Kehidupan Jasmine sebagai pemimpin tunggal wilayah Alistair berubah drastis saat dia menyadari keganjilan pada pertumbuhan putra kembarnya, Lucian dan Leo. Di balik wajah mungil mereka, tersimpan kekuatan dan insting yang tidak manusiawi.
Tabir rahasia akhirnya tersingkap saat Nyonya Kimberly mengungkap jati dirinya yang sebenarnya, sebuah garis keturunan manusia serigala yang selama ini bersembunyi di balik gelar bangsawan.
Di tengah pergolakan batin Jasmine menerima kenyataan tersebut, sebuah harapan sekaligus luka baru muncul, fakta bahwa Lucas Alistair ternyata masih hidup dan tengah berada di tangan musuh.
Jasmine harus berdiri tegak di atas dua pilihan sulit, menyembunyikan rahasia darah putra-putranya dari kejaran para pemburu, atau mempertaruhkan segalanya untuk menjemput kembali sang suami.
"Darah Alistair tidak pernah benar-benar padam, dan kini sang Alpha telah terbangun untuk menuntut balas."
Akankah perjuangan ini berakhir dengan kebahagiaan abadi sebagai garis finis?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MEMANGGIL YANG TERSISA
"Bagus! Kau mulai menggunakan otakmu untuk bertarung, bukan hanya ototmu, tapi Jasmine, musuhmu tidak akan memberi jarak," ucap Nyonya Kimberly, kembali menyerang, kali ini dengan intensitas ganda.
Suara benturan kulit dan napas yang memburu bergema di ruangan luas itu.
Jasmine mulai bisa membaca ritme, yaitu dia tidak lagi mencoba menandingi kecepatan kilat itu, melainkan memprediksi ke mana arah angin bergerak sebelum serangan tiba.
Selama berjam-jam, Jasmine dipaksa melampaui batas kemampuannya, Nyonya Kimberly tidak memberikan belas kasihan.
Wanita paruh baya yang biasa selalu memanjakan Jasmine itu, kini menyerang Jasmine dari berbagai sudut, memaksa Jasmine untuk tidak hanya menggunakan mata, tetapi juga indra peraba dan pendengaran.
"Gunakan instingmu! Rasakan pergerakan udara di sekitarmu!" teriak Nyonya Kimberly.
Beberapa kali Jasmine jatuh bangun, napasnya tersengal, keringat membanjiri wajahnya, namun setiap kali dia jatuh, bayangan wajah Lucas yang tersiksa membuatnya bangkit kembali.
"Lagi!" seru Jasmine sambil menyeka darah di sudut bibirnya.
Nyonya Kimberly berhenti sejenak, menatap menantunya dengan kagum yang tersembunyi.
"Kau punya kemauan yang lebih keras dari baja, Jasmine, baiklah, kita masuk ke tahap selanjutnya," ucap Nyonya Kimberly mengeluarkan sebuah lencana perak miliknya yang serupa dengan milik Lucas.
"Lencana ini bukan sekadar perhiasan, tapi ini adalah alat komunikasi energi, karena kamu tidak punya kekuatan serigala, kamu harus belajar bagaimana meminjam aura dari lencana ini untuk memperkuat indra mu. Fokuskan pikiranmu pada Lucas, rasakan detak jantungnya yang jauh di sana," ucap Nyonya Kimberly, menjelaskan.
Jasmine memejamkan mata, menggenggam lencana perak di lehernya erat-erat hingga telapak tangannya memerah.
"Lucas... berikan aku sedikit kekuatanmu..." batin Jasmine, memfokuskan pikiran nya.
Tiba-tiba, udara di sekitar Jasmine mendingin, sebuah aura biru tipis, mirip dengan aura Lucas, mulai menyelimuti tubuh Jasmine.
Mata Jasmine terbuka, dan untuk sesaat, pupil mata Jasmine berubah menjadi lebih tajam.
"Sekarang, serang aku!" perintah Nyonya Kimberly, karas saat dia samar-samar, merasakan aura Lucas
Wush
Jasmine bergerak, kali ini, gerakannya tidak lagi kaku, dia meluncur di lantai, menghindari serangan Nyonya Kimberly dengan kelincahan yang tidak masuk akal bagi manusia biasa, dan berhasil menyentuh jubah Nyonya Kimberly dengan ujung jarinya.
Hap
Brak
"Luar biasa! Kau berhasil menarik energi dari ikatan batinmu dengan Lucas, meskipun kamu manusia, kamu sekarang adalah pendamping serigala yang sebenarnya," ucap Ratu Nyonya Kimberly melompat mundur dan tertawa bangga.
Jasmine jatuh terduduk, aura biru itu menghilang, dan tubuhnya terasa seperti dipukuli ribuan palu.
"Kamu akan memar-memar besok pagi, Jasmine," ucap Nyonya Kimberly sambil mendekat dan memberikan botol ramuan herbal untuk diminum.
"Tapi kamu harus siap, karena besok pagi, kamu adalah Pelatih bagi anak-anak dan para ksatria! Jangan biarkan mereka melihat kelemahanmu!" ucap Nyonya Kimberly, memberikan peringatan tegas.
"Aku mengerti, Ibu, terima kasih," jawab Jasmine dengan suara parau namun penuh tekad.
"Kau benar-benar bunga beracun, Jasmine," bisik Nyonya Kimberly sambil mengelus rambut menantunya.
"Steven benar, aku tidak salah memilihmu untuk Lucas," lanjut Nyonya Kimberly, tersenyum kecil.
Setelah sesi latihan fisik yang menguras tenaga itu berakhir, Nyonya Kimberly tidak membiarkan Jasmine pergi begitu saja, dia menahan tangan menantunya, matanya yang berwarna kuning keemasan menatap lurus ke arah jendela besar yang menghadap ke pegunungan bersalju di utara.
"Jasmine, sepuluh ksatria Serigala Hitam itu adalah pasukan elit manusia yang hebat, tapi untuk meruntuhkan benteng sihir hitam, kita butuh sesuatu yang lebih liar," ucap Nyonya Kimberly pelan, namun getaran dalam suaranya terasa sangat kuat.
"Maksud nya klan Ibu? Bukankah Ibu bilang mereka sudah punah?" tanya Jasmine mengernyitkan dahi, mencoba menahan rasa nyeri di tubuhnya.
"Klan serigala utara tidak pernah benar-benar punah, Jasmine, kami hanya belajar untuk bersembunyi di balik bayang-bayang selama puluhan tahun setelah perburuan besar itu, ada beberapa yang tersisa, dan kami tersebar, hidup sebagai pemburu, pengelana, atau penjaga hutan yang kesepian," jawab Nyonya Kimberly tersenyum pahit.
Jasmine tidak menyela pembicaraan ibu mertua nya, dia mendengar kan dengan seksama.
Nyonya Kimberly melangkah ke tengah aula, lalu dia melepaskan sarung tangan kulitnya, menyingkap telapak tangannya.
Nyonya Kimberly mengambil sebuah belati perak kecil dan menggores telapak tangannya sendiri tanpa berkedip.
Sret
Tes
Tes
Tes
Darah merah pekat menetes ke lantai kayu, namun anehnya, darah itu tidak mengalir sembarangan.
Darah itu seolah hidup, membentuk pola lingkaran sihir kuno yang bercahaya keemasan.
"Jasmine, lihatlah, ini adalah cara kami berkomunikasi melintasi jarak ribuan mil," bisik Nyonya Kimberly.
Nyonya Kimberly kemudian menarik napas dalam-dalam, dadanya membusung, dan tiba-tiba, sebuah lolongan panjang yang menyayat hati keluar dari kerongkongannya.
Suara itu bukan suara manusia, melainkan suara serigala yang memanggil kawanannya untuk berperang.
Auuuuuuuuuuuuuuu!
Suara itu bergema, menembus dinding tebal kediaman Alistair, melesat keluar menuju hutan-hutan gelap dan gunung-gunung es yang jauh di sana.
Selama beberapa menit, kesunyian yang mencekam menyelimuti ruangan.
Bahkan Jasmine sampai menahan napasnya, matanya tertuju pada lingkaran darah di lantai yang mulai berdenyut.
Tiba-tiba, dari kejauhan, begitu jauh hingga hanya indra serigala yang bisa mendengarnya, terdengar suara balasan.
Auuuuuu...
Auuuuuu...
Satu, dua, lalu tiga lolongan balasan terdengar dari berbagai arah yang berbeda.
"Mereka mendengar," gumam Nyonya Kimberly, matanya berkaca-kaca.
"Sisa-sisa klan perak, mereka akan datang, mereka tahu bahwa darah keturunan pemimpin mereka sedang dalam bahaya," ucap Nyonya Kimberly, dengan perasaan campur aduk.
Sudah puluhan tahun dirinya dan klan nya yang tersisa bersembunyi, dirinya hanya di kenal dengan Nyonya besar Alistair, sejauh ini tidak ada yang tahu bahwa dirinya adalah keturunan manusia serigala.
"Berapa banyak yang akan datang, Ibu?" tanya Jasmine, merasa merinding dengan kekuatan mistis yang baru saja dia saksikan.
"Mungkin tidak banyak, mungkin hanya tiga atau lima orang, tapi setiap dari mereka setara dengan seratus prajurit manusia. Mereka adalah pemangsa alami bagi para penyihir hitam," jawab Nyonya Kimberly sambil membalut tangannya kembali.
Nyonya Kimberly mendekati Jasmine, memegang kedua bahunya.
"Dengar, Jasmine, saat mereka sampai di sini dalam beberapa hari ke depan, mereka tidak akan tunduk pada siapa pun kecuali pemimpin yang kuat! Mereka tidak peduli pada gelar Duches mu!" ucap Nyonya Kimberly memperingatkan, dengan tegas dan penuh penakanan.
"Lalu, apa yang harus kulakukan agar mereka mau bekerja sama dengan rencana gila ilmu pengetahuanku?" tanya Jasmine menantang.
"Kamu harus menunjukkan pada mereka bahwa otak manusiamu bisa menciptakan taring yang lebih tajam dari kuku mereka, dan kamu harus membuktikan bahwa kamu layak memimpin para predator itu," jawab Nyonya Kimberly tegas.
"Kalau begitu, aku akan menunjukkan pada mereka bagaimana belerang dan bubuk mesiu bisa merobek langit, aku akan membuat mereka melihat bahwa ilmu pengetahuan adalah sihir yang sebenarnya," ucap Jasmine menganggukkan kepalanya, tatapannya berubah menjadi sangat dingin dan penuh perhitungan.