Xuan Hao adalah putra Pangeran yang keberadaannya tidak diakui.
Wajahnya memang tampan, tapi dia pemalas dan suka minum, ditambah dia tidak tau apa-apa tentang beladiri, sastra, maupun strategi perang.
Benar-benar pemuda tidak berguna, tapi setelah tanpa sengaja tersambar petir dan mendapatkan berkah langit berupa Sistem, segalanya berubah~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kemenangan Mutlak
Dengan adanya kelompok Serigala Bulan, kelompok yang dipimpin Xuan Hao dengan kecepatan menakjubkan berhasil menambah binatang buruan.
Saat ini hari sudah siang dan satu demi satu kelompok mulai kembali ke perkemahan dengan membawa hasil buruan mereka.
Dari kelompok yang berhasil kembali, kelompok Putra Mahkota Huang Zeming dari Kekaisaran Fenghuang masih memimpin daftar penilaian, diikuti Putra Mahkota Kekaisaran Yunhai, Kekaisaran tertua dibandingkan dengan Kekaisaran yang lain.
Sementara itu belum ada satupun kelompok yang menjadi wakil dari Kekaisaran Tian Yuan yang kembali ke perkemahan.
Pangeran Kedua, Pangeran Ketiga, serta Pangeran Keempat Kekaisaran Tian Yuan, mereka saat ini masih mencari cara untuk melenyapkan Putra Mahkota.
Waktu semakin menipis, tapi mereka belum juga berhasil melenyapkan penghalang utama jika mereka ingin naik tahta menjadi Kaisar selanjutnya.
Jangankan melenyapkan, bahkan mereka saat ini belum bisa memastikan bagaimana keadaan Putra Mahkota, apa orang itu terluka setelah sebelumnya mereka mengirim banyak pembunuh bayaran untuk melenyapkannya.
Apa yang sedang dilakukan ketiga Pangeran sama persis seperti apa yang tengah dilakukan Xuan Mingyu dan Xuan Zifeng, bedanya dua orang itu saat ini bertemu dengan kelompok Xuan Hao, dimana orang yang ingin mereka lenyapkan masih dalam keadaan baik-baik saja, bahkan kelompok itu siap kembali adengan membawa banyak binatang hasil buruan.
Sempat mereka berdua ingin merebut hasil buruan Xuan Hao, tapi niatan itu cepat diurungkan begitu melihat kelompok Serigala Bulan berada di sekeliling kelompok yang dipimpin Xuan Hao, apalagi kelompok Serigala tampak patuh pada orang yang sangat ingin dilenyapkan oleh keduanya.
Pada akhirnya mereka memilih pergi menjauh, tak lagi ingin terlibat dengan Xuan Hao, apalagi pembunuh bayaran saja tak mampu mencelakai pria itu.
“Sial! Mereka benar-benar gagal melenyapkan pria itu!” ucap Xuan Mingyu.
“Kakak, kita selama ini terlalu meremehkannya, dan itu membuat kita lengah sampai melepaskan pengawasan terhadapnya!” ungkap Xuan Zifeng.
“Benar, selama ini kita selalu beranggapan kalau dia adalah sosok lemah yang tak bisa apa-apa, bahkan tak bisa menjaga nama baik diri sendiri. Cih, ternyata selama ini dia sedang memainkan peran dan berhasil menipu kita!” ucap Xuan Mingyu kesal dan juga marah.
“Sekarang semua sudah terlambat, apalagi tidak lama lagi dia akan menikah dengan Putri dari Kekaisaran Yan Zhou, meski itu adalah Putri yang tidak memiliki kekuasaan karena terlahir dari pelayan yang diangkat menjadi Selir,” ucap Xuan Zifeng.
Sosok Putri Yan Yueling sudah pernah dilihat oleh mereka berdua, dan meski putri seorang pelayan yang diangkat sebagai Selir, tetapi dengan kecantikan yang bahkan setara dengan Putri Agung Xuan Hanyue, jelas memiliki wanita secantik itu sebagai istri adalah keuntungan bagi Xuan Hao, membuat keduanya tak rela keuntungan iti didapatkan oleh orang yang mereka benci.
“Masih ada banyak kesempatan untuk mengakhiri hidupnya. Di kesempatan selanjutnya, kalaupun tidak langsung bisa mengakhiri hidupnya, setidaknya kita bisa membuatnya terluka!” ucap Xuan Mingyu yang dibalas Xuan Zifeng dengan menganggukkan kepalanya.
Sementara itu, Xuan Hao yang sudah merasa cukup dengan hasil buruannya, ia memutuskan kembali ke tempat perkemahan.
“Hanya dengan membawa kembali kelompok Serigala Bulan dalam keadaan hidup, sudah pasti kemenangan akan menjadi milik Pangeran!” ucap Gu Shan penuh keyakinan.
“Berburu tapi membawa kembali hasil buruan dalam keadaan masih hidup. Seharusnya hanya Pangeran kita yang bisa melakukannya!” ungkap Wei Yan.
“Kalau semua itu masih belum cukup, kita masih memiliki banyak binatang hasil buruan, juga rusa bulu emas serta musang salju yang sangat langka, dimana dua binatang itu berhasil ditangkap Pangeran dalam keadaan hidup, dan saat ini begitu menurut seolah sudah lama menjadi binatang yang dipelihara Pangeran,” ucap Mo Qi sambil melihat ke arah Xuan Hao, dimana saat ini di bahunya bertengger sosok musang salju, sementara rusa kecil bulu emas duduk tenang di atas gerobak yang digunakan untuk membawa binatang buruan.
Pemandangan yang sungguh mewah, bahkan seorang Kaisar belum tentu bisa memiliki sosok musang salju seperti apa yang dimiliki Xuan Hao.
Di tempat berbeda~
Putra Mahkota Xuan Haoran akhirnya tiba di tempat perkemahan, dan meski tidak bisa menempati urutan pertama perhitungan sementara, setidaknya hasil buruan yang didapatkan menempatkannya di peringkat dua teratas, selisih yang sangat tipis dengan peringkat di atasnya.
Tak lama kemudian tiga Pangeran datang hampir di waktu bersamaan, dan karena terlalu fokus dengan rencana melenyapkan Putra Mahkota, mereka gagal memaksimalkan waktu berburu, bahkan kelompok ketiga Pangeran gagal masuk dalam peringkat 10 teratas, membuat ketiganya merasa malu, dan dalam diam mereka sangat marah begitu mendapati sang Putra Mahkota dalam keadaan baik-baik saja, sama sekali tak terluka apalagi berada dalam keadaan kritis.
Melihat hasil seluruh Pangeran Kekaisaran Tian Yuan. Kelompok Putra Mahkota Huang Zeming mulai jumawa, dimana Putra Mahkota Guang Zeming menjadi yang paling yakin jika tak akan ada pihak yang bisa melampau hasil buruan kelompoknya, tapi keyakinan itu seketika lenyap begitu rombongan yang dipimpin Xuan Hao tiba dengan hasil buruan tak sekedar banyak dan langka, tapi banyak hasil buruan yang masih dalam keadaan hidup.
Tanpa harus kelewat penghitungan secara menyeluruh, Kaisar Xuan Ruihan turun tangan langsung untuk menetapkan kemenangan Xuan Hao, apalagi setelah dua kelompok terakhir yang dipimpin Xuan Mingyu dan Xuan Zifeng datang dengan tangan kosong.
Uang senilai 1.000 Tahil Emas akhirnya menjadi milik kelompok Xuan Hao, begitu juga dengan hadiah berharga lainnya, termasuk hadiah sebuah Mahkota Emas yang membuat status Xuan Hao kini setara dengan Pangeran Kekaisaran, tetapi ia tidak memiliki hak menjadi Kaisar selanjutnya.
Begitu acara berburu selesai, malam ini akan diadakan pesta meriah di tempat perkemahan, tetapi sebelum pesta berlangsung, di hadapan banyak orang Xuan Hao menghadiahkan rusa bulu emas pada Ibu Suri, sementara musang salju ia berikan pada calon istrinya, Putri Yan Yueling.
Di momen Xuan Hao memberikan hadiah pada Putri Yan Yueling, saat itu juga Kaisar Xuan Ruihan mengumumkan perihal pernikahan antara keduanya, dimana mereka akan menikah satu bukan lagi.
Hari serta tanggal pernikahan telah ditentukan, membuat Xuan Hao dan Putri Yan Yueling saling melemparkan senyuman tipis, sebuah senyuman yang membuat iri Xuan Mingyu juga Xuan Zifeng.
Dalam diam keduanya berandai-andai kalau sejak awal menerima tawaran menikahi Putri Yan Yueling, mereka pasti memiliki sosok wanita cantik sebagai istri.
Sayangnya semua sudah sangat terlambat, tapi mereka belum menyerah, dimana mereka sama-sama memiliki cara untuk menggagalkan pernikahan itu.
Cara yang paling mudah untuk menggagalkan pernikahan itu adalah dengan melenyapkan Xuan Hao, dan itulah yang akan diusahakan oleh keduanya.