NovelToon NovelToon
Istri Yang Mereka Remehkan

Istri Yang Mereka Remehkan

Status: tamat
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh / Tamat
Popularitas:486.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Jmn

Elina bukan istri yang polos. Saat suami dan mertuanya berusaha merebut aset dan perusahaannya, ia memilih diam sambil menyiapkan perangkap.

Mereka mengira Elina tidak tahu apa-apa, padahal justru menggali kehancuran sendiri.

Karena bagi Elina, pengkhianatan tidak dibalas dengan air mata... melainkan dengan kehancuran yang terencana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Jmn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari yang tenang

Satu minggu berlalu.

Sudah satu minggu Elina berada di Shanghai. Di kota ini, Elina benar-benar menikmati liburan tanpa adanya embel-embel pekerjaan yang biasanya selalu membebani pikirannya. Ia berdiri di depan jendela apartemennya, menatap pemandangan kota Shanghai yang dipenuhi gedung-gedung pencakar langit.

"Sudah satu minggu aku di sini. Ini pertama kalinya aku benar-benar menikmati liburan tanpa ada pekerjaan," gumamnya pelan, nyaris seperti berbicara pada diri sendiri.

Dring! Dring!

Suara notifikasi muncul memecah keheningan. Elina melangkah ke arah meja, lalu mengambil ponselnya. Nama Rio—sepupunya, tertera jelas di layar.

"Halo, Rio."

"Elina, kamu jahat sekali," suara Rio terdengar panjang lebar di seberang sana. "Kamu sudah seminggu di Shanghai, tapi kamu tidak menghubungiku."

Elina terkekeh kecil mendengar gerutuan itu. "Aku tidak ingin mengganggu kamu," ucapnya ringan.

"Kamu selalu saja bicara seperti itu, padahal aku tidak merasa keberatan," balas Rio.

"Bagaimana liburanmu?"

"Baik. Aku sangat senang di sini, tanpa memikirkan pekerjaan, Rio," jawab Elina jujur.

"Ya, ya, ya. Kamu memang perlu liburan," ujar Rio. Nada suaranya terdengar tegas namun santai. "Sekarang bersiaplah. Aku akan menemani kamu jalan-jalan hari ini. Tidak ada penolakan. Aku tunggu di lobi apartemen kamu."

"Apa?" Elina sedikit terkejut. "Kamu sudah ada di lobi?"

"Iya. Bersiaplah."

Tut.

Panggilan terputus begitu saja. Elina menatap layar ponselnya beberapa detik sebelum akhirnya menghela napas kecil, lalu tersenyum.

Tanpa membunga waktu, ia langsung bersiap-siap. Tak butuh waktu lama, hanya beberapa menit, Elina telah siap. Ia meraih tasnya, lalu melangkah keluar kamar dan menuju lobi apartemen untuk menemui Rio.

"Elina..."

Elina menoleh. Terlihat Rio berdiri tak jauh darinya, melambaikan tangan dengan senyum lebar di wajahnya. Tanpa ragu, Elina langsung menghampirinya.

“Elina, sepupuku…” ucap Rio dengan nada lebay, sambil merentangkan kedua tangannya, jelas meminta pelukan.

Elina pun membalas pelukan itu sesaat. “Lebay banget sih,” ucapnya sambil tersenyum, lalu melepaskan pelukan mereka.

Rio tersenyum lebar, lalu langsung meraih kunci mobil di tangannya.

“Ayo. Hari ini aku jadi tour guide pribadi kamu.”

Elina mengangkat alis. “Aku nggak pakai itinerary, lho.”

“Justru itu serunya.” Rio membuka pintu mobil untuk Elina. “Santai. Kita keliling Shanghai dulu.”

Mobil melaju meninggalkan area apartemen. Jalanan Shanghai sore itu ramai tapi tertib. Gedung-gedung tinggi berjejer, memantulkan cahaya matahari yang mulai condong ke barat.

Elina menatap keluar jendela, matanya berbinar.

“Shanghai ternyata seindah ini kalau dilihat tanpa tekanan kerja.”

Rio melirik sekilas. “Biasanya kamu lihat kota dari balik laptop, ya?”

“Elina yang dulu iya.” Elina tersenyum tipis. “Yang sekarang… lagi belajar menikmati.”

Rio tidak menanggapi, hanya tersenyum kecil sambil tetap fokus menyetir.

Beberapa menit berlalu.

“Aku mau bawa kamu ke satu tempat,” ucap Rio akhirnya.

“Kemana?”

“Kafe. Salah satu yang paling terkenal di sini.”

Elina menoleh. “Kafe?”

“Iya. View-nya langsung ke sungai. Dan—” Rio tersenyum penuh arti, “kopinya enak.”

Mobil berhenti di depan sebuah bangunan bergaya modern dengan sentuhan klasik. Papan nama kafe itu terlihat sederhana, tapi antrean pengunjung di depannya cukup ramai.

Elina turun dari mobil dan menatap sekeliling.

“Kelihatannya mahal.”

Rio terkekeh. “Tenang. Kamu kan lagi liburan.”

Mereka masuk ke dalam cafe. Aroma kopi langsung menyambut, berpadu dengan alunan musik lembut. Rio memilih meja di dekat jendela besar.

Elina duduk, matanya terpaku pada pemandangan di luar.

“Ini… cantik.”

“Aku tahu kamu bakal suka.” Rio membuka menu. “Pesan apa?”

Elina mengambil menu lalu menghela napas pelan.

“Untuk pertama kalinya… aku tidak terburu-buru.”

Rio menatapnya, lalu tersenyum hangat.

“Berarti liburanmu berhasil, Elina.”

Elina menutup menu, menatap Rio.

“Aku ingin ini saja, Rio. Kelihatannya enak,” ucap Elina sambil menunjuk salah satu menu di buku menu.

“Hm, ini memang best seller di sini, Elina,” ucap Rio, lalu memanggil pelayan untuk memesan.

Sembari menunggu pesanan mereka, Rio memulai obrolan ringan. “Bagaimana rasanya jadi CEO?”

Elina terkekeh kecil. “Aku belum benar-benar merasakannya, Rio. Aku kan lagi liburan dulu,” jawabnya sambil tersenyum. “Tapi pasti rasanya berat.”

“Iya sih, tapi aku yakin kamu bisa,” ucap Rio dengan nada meyakinkan.

“Doakan, ya,” ucap Elina.

“Tentu saja,” jawab Rio tanpa ragu.

Tak selang lama, pesanan mereka berdua pun tiba. Rio memperhatikan Elina yang sudah menyuapkan makanan ke mulutnya.

“Bagaimana?” tanya Rio.

Elina mengangguk pelan. “Enak,” jawabnya singkat.

Rio ikut mengangguk, lalu menatap Elina lebih dalam. “Elina?” ucapnya, kali ini dengan nada serius.

“Hmmm?”

“Kenapa kamu tidak memenjarakan mantan suami kamu itu? Dia sudah menggelapkan dana perusahaan, tapi kamu malah membiarkannya bebas, Elina. Dan…” Rio berhenti sejenak, rahangnya mengeras. “Dia juga menjalin hubungan dengan sahabat kamu sendiri. Brengsek memang,” ucapnya dengan nada dingin dan geram.

Elina menghentikan aktivitas makannya. Ia terdiam sejenak sebelum akhirnya menatap Rio. “Rio, aku paham maksud kamu. Tapi tenang saja,” ucapnya datar. “Hukuman penjara akan tiba, tapi dia harus lebih dulu menderita dengan balasan yang sudah aku siapkan.”

Nada suaranya dingin, matanya menyimpan amarah yang tak terucap.

“Aku kira kamu akan diam saja, Elina, dengan semua yang sudah mereka perbuat ke kamu,” ucap Rio.

“Tidak, Rio. Hukuman penjara terlalu ringan untuknya.”

Rio mengangguk setuju. Apa yang Elina katakan memang benar—hukuman penjara terasa terlalu ringan untuk Ares.

Mereka pun kembali melanjutkan obrolan dengan suasana yang lebih ringan, seolah topik berat tadi sengaja ditinggalkan. Hingga saat mereka sedang asyik mengobrol, tiba-tiba seseorang memanggil Rio.

“Rio…”

1
Sapna Anah
jangan bilang sebentar lgi takutnya d keroyok apa lgi kluarga Ares mendukung
Sri Afrilinda
Laaah... bneran tamat ni...😱😱

Belum rela thour... Minimal sampe mreka punya anak gt...🤭

Sukses terus thour, ceritanya keren 🤗😍
Nona Jmn: Aamin terima kasih kakak🥰🙏🤭🫡
total 1 replies
dome🌬️🌀🌀🌀
sadar Buu Amel... ingat umur sudah tua sudah keriput jangan makin dibanyakin dosanya. kalaupun kau punya uang satu dunia ga akan bisa dibawa mati
dome🌬️🌀🌀🌀
kalau jadi manusia punya penyakit kronis iri dan dengki . daaahh laahhh ga ada obatnya. hanya azab dari Allah aja nanti yg menyembuhkannya
dome🌬️🌀🌀🌀
mayaaa.. kalo kamu punya sahabat yg sudah sayang sama kamu bahkan sudah seperti saudara sendiri padahal kamu yg biasa biasa saja tapi bisa bergaul dan disayang seseorang yg kelas ekonomi crazy jangan malah kau Injak kepala mereka. yg ada pancungan malah menantimu
dome🌬️🌀🌀🌀
si Ares ini mimpi apa gimana yaa.. emangnya nama besar Anderson itu dan seluruh kekayannya dibangun atas apa??
apakah dr mimpi siang bolong langsung tetiba jadi kaya raya lalu perusahaan nya JD maju JD besar.
helloooooo... jangan samakan otak cetek kalian dengan otak pebisnis kluarga Anderson yaaa.. kalau kalian kesuksesan dibangun karna mimpi siang bolong. kalau Anderson suksenya dibangun karna otak cerdas berbisnis. si bapak ojol sianak supir siemak buruh cuci tapi mimpinya nyampe bisa ngalahin kerak neraka🤣🤣🤣
astagaaaaa ..... ksian banget siihhh mereka, ketololan yg hakiki tapi masih betah dipelihara 🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
manusia serakah penghianat 😈😈😈
dome🌬️🌀🌀🌀
dah ceritain aja sama bapakmu El, kelamaan proses kamu mah. biar bapakmu yg langsung turun tangan. biar cepet kelar
dome🌬️🌀🌀🌀
waduhhh... tak bisa lagi ku tuk berkata kata akan ketidak tahu dirian si Ares ini
dasar muka badak
dome🌬️🌀🌀🌀
astagaaaa.. lama lama kesel bangeettt... ngapa ga langsung tendang aja dr rumah dr perusahan dan dr kehidupan kamu Elina si Ares itu. kok yaa lama lama kesel banget sama orng ga tau diri seperti mereka 😤😤😤
kalo kamu lama prosesnya, sini kasih foto mereka kirim ke aku biar nanti aku santet mereka El El....🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
makanya yaa Besti mencari pasangan harus banyak banyak pertimbangan. dipikir ulang matang matang. jangan asal yang katanya sudah cinta sudah klop sudah cocok langsung gasss aja. padahal kebanyakan rata2 sifat asli seseorang akan muncul kepermukaan disaat kita sudah hidup berdua setiap hari 24 jam full. mau sifat terburuknya pun akan ditunjukkan. jadiiiiii...... 🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
heraannnn banget yaaa.. sama manusia manusia kardus itu. kok yaa senengnya mau rebut harta orng sihhhh... jual diri kalau mau banyak duit tapi ga mau kerja keras. upsss Maya kan emang udah jual diri sama Ares yaq 🤣🤣🤣 Zong kau may... may.. ternyata si Ares dl cuma sopir
wkwkwkwkwkwk
dome🌬️🌀🌀🌀
ada satu hal yg aku malas dari para FL dinovel. sudah tau dikhianatin ditipu sama pasangannya dan kluarga nya, tapi ga mau cerita dengan orng tua dia tentang permasalahan yg dia hadapin. setidaknya kalau ortunya tau bisa saling handle dr pihak ortunya si Elina disana biar bisa antisipasi. jangan sok gayaan bisa handle sendiri tanpa orang tuanya tau. oke lah kuat cerdas, tapi setidaknya disana bisa mengantisipasi masalah yg tiba tiba datang yg semisal Elina ga tau.
dome🌬️🌀🌀🌀
itu si Bayu emang beneran suruhan Ares apa dipihak Elina yaa... JD deh deg an deh
dome🌬️🌀🌀🌀
ngaca woyyy.. ngaca.. noh comberan tetangga lagi item itemnya pake coba buat ngaca mukamu. sapa tau JD sadar dr kesurupan.. perempuan murahan kok yaa ga nyadar🤣🤣. apaan sih lu may kalo gila yaa diem diem aja jangan kita kita disini pada tau🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
si Ares ini nganggep Elina apa coba. jauhhhhh sebelum kau bermain permainan amatiran seperti ini Elina dan kluarganya sudah biasa memainkan nya. disaat kau LG bermain comberan Elina sudah belajar tentang bisnis dan sebagainya..
wkwkwkwkwkwkwkwk...
berasa dia sudah cerdas apa yyaaa🤣🤣🤣
masuk lah kau kelubang buaya dan mati disana dengan mengenaskan ares😈
dome🌬️🌀🌀🌀
eehhh... Mak lampir. kalau anakmu si resres itu mampu pintar dan bisa diandalkan. ga mungkinn kalian hidup susah. dia cuma pintar cari mangsa kaya lalu morotin hartanya tapi dengan otak bodohnya coba coba selingkuh. udah lah laki mokondo ga guna pula. enaknya buang kecomberan nih kluarga ares
dome🌬️🌀🌀🌀
si Ares bukan bermimpi setinggi langit El. tapi bermimpi di siang bolong. ngarep aja terus si Bambang. ga tau apa bentar lagi bakalan ditendang 🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
dihh gila nya udah level akut Ares dan kluarga nya. mau kaya usaha dongggg... kerja keras banting tulang. buka ngerebut hartanya orng lain.. ngepet kek kalian Maya sama emakmu jaga lilin kau dan bapakmu yg keliling ngepet cari mangsa🤣🤣🤣
gedeg sumpah sama modelan lintah darat macam mereka
dome🌬️🌀🌀🌀
bagussss... gercep El singkirin para benalu ga tau malu... kalau bisa goreng mereka sampe krispi😈😈😈
mereka kejam kau harus lebih kejam el😈
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!