NovelToon NovelToon
CINTA DI ATAS PENGKHIANATAN

CINTA DI ATAS PENGKHIANATAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Identitas Tersembunyi / Dark Romance / Balas Dendam / Pengkhianatan
Popularitas:13.3k
Nilai: 5
Nama Author: Jing_Jing22

Liora merasa dunianya runtuh dalam semalam. Baginya, Raka adalah pelabuhan terakhir, dan Salsa adalah rumah tempatnya bercerita. Namun kini, kenyataan pahit menghantamnya tanpa ampun; dua orang yang paling ia percayai justru menusuknya dari belakang dengan cara yang paling hina. Kepercayaan yang ia jaga setinggi langit, kini hancur berkeping-keping di bawah kaki tunangan dan sahabatnya sendiri.
Liora tidak pernah menyangka bahwa prinsip yang ia pegang teguh untuk menjaga kehormatan di depan Raka, justru menjadi celah bagi Salsa untuk masuk dan mengambil alih segalanya. Bagai sebuah ironi, Liora memberikan kasih sayang yang tulus, namun dibalas dengan perselingkuhan yang dilakukan tepat di belakang punggungnya.
Apakah Liora akan tetap diam dan pura-pura tidak tau atau ia akan membalaskan dendamnya kepada kedua manusia yang telah mengkhianatinya...
Penasaran ayok ikuti kisah selanjutnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jing_Jing22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 Kemarahan Salsa

Dengan langkah cepat Salsa menghampiri Kevandra dan Liora.

Deru langkahnya terdengar tegas di lantai marmer, seolah mewakili amarah yang kini menguasai dirinya.

Kilatan matanya tajam, penuh kemarahan yang tidak lagi bisa ia sembunyikan. Dadanya naik turun, napasnya memburu, menahan emosi yang sudah memuncak sejak detik pertama ia melihat pemandangan itu.

Tanpa bertanya, dan tanpa memberi kesempatan penjelasan.

Dan dengan tindakan impulsif yang didorong cemburu buta—Salsa langsung menghampiri Liora.

Plak!

Suara tamparan menggema memecah kesunyian malam, begitu keras hingga membuat udara di sekitar mereka terasa membeku.

Pipi Liora seketika memerah. Wajahnya tertoleh ke samping, sudut bibirnya bahkan mengeluarkan sedikit darah akibat kerasnya tamparan itu.

Namun anehnya… Liora sama sekali tidak terlihat terkejut, ia hanya tersenyum miring, seolah semua ini memang sudah ia perkirakan sejak awal.

Dalam hatinya, ia justru merasa puas.

Ia tahu betul sifat Salsa—emosional, mudah tersulut, dan selalu bertindak lebih dulu tanpa berpikir panjang.

"Persis seperti yang aku inginkan." batin Liora penuh kemenangan.

Sementara Kevandra yang berdiri di antara mereka tampak terkejut. Matanya membulat, tak menyangka Salsa akan bertindak sejauh itu tanpa mendengar penjelasan sedikit pun.

"Apa yang kau lakukan bersama suamiku, Liora?" bentak Salsa dengan suara bergetar menahan amarah. Tatapannya penuh kebencian, seolah Liora adalah satu-satunya penyebab kekacauan malam ini.

Pertanyaan itu menggantung di udara—tajam, menyakitkan, dan penuh tuduhan.

Dan di balik wajah tenangnya, Liora sudah menyiapkan jawaban yang akan semakin mengguncang segalanya.

Liora menyeka darah di sudut bibirnya dengan pelan. Ia memasang ekspresi seolah benar-benar tidak berdaya, rapuh, dan terluka. Sikap itu tanpa sadar membuat Kevandra semakin merasa ingin melindunginya.

"Kenapa kamu selalu berpikir buruk, Sa?" ucap Liora lirih.

"Aku terpeleset. Kevandra hanya menahan agar aku tidak jatuh."

Nada suaranya lembut, namun suaranya mengandung rasa kecewa. Wajahnya yang sedikit memerah bekas tamparan semakin meyakinkan siapa pun bahwa ia hanyalah korban dalam situasi ini.

Untuk sesaat Salsa terdiam. Kesadarannya perlahan kembali. Ia menatap telapak tangannya sendiri, seolah baru menyadari apa yang baru saja ia lakukan.

"Li… aku tidak—"

Namun kalimat Salsa terpotong begitu saja saat suara dingin dan datar Kevandra memecah ketegangan di antara mereka.

"Kamu benar-benar keterlaluan, Salsa."

Tatapannya tajam menusuk.

Salsa membeku. Ini pertama kalinya Kevandra berbicara dengan nada sekeras itu kepadanya. Dadanya terasa sesak, bukan hanya karena rasa bersalah, tetapi juga karena tatapan penuh kekecewaan dari suaminya.

"Mas, aku tidak bermaksud." ucap Salsa mencoba membela diri.

"Salah paham?" potong Kevandra."Tanpa bertanya apa pun, kamu langsung menampar sahabatmu sendiri." lanjut Kevandra, setiap kata yang keluar dari mulut Kevandra terdengar seperti palu yang menghantam kepercayaan diri Salsa.

Sementara itu, Liora hanya berdiri diam, menunduk dengan ekspresi terluka. Namun jauh di dalam hatinya, sebuah senyum kemenangan perlahan terukir.

"Rencananya berjalan sempurna." batin Liora

Salsa langsung menghampiri Liora dengan wajah penuh rasa bersalah. Tangannya gemetar saat menggenggam kedua tangan Liora, berusaha mencari pengampunan.

"Li… aku minta maaf. Aku tidak bermaksud melakukan itu. Aku salah paham… karena melihat kalian, aku jadi salah sangka." jelas Salsa dengan nada panik dan menyesal.

Liora perlahan mengangkat wajahnya.

Matanya yang sedikit berkaca-kaca menatap Salsa dengan sorot kecewa yang dalam. Bekas tamparan di pipinya masih terlihat jelas, seakan menjadi saksi atas tindakan impulsif sahabatnya sendiri.

"Aku sahabatmu, Sa..." ucap Liora pelan nyaris seperti bisikan."Tapi caramu barusan… benar-benar membuatku kecewa." suaranya parau, seolah menahan tangis yang nyaris tumpah. Kalimat itu sederhana, namun terasa begitu menusuk bagi Salsa.

Salsa terdiam. Rasa bersalahnya semakin besar. Ia tahu tamparan itu bukan hanya melukai fisik Liora, tetapi juga melukai kepercayaan di antara mereka.

"Li, aku benar-benar minta maaf… aku khilaf. Aku tidak berpikir panjang." ucap Salsa lagi dengan nada memohon.

Namun Liora hanya menarik tangannya perlahan dari genggaman Salsa.

"Aku datang ke rumahmu untuk berbagi cerita seperti yang biasa kita lakukan Sa. Tapi yang kudapat justru tamparan tanpa alasan." lirih Liora

setiap kata yang keluar dari mulutnya terdengar tenang, tapi penuh makna. Membuat Salsa semakin merasa bersalah.

Di sisi lain, Kevandra hanya memperhatikan semua itu dengan ekspresi datar namun tegas. Di matanya, tindakan Salsa malam ini sudah melewati batas kewajaran.

"Kamu seharusnya berpikir sebelum bertindak." ujar Kevandra dingin.

"Bukan menyakiti orang lain hanya karena cemburu yang tidak berdasar."

Salsa menunduk. Untuk pertama kalinya, ia merasa benar-benar kehilangan kendali atas situasi.

Sementara itu, Liora diam-diam tersenyum tipis di dalam hatinya.

"Permainan ini baru saja mencapai babak yang semakin menarik Salsa." batin Liora.

Lalu Liora perlahan, tanpa suara, memasukkan sebuah alat kecil ke dalam saku baju tidur yang dikenakan Salsa.

Gerakannya begitu halus dan tenang, seolah ia sudah merencanakan semuanya dengan sangat matang sejak awal. Benda itu telah ia dapatkan sebelum menghampiri Kevandra tadi, dan kini menjadi bagian penting dari rencana besarnya.

Salsa sama sekali tidak menyadari apa yang baru saja terjadi.

Sementara itu Kevandra masih berdiri dengan ekspresi dingin, memandangi Salsa yang tertunduk penuh rasa bersalah. Ketegangan di antara mereka semakin terasa, namun Liora memilih untuk tidak menambahkan sepatah kata pun lagi.

Baginya, malam ini bukan tentang penjelasan, melainkan tentang langkah awal dari permainan yang sudah ia susun rapi.

Tanpa menoleh kembali, Liora melangkah perlahan meninggalkan Salsa dan Kevandra. Langkah kakinya terdengar ringan, tetapi menyimpan makna yang begitu dalam.

Keheningan kembali menyelimuti ruang keluarga.

Suasana malam terasa semakin dingin, seolah ikut menggambarkan hubungan yang mulai retak di antara mereka. Salsa berdiri mematung, masih dikuasai rasa bersalah dan takut, sementara Kevandra hanya menatapnya dengan sorot mata penuh kekecewaan.

Hanya dua hati yang kini sama-sama dipenuhi pertanyaan, tanpa menyadari bahwa seseorang baru saja menanamkan bom waktu di tengah-tengah kehidupan mereka.

Dan kini Liora berjalan menjauh dengan senyum tipis yang nyaris tak terlihat."Selamat datang di dalam permainanku Salsa." gumam Liora dengan wajah datar dan dingin.

Sementara di ruang keluarga, suasana masih diselimuti keheningan yang menyesakkan.

Kevandra berdiri dengan raut wajah dingin, menatap Salsa yang kini hanya bisa terdiam dengan kepala tertunduk. Tidak ada lagi kemarahan yang meledak, yang tersisa hanyalah kekecewaan mendalam.

"Lain kali cari tau dulu apa yang terjadi sebelum bertindak." ucap Kevandra akhirnya memecah sunyi. Suaranya datar, tetapi sarat makna.

"Dia sahabatmu dan juga tamumu. Tidak sepantasnya kamu melakukan itu." lanjut Kevandra, setiap kata yang keluar dari mulutnya terasa seperti tamparan bagi Salsa, bahkan lebih menyakitkan daripada tamparan yang baru saja ia layangkan pada Liora.

Salsa menggigit bibirnya, ingin membela diri, ingin menjelaskan bahwa semua itu terjadi karena cemburu dan emosi sesaat. Namun entah mengapa lidahnya terasa kelu. Tidak ada satu pun kalimat yang mampu ia ucapkan.

Setelah mengatakan itu, Kevandra tidak menunggu jawaban.

Ia berbalik dan melangkah pergi meninggalkan Salsa seorang diri di ruang keluarga.

"Sial! Apa yang aku lakukan? Bisa-bisanya aku kehilangan kendali seperti itu!" batin Salsa dengan napas memburu.

Tangannya gemetar perlahan saat mengingat kembali tamparan yang baru saja ia layangkan pada Liora. Penyesalan mulai merambat di hatinya, tetapi semuanya sudah terlambat.

1
Mingyu gf😘
jewer aja lucas bund😄😄
Mingyu gf😘
berikan fakktaa
Mingyu gf😘
Heh padahal liora sudah membagi apa saja yang dia punya sama kamu, kamu aja yg gak tau diri
Mingyu gf😘
Cepay bisma aku tunggu pertunjukan darimu
Mingyu gf😘
yahh kembar ternyata😅
Mingyu gf😘
ihh ngerii
Mingyu gf😘
Beginilah sampah, dia yang salah dia yg mau balas dendam
Indira Mr
ayo dengarkan cepat...bu Almira..🚀🚀🚀
Indira Mr
ya kan pacaran
Indira Mr
ternyata. ..cuma sandiwara..kau dipermainkan olehnya kevandra..
Indira Mr
Kevandra suka Salsa..😭😭😭
PrettyDuck
lah? cepet amat berubah moodnya kevannn.
kentang banget ini 😭
PrettyDuck
bohong bu. abis ketemu cowoknya dia.
MARDONI
bikin adrenalin naik deh bab ini!!! 😤 Liora benar-benar sudah keluar dari bayangan aja deh, malah langsung kasih 'bom informasi' sama Pak Bagaskara dan bisikin kata-kata menyakitin ke Salsa! Bikin Salsa langsung geram tapi tetap harus nahanin. Terus Raka malah masih cuek aja bahkan godain Salsa - padahal kalo Kevandra tahu nih bisa jadi masalah besar banget! 😱 Eh Kevandra malah pulang cepet, bikin penasaran apakah dia udah curiga atau hanya mau cari tahu aja sama Salsa? Dan Salsa malah punya niat untuk merebut Raka secara terang-terangan dari Liora - seru banget nih duelnya bakal seperti apa ya?!
Panda
tapi kevan juga tipikal yang gampang oleng

cepet banget dia bersimpati dan ada tanda peduli lebih

kalau posisinya dibalik dia pun berpotensi selingkuh juga kaya Raka hadehhh...

ku tak jadi kibarkan bendera hijau

padahal sempet simpati sama dia ni 😏
Panda
yaaa elaaa kevan sama aja ini cepet kepancing juga ini mah dia sama cewek kakkk

bahaya ga jadi green flag
Wida_Ast Jcy
untung juga ya ada lucas thor
Wida_Ast Jcy
waduh... sakit gak tu Sa... dibilang begitu🤭🤭🤭
Wida_Ast Jcy
nah tu kan malu. menyesal akhirnya tiada guna dech
Wida_Ast Jcy
syukuri dech kena talak kan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!