Di dunia di mana Peringkat Bakat adalah hukum tertinggi, Lu Chen hanyalah sebutir debu. Saat Upacara Penentuan Takdir, dia dipermalukan di depan seluruh sekte karena hanya memiliki bakat F-Rank dengan afinitas spiritual nol. Dunia mencapnya sebagai sampah, namun mereka tidak tahu bahwa Lu Chen menyembunyikan sistem SSS+ "Omnipotence Mask" yang mampu menutupi keberadaan aslinya dari mata dewa sekalipun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kaka's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19: Konfrontasi di Balik Tirai
Keheningan yang menyusul tawaran 500.000 Batu Roh dari Lu Chen terasa lebih berat daripada tekanan gravitasi di Lembah Dewa. Di lantai bawah, para pedagang kaya menelan ludah, sementara para kultivator tingkat tinggi mulai saling berbisik, mencoba menerka identitas pria di pojok ruangan yang tampak begitu biasa namun memiliki kekayaan yang tak masuk akal.
Di balik tirai merah lantai atas, aura dingin menyebar. Putri Salju, yang memiliki nama asli Yue Bing, mengepalkan tangannya di atas pegangan kursi gioknya. Baginya, Batu Meteorit Jiwa Naga bukan sekadar koleksi; itu adalah satu-satunya bahan yang mampu menetralkan kutukan es abadi yang membekukan jantung ayahnya, Sang Kaisar Utara.
"Enam ratus ribu," suara Yue Bing terdengar bergetar, bukan karena takut, melainkan karena kemarahan yang tertahan.
Lu Chen meletakkan cangkir tehnya. Ia bisa merasakan tatapan tajam Yue Bing yang mencoba menembus penyamarannya.
[Ding! Analisis Psikologis Target Terdeteksi.]
[Target: Yue Bing sedang dalam kondisi emosional yang tidak stabil. Tekanan spiritualnya meningkat.]
[Saran: Gunakan teknik 'Intimidasi Tak Terlihat' melalui koneksi Ignis.]
"Satu juta Batu Roh Tingkat Menengah," ucap Lu Chen tanpa ragu.
Gubrak! Seorang pedagang di barisan depan benar-benar jatuh dari kursinya. Satu juta? Angka itu cukup untuk membeli sebuah kota kecil atau mendanai pasukan perang selama satu dekade. Juru lelang wanita di panggung sampai lupa cara bernapas. Tangannya yang memegang palu gemetar hebat.
"Tuan... Tuan Lin, apakah Anda yakin dengan jumlah tersebut?" tanya juru lelang dengan suara parau.
"Uang bukan masalah bagiku," jawab Lu Chen datar. "Masalahnya adalah, apakah barang itu sudah bisa kuterima sekarang?"
Di balkon atas, Yue Bing berdiri. Ia menyibak tirai merahnya, menampakkan wajahnya yang luar biasa cantik namun seputih salju, dengan mata biru kristal yang memancarkan kedinginan absolut. "Tuan Lin, aku tidak tahu dari mana asalmu. Tapi menantang Kekaisaran Utara di tempat umum seperti ini bukanlah tindakan yang bijaksana. Batu itu adalah milikku."
Lu Chen akhirnya mendongak. Di bawah penyamaran wajah "Lin Feng" yang kusam, matanya berkilat sesaat. "Dunia kultivasi tidak peduli pada siapa yang lebih bijaksana, Tuan Putri. Dunia ini hanya peduli pada siapa yang mampu membayar harganya. Jika kau tidak bisa menawar lebih tinggi, silakan duduk kembali."
"Lu Chen, kau benar-benar tidak punya rasa hormat pada wanita cantik, ya?" Ignis terkikeh di dalam lengan bajunya. "Tapi aku suka cara kau membuatnya kesal. Emosinya membuat energi es di tubuhnya menjadi tidak stabil, sangat lezat untuk dirasakan."
Yue Bing tidak lagi menawar. Ia tahu bahwa secara finansial, ia tidak membawa sumber daya sebanyak itu untuk lelang hari ini. Namun, ia tidak akan menyerah. Ia memberikan isyarat kepada pengawalnya yang berdiri di bayang-bayang.
"Satu juta batu roh, tiga kali! Terjual kepada Tuan Lin di lantai tiga!" Ketuk palu juru lelang menandai berakhirnya lelang barang tersebut.
Lu Chen segera bangkit. Ia tidak menunggu lelang berakhir sepenuhnya. Setelah menyelesaikan administrasi dan menyerahkan cincin ruang berisi tumpukan batu roh (hasil rampasan dari gudang rahasia Sekte Langit Biru), ia menerima kotak es berisi batu meteorit tersebut.
Begitu ia melangkah keluar dari aula lelang menuju lorong keluar yang sepi, suhu di sekitarnya mendadak turun drastis. Kristal es mulai merambat di dinding marmer.
"Berhenti di sana," suara Yue Bing terdengar dari belakangnya. Ia tidak lagi sendirian. Dua pria paruh baya dengan aura Tahap Inti Emas Level 8 berdiri di sampingnya, tangan mereka sudah berada di gagang pedang.
Lu Chen berhenti, namun ia tidak berbalik. "Tuan Putri, mencuri setelah kalah lelang adalah tindakan yang sangat tidak terhormat bagi seorang bangsawan."
"Aku tidak ingin mencurinya," Yue Bing melangkah maju, setiap langkahnya membekukan lantai. "Aku ingin membelinya darimu. Sebutkan harganya, atau katakan apa yang kau inginkan. Aku sangat membutuhkan batu itu untuk menyelamatkan nyawa ayahku."
Lu Chen berbalik perlahan. Di bahunya, Ignis sedikit menampakkan wujud aslinya—seekor semut dengan mata merah yang membara. "Ayahmu terkena Kutukan Es Jiwa, bukan? Batu meteorit ini memang bisa menekan kutukan itu, tapi tidak akan bisa menyembuhkannya."
Yue Bing tertegun. "Bagaimana kau tahu?"
"Karena batu ini mengandung esensi naga api yang liar. Jika kau memberikannya kepada seseorang yang jantungnya sudah beku, esensi ini justru akan meledakkan jantungnya dari dalam," Lu Chen menjelaskan dengan nada dingin. "Kau hanya akan mempercepat kematiannya."
Wajah Yue Bing menjadi pucat pasi. "Lalu... lalu apa yang harus kulakukan? Ini adalah satu-satunya harapan kami!"
Lu Chen menatap batu di tangannya, lalu menatap Yue Bing. Sebuah rencana baru terbentuk di pikirannya. Ia membutuhkan sekutu di utara untuk menghadapi Sekte Pedang Suci nantinya.
"Aku bisa menyembuhkannya," ucap Lu Chen pelan. "Bukan dengan batu ini, tapi dengan api asliku. Namun, harganya akan sangat mahal."
Kedua pengawal Yue Bing tertawa mengejek. "Kau? Seorang pedagang kelas teri ingin menyembuhkan kutukan yang bahkan tabib kekaisaran pun menyerah? Jangan membual!"
Salah satu pengawal itu kehilangan kesabaran dan menghunus pedangnya, mengarahkannya ke leher Lu Chen. "Serahkan batunya sekarang, atau kepalamu akan menggelinding!"
Lu Chen menghela napas. "Manusia memang selalu memilih jalan yang sulit."
Tanpa menggerakkan tangan, Lu Chen melepaskan sedikit aura dari Divine Core-nya.
BOOM!
Sebuah tekanan spiritual yang begitu murni dan purba meledak di lorong itu. Kedua pengawal tadi terhempas ke dinding hingga retak, pedang mereka hancur berkeping-keping. Mereka bahkan tidak bisa berteriak sebelum akhirnya pingsan karena tekanan jiwa yang terlalu besar.
Yue Bing membeku—kali ini bukan karena kekuatannya sendiri, melainkan karena ketakutan. Ia melihat sosok di depannya bukan lagi seorang pedagang antik, melainkan sesosok monster yang menyamar dalam kulit manusia.
"Sekarang," Lu Chen melangkah mendekati Yue Bing hingga wajah mereka hanya berjarak beberapa inci, "apakah kau masih ingin bicara tentang harga, atau kau ingin aku benar-benar menjadi 'bencana' bagi kerajaanmu?"
Ignis merayap keluar ke kerah baju Lu Chen, mengeluarkan desisan naga yang membuat jiwa Yue Bing bergetar.
[Ding! Target 'Yue Bing' telah tunduk secara mental.]
[Misi Tersembunyi Selesai: Menundukkan Putri Utara.]
[Hadiah: Akses ke Peta Rahasia Kekaisaran Utara.]
"Tolong..." bisik Yue Bing, air mata mulai menggenang di matanya yang indah. "Tolong selamatkan ayahku. Apapun yang kau minta... aku akan memberikannya."
Lu Chen tersenyum tipis di balik topeng sistemnya. "Bagus. Kita berangkat ke Utara malam ini. Tapi ingat, Yue Bing... jika kau mencoba mengkhianatiku, es di kerajaanmu tidak akan cukup dingin untuk memadamkan api yang akan kubawa."