Mei Lian putri dari kerjaan Cheng yang menikah dengan Kaisar perang dari kerjaan Yan , karena perjodohan .
Mei Lian sangatlah bahagia dengan pernikahan nya itu , karena memang sudah lama ia mengagumi sosok Kaisar perang yang sangat hebat dari kerjaan Yan , tapi tak disangka ternyata Kaisar dari kerjaan Yan tidak lah menyukai Mei Lian , Kaisar yang terkenal dengan kehebatannya di dunia perang itu seketika berubah menjadi kejam dan sering menyiksa Mei Lian di dalam istananya .
apa yang membuat Kaisar tidak menyukai Mei Lian. ?
dan apa kah Mei Lian sanggup bertahan dengan perlakuan kasar suaminya , atau justru ia menyerah dan memberikan raganya kepada seseorang yang menginginkan kehidupan kedua . ?
seperti apa kisah nya 😅🤭 yang penasaran mampir ya guysss hehehee .... 🥰🥰🤗 .
.
.
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kasmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bakat Yang Tersembunyi
.
.
Mei Lian duduk dengan anggun di hadapan alat musik Guqin dan perlahan jari tengah nya mulai bermain diatas senar , irama musik yang terdengar biasa saja itu mulai terdengar , hingga membuat putri Xi Shi tertawa mendengar nya .
" aku sudah mengatakan jika dia tidak bisa bermain " ucap putri Xi Shi meragukan
Tapi satu detik dua detik perlahan irama musik itu terdengar sangat indah , dan iramanya tidak pernah di denger sebelum nya di dalam istana , semua orang yang ada di aula istana terdiam mendengarnya begitu juga dengan Putri Xi Shi yang sebelum nya sangat meragukan Putri Mei Lian.
" aku belum pernah mendengar Aluna musik seindah ini sebelum nya "
" alunan musik itu terdengar sangat berbeda dari yang lain "
" putri dari kerjaan Cheng memang sangat lah berbakat "
" kaisar sangat beruntung menikah dengan nya putri Mei Lian juga sangat lah terlihat cantik "
" didikan Raja dan Ratu Kerajaan Cheng tidak pernah gagal "
bisikan para tamu mulai terdengar , mereka memuji bakat yang di miliki Mei Lian , bakat yang selama ini wanita itu tidak pernah tunjukkan .
semakin lama Mei Lian bermain irama musik itu semakin terdengar indah hingga membuat raja memejamkan matanya menikmati alunan yang sangat indah itu .
Setelah selesai bermain alat musik Guqin , Mei Lian menunduk hormat dan kembali duduk di kursi nya tepuk tangan meria terdengar, bukan hanya tamu undangan saja tapi Raja dan Ratu juga ikut bertepuk tangan, segala pujian dari tamu yang hadir itu terdengar sangat jelas dan tentu saja Putri Xi Shi kembali mengepalkan kedua tangannya dengan amarah nya yang menggebu-gebu .
" Permaisuri Mei Lian sangat lah hebat .... " ucap Permaisuri Yang Zi memuji
Mei Lian hanya tersenyum kepada kakak iparnya itu , sedangkan Liu Che ia menatap wanita cantik itu dengan lekat , selama satu tahun ini Mei Lian menjadi istri nya dan ini lah pertama kali nya ia melihat Mei Lian bermain musik dan alunan musik nya terdengar sangatlah indah .
acara semakin berlanjut hingga membuat Mei Lian menguap wanita cantik itu sangat lah bosan dengan pesta ini .
" Hey kaisar jelek .... punggungku sangat pegal bisa kua memijit nya nanti " Mei Lian menepuk pundak Liu Che dengan keras hingga membuat tubuh Liu Che terdorong ke depan karena pria itu tidak siap .
Liu Che ia menatap tajam Mei Lian yang menatap malas dirinya , setelah nya Liu Che ia membersihkan pundak nya bekas pegangan tangan Mei Lian seakan sentuhan tangan Mei Lian di pakai nya itu kuman yang sangat menjijikan .
" sok bersih banget sih " gumam Mei Lian
hingga acara pun selesai , semua nya memberikan selamat dan pujian kepada Kaisar Liu Che yang kembali memenangkan perang .
Mei Lian ia memilih melangkah keluar dari Aula istana mencari keberadaan pelayan setia nya .
" Miss ... " Jia Li berlari kearah nya seraya tersenyum
Mei Lian menghentikan langkah nya dan menatap datar Jia Li yang entah dari mana itu " kau dari mana. ... ? kenapa baru muncul sekarang ? " tanya Mei Lian berkacak pinggang menatap Jia Li yang tersenyum
" saya habis jalan-jalan mengelilingi istana ini Miss .... Lagian kan saya juga tidak bisa bergabung bersama anda di pesta " jelas Jia Li dengan menunduk
Mei Lian menghela napasnya dengan kasar " ayo aku ingin istirahat ... Rasanya punggung ku sangat lah sakit butuh rebahan ... " ucap Mei Lian melangkah lebih dulu
Jia Li mengikuti sang Nyonya " apa pestanya bagus Miss " tanya Jia Li
" biasa saja .... " jawab Mei Lian
tapi tiba-tiba langkah mereka terhenti saat mendengar suara seseorang yang menghentikan nya " kenapa buruh-buruh sekali " Xi Shi bersama dengan pelayan nya datang menghampiri Mei Lian
Mei Lian kembali menghela napasnya dengan kasar entah apa masalah dirinya kepada wanita yang satu itu sehingga Xi Shi selalu datang dan menganggu ketenangan nya .
" maaf putri Xi Shi ... Miss Mei Lian ingin istirahat jadi bicaranya lain kali saja " ucap Jia Li
" kau tidak berhak berbicara kau hanya lah seorang pelayan rendahan " ucap Bai Lu menunjuk wajah Jia Li
sedangkan Xi Shi ia terdiam mendengar panggilan Jia Li kepada Mei Lian sebelum nya ia tidak lah pernah mendengar bahasa aneh itu
Mei Lian ia membalikkan tubuh nya menatap kearah Xi Shi dan pelayan nya " apa kau tidak mempunyai pekerjaan sehingga kau selalu mengikuti ku kemana pun aku pergi " ucap Mei Lian , sebagian seorang Jenifer Lopez ia sangat tidak suka jika ketenangan nya di ganggu seperti ini.
Xi Shi ia tersenyum tipis seraya melangkah kearah Mei Lian , ia berjalan mengelilingi tubuh Mei Lian seakan meneliti Tubu cantik itu .
Mei Lian hanya berdiri dengan diam seraya memutar bola matanya malas " jika kau ingin mencari gara-gara kepadaku lebih kau pergi saja .... saat ini aku sedang tidak mood berdebat dengan seseorang " ucap Mei Lian ia kembali mengeluarkan bahasa moderen nya yang tidak di mengerti oleh Xi Shi maupun yang lainnya
Xi Shi menghentikan langka nya tepat di hadapan Mei Lian, lorong istana yang saat ini mereka tempati itu sepi tidak ada seorang pun disana kecuali hanya mereka berempat.
Tangannya terangkat dan mengelus dagu Mei Lian dengan jari-jari nya " bahasamu sangat aneh .... Apa kau sedang berpura-pura menjadi orang aneh sehingga Kaisar Liu Che merasa kasihan kepadamu dan tidak jadi menghukum mu _ " ucapan Xi Shi terhenti saat tangan Mei Lian tiba-tiba menggenggam tangannya nya dengan kuat .
Mei Lian menatap tajam Xi Shi , ia bukalah lah Mei Lian yang bisa seenaknya di perlakukan seperti ini ia adalah Jenifer Lopez yang seorang pun tidak ada yang berani menyentuh nya seperti ini , bahkan mendengar nama nya pun orang akan gemetaran .
Xi Shi ia meringis kesakitan karena genggaman tangan Mei Lian sangat lah kuat dan Xi Shi juga sedikit gemetaran saat melihat tatapan tajam Mei Lian yang tidak seperti biasanya .
" jangan menyentuh ku seperti itu jika kau masih ingin mempunyai tangan " ucap Mei Lian suaranya sangat lah dingin dan penuh penekanan setelah nya ia menghempaskan tangan Xi Shi dengan kuat dan melangkah pergi di ikuti oleh Jia Li yang sangat bangga melihat nyonya nya yang kini sudah berani melawan .
" Aaauuuu .... " Xi Shi meringis memegangi lengah nya yang memerah akibat genggaman tangan Mei Lian , dan dengan cepat Bai Lu menghampiri sang Nyonya .
" tangan anda memerah nyonya .... Ayo kita obati segera " ucap Bai Lu dengan khawatir
Xi Shi diam ia terus menatap punggung Mei Lian yang melangkah semakin jauh " aku akan memberikan dia pelajaran , aku akan memastikan kaisar Liu Che akan menghukum nya dengan berat " ucap Xi Shi
Mei Lian ia terus melangkah dengan tatapan tajamnya , tapi langka nya kembali terhenti saat melihat tiga orang tabib melangkah kearah aula istana .
" Jia Li " ucap Mei Lian
" ya Miss " ucap Jia Li seraya menunduk ia tidak lah berani menatap mata tajam Mei Lian saat ini
" itu kan yang di namakan Tabib .... ? Apa yang ingin mereka lakukan di dalam aula istana ? " tanya Mei Lian
Jia Li melihat kearah tabib yang terlihat berjalan terburu-buru masuk kedalam aula istana .
" iya Miss itu lah yang di namakan tabib .... sepertinya saat ini pangeran pertama kembali sakit " Jelas Jia Li
Mei Lian mengerutkan keningnya mendengar penjelasan dari Jia Li.
.
.
.
Dua bab lainnya menyusul ya guyss 🙏😊 maaf jika ada typo nya atau kata yang kurang tepat , mohon koreksinya yaaaa 🙏😊😊🤗.
.
.
lanjut up lagi thor💪💪💪💪💪