NovelToon NovelToon
Suami, Wasiat Abi

Suami, Wasiat Abi

Status: sedang berlangsung
Genre:Cerai / Dijodohkan Orang Tua / Nikah Kontrak
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Triyani

Demi memenuhi wasiat sang ayah, Ziyana Syahira harus rela menikah dengan pria yang sama sekali tidak dia kenali bernama Dirga Bimantara, seorang CEO yang terkenal dengan sikap dingin dan cuek.

Belum juga reda keterkejutan Ziyana akan pernikahan dadakannya bersama dengan Dirga. Ziyana kembali di kejutkan dengan sebuah kontrak pernikahan yang di sodorkan oleh Dirga. Jika pernikahan keduanya hanya akan terjalin selama satu tahun saja dan Ziya dilarang ikut campur dengan urusan pribadi dari pria itu.

Lalu, bagaimana jadinya jika baru 6 bulan pernikahan itu berjalan, Dirga sudah menjatuhkan talak pada Ziya dan diwaktu yang bersamaan Ziyana pun di nyatakan hamil?

Mampukah Ziyana jujur jika saat itu dia tengah hamil anak dari Dirga. Ataukah, Ziyana tetap memilih untuk pergi dengan merahasiakan keberadaan sang janin yang tumbuh dalam rahim nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Triyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melupakan.

Dirga menarik, lalu melemparkan tubuh Ziya ke atas ranjang dengan cukup keras. Hingga membuat Ziya meringis kesakitan dan juga ketakutan.

Set...

Brugghhh...

"Aawww, ssttttt..." rintih Ziya saat Dirga melemparkan dirinya ke atas kasur.

Set...

Greeppp...

Belum juga hilang keterkejutan nya dengan kedatangan Dirga yang tiba tiba. Ziya kembali dibuat kaget saat Dirga datang lalu mengungkung tubuhnya yang masih terbaring di atas kasur. Karena Ziya belum sempat bangun, Dirga sudah lebih dulu mengungkung tubuhnya.

Bahkan, saking shocknya dengan apa yang di lakukan oleh Dirga saat ini. Tubuh Ziya pun sampai gemetar karena ketakutan. Apalagi saat melihat Dirga mulai membuka satu persatu baju yang tengah dia pakai.

"Ma_Mas, ja_jangan begini." lirih Ziya mencoba kembali berontak dan melepaskan diri dari kungkungan Dirga.

Akan tetapi, semua usaha yang Ziya lakukan berakhir dengan sia sia saja karena kini, Dirga sudah kembali menyerangnya dengan mencumbu setiap inci tubuh Ziya.

Ziya benar benar dibuat shock. Hingga akhirnya, Ziya pun hanya bisa pasrah dengan apa yang di lakukan oleh Dirga terhadapnya. Karena sekuat apapun Ziya melawan, dia akan tetap kalah tenaga dengan pria yang sudah lima bulan ini menjadi suaminya.

Ziya hanya tidak menyangka jika Dirga akan meminta hak nya secara paksa. Meski itu adalah hak Dirga sebagai seorang suami. Namun, bagi Ziya, tidak seharusnya hal itu di lakukan dengan cara dipaksa seperti saat ini.

Karena sejujurnya, tanpa di paksa pun Ziya akan melakukan kewajiban nya sebagai seorang istri. Termasuk memberikan hak Dirga sebagai seorang suami.

*

*

Keesokan paginya.

Ziya yang tertidur lelap itu mulai mengerjapkan matanya saat samar samar terdengar suara adzan berkumandang. Mendengar suara panggilan untuk melakukan kewajiban nya sebagai seorang muslimah, Ziya pun segera bangkit dari tidurnya.

Akan tetapi, seketika Ziya pun dibuat kaget saat melihat keadaan nya saat dia bangun dari pembaringannya. Ziya tersentak kaget saat melihat tubuhnya dalam keadaan polos. Tanpa sehelai benang pun menempel di tubuhnya.

Tubuh polos Ziya hanya tertutupi oleh selimut tebal yang ada di dikamarnya. Sejenak, Ziya pun terdiam. Mencoba mengingat kejadian apa yang terjadi semalam, sebelum Ziya tertidur.

"Astagfirullah al adzim." gumam Ziya setelah mengingat kembali kejadian semalam.

Kejadian disaat Dirga akhirnya berhasil merenggut kehormatan nya secara paksa. Saking shock dengan apa yang di lakukan oleh Dirga terhadap dirinya. Ziya pun hanya bisa menangis semalaman hingga akhirnya Ziya pun tertidur tanpa sempat memakai pakaiannya kembali.

Sementara Dirga sendiri, Langsung pergi begitu saja usai melampiaskan hasratnya kepada Ziya tanpa berucap sepatah kata pun. Meninggalkan Ziya yang masih menangis tersedu sedu diatas ranjangnya.

Setelah termenung selama beberapa saat, Ziya pun akhirnya memutuskan untuk mulai beranjak untuk membersihkan dirinya di kamar mandi. Dengan langkah yang tertatih tatih, Ziya pun mulai melangkah dari ranjang menuju ke arah kamar mandi.

Dibawah guyuran air shower, tangis Ziya pun kembali pecah. Ziya tidak menyangka jika dia akan kehilangan kehormatannya dengan cara dipaksa seperti yang di lakukan oleh Dirga tadi malam.

Ziya sama sekali tidak menyesali apa yang terjadi, karena itu memanglah hak Dirga sebagai suaminya. Namun, yang Ziya sesalkan adalah cara Dirga meminta hak nya.

Ziya tidak mengerti, kenapa Dirga harus memaksanya hingga melakukan kekerasan. Karena sejujurnya, tanpa Dirga paksa pun Ziya akan memberikan hak itu jika Dirga memintanya.

Setelah merasa cukup tenang, Ziya pun segera membersihkan diri dan bersuci. Usai merampungkan urusannya di kamar mandi. Ziya pun bergegas melaksanakan kewajiban nya sebagai seorang muslimah.

"Ya Allah, ujian apa lagi yang akan engkau berikan kepada hamba? Haruskan seberat ini jalan takdir yang engkau gariskan untukku?" gumam Ziya, di sela doa doa yang kerap dia panjatkan didalam sujudnya.

Rasanya, ingin sekali mengakhiri pernikahan itu. Karena jujur, Ziya sudah merasa lelah dengan sikap Dirga yang cuek dan tidak pernah menganggapnya ada. Namun, Ziya teringat kembali dengan kontrak pernikahan yang sudah dia tanda tangani.

Jika pernikahan itu akan berakhir tepat satu tahun usia pernikahan itu. Maka, mau tidak mau Ziya pun harus tetap bersabar sampai waktu satu tahun itu tiba dan pernikahan nya dengan Dirga pun akan berakhir.

*

*

Sementara itu, Dirga sendiri kini masih termenung di dalam ruangan kerjanya. Dirga masih mencoba mengingat kejadian - kejadian disaat dirinya tengah dalam keadan mabuk tadi malam.

Dirga tidak menyangka jika kedatangan nya ke acara jamuan bisnis yang kerap dia hindari. Akan membuatnya meminum minuman yang selama ini tidak pernah Dirga sentuh di seumur hidupnya.

Dirga juga tidak menyangka, jika rekan bisnisnya yang selama ini terlihat baik. Tega menipu dan menjebak dirinya. Padahal, selama ini rekan bisnisnya itu tahu jika Dirga tidak mengkonsumsi minuman beralkohol.

Akan tetapi, entah kenapa. Dia melakukan hal itu dan membuat Dirga pulang dalam keadaan mabuk berat. Hingga membuat Dirga lupa apa yang terjadi selama dia mabuk.

Dirga yang tidak mengingat kejadian apa saja yang terjadi setelah dia mabuk. Terus saja berusaha mengingat apa yang terjadi tadi malam. Apalagi, saat dia melihat luka cakaran yang ada di kedua lengan nya membuat Dirga berusaha keras untuk mengingat apa yang terjadi.

Dirga meyakini jika luka cakaran yang ada di tangan nya bukanlah luka yang disebabkan oleh benda mati. Dirga sangat yakin, jika luka cakaran itu berasal dari cakaran seseorang. Yang sialnya, Dirga sama sekali tidak ingat siapa orang yang telah mencakar kedua lengan nya.

“Tok…”

“Tok…”

“Tok…”

seketika, Dirga pun terbangun dari lamunan nya saat mendengar suara ketukan pintu di ruangan kerja nya.

“Masuk,” seru nya dari arah dalam.

“Permisi, Tuan. Ada tamu untuk anda,” jawab seorang wanita muda yang muncul dari arah luar. Yang tidak lain adalah sekretaris dari Dirga sendiri.

“Siapa? Aku tidak ada janji dengan siapa pun,” tanya Dirga pada sang sekretaris.

“Yang datang Nona Elisa, Tuan.” jawab sekretaris itu lagi, tersenyum kikuk.

Dirga pun menghela nafas cukup panjang saat mendengar siapa yang saat ini datang untuk menemui dirinya. Rasanya, lelah sekali bersinggungan dengan wanita itu. Namun, untuk lepas darinya pun terasa begitu sulit untuk Dirga lakukan.

“Baiklah. Suruh dia masuk,” jawab Dirga yang pada akhirnya, membiarkan Elisa masuk untuk menemui dirinya.

“Baik, Tuan.”

Sekretaris Dirga pun kembali keluar ruangan untuk mempersilahkan tamu atasan nya itu masuk dan setelah beberapa saat, seorang wanita cantik bertubuh ramping pun masuk kedalam ruang kerja Dirga. Wanita itu tersenyum sumringah saat melihat sang kekasih yang selama beberapa minggu ini tidak dia temui.

“Sayang... Aku kangen.” ucap Elisa setelah berada di dalam ruang kerja milik Dirga.

Wanita itu langsung berlari, lalu memeluk erat tubuh kekar Dirga. Sementara Dirga sendiri hanya terdiam, tanpa berniat untuk membalas pelukan dari kekasih nya itu.

1
Nar Sih
lanjut dong kak 🙏
Hanima
Update tiap hari Thor 🙏
Arin: setuju.... say dukung itu
total 1 replies
Nar Sih
marhaban ya ramadan juga kak
happy
👍
Ida Sriwidodo
Selamat puasa juga kk.. jika melaksanakannya
Maaf lahir bathin.. biar bersih jalani Ramadhannya 🤍🤍🤍

Zingga harus jujur ke Andra.. klo Zingga penyintas leukemia supaya Andra bisa lebih aware terhadap kesehatan Zingga
Apalagi Andra juga seorang dokter.. akan sangat merasa kecolongan klo tetiba Zingga sakit dampak dari penyakitnya terdahulu 🫶🏻
Hanima
Selamat Puasa juga Thor semoga amal puasa dan ibadah kita di terima Allah Swt Amin Yra..
di tunggu kok tiap hari update an nya 🤭🙏🙏
Sri Hartati
belum tamat ya?
Emiyati Farida
ini cerita kirain bakal bener2 menjaga marwah seorang muslim yg Sholehah krn di awal² mau dipegang aja sama Bagas blang bukan mahram, skrg bebas jaln berduaan, pegang tangan
Nani Tresnawaty
Ayo Thor lebih semangat lagi up nya
Nar Sih
andra..kmu bingung kan istri mu sakit apa dulu nya ,saat kecil nya ,saat nya kmu tau semua nya andra
resia
loh bkn nya zi sdh sembuh ya ? apa ada skt lain ?
happy
👍👍
Hanima
Semoga ketemu dg Mama Bagas ya Thorrr 🤭
Ida Sriwidodo
Nah iyaa.. Andra blom tau yaa klo Zingga salah satu survivor leukemia..
Semoga Andra tidak berubah setelah tau tentang sakitnya Zingga dan malah makin protektif sama Zingga 🤗🤗
Diana
ikut senang deh untuk pernikahan Andra dan zingga, selamat berbahagia pengantin baru!
Rahmad Wicakj Sono
lanjut dobel up thor moga zingga ,gk sakit yang dapat mempengaruhi kandungan tho,pingin baca zingga segera dapan bbeby thor🙏🙏
Violita Andina
seri
Ida Sriwidodo
Dah kebayang bakal sebucin apa Andra ke Zingga 😅😍
Tapi Andra harus bisa tegas sama bibit2 valakor 🤔😅
Nar Sih
mlm pertama sdh selesai ,smoga cpt tumbuh buah cinta kalian yaa
happy
/Kiss/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!