Ini adalah gabungan dari Nov SUGAR dan CERITA ANGGA'S. Buat pembaca baru disarankan untuk membaca dua novel itu terlebih dahulu.
~
Bagaimana jika hidupmu yang biasa saja tiba-tiba jungkir balik karena seseorang yang segalanya berbeda darimu?
Dimitri Alexei Nikolai baru saja kembali dari Rusia ketika harus belajar mengambil alih usaha keluarganya.
Perjalanan bisnisnya ke Bandung membawanya bertemu dengan Rania Khaira Yudistira, si pembalap liar yang merubah segala segi kehidupannya menjadi lebih berwarna.
Apakah yang akan dia alami setelah bertemu Rania? dan apakah yang mereka lalui akan mempersatukan keduanya? karena pada kenyataannya mereka berbeda 180 derajat.
Follow author dan klik favorit untuk tahu update setiap episodenya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fitTri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan Pertama
🌹
🌹
"Yakin mau kesana sekarang? ini masih pagi lho." ucap sang nenek yang meletakan secangkir mocca latte di meja untuk cucu laki-lakinya itu.
"Iya nek. Sebentar lagi pasti macet. Aku ada pertemuan penting." Dimitri merapikan jasnya.
"Baiklah, terserah padamu."
"Abah sudah pergi?" pemuda itu melihat keluar rumah.
"Pagi-pagi sekali abahmu sudah pergi. Hari ini ada panen besar."
"Udah tua masih ke kebun? nggak cape apa?"
"Sudah kebiasaan. Kalau tidak ke kebun abahmu uring-uringan dirumah." jawab Lita.
"Hmm ... kalau begitu aku pergi ya?"
"Baiklah, ... nanti pulang kesini?"
"Sepertinya tidak. Aku langsung pulang ke Jakarta, karena teman-teman dari Rusia akan datang."
"Begitu ya?"
"Iya, ... pergi dulu nek." pemuda itu memeluk tubuh sang nenek kemudian pergi.
***
Dan benar saja, jalanan sudah padat padahal baru jam delapan pagi. Akhir pekan di Bandung sepertinya akan sangat dipenuhi drama kemacetan dan terhambatnya beberapa aktifitas hari itu.
Ponselnya berbunyi nyaring, dan gambar kontak Arfan yang terpapang di layar. Dimitri segera memasang handsfree di telinganya, kemudian menggeser tombol hijau di layar ponsel yang dia letakan di dashboard.
"Ya Om?"
"Kamu sudah sampai?"
"Belum. Aku baru keluar dari rumah nenek. Tapi jalanannya sudah macet."
"Beruntungnya, pertemuan pertama hari ini dengan manager pembalap motor. Tidak terlalu formal, dan sepertinya tidak akan terlalu kaku juga. Kamu bisa santai sedikit. Apalagi dia sepupu papi mu."
"Benarkah?"
"Ya, ... kamu ingat Anggara?"
"Anggara?" pemuda itu mengerutkan dahi, tak lama kemudian dia menggeleng.
"Pemilik salah satu bengkel di Bandung, dia mengajukan proposal permohonan sponsor untuk pembalapnya. Nanti Andra mengirimkan video balapannya untuk presentasi dan bisa jadi pertimbangan untuk memutuskan apa mereka layak kita sponsor atau tidak."
"Baiklah, ...
"Om sudah melihatnya barusan dan sepertinya gadis ini punya potensi."
"Gadis? maksud OM pembalapnya perempuan begitu?"
"Ya...
"Tidak salah? " Dimitri tertawa.
"Sepertinya tidak. Mereka mengirim kopian videonya, dengan nama pembalapnya adalah.. Ra ...
"No!! Gav-no!" tiba-tiba saja Dimitri berteriak dan menginjak rem dengan keras saat seorang pengendara motor keluar dari sebuah tikungan dan melintas di depannya, dan berhenti tepat beberapa senti dari kap mobilnya dengan posisi ujung depan motor yang menukik ke bawah, sedangkan bagian belakangnya terjungkat ke atas. Diikuti raungan mesin yang memekakan telinga. Sekaligus bunyi klakson da teriakan yang berasal dari pengendara lain yang sama-sama melewati jalan tersebut.
"Blyat'!! you such a su-ka!!" teriaknya lagi, dan dia menjulurkan kepalanya keluar jendela saat melihat sang pengendara yang sepertinya seorang perempuan. Dilihatnya dari rambut coklat panjangnya yang berkibar-kibat tertiup angin.
"Sialan! Kau bisa minggir agar aku bisa lewat nona? aku dikejar waktu!!" teriaknya lagi.
Kemudian motor tersebut terlihat mundur perlahan.
"Su-ka!" gumamnya dan dia belum melepaskan pandangannya dari pemotor tersebut.
Dimitri kembali melajukan kendaraannya menuju kantor cabang perusahan milik ayahnya dengan hati gusar. Apalagi saat si pengendara menyalipnya dari kanan dan mendahuluinya dengan cepat.
"Perempuan sialan! kalau saja aku tidak ada pertemuan penting hari ini, sudah habis kau kuhajar!" gumamnya lagi, dilanjutkan dengan omelan dalam bahasa Rusia, lalu dia mempercepat laju mobilnya saat jalanan di depan sedikit lengang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Awas, jangan terlalu ngebut." Angga mengenakan jaket kulitnya dengan cepat.
"Nggak akan. " Begitupun dengan Rania. Kemudian mereka sama-sama mengenakan helm fullfacenya.
"Kenapa nggak pakai mobil aja sih? kan bisa barengan?" Maharani bersuara.
"Macet Mama!" ayah dan anak itu menjawab bersamaan, kemudian mereka saling pandang lalu tertawa.
"Dih, kompakan? mentang-mentang sekarang kesenengannya udah sama lagi?"
"Mama sirik." Rania merapatkan helmnya dan menguncinya dengan benar.
"Kamu mau ikut? kita masih bisa boncengan kok?" Angga menepuk jok bagian belakang Ducati birunya.
"Tidak usah, mama masih merasa puas jalan-jalan ke Gedung Sate dengan si matic. lagi pula bisa bawa anak-anak, nggak cuma berdua aja." tolak Maharani.
"Yakin nggak mau ikut? kan sambil mengenang masa lalu?" goda Angga.
"Dih, lagi buru-buru juga? masih sempat-sempatnnya ngegombalin?" sindir Rania, dan dia mulai menyalakan mesin CBR merah kesayangannya.
"Sana cepat berangkat, udah jam delapan." Maharani menggerakan tangannya untuk mengusir suami tengilnya, yang walaupun sudah berusia matang tetap saja berkelakuan seperti pemuda berumur 20an kepadanya.
"Ya sudah kalau nggak mau ikut." Angga pun melakukan hal yag sama.
Kemudian dua motor itu keluar dari pekarangan rumah dan melesat membelah jalanan kota Bandung pada pagi itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Rania memacu CBR merahnya dengan kencang. Sesekali berhenti ketika menemukan lalu lintas yang padat. Terkadang ayah dan anak itu saling mendahuli, dan sesekali berjalan berdampingan. Kemudian mereka tampak sedang berlomba ketika menemukan jalan rayanya kosong.
Hingga saat mereka tiba di sebuah tikungan, dan Angga mendahuluinya, dan Rania berusaha mengejar kecepatan Ducati milik sang ayah. Yang tanpa dia sadari sebuah Mecedes Benz s600 berwarna hitam melesat dari arah sampingnya.
Secara refleks gadis itu menekan rem untuk menghentikan laju kuda besinya dalam hitungan detik. Yang seketika, membuat mesin beroda dua tersebut terhenti dalam posisi tak biasa, ujung bagian depannya menukik kebawah sedangkan bagian belakangnya yang terjungkat ke atas. Dan suara mesin yang meraung memekakan telinga.
Bersamaan dengan itu pula, mobil berwarna hitam tersebut sama-sama berhenti, diikuti teriakan dari sekitarnya.
Si pengemudi tampak bersungut-sungut, yang kemudian menjulurkan kepalanya dari jendela saat Rania hampir saja membuka helm untuk meminta maaf.
"Sialan! Kau bisa minggir agar aku bisa lewat nona? aku dikejar waktu!!" pria bule tersebut lebih dulu berteriak yang kemudian mengomel dengan bahasa yang tak dimengertinya.
Rania memutuskan untuk mundur karena tampaknya pria bule Itupun tak ingin memperpanjang permasalahannya. Terlihat dari reaksinya, yang malah membelokan mobil hitamnya ke jalur kanan yang sama-sama menjadi tujuannya juga.
Rania menyusulnya, dan berniat untuk meminta maaf namun pria tersebut tampak tak peduli. Dia bakan tak membuka kaca mobilnya saat dirinya sudah berada di sampingnya. Membuat gadis itu mengurungkan niatnya, dan segera pergi mendahuluinya.
🌺
🌺
Dimitri tiba di depan gedung setinggi sepuluh lantai tersebut dengan keadaan lebih tenang. Seorang sekertaris menyambutnya di depan pintu masuk, mereka sudah mengetahui perihal kedatangan putra pemilik perusahaan tempat mereka bekerja hari itu.
"Hari sabtu masih bekerja?" pemuda itu bertanya, dia melihat beberapa karyawan masih berlalu-lalang di lobby.
"Setengah hari pak. Disini memang seperti itu." jawab sekertaris.
"Hmm... baiklah. Orang dari bengkel... " dia melihat pesan Arfan di layar ponselnya, "Anggara sudah datang?" tanya nya.
"Sudah pak. Sudah menunggu di ruang rapat sejak lima menit yang lalu." jawab sekertaris yang menunjukan Ruang rapat dimana kliennya sudah menunggu.
"Baiklah, bagus. Mari kita selesaikan yang satu ini." mereka memasuki ruangan dimana ada dua orang yang tengah menunggu.
🌺
🌺
🌺
Bersambung...
aduh aduh aduuuuuhhh.... ketemu kah?? 😂😂😂😂
like komen sama hadiahnya dulu dong... biar mereka cepet ketemu. 😁😁😁
lope-lope saBandungeun 😘😘😘