NovelToon NovelToon
Giok Purba: Multiplikasi Abadi

Giok Purba: Multiplikasi Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sci-Fi
Popularitas:267
Nilai: 5
Nama Author: aryaa_v2

Di ambang kematian setelah dikhianati dan dikubur hidup-hidup, Leo Akira secara tidak sengaja meneteskan darahnya pada sepotong giok kuno yang ternyata menyimpan kekuatan primordial: Multiplikasi 1000× dan Ruang Penyimpanan Abadi. Apa pun yang dia sentuh dapat digandakan seribu kali lipat ke dalam ruang tak terbatas; siapa pun yang dia targetkan akan membuat Leo mendapatkan kemampuan orang itu—dengan kekuatan seribu kali lebih hebat.

Dari titik terendah, Leo bangkit dengan satu tujuan sederhana: menghancurkan orang yang menjatuhkannya dan menjadi orang terkaya di dunia. Tapi takdir membawanya lebih jauh. Dia tak hanya mengubah nasibnya, tetapi juga mengangkat peradaban manusia dari level teknologi rendah menuju Tingkat 1 Skala Kardashev, bahkan melampaui alam semesta yang dikenal.

Inilah kisah tentang seorang manusia yang menjadi entitas tak terkalahkan, penjaga umat manusia, dan pengembara di antara bintang-bintang dimulai dari satu tetes darah dan sepotong giok.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aryaa_v2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Warisan dan Kekosongan

Bumi, 73 Hari Pasca Pengasingan Leo (P.P.)

Markas Aeternum Foundation yang baru terletak di dalam gua-gua kapur yang dalam di perbatasan Jawa Barat, jauh dari mata yang mengintai. Generator fusi yang digandakan—salah satu dari tiga "anak" Hati Prometheus yang berhasil diselamatkan Dr. Arif sebelum Pengadilan membongkarnya—berdengung dengan suara rendah yang melegakan, memberikan tenaga bagi bank server, laboratorium kecil, dan kehidupan dua puluh tujuh jiwa yang tersisa.

Tapi suara itu tidak bisa menutupi keheningan yang lebih besar: ketiadaan Leo.

Dr. Arif berdiri di depan papan tulis yang penuh sesak dengan persamaan dan diagram, tetapi matanya tidak fokus pada tulisan kapur. Dia menatap foto lama di tabletnya—gambar dirinya dan Leo berdiri di depan Hati Prometheus yang berdenyut pertama kali, kedua wajah itu penuh dengan keringat dan kemenangan. Sekarang, keringat itu adalah miliknya sendiri, dan kemenangannya terasa seperti abu di mulutnya.

Maya—seorang ahli ekologi yang mereka selamatkan dari proyek Surya Nusantara yang hancur—mendekatinya, membawakan secangkir teh yang sudah dingin. "Kamu harus tidur, Arif. Kamu sudah di sini selama 18 jam."

"Data dari server Aeternum_Seed baru saja selesai di-decrypt lapis ketujuh," jawab Dr. Arif, suaranya parau. "Ada sesuatu di dalamnya. Sesuatu yang... bukan hanya desain."

Maya mengerutkan kening. "Bukan hanya desain? Maksudmu?"

"Catatan. Jurnal. Dan... pesan yang diarahkan." Dr. Arif menekan tombol. Sebuah file video terbuka. Bukan video biasa. Ini adalah konstruksi data mentah, terlihat seperti Leo yang terbuat dari titik-titik cahaya hijau dan biru, duduk di sebuah ruangan tanpa fitur.

Wajahnya terlihat lebih tua, lebih berat, tetapi matanya—mata itu—masih sama. Intens. Penuh tekad.

"Jika kamu melihat ini, Arif, itu berarti rencanaku bekerja. Aku sudah lama pergi. Pengadilan... mereka tidak membunuhku. Tapi mereka tidak membebaskanku juga. Aku menjadi sesuatu yang lain sekarang. Sebuah alat. Tapi alat bisa digunakan untuk banyak hal."

Suara Leo terdengar datar, hampir mekanis, seperti direkam di bawah tekanan besar.

"Aku meninggalkan hadiah perpisahan. Bukan teknologi. Tapi peta. Peta menuju Tier 1.0, dan seterusnya. Semua yang kita pelajari—tentang singularitas, tentang kontaminasi dimensi, tentang bagaimana Pengawas mendeteksi kita—itu semua ada di sini. Tapi ada peringatan. Kamu tidak bisa hanya membangun. Kamu harus menyembunyikan. Naiklah secara diam-diam. Jangan menarik perhatian Pengadilan lagi."

Dr. Arif meremas tangannya. "Bodoh. Sombong. Mengorbankan diri..."

"Jaga tim, Arif. Jaga Bumi. Capai 1.0. Tapi lakukan dengan cara yang tidak akan pernah membutuhkan seseorang seperti aku lagi."

Rekaman itu berakhir. Tapi ada lebih banyak lagi. Ribuan terabyte data: rencana untuk satelit penyamaran berbasis singularitas mikro pasif yang akan menyembunyikan emisi energi Bumi; cetak biru untuk "Lompatan Kardashev" bertahap menggunakan teknologi fusi bersih yang disamarkan sebagai kemajuan alami; bahkan analisis tentang celah dalam pengawasan Pengadilan—periode siklus dan frekuensi yang mereka abaikan.

Ini adalah kitab suci untuk menyelundupkan sebuah peradaban menuju keagungan.

"Kita tidak bisa melakukan ini sendirian," bisik Maya, memandangi datanya. "Kita butuh jaringan. Orang-orang di dalam pemerintah, industri..."

"Dan itulah yang akan kita lakukan," kata Dr. Arif, berdiri, energi baru memenuhi tubuhnya yang lelah. "Kita akan menjadi hantu. Kita akan menanam benih. Aeternum Foundation akan mati hari ini. Dan sesuatu yang lain akan lahir dari bayang-bayangnya."

---

145 Hari P.P.

Sebuah pabrik di Jerman yang bangkrut, yang dibeli oleh perusahaan cangkang dari Kepulauan Cayman, mulai memproduksi "komponen pendingin khusus" dengan toleransi nanometer. Komponen itu, berdasarkan desain dari Aeternum_Seed, adalah bagian kunci dari reaktor fusi generasi berikutnya.

Sebuah startup di Shenzhen, didanai oleh dana ventura gelap, merilis chip AI baru yang luar biasa efisien. Kodenya mengandung algoritma optimasi yang berasal dari pengetahuan teknik quantum yang digandakan Leo.

Seorang diplomat Indonesia yang tidak mencolok membawa proposal kebijakan energi revolusioner ke pertemuan G20. Proposal itu, disusun oleh tim bayangan Dr. Arif, secara halus mengarah pada adopsi standar jaringan listrik yang persis cocok dengan teknologi mereka.

Mereka tidak membangun menara yang menyala-nyala. Mereka meracuni sumur. Perlahan, tak terlihat.

---

300 Hari P.P.

Dr. Arif, sekarang dengan identitas baru sebagai "Bapak Dharma" (dia menggunakan nama keluarga Leo untuk dirinya sebagai bentuk penghormatan), duduk di sebuah apartemen sempit di Bangkok, menghadiri pertemuan virtual.

Di layar, tujuh wajah samar—seorang jenderal pensiunan dari AS, seorang mantan CEO minyak yang muak, seorang hacker aktivis dari Afrika, seorang ilmuwan iklim dari India, dan lainnya. Mereka adalah "Kurator", jaringan yang dia bangun dengan hati-hati.

"Laporan dari sektor energi," kata suara yang disamarkan. "Adopsi teknologi 'pendingin' kita mencapai 18% di pasar global. Emisi karbon turun 5% di luar proyeksi, disalahartikan sebagai efisiensi ekonomi."

"Laporan dari sektor komputasi," kata yang lain. "Chip kita mendorong terobosan dalam simulasi material. Beberapa lab melaporkan kemajuan dalam suhu superkonduktor ruangan, tetapi tidak tahu asalnya."

Dr. Arif mengangguk. "Bagus. Teruskan. Tapi ingat, tidak pernah terburu-buru. Setiap langkah harus terlihat seperti evolusi alami. Tidak pernah revolusi."

"Dan status Pengawas?" tanya sang hacker.

"Tenang," jawab Dr. Arif. "Sensor singularitas pasif kita di orbit belum mendeteksi aktivitas. Mereka percaya masalah di Bumi sudah diselesaikan."

Dia tidak menyebutkan mimpinya. Mimpi di mana dia melihat Leo, tapi bukan Leo yang dia kenal. Sebuah sosok dengan mata hijau dan hitam, berdiri di atas puing-puing kapal berbentuk kristal di bawah cahaya bintang asing. Mimpi itu datang dengan rasa—rasa kesepian yang begitu dalam sehingga terasa seperti luka di jiwa.

---

1 Tahun P.P.

Skala Kardashev Bumi, menurut perhitungan rahasia Dr. Arif, sekarang mencapai 0,79.

Peningkatan 0,06 dalam setahun adalah lompatan historis, tetapi tersebar, tidak terlihat. Tidak ada perayaan. Hanya Dr. Arif, sendirian di ruang kendali bawah tanah mereka, menatap grafik pada layar.

Dia membuka file video Leo lagi, yang terakhir dalam arsip. Tidak ada gambar, hanya audio. Suara Leo, kali ini terdengar lebih dekat, lebih manusiawi, namun lelah sampai ke tulang.

"Arif. Aku tidak tahu apakah kamu bisa mendengar ini. Atau jika ini akan sampai padamu. Tapi... aku merasamu. Sedikit. Seperti gema. Apa pun yang kamu lakukan, teruskan. Bumi terasa... lebih terang. Samar-samar. Seperti lilin dari kejauhan."

Suara terdengar terputus-putus.

"Aku melakukan hal-hal di sini. Hal-hal mengerikan. Tapi setiap kali, aku mengingat kenapa. Setiap kali, aku melihat angka itu. 0,73. Jangan biarkan mereka turun lagi. Jangan biarkan pengorbananku—jangan biarkan pengorbanan kita—sia-sia."

Diam sebentar, lalu, hampir berbisik:

"Dan jaga dirimu, saudaraku. Dunia di luar sini... sangat gelap. Aku ingin ada seseorang yang memberitahuku bahwa masih ada cahaya di rumah."

Transmisi berakhir.

Dr. Arif duduk dalam kegelapan, hanya diterangi oleh cahaya biru dari layar. Air mata diam-diam mengalir di pipinya, menetes ke keyboard.

Di luar, di permukaan, Bumi berputar, tidak menyadari perang bayangan yang diperjuangkan untuknya, atau harga yang telah dibayar oleh seorang putranya. Tetapi perlahan-lahan, tak terelakkan, ia bangkit dari buaiannya yang kotor, didorong oleh mimpi seorang pria yang tidak lagi ada di sana, dan dijaga oleh seorang pria yang berjanji untuk tidak pernah melupakan.

Leo mungkin telah menjadi algojo kosmik.

Tapi Dr. Arif akan memastikan bahwa di Bumi, dia tetap menjadi sang pembangun.

Dan suatu hari nanti, ketika cahaya peradaban ini akhirnya cukup terang, mungkin—hanya mungkin—cahaya itu akan menemukan jalan untuk menjangkau seorang putra yang hilang di antara bintang-bintang.

1
Arya Saputra
jangan-jangan ada identitas tersembunyi nih dari batu akiknya, jadi penasaran🤔
Arya Saputra
yok lah bisa otw ke peradaban tipe 1 nih
Arya Saputra
Jujur ini cerita yang layak masuk rekomendasi sih, perkembangan karakter Leo yang signifikan dari diinjak-injak bahkan dikubur lalu bangkit dengan identitas berbeda dan merubah sikap 180°, sistem kekuatan giok juga logis dibarengi cerita sains.
Arya Saputra
saya suka nih kalo ada cerita bertemakan sains🤩
Arya Saputra
awal yang lumayan bagus👏🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!