat merasakan hawa dingin yang familiar. Ia berbalik dan menemukan Marvel berdiri di sana, setelan jasnya hitam legam, kontras dengan mawar putih yang ia pegang di tangan—mawar yang ia ambil dari vas di depan toko.

"Kau kembali," ujar Elara , suaranya sedikit bergetar namun tetap tegak.

"Aku tidak pernah meninggalkan hutang, dan aku berhutang penjelasan atas kedatanganku yang tiba-tiba tempo hari," Marvel melangkah maju, memangkas jarak. Ia menyerahkan mawar itu kembali pada pemiliknya. "Bunga ini terlalu indah untuk layu di luar."

Elara menerima mawar itu, jemarinya tak sengaja bersentuhan dengan kulit Marvel yang dingin. Marvel tidak menarik tangannya. Matanya yang tajam menelusuri wajah Elara , mencari retakan ketakutan yang biasanya ia nikmati dari musuh-musuhnya, tapi ia hanya menemukan ketenangan yang mengusik jiwanya.

"Duniaku gelap, Elara . Penuh dengan darah dan pengkhianatan," bisik Marvel , suaranya seperti parutan logam yang halus. "Kenapa kau tidak lari saat tahu siapa aku?"

Elara menatapnya dalam, keberaniannya tak goyah. "Karena di balik setelan mahal dan tatapan membunuh itu, aku melihat seorang pria yang hanya ingin merasa... hidup."

Untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun, sudut bibir Marvel terangkat tipis—sebuah senyum yang lebih berbahaya daripada todongan pistol. "Jawaban yang menarik. Tapi ingat, mendekat padaku berarti masuk ke dalam sangkar emas yang tak punya kunci keluar."

Marvel kemudian memberikan sebuah kartu hitam kecil dengan logo emas keluarga Dewangsa. "Simpan ini. Jika ada yang mengganggumu, sebut namaku. Dunia akan tunduk."

Ia pergi secepat ia datang, meninggalkan Elara dengan aroma parfum kayu gaharu yang mahal dan sebuah peringatan yang terasa seperti janji. Marvel tahu, mulai detik ini, Elara bukan lagi sekadar florist biasa; dia adalah titik lemah yang harus ia lindungi habis-habisan, atau justru kehancuran yang paling ia nantikan

1
Dysha♡💕
bagus
Dysha♡💕
ceritanya bagus,tapi terlalu singkat dan cepat,,jadi kurang menghayati gitu,,,
erin
jangan bosan untuk membaca
erin
jangan lupa mampir🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!