Zhang Liu gadis malang yang di paksa menikahi seorang raja aneh, demi menolak pernikahan dan menjaga kesucian Zhang Liu bunuh diri dengan menenggelamkan diri di dalam danau, namun siapa yang menyangka setelah kepergian Zhang Liu dari tubuhnya, seorang gadis dari dimensi lain terjebak di dalam tubuhnya, apakah yang akan di lakukan gadis itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auliya Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nasib Ini Siapa Yang Ingin
Waktu berlalu begitu cepat, Liu Yan duduk di ranjangnya dengan ringan, sudah satu minggu berlalu, ia sudah mengumpulkan tenaga dengan baik,
Dalam beberapa hari ini banyak hal yang ia ingat, seperti saudara dari pihak ibu, kejamnya ibu tiri dan keberpihakan Zhang lan, serta, alasan dibalik kematian pemilik tubuh ini
"Bagai mana?" Ia menatap dirinya di depan kaca
"Hamba sudah memberi tahu tuan jika nona sudah sadar" Wei Yuan berucap pelan,
"Bajingan itu, bahkan ia tak datang melihat putrinya yang baru lepas dari ambang kematian" Ia menghela nafas pelan,
Ia sudah memanggil tabib semalam, berarti semua kediaman juga akan tau jika ia bangkit dari kematian, hanya saja pria yang ia sebut ayah malah itu sangat kejam, apa yang ia harap, putri yang kehilangan ibunya memang tak memiliki tempat untuk bergantung
Mengharap ayah?, jangan terlalu naïf, saat ayah menikahi ibu tiri semua akan menghilang seketika, pepatah mengatakan jika ada ibu tiri maka akan ada ayah tiri, perasaan sayang, kehangatan bagai mimpi yang enggan di lepaskan namun kenyataan memaksa mereka menerimanya dengan kejam.
"Gadis ini sangat malang" Ia hanya bisa menghela nafas dengan pelan
"Kakak akhirnya kau bangun juga, aku sangat mencemaskan mu" Seorang gadis datang dengan wajah menyedikan ia menatap si gadis dengan tatapan malas
"Di dua kehidupan jalang ini bahkan selalu tak tau diri" Bai Xioshang membatin, siapa sangka jika di dua kehidupan ia masih menjadi saudara dengan gadis bajingan ini.
Bai Huazi?, apakah dia juga mengalami perjalanan waktu?, jangan katakan jika ayah gadis malang ini juga ayah bajingan yang ia miliki
"Kakak kau, mengapa kau hanya diam, kakak apakah adik melakukan kesalahan, jika benar adik akan menebusnya dengan baik" Tangisan membuat Bai Xioshang menjerngit, suara tangisannya pun sama persis seperti seperti dalam ingatannya
"Kita bertemu lagi" Ia menaikan alis dan berdiri, senyuman lebar itu bahkan tak sampai kematian, membuat Zhang Lin Zhi merasa tak nyaman
"Kakak aku"
"Dasar tak tau diri, adik mu selalu cemas saat kau sakit, saat mengetahui kau sudah bangun ia segera menemui mu, tapi kau sangat tak tau diri" Suara sinis dari seorang pria membuat Liu Yan menatap dengan tatapan malas.
Pria bajingan ini, apakah mereka benar benar di takdirkan menjadi ayah dan anak?, jika itu takdir mengapa tak ada hal baik yang ia ingat tentang pria ini?
"Ayah, kakak baru saja lepas dari ambang kematian, kakak pasti sangat ketakutan" Lin Zhi memegang lengan baju sang ayah dengan lembut,
Seolah benar benar tak akan membiarkan sedikitpun masalah menganggu Liu Yan
"Cih serigala bermata putih, siapa yang kau tipu" Liu Yan menaikan alisnya pelan, pemandangan ini sangat familiar, dulu ia juga pernah berada dalam stuasi ini, hanya berada saja lintasan zaman yang berbeda dengan adik tiri yang sama dan ayah bajingan yang sama.
"Kakak Zhi Er hanya hanya"
"Sangat menganggu, Wei Yuan antar mereka ke pintu"
"Kau" Mentri Zhang meninggalkan kediaman dengan wajah dingin, melihat sang ayah yang menjauh Lin Zhi tersenyum meremehkan
"Jalang, kau membuat Ayah marah lagi, bersikap baik aku akan menjaga mu di kediaman ini" Wajah halus yang di tunjukan Lin Zhi sebelumnya menghilang terbawa angin, dan saat ini hanya ada wajah angkuh dan sombong
"Sudah ku duga, gadis ini memang tak memiliki niat baik" Mengingat sikap ramah tang di tunjukan Lin Zhi sebelumnya membuat Liu Yan merasa sangat jijik,
Hal hal bodoh itu hanya Liu Yan bodoh yang mempercayainya,
"Lin Zhi, Huazhi, benar benar menarik" Senyum lebar kembali menghiasi wajah cantiknya, mengabaikan, nasib buruk seperti ini siapa yang menginginkannya
"Mengapa kau menatap ku seperti itu, dasar rendahan tak tau diri, meski kau mati ayah tak akan membiarkan mu menghentikan pernikahan, jadi kakak ku yang baik, kau hanya bisa menjalani kehidupan yang sulit di sepanjang umur mu itu" Lin Zhi nampak sombong, meski Liu Yan memiliki gelar seorang putri dan keturunan kerajaan ia hanya gadis yang tak lagi memiliki dukungan ibu dan tak di sayang ayah, apa yang bisa di andalkan
"Yo lelah bersandiwara?, sudah menunjukkan kulit asli?, tak mengecewakan" ia menatap dengan tatapan mengejek, membuat Zhang Lin Zhi menjadi kesal
"Kau"
"Lin Zhi, Lin Zhi, satu yang kau ingat, ibu mu, juga rendahan dan seorang pelayan"
"Kau" Lin Zhi menjadi semakin marah, ini lah yang membuatnya merasa sangat kesal, latar belakang sang ibu benar benar hal memalukan jika di ungkit,
Mereka mendapat kasih sayang sang ayah, tapi bahkan sampai saat ini ibunya belum naik pangkat menjadi istri sah, dan itu hanya karena status ibunya yang memalukan
"Tang Xu tampar sampah ini" Lin Zhi menjadi semakin tak senang, selagi mereka di keluarga Zhang hukum keluarga Zhang yang berlaku, meski ia putri yang di beri gelar Hua oleh kaisar sebelumnya ia juga hanya anak dari keluarga Zhang jika di kediaman ini Lin Zhi adalah orang yang bisa mengatur.
"Sejak kapan anjing bisa menganggu tuanya?" Ia menatap dengan wajah mengejek, mengambil tempat pembakaran dupa dan menyiram ke kepala sang pelayan.
"Kau, kau, kau bajingan, sampah tak berguna aku tak akan mengampuni mu, ingatlah baik baik baik ibu ku tak akan melepaskan mu" Bajingan ini apakah ia bodoh, melempar pelayan ke sayangnya dengan tungku dupa, dia benar benar menjadi gila
"Oh, tentu saja, aku juga tak akan melepaskan mu adik kecil" Zhang Liu tersenyum kecil, dalam satu kali gerakan tubuh Lin zhi sudah jatuh ke danau buatan yang ada di dekat mereka
Liu Yan tersenyum mengejek, di kehidupan itu ia tak memiliki kesempatan untuk membalas dengan baik, di kehidupan ini tentu saja harus di hitung satu persatu
"Ada apa?, mengapa menatap ku setajam itu?, ingin ku lepaskan?, oh tidak mungkin, bagai mana mungkin aku sebaik itu, Wei Yuan, lepaskan katak katak yang sempat kau tangkap kemarin, jangan lupa dengan telur dan berudu besar yang telah kau pelihara, biarkan adik bermain main dengan nya" Ia tersenyum kecil, bagai mana tidak, gadis kecil nan malang sengaja mencari perkara dengan Zhang Liu.
Setelah menjadi anak manja selama bertahun tahun lihatlah apa yang bisa di lakukan, ia akan menunjukan arti dari penindasan yang sesungguhnya
"Ibu, bantu aku, ibu aku mohon bantu aku, ibu" Teriaknya ketakutan, bagai mana tidak ia di lempar ke danau dengan tak berperasaan, bahkan katak katak datang mengelilinginya
"Bagaimana mungkin ibumu akan mendengarnya, dia masih sibuk dengan pertarungan selir" Liu Yan tersenyum lebar sembari menyesap teh hangatnya
Beberapa waktu berlalu, Lin Zhi sudah terlihat begitu pucat karena berendam di dalam danau selama beberapa jam hingga membuatnya hampir pingsan
"Jika di masa depan terulang, hukuman mu tak akan seringan berenang bersama katak katak yang imut ini" Ia tersenyum lebar dan meninggalkan danau untuk kembali ke kamarnya
"Nona, apakah ini akan baik baik saja?"
"Tentu saja tidak." Ia menjawab ringan, selama ini Liu Yan sangat bodoh hingga mau di tindas, jika saat ini ia menjadi bodoh bukankah itu mempermalukan diri sendiri?, di beri kesempatan memiliki dua kehidupan, masih menjaga diri dengan baik?, itu tanda orang yang tak tau rasa syukur.