NovelToon NovelToon
Biar Aku Yang Pergi

Biar Aku Yang Pergi

Status: tamat
Genre:Berbaikan / Penyesalan Suami / Keluarga / Konflik etika / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Biru_Muda

Jangan menikah saat hati kita belum bisa move on dan berdamai dari masa lalu, karena yang akan dirugikan tak hanya diri sendiri, namun juga pasangan baru kita. Hal itu yang pada akhirnya menjadi konflik pada hubungan Rania dan juga Andreas. Pernikahan mereka di ambang pada perpisahan karena masa lalu Andreas tiba-tiba datang ditengah-tengah mereka, terlebih sikap Andreas yang dingin dan cuek membuat Rania lelah untuk terus bertahan pada pernikahannya, karena seolah hanya dia yang selama ini memperjuangkan hubungannya. Ia pun akhirnya memilih untuk pergi. Tapi, bisakah ia pergi? Terlebih Saat Suaminya yang dulu dingin, tiba-tiba berubah dan jadi lebih perduli dengannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Biru_Muda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Banyak Pikiran

Seperti dalam bayangan, Rania memang terlihat tidak baik-baik saja. Ia berada dirumah sakit seorang diri tanpa ada yang menemani.

Ia kerumah sakit setelah merasakan kram diperutnya. Wajahnya terlihat pucat dan tubuhnya terasa lemas.

"Ibu Rania, sebaiknya sekarang anda harus istirahat total dan berhenti memikirkan yang tidak perlu"

"Anda juga harus banyak makan agar kondisi anda cepat pulih, mengingat kondisi tubuh anda yang lemah karena kekurangan cairan"

Rania hanya diam mendengarkan ucapan dokter yang menanganinya saat ini. Ia tersenyum sedih memikirkan dirinya yang terbaring dirumah sakit seorang diri, dan bukan kali pertama ia datang kerumah sakit untuk memeriksakan kondisinya yang lagi sakit, ini adalah kali ke lima ia sering mengalami kram perut dan asam lambung. Dan saat ini adalah yang terparah untuknya karena benar-benar terasa nyeri dan sulit untuk sekedar meminum obat.

"Katanya aku terlalu banyak pikiran"

Ia tertawa kecil begitu mengetahui faktor utama dari penyakitnya adalah terlalu banyak pikiran.

"Padahal aku harus bicara dengannya hari ini" Ucapnya yang tak berdaya di atas ranjang rumah sakit.

"Tapi, dia juga tidak akan perduli aku ada dimana"

Tertawa getir melihat keadaanya sekarang. Namun, ia mencoba menutup kedua matanya sejenak untuk istirahat dari beban yang menghantui hidupnya.

"Untuk sekarang aku hanya ingin tidur"

Ia benar-benar tertidur tanpa menyadari ada seseorang yang datang menjenguknya. Orang itu menatap tubuhnya yang sedang terbaring dengan infus ditangan dan wajahnya yang terlihat pucat.

Ekspresi wajah dari orang itu terlihat tak percaya dengan apa yang ia lihat, ia terdiam dengan reaksi yang sedikit menyesal. Benar, ia terlihat sedih melihat Rania terbaring lemah diranjang rumah sakit. Orang itu tak lain adalah Andreas, suami dari Rania itu sendiri.

Sesaat setelah ia selesai menerima telfon dari omanya, tenryata Andreas mencoba untuk menelfon bibi pengurus rumah dan menanyakan keberadaan istrinya dan benar saja istrinya itu tidak berada di dalam rumah dan keluar tanpa membawa ponselnya.

"Tolong cari tahu dimana istriku sekarang, lakukan dengan setenang mungkin tanpa menimbulkan kegaduhan"

Begitulah perintahnya pada Rendy dan ia pun akhirnya bisa menemukan keberadaan istrinya yang ternyata sedang ada dirumah sakit. Walau ia harus menunggu sekitar 3 jam untuk akhirnya bisa tahu dimana istrinya itu berada.

"Sebenarnya ada apa dengannya?"

Andreas bertanya-tanya pada perubahan sikap istrinya itu.

...

Tak lama, Rania pun bangun dari tidurnya setelah lebih dari 1 jam ia tertidur, namun ia tak mengetahui bahwa suaminya itu sempat menjenguknya karena Andreas langsung pergi begitu ada panggilan telfon. Kembali menyisakan dirinya seorang diri di dalam ruangan yang sunyi dan sepi.

"Entah mengapa aku merasa tenang berada disini"

Rania merasakan perasaan tenang walau saat ini ia sedang dibalut infus ditangannya dan ada bau obat yang sedang mengelilinginya. Ada ketenangan yang tak bisa ia gambarkan dan itu sedikit melegakan karena setidaknya ia bisa sejenak merasakan kebebasan. Dan ia benar-benar mencoba untuk tak lagi memikirkan hal-hal yang tak perlu seperti apa yang disarankan oleh dokter.

"Sudah jam berapa ini, ya?"

Pandangannya teralihkan pada arah jam yang ternyata sudah menunjukkan pukul 22.00 malam.

"Apa aku harus pulang?" Ucapnya yang masih terlau lemah untuk sekedar bangun dari ranjang.

"Sudahlah, sebaiknya besok pagi saja aku pikirkan"

Rania kembali mencoba untuk menutup kedua matanya dan tak lagi memikirkan yang lainnya.

1
Diana
awas, ulat Keket si terus.
Diana
kalau sudah pergi baru merasa kehilangan, terlambat sih!!
Diana
Hhmm, bagus ceritanya author!
semangat untuk cerita selanjutnya!!
Cheng Nyo
👍
awesome moment
tu kn...instink misua yg mo brubah..tajam y
awesome moment
syg.nya...rada over. btooll, andre salah mengabaikan. salah g peduli. tp...materi tercukupi. alasan menghukum kurang kuat. alasan utk minta pisahpun...di PA akan diragukan. krn...soal komunikasi. andre g slengki. g madat. g main. materi di cukupi. hnya...komunikasi...mampet. jk sdh brubah dan mau beri kesempatan y...jgn malah bikin dosa baru
awesome moment
pernikahan tu usaha berdua..terutama imam. krn penentu arah..sdh banyak contoh. slama misua keukeuh dgn janjinya...aman. disokong dgn kepatuhan pasangan..tp klo...misua keukeuh tp psangan g patuh yoo bubar
awesome moment
btoolll. mrk sdg menata smuanya kembali dan bikin 😭😭😭
awesome moment
pelan2. menyembuhkan luka krn pengabaian tu...butuh usaha yg istimewa
awesome moment
untg msh bisa diselamatkan
awesome moment
jauhnya jarak hati rania dan andreas tergambar jelas bgts. smua msh dri rania. krn mmg dia yg berjuang sndiri
Nafisa
gak pas tempat curhat rania... awalnya aku menyalahkan sikap anreas.... tp lama 2 aku KESEL sama ranianya
Nafisa
bodoh ranianya... aib sendiri ko di umbar ke semua orang
PNC
apa blm ada HP
apa ga punya no HP istrinya
Sri Peni
nah ini cerita yg bagus.. g perlu drama kawin cerai.. atau menghakimi tokoh dgn kejadian yg tragis
Budi Herman
kok kesel y jd nya sama tokoh rania. sebagai istri kewajiban harus d jalankn, apalagi suami nya sudah sediki demi sedikit merubah sikap nya. q pun pernah ngalami kejadian awal nikah. tp ketika suami memberikan nafkah, q sebagai istri merasa berdosa klw menunda kewajiban sebagai istri. 1minggu rasa nya dosa nya numpuk apalagi 3tahun. klw d dunia nyata mungkin suami dah jajan d luar. aneh....
Natasia June
mmeeemmbosankan, ni kalo kejadian beneran bukan novel pasti salah satu dah minggat, hanya mengulang2 kalimat dan kejadian yg sama, mengungkit2...tapi maklum, adanya di dunia novel
Iryani levana khrisna Khrisna
terimakasih Thor semangat dalam berkarya
Isabela Devi
kenapa harus menyesal Andrean
Sumiyati Yati
cerita nya membosankan dan kurang greget,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!