NovelToon NovelToon
Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kebangkitan pecundang / Action / Romantis / Epik Petualangan / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Jian Yi secara tak terduga memperoleh sebuah pedang aneh yang mampu berbicara. Dari pedang itulah ia mempelajari teknik pedang kuno dan jalan kultivasi yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Saat kekuatannya dianggap cukup, pedang tersebut memerintahkannya untuk mengembara—mencari cara agar sang roh pedang dapat memperoleh wujud fisik.

Maka dimulailah perjalanan Jian Yi sebagai seorang pengembara, melangkah di antara bahaya, rahasia, dan takdir yang perlahan terungkap.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8: Badai di Gerbang Merah

​Kediaman Keluarga Yuan bukan sekadar rumah; itu adalah sebuah benteng kota di dalam kota. Tembok-temboknya setinggi sepuluh meter, dijaga oleh barisan pemanah yang matanya setajam elang.

Di tengah kota itu, mereka berdiri sebagai simbol kekuasaan yang tak tersentuh.

Siapa pun yang berani menatap gerbang merah raksasa itu terlalu lama biasanya akan berakhir di penjara bawah tanah atau hilang tanpa jejak.

​Jian Yi berdiri di tengah jalan utama yang menuju gerbang tersebut.

Angin bertiup kencang, memainkan ujung jubah hitamnya.

Orang-orang di sekitar pasar segera melarikan diri, menutup pintu dan jendela mereka rapat-rapat.

Mereka mencium aroma kematian yang dibawa oleh pemuda tunggal ini.

​"Ling'er, kau siap?" tanya Jian Yi dalam hati.

​"Berhenti memanggilku gemuk di depan musuh, atau aku akan mogok menebas!" balas Ling'er, meskipun bicaranya ketus, Jian Yi bisa merasakan aliran Qi pedang itu mulai menyatu dengan nadinya. "Ada sekitar lima ratus prajurit di balik tembok itu, dan tiga hawa keberadaan di ranah Master sedang menunggu di aula utama."

​"Lima ratus?" Jian Yi menyeringai dingin. "Itu jumlah yang bagus untuk pemanasan."

​Jian Yi terus berjalan. Langkah kakinya berat dan berirama, menciptakan gema yang menggetarkan mental para penjaga di atas tembok.

​"Berhenti! Siapa kau?! Ini adalah wilayah terlarang Keluarga Yuan!" teriak seorang kapten penjaga dari atas gerbang. "Pergi atau kami akan menghujanimu dengan panah!"

​Jian Yi tidak berhenti. Ia bahkan tidak mendongak.

​"Lepaskan panah!" perintah si kapten.

​SHU-SHU-SHU!

​Ratusan anak panah meluncur seperti hujan hitam dari langit, mengarah tepat ke tubuh Jian Yi.

Namun, tepat sebelum anak panah pertama menyentuh helai rambutnya, Jian Yi menghentakkan kakinya ke bumi.

​BOOM!

​Gelombang tekanan udara transparan meledak dari tubuhnya.

Anak-anak panah itu tidak hanya terpental, tapi hancur menjadi serbuk kayu di udara.

Tekanan itu begitu kuat hingga tanah di sekitar Jian Yi retak membentuk pola jaring laba-laba.

​Para penjaga membelalak. "Grand... Grand Master?!"

​Jian Yi meraih gagang Ling'er di punggungnya. "Keluarga Yuan memelihara anjing seperti Zhao Fu dan mengirim pembunuh ke rumahku. Hari ini, aku datang untuk menagih hutang nyawa."

​Jian Yi menarik pedangnya. Meskipun terlihat berkarat dan tumpul, saat keluar dari sarungnya, langit yang tadinya cerah tiba-tiba meredup.

Kilatan energi berwarna ungu gelap menyelimuti bilah pedang Ling'er.

​"Buka gerbangnya!" teriak Jian Yi. Suaranya mengandung tenaga dalam yang membuat beberapa penjaga lemah langsung muntah darah dan pingsan.

​Karena tidak ada jawaban selain ketakutan, Jian Yi melakukan ayunan horizontal sederhana dari jarak tiga puluh meter.

​Teknik Dasar: Tebasan Pembelah Angin.

​KRAAAKKK!

​Sebuah garis cahaya ungu raksasa melesat, membelah udara dengan suara seperti guntur.

Gerbang kayu jati berlapis besi yang diklaim tak hancur oleh meriam sekalipun, kini terbelah dua seperti kertas.

Tidak hanya gerbangnya, bahkan menara pengawas di sisi kiri runtuh seketika, mengubur para pemanah di bawah puing-puing.

​Debu membubung tinggi. Dari balik reruntuhan gerbang, ratusan prajurit berbaju zirah lengkap berlari keluar dengan tombak terhunus, dipimpin oleh seorang pendekar ranah Master tingkat awal.

​"Kepung dia! Dia hanya satu orang!" teriak sang pemimpin pasukan.

​Jian Yi berjalan santai memasuki halaman luas kediaman Yuan, melewati reruntuhan gerbang yang masih berasap.

Di hadapannya, lautan prajurit mengepungnya dari segala arah.

​"Wah, lihat mereka, Ling'er. Mereka terlihat sangat bersemangat untuk mati." ejek Jian Yi.

​"Jangan meremehkan jumlah, Bocah. Tapi ya... mereka memang terlihat seperti semut yang mencoba menghentikan gajah." sahut Ling'er dengan nada angkuh khasnya.

​Jian Yi berhenti di tengah kepungan. Ia memutar pedangnya dengan satu tangan, menciptakan pusaran angin kecil di bawah kakinya.

Mata tajamnya menatap ke arah bangunan utama yang jauh di depan, di mana ia bisa merasakan tatapan penuh amarah dari tetua Keluarga Yuan.

​"Siapa yang maju duluan?" tanya Jian Yi datar, ujung pedangnya menunjuk ke tanah, menantang maut yang sudah berdiri di ambang pintu.

1
Dadan Purwandi
mantapppp 🔥🔥🔥🔥
Dadan Purwandi
gaspolll thorrrrr🔥🔥🔥🔥
Dadan Purwandi
mantap thorrrrr🔥🔥🔥🔥
Dadan Purwandi
mantap 🔥🔥🔥🔥
Dadan Purwandi
mantap ceritanya 🔥🔥🔥🔥🔥
Dadan Purwandi
hancurkannnnn🔥🔥🔥🔥
angin kelana
dah 7 tahun lg yah...
Agen One: time skip aja/Pray/
total 1 replies
Adibhamad Alshunaybir
mantap author semangat up nya☺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!