NovelToon NovelToon
Gadis Yang Terlupakan

Gadis Yang Terlupakan

Status: tamat
Genre:Keluarga / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / CEO / Romantis / Cinta Murni / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.5
Nama Author: Cumi kecil

Ayla tumbuh sebagai gadis yang terasingkan di rumahnya sendiri. Sejak kecil, kasih sayang kedua orang tuanya lebih banyak tercurah pada sang kakak, Aluna gadis cantik yang selalu dipuja dan dimanjakan. Ayla hanya menjadi bayangan, tak pernah dianggap penting. Luka itu semakin dalam ketika ia harus merelakan cinta pertamanya, Arga, demi kebahagiaan sang kakak.

Tidak tahan dengan rasa sakit yang menjerat, Ayla memilih pergi dari rumah dan meninggalkan segalanya. Lima tahun kemudian, ia kembali ke ibu kota bukan sebagai gadis lemah yang dulu, melainkan sebagai wanita matang dan cerdas. Atas kepercayaan atasannya, Ayla dipercaya mengelola sebuah perusahaan besar.

Pertemuannya kembali dengan masa lalu keluarga yang pernah menyingkirkannya, kakak yang selalu menjadi pusat segalanya, dan lelaki yang dulu ia tinggalkan membuka kembali luka lama. Namun kali ini, Ayla datang bukan untuk menyerah. Ia datang untuk berdiri tegak, membuktikan bahwa dirinya pantas mendapatkan cinta dan kebahagiaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cumi kecil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27 TAMU TAK DI UNDANG.

Ruang kerja Alya kembali sunyi setelah kepergian Aluna. Denting jarum jam terdengar jelas, menyusup ke telinganya. Ia masih larut dalam tumpukan dokumen yang perlu diperiksa, meski pikirannya sesekali melayang pada pertemuan penuh tensi barusan. Senyum dingin masih tersisa di wajahnya, seakan benteng yang ia bangun semakin kokoh.

Tiba-tiba pintu diketuk. Kali ini berbeda dari Aluna yang masuk tanpa izin, orang di balik pintu itu cukup sopan. Alya menghela napas, lalu memberi izin.

Pintu terbuka perlahan, menampilkan sosok yang tak asing. Arga berdiri di sana, dengan setangkai buket mawar merah segar di tangan kanan, dan sekotak cokelat berbungkus rapi di tangan kiri. Wajahnya terlihat sedikit canggung, seakan tak tahu harus mulai dari mana.

“Alya…” suara Arga terdengar pelan, penuh keragu-raguan. “Aku datang untuk… meminta maaf.”

Alya terdiam. Tatapannya tertuju pada bunga dan cokelat itu. Dua benda sederhana yang mungkin akan membuat wanita lain meleleh, namun bagi Alya, itu hanya permainan klasik. Andai saja Arga berada sepenuhnya di sisinya, mungkin hadiah itu akan terasa manis. Tapi kenyataannya, lelaki itu masih berdiri di persimpangan, terikat oleh keluarga dan tipuan Aluna.

“Kau datang dengan bunga dan cokelat,” ucap Alya tenang, menyandarkan tubuh ke kursi kerjanya. “Apa menurutmu, semua yang kau lakukan bisa ditebus hanya dengan dua benda itu?”

Arga menunduk sedikit, lalu melangkah masuk. Ia meletakkan bunga dan cokelat di meja kerja Alya. “Aku tahu aku salah. Aku terlalu memaksamu waktu itu. Aku… panik. Kondisi Aluna begitu mendesak, dan aku… aku pikir kau bisa menolong. Aku tak bermaksud menyakitimu, Alya.”

Senyum tipis terukir di bibir Alya, namun senyum itu dingin. “Tidak bermaksud menyakiti? Kau menuduhku egois, Arga. Kau bahkan tak memberi kesempatan bagiku untuk bicara. Bagimu, aku selalu salah. Sedangkan Aluna, entah berapa kali ia menipumu, kau tetap memilih untuk percaya.”

Arga terdiam. Kata-kata Alya menohok hatinya. Ia ingin membela diri, namun sulit mencari alasan yang bisa terdengar benar di telinga wanita yang berdiri di depannya itu.

“Alya…” Arga menarik napas dalam. “Aku hanya ingin kau tahu, aku menyesal. Aku tak ingin kehilanganmu. Aku ingin… kita bisa memperbaiki semuanya.”

Alya menegakkan tubuh, menatap Arga tajam. “Memperbaiki? Arga, kau bahkan tidak pernah benar-benar berada di sisiku. Saat aku membutuhkanmu, kau selalu memilih orang lain. Kau bilang tak ingin kehilangan aku, tapi tindakanmu selalu menunjukkan sebaliknya. Jadi, katakan padaku… apa yang sebenarnya kau inginkan dariku?”

Arga maju selangkah, menatap Alya dengan mata penuh harap. “Aku ingin kau percaya padaku. Aku ingin kau mau bersamaku, Alya. Aku… aku ingin kau jadi istriku.”

Ruangan itu hening. Kata-kata Arga menggantung di udara, menciptakan getaran aneh di hati Alya. Sejenak, ia teringat malam ketika lelaki itu berusaha meluluhkan hatinya, malam ketika mereka tenggelam dalam permainan perasaan yang kompleks. Andai saja situasinya berbeda, mungkin ia akan merasa bahagia mendengar pengakuan itu.

Namun Alya bukan wanita bodoh. Ia tahu, janji manis Arga tak akan bertahan lama jika keluarganya kembali menekan. Apalagi, selama ini Aluna terus berhasil memainkan peran korban di hadapan semua orang.

“Pernikahan?” Alya mengulang pelan, suaranya penuh ironi. “Kau ingin aku menikah denganmu, tapi di saat yang sama, kau masih terikat dengan drama Aluna dan keluarganya. Arga, aku bukan wanita yang bisa diperlakukan sebagai pelarian. Jika kau ingin aku mempercayaimu, buktikan. Lepaskan semua kebohongan itu. Berdiri di sisiku, tanpa ragu. Bisakah kau melakukan itu?”

Arga terdiam lagi. Tatapannya bergetar, seakan sedang berperang dengan dirinya sendiri. Ia ingin berkata ‘ya’, tapi bayangan wajah mommy, daddy, dan Aluna membuat lidahnya kelu.

Melihat itu, Alya hanya menggeleng perlahan. “Aku tahu jawabannya, Arga. Kau tak perlu repot berbohong lagi.”

Arga buru-buru mendekat, suaranya meninggi karena panik. “Tidak, Alya! Jangan salah paham. Aku sungguh ingin bersamamu. Aku akan berusaha. Hanya saja… semuanya tidak semudah itu. Kau tahu sendiri, keluargaku—”

“Keluargamu?” Alya memotong dengan suara dingin. “Arga, jika kau terus bersembunyi di balik alasan itu, kau tak akan pernah berubah. Kau hanya akan jadi boneka bagi mommy-mu, bagi Aluna. Dan aku… aku tidak butuh boneka. Aku butuh laki-laki yang bisa berdiri tegak di sisiku, apa pun yang terjadi.”

Arga menatap Alya putus asa. Bunga mawar dan cokelat yang ia bawa kini tampak sia-sia, tak mampu menembus tembok kokoh yang dibangun wanita itu.

Alya berdiri, meraih buket bunga di meja lalu menatapnya sebentar. Mawar merah, melambangkan cinta dan keberanian. Ironisnya, pemberi bunga itu bahkan belum cukup berani untuk memperjuangkan cintanya sendiri. Dengan tenang, Alya meletakkannya kembali.

“Aku tidak akan membuang bunga ini, Arga. Bunga ini indah, cokelat ini juga manis. Tapi semua itu tidak ada artinya, jika kau tidak pernah benar-benar memilihku.”

Arga terdiam. Matanya mulai memerah, seakan menahan emosi yang campur aduk.

Alya melangkah mendekat, suaranya pelan namun tajam menusuk. “Aku tidak butuh kata maaf, tidak butuh hadiah. Yang kubutuhkan hanyalah kepastian. Jadi, pikirkan baik-baik, Arga. Sampai kapan kau akan terus berdiri di persimpangan?”

Setelah itu, Alya melewati Arga dengan langkah tenang, meninggalkannya berdiri kaku di ruang kerja. Pintu tertutup di belakangnya, menyisakan Arga dengan bunga, cokelat, dan rasa sesal yang semakin dalam.

Untuk pertama kalinya, Arga merasakan betapa rapuh posisinya. Ia bisa kehilangan Alya kapan saja, jika terus membiarkan dirinya terikat oleh permainan Aluna dan keluarganya.

Sementara Alya melangkah menyusuri koridor dengan senyum samar. Hatinya mungkin sempat bergetar, tapi pikirannya tetap jernih. Ia tidak akan membiarkan rayuan manis membutakan logika.

“Permainan ini belum selesai,” gumamnya lirih. “Dan aku… tidak akan kalah.”

1
✨MiKuMo✨
Berhenti baca di bab 7. Ingatkan kembali lebih kuat dan tegar. Eh malah di buat jalang watak utamanya/Panic//Panic//Panic//Panic//Panic/
Ranny
Aluna dr awal selalu menggunakan gaun pastel emang ga ada warna lain ya selain warna pastel thor 🤔
Anre1201
Anaknya lahir ga jadi cowok yaaa 🙄
Anre1201
Ar.. Ga
Anre1201
Horang kaya, pemilik perusahaan besar masa ga bisa sewa Bodyguard?? 🙄
Anre1201
Waitttttt.. 🤔
Alya Horang kaya kan.. CEO 🤔
Sam juga Horang kaya.. CEO juga 🤔
Kenapa buka pintu harus yg punya rumah??
Jarak Kamar dan pintu masuk dekat apa gmn ya 🤔 kok langsung kedengaran, sedangkan kamar mereka kan di atas, secara Alya mau ke ruang makan saja harus turun tangga, lalu kenapa ada yang ketuk pintu langsung kedengaran?? 🤔

Memang nya ga ada pembantu??
Kesannya kayak gimana gitu, secara Alya lagi hamil, masa orang kaya, pemilik perusahaan besar + bergengsi ga bisa gaji 5 pembantu???
Anre1201
Alya kenapa harus ungkit masa lalu terus sih 🤔🙄 sudah dapat suami yg sabar + penyayang tapi tetap saja selalu ungkit masalah yg sudah lalu. Harusnya lagi hamil itu banyak ingat hal-hal yang bikin bahagia.
Masa lalu anggap saja pelajaran. Ga usah di ingat lagi kalau memang sakit. 🙄
Anre1201
Bagus ceritanya, sayang hukuman Pembalasan buat keluarga Darma, Ratna dan Aluna kurang badassss 🙄
Harusnya dibuat cacat baru jatuh miskin tak bersisa 😃🤣🤣🤣🤣
Anre1201
Waitttttt.. Ada yg aneh 🤔🙄
Keluarga Alya ngotot kalau Alya itu bukan perempuan baik-baik, yg artinya : sudah kotor, sudah tidak layak, sudah tidak pantas, bikin malu untuk di jadikan istri buat Arga.
Tapi saat Arga tidur dengan Alya harusnya kan Arga tahu Alya masih perawan / tidak, kalau sudah tidak suci, wajar kalau Alya tidak pantas buat Arga, tapi kalau masih perawan + suci, harusnya Arga bisa ngomong ke keluarga nya.. Malah lebih baik langsung minta nikah karna sudah Alya bukan perawan lagi gara gara di jebol Arga.. 🤔🙄
Ria Gazali Dapson
berarti 5th, sia² dong, kalo harus kmbali k pelukan arga , malahan berhub an lgi, cape² doang yg ada, udh kabur²an, kirain udh move on
Ds Phone
dah jadi candu pulak
Ds Phone
apa kah dia akan berjaya
Ds Phone
bapak tak seder diri
Ds Phone
pandai betul buat cerita
Ds Phone
apa dia bolih tempuh badai ini
Ds Phone
lagi lah panas hati orang tu
Ds Phone
kau memang tamak
Ds Phone
mula kan hidup baru
Ria Gazali Dapson
ih , amit² tuh kel, kok bisa ya kompak gitu, ngatai²in lagi sm arga , d katain c bleky, aduhh tuh cangkem nya, g sekolah x yaah
Ria Gazali Dapson
ih , amit² tuh kel, kok bisa ya kompak gitu, ngatai²in lagi sm arga , d katain c bleky, aduhh tuh cangkem nya, g sekolah x yaah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!