"Anak ku hilaaaaang, kemana anak ku pergi?"
Beberapa waktu terakhir ini banyak anak anak dan juga orang tua mati tenggelam, mereka di temukan bila sudah empat atau tiga hari di dalam air sehingga keadaan tubuh sudah mengembung.
Sebelum tenggelam ada yang bilang bahwa mereka berjalan dengan pandangan kosong, mereka tidak di makan buaya karena tidak ada gigitan di tubuh mereka.
Apa yang membawa mereka kedalam air?
mungkin kah ada sebuah misteri sehingga mereka semua meninggal di dalam air?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28. Mencari lagi
"Rehan, Ya Allah akhirnya kamu pulang juga!" Witri sangat lega ketika menemukan sang anak sulung sudah pulang ke rumah dengan selamat.
"Aku berusaha untuk mencari Reza tapi sampai saat ini dia belum juga ketemu, Bu." Rehan merasa begitu iba ketika melihat wajah orang tua sangat sedih.
"Jangan terlalu memaksakan diri seperti ini, Ibu tidak mau bila nanti kamu juga sampai celaka." Witri mengusap wajah sang Putra dengan penuh kasih sayang.
"Maaf ya, Bu." Rehan memeluk tubuh sang ibu.
"Tidak apa apa, kalau sudah siang maka kita bisa mencari bersama agar keselamatan lebih terjamin dan tidak perlu sampai celaka lagi." isak Bu Witri dengan perasaan yang begitu sedih.
Perasaan yang sudah bercampur aduk tidak karuan karena dia juga tadi malam sangat ketakutan bila Rehan tidak kembali lagi ke rumah ini, sebab memang Putra sulung dia sama sekali tidak ada kabar ketika sedang sibuk mencari keberadaan sang adik yang hilang terbawa air.
Sebagai orang tua tentu saja perasaan yang begitu sedih jelas ada di dalam hati wanita ini, Rehan berpikir bahwa mungkin saja sang Ibu sangat sayang kepada Reza sehingga dia harus mencari dengan susah payah dan walau malam dia tetap ada di sungai itu hanya karena ingin menemukan mayat Reza saat ini juga.
Tapi kasih sayang seorang Ibu tidak pernah berbeda dan Witri juga begitu menyayangi Rehan sehingga tidak mau bila pemuda ini sampai celaka, bila memang sudah nasib Reza meninggal dunia saat ini maka hanya Reza saja dan jangan sampai Rehan juga ikut celaka sehingga membuat duka di dalam hati kian semakin dalam.
Kinan yang melihat kepulangan Rehan menjadi lega juga karena dia sempat takut bila Rehan sampai celaka dan tidak pulang, semalaman ada di dalam air sehingga sudah pasti pikiran buruk semua orang yang ada di sini tidak bisa di tepis begitu saja karena sungai memang begitu mematikan untuk saat ini.
Entah apa yang terjadi sehingga sungai yang ada di kampung pandan Arum menjadi mematikan dan memakan banyak korban seperti sekarang, ini masih belum ada yang tahu bahwa Pak Roni juga sempat hampir celaka namun beruntung ada Purnama bersama dengan Arya sehingga masih bisa di selamatkan dan sekarang dia istirahat di rumah.
Andai saja tidak ada purnama dan Arya maka dapat di pastikan bahwa orang tua itu juga pasti akan celaka dibawa oleh hantu air karena dia juga sudah terhisap masuk, tapi Allah masih memberi dia umur panjang sehingga bisa diselamatkan walau sempat kehilangan nafas juga karena meminum banyak air ketika sudah terseret masuk di dasar sungai.
"Kalau mencari lagi maka tidak usah sampai malam seperti ini, kau pulang shubuh loh." Kinan datang mendekat.
"Tadi kebetulan juga ada kejadian lagi sehingga aku ikut menolong bersama dengan Pak RT dan Mbak Purnama." Rehan menjelaskan kepada mereka berdua.
"Apa yang terjadi lagi?" Witri mengusap air mata di pipi.
"Pak Roni mencari ikan tadi malam dan dia terseret oleh hantu air, bahkan sudah masuk ke dalam dasar sungai tapi beruntung ada Mbak purnama dan juga Mas Arya sehingga bisa di tolong." cerita Rehan.
"Ya Allah jadi memang benar ada hantu air yang membunuh semua orang ini?" Kinan bertanya dengan nada ragu namun kalau Purnama sudah turun tangan maka pasti itu benar.
"Kata nya begitu, Mbak Purnama juga keluar dari dalam air dalam keadaan yang lemas." jawab Rehan.
"Kalau di lihat dari kejadian yang sangat banyak ini maka mungkin saja itu memang perbuatan hantu air." gumam Witri.
Terdiam mereka bersama memikirkan bahwa mungkin saja setelah ini masih ada kejadian lagi atau bahkan ada orang yang akan tenggelam di dalam sungai itu bila tidak ketahuan, contoh nya adalah Reza yang terlihat tidur tapi ketika pagi malah sudah tidak ada lagi di dalam rumah.
"Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang di sini?" Kinan bingung dan bertanya asal saja.
"Mbak Purnama masih belum ada memberi pesan, Pak RT juga bilang kalau kita harus menunggu Mbak Purnama memberi kode." ujar Rehan.
"Padahal dulu sungai ini sama sekali tidak ada masalah, tapi sekarang malah mendadak saja ada hantu air seperti." gumam Witri.
"Kita tunggu saja kabar lagi dari Purnama karena dia pasti tahu yang terbaik." Kinan juga berharap agar Purnama bisa menolong semua warga.
"Hati hati terutama di malam hari karena dia pasti datang untuk mencari mangsa." ujar Rehan sambil menarik nafas panjang.
"Ya Allah semoga tidak ada lagi korban yang mematikan seperti itu, semoga hari ini mayat Reza juga segera ketemu." doa Witri.
Kinan juga berharap agar mayat Reza bisa segera ditemukan sehingga Witri bisa sedikit lega setelah menemukan mayat sang anak, setidaknya dia memang sudah ikhlas bila Reza sudah tidak bernyawa lagi karena dengan waktu yang begitu lama seperti sekarang maka pasti Reza tidak akan selamat.
Walau dia tidak selamat namun setidaknya masih ada mayat yang kembali sehingga ada kuburan yang bisa untuk orang tua berziarah, hitungan nya dengan hari ini adalah hari kedua Reza menghilang alias tenggelam di dalam air sungai di desa mereka ini.
"Assalamualaikum, ini kami akan turun untuk mencari Reza lagi." Tamrin datang bersama dengan warga lain.
"Walaikum sallam, iya terima kasih karena mau membantu lagi." Witri segera keluar dari rumah.
"Eh ini ada amplop nya tidak sih, Wit? kan kasihan kalau warga cuma bantu saja." celetuk Kopsah.
"Insya Allah ada, akan aku kasih nanti pas pulang dari mencari." Witri langsung menjawab.
"Kalau aku tidak usah di kasih, Bu! sebab aku menolong ikhlas." jawab Digo yang sudah turun duluan.
"Iya, berikan saja pada Tamrin itu suami Kopsah." sahut warga lain.
Tamrin rasa nya malu sekali dengan ucapan sang istri karena sesungguhnya dia juga menolong dengan ikhlas dan sama sekali tidak ada mengharap imbalan, tapi Kopsah terus saja membuat ulah seperti itu sehingga rasa malu harus di tanggung oleh suami.
"Tidak usah, aku menolong juga ikhlas." jawab Tamrin sambil berlalu pergi.
"Yo enggak gitu lah, Mas! harus nya kamu kerja loh hari ini, tapi harus libur karena mencari Reza." sengit Kopsah.
Para warga hanya bisa mengelus dada saja karena memang sudah hafal bagaimana tabiat wanita ini, Kopsah hanya insaf soal menggosip orang tapi kalau untuk sifat iri dengki yang ada di dalam diri dia masih belum bisa dihilangkan karena dia adalah tipe orang yang tidak mau rugi.
Selamat siang besti, jangan lupa like dan komen nya ya.
nah gitu dong Pur jgn emosi dulu SM member Krn yg mereka lakukan Krn mrk peduli dan ga mau ratu kenapa2😌