NovelToon NovelToon
The Last Lotus

The Last Lotus

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Contest / Tamat
Popularitas:35.6k
Nilai: 5
Nama Author: sri devi

Demi rasa cinta yang besar, seorang perempuan menyembunyikan kebenaran. Baginya kebenaran tidak ada gunanya tanpa kepercayaan.

Rasa cinta yang memudar seiring dengan kepercayaannya kepada perempuan itu, ia berusaha mencari kebenaran untuk ibundanya, tetapi ia justru terjebak dalam cinta yang lain.

Sedangkan dia memegang kunci kebenaran yang di sembunyikan perempuan tersebut, dan juga kepercayaan yang di berikan tapi ia juga terjebak dalam cinta yang salah.

Akankah mereka berhasil mencari kebenaran?
Apakah perempuan itu mendapat kepercayaan?
Apakah dia dapat terbebas dari cinta yang salah?

Penasaran? langsung baca yuk

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sri devi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Putri yang cantik

Jira kehabisan napas, oksigen juga berhenti mengaliri otaknya. Tak sampai tiga detik, dia jatuh pingsan. Hal terakhir yang diingat Jira adalah pengakuan Dara yang menyayat hati. 

Saat membuka mata, Jira sudah berada di kamarnya sendiri, ditemani Alvano yang kembali dari kantor karena mencemaskan kondisi Dara. Pria itu tampak murung karena terlambat mencegah keributan. Saat tiba di kamar dia melihat Crystal dan Dara yang berusaha membangunkan Jira.

"Sebenarnya kalian anggap aku apa?" tanya Jira dengan hati terluka menyadari dia yang seorang anak kandung justru tak diberitahu tentang penyakit mematikan yang diderita Dara.

"Ji, maaf, ini permintaan Mama. Mama nggak mau kamu sedih dan kepikiran. Mama mau kamu fokus sekolah dan menikmati masa kuliah kamu tanpa beban."

"Lalu kenapa membebani Crystal? Inggris impiannya, Pa?!" Jira kembali menjerit frustrasi. Kesadarannya telah kembali ketika dia menyadari Crystal membuang impiannya demi ibu yang tak pernah menganggapnya. Jira tak habis pikir mengapa Crystal harus sebodoh itu?

"Crystal nggak sengaja tahu. Dia ada di rumah sakit waktu Papa ngantar mama konsultasi. Crystal mendengar penjelasan dokter."

"Ngapain dia di rumah sakit?" Jira merasa Alvano mengada-ada. 

"Crystal ...."

Alvano terdiam karena rasa bersalah merambat di benaknya lagi. Dia mengabaikan putri bungsunya hingga tak pernah tahu gadis itu mengurus hidupnya sendiri. 

"Crystal operasi usus buntu tanpa sepengetahuan kami. Dia pergi sendiri."

Jira mengigit bibirnya memikirkan kegilaan Crystal. Dia saja tidak pernah berada di rumah sakit tanpa penjagaan Dara atau Alvano tapi di usia lebih muda Crystal mengurus dirinya sendiri. 

"Mama gimana?" tanya Jira cemas. 

"Mama sudah kemoterapi sejak dua tahun lalu. Kondisinya baik-baik saja tapi belakangan ini mulai sering sakit."

"Apa kata dokter?" tanya Jira yang merasa cemas. 

Alvano memandang Jira lalu tersenyum dan mengusap kepalanya. "Jangan panik, Mama pasti baik-baik saja."

Tapi Jira malah semakin panik karena ekspresi Alvano menyiratkan yang sebaliknya. Setelah Alvano pergi, Jira menemui Dara yang sudah tertidur. Crystal yang dahinya sudah diplester, sedang merapikan selimut. Perlahan Crystal menoleh dan tanpa bicara apa pun, dia meninggalkan Jira yang menangis di samping Dara. 

Saat menuruni tangga untuk menenangkan diri, Crystal berpapasan dengan Arsa yang panik mencari Jira. 

"Crys, apa yang terjadi? Jira gimana?" tanya Arsa panik karena Alvano tak mengabari penyebab Jira pingsan. 

Crystal menatap Arsa dalam diam. Hatinya teramat perih tapi seperti biasa, Crystal mencoba tetap tersenyum. "Kak Jira udah sadar, ada di kamar mama. Nanti aku suruh Bi Ami panggilkan."

"Kalian bertengkar?" tanya Arsa sambil menunjuk dahi Crystal. 

"Nggak. Aku jatuh," jawab Crystal sambil berlalu tapi Arsa menahan lengannya.

"Sakit, Crys?" tanya Arsa cemas. 

"Nggak. Kak Jira yang lagi sakit," kata Crystal seolah mengingatkan Arsa kembali tentang tujuannya datang ke rumah Mareendra. Arsa melepas Crystal lalu menunggu Jira di lantai dua. 

**

Jira membawa Arsa ke taman belakang. Meski berulang kali Jira mengatakan dirinya baik-baik saja, Arsa tak percaya. Dipeluknya Jira yang baru selesai menceritakan tentang penyakit Dara, pertengkarannya dengan Crystal dan tentang Crystal yang memilih membatalkan kuliah di Inggris demi menjaga Dara. 

"Kenapa mereka harus menjadikan aku manusia egois?!" maki Jira berusaha mengugat masa lalu.

Rasa bersalah begitu kuat bercokol di relung hati Jira kala mengingat kisah Bi Ami bahwa Crystal tak pernah mengeluh mengurus Dara sekalipun ibunya muntah beberapa kali. Crystal tetap kukuh merawatnya. Sementara di Sydney, Jira yang tak tahu apa pun, bebas menjalani hidup tanpa beban. Jira sekolah dengan tenang bahkan lebih banyak bersenang-bersenang. Tak jarang dia membolos demi bermesraan seharian bersama Arsa. Sering Jira melewatkan jadwal pulang untuk pergi berlibur ke negara lain. Tak ada satu pun hidupnya yang diisi kekhawatiran sedangkan Crystal dikabarkan sering menangis di samping Dara. 

"Apa aku bukan anaknya?" lirih Jira sambil menangis. Dia menyesal kehilangan momen yang pasti membekas di hati Dara. Perlakuan Crystal pasti mengubah kerasnya hati Dara hingga ia menerima anak dari selingkuhan suaminya dengan tangan terbuka. 

"Ji, jangan gini. Mama kamu melakukan semuanya untuk kamu, karena dia sayang sama kamu. Karena dia tahu kamu juga menyayanginya dan pasti akan melakukan hal yang sama seperti Crystal bila kamu mengetahuinya."

Jira terdiam, dia tahu Arsa benar. Justru karena rasa cinta Dara lebih besar untuknya, wanita itu menutupi penyakit. Dara hanya mau Jira bahagia menikmati masa kuliahnya. Tapi bukankah itu terlalu kejam untuk Crystal? Crystal baru merasakan kuliah tapi harus merawat Dara, Crystal bahkan tak punya teman untuk berbagi keluh kesahnya. Crystal sendirian.

Arsa pun memikirkan hal yang sama hanya saja dia tak akan mengutarakan pada Jira yang pasti akan semakin terluka. Teringat dahi Crystal yang terluka, Arsa bertambah iba. Arsa bisa membayangkan kesedihan Crystal terjebak dalam keluarga Mareendra yang tak pernah membuatnya bahagia. 

"Ji, kamu istirahat ya?Jangan memikirkan masa lalu, jalani saja masa sekarang. Bahagiakan mama, jangan ribut lagi sama Crystal," kata Arsa sambil mengecup dahi Jira dan mengantarnya ke kamar. Jira yang teringat akan dahi Crystal menjadi tak tenang, saat Arsa akan pergi dia meminta satu hal yang tak pernah dibayangkannya akan menjadi bumerang di kemudian hari. 

"Sa, tolong tengok Crystal. Dia bukan jatuh tapi aku dorong. Aku nggak bisa ... kamu tahu maksudku, kan? Dia lebih ceria kalau kamu yang hibur."

Arsa tersenyum lalu sekali lagi mencium dahi Jira. Meski tak diminta, Arsa sebenarnya berniat mencari Crystal tapi demi menghargai perasaan Jira, dia tak akan memberitahunya. Namun bila Jira tak lagi menganggap Crystal sebagai saingan maka Arsa lebih lega. 

Sama seperti Jira, Arsa tak menyadari bahwa segala yang berawal dari niat tulus tak selalu berakhir mulus. Mereka tak menyadari niat menghibur adik yang terluka justru menambah luka di hati tak hanya untuk Crystal tapi juga bagi Jira dan Arsa. 

1
sksksk
kece
??????@!2😍😄6h9
Nemu Lg karya yg the best
Ilfra Ilivasa
dari prolog udah bagus kak! mantap!
Ilfra Ilivasa
mantap kata-katanya! dan akan saya jawab, "ia tidak marah, melainkan sang awan lah yang menghilangkan bulan dan itu artinya bulan itu tidaklah marah. Dirinya hanya membutuhkan waktu untuk keluar dari awan itu"
Eva Sri Wahyuni
ini novel yang paling sad sih 😭
sksksk: sengaja buat yang sad" bund biar keluar air matanya 🤭
total 1 replies
sksksk
bagus banget
⚚𝓐𝔂𝓮͠𝓼𝓱𝓪͛👒
yaa aampuun thor berasa banget beban yg di tanggung jira semasa hidupnya
ga nyangka dia bakal pergi padahal yg berjuang sekuat tenaga adalah jira
kirain endingnga jira bakal bahagia padahal bahagianya hanya sementara
keren sih authornya memang ku akui ceritanya berat banget full masalah tapi itu yg jadi keseruan tersendiri gimana dia bisa menjalani semuanya dan bisa melindungi orang orang yg di sayangi
sksksk: makasi kakak sudah mampir
total 1 replies
Arasa Cimamahmuda
nyimak
nura julian
tulisan rapi 👍
sksksk: terimakasih 🥰
total 1 replies
Quora_youtixs🖋️
semangat terus sukses selalu buat karyamu 👍
Yeni Eka
Aku hadir nih thor kasih boom like
Nona Bucin 18294
💜💜💜
Nona Bucin 18294
like like like 💜
Nona Bucin 18294
Hai kak aku mampir,,,
circle
aku mampir Thor, 😘😘
Sweet chicie💞
wah aku up jejak sampai disini dlu ya kak,, nyicil baca ya ni bakal jadi pr,,, mangattt
Sweet chicie💞
rindu mampir kak, baru mulai baca udah tertarik kak, semangat ya berkarya terus,...
Sweet chicie💞
like
Sweet chicie💞
up
SoVay
hadiiiirrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!