NovelToon NovelToon
27 Hari Setelah Melahirkan

27 Hari Setelah Melahirkan

Status: tamat
Genre:Romansa pedesaan / Cerai / Ibu susu / Tamat
Popularitas:623.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Septi.sari

Ibarat luka jahitan saja belum sepenuhnya kering. Tepat 27 hari setelah kematian bayinya, Hana dikejutkan dengan surat gugatan cerai yang Dzaki layangkan untuknya.

Status Whatsaap Mona-sahabat Hana, tertulis "First day honeymoon". Dan Hana yakin betul, pria menghadap belakang yang tengah Mona ajak foto itu adalah suaminya-Dzaki.

Sudah cukup!

Hana usap kasar air matanya. Memutuskan keluar dari rumah. Kepergian Hana menjadi pertemuanya dengan sosok bayi mungil yang tengah dehidrasi akibat kekurangan Asi. Dengan suka rela Hana menyumbangkan Asinya pada bocah bernama~Keira, bayi berusia 2 bulan yang di tinggalkan begitu saja oleh Ibunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septi.sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Akhirnya, obrolan kecil itu berakhir dengan semestinya. Hana tak dapat meninggalkan Keira terlalu lama, takut jika bayi 4 bulan itu akan nangis kejar lagi. Namun sebelum Hana pergi, Aprilia tak lupa meminta nomor ponsel Hana, agar memudahkan putranya untuk mengenal sosok janda muda tadi.

Setelah kepergian Hana, Aprilia bergegas mengeluarkan gawai untuk menghubungi sang putra yang saat ini tengah melakukan perjalanan bisnis di Bangkok.

"Hallo, Rangga... Sayang, bagaimana kabarmu?" Aprilia merasa iba ketika mendengar suara putra pertamanya itu.

Dan rupanya, sosok Aprilia sendiri adalah ibunya Rangga-yang tak lain adik dari Bu Ana. Sebagai Ibu, Aprilia sangat merasa bingung serta resah, sebab putranya sudah lama mengisap Disfungsi Ereksi, atau masalah serius yang terjadi pada kejantanan Rangga.

Di Bangkok

"Iya ada apa, Mah?" Rangga saat ini baru keluar dari kantor temanya. Dan sudah berada di dalam mobil berniat ingin kembali menuju Apartementnya.

Aprilia menatap secarik kertas yang Hana tinggalkan diatas meja. "Rangga... Pulang dulu ya, ada yang ingin Mamah bicarakan serius!"

Seakan sudah tahu kemana arah pembicaraan itu, Rangga lagi-lagi mendesah dalam. "Mah... Pasti Mamah berniat untuk mengenalkan Rangga sama wanita lagi 'kan?" tebaknya, benar.

"Rangga... Mamah hanya ingin kamu juga dapat berumah tangga dengan bahagia, sayang! Lihat Ruben, adikmu... Dia sudah bahagia hidup dengan keluarga kecilnya. Lalu, kamu mau sampai kapan seperti ini?" terdengar tarikan napas begitu berat dari mulut Aprilia.

Rangga meraup kasar wajahnya. "Mah... Bagaimana Rangga dapat mengenal wanita, jika Rangga sudah di vonis seperti itu? Apa ada wanita yang mau menikah sama Rangga, jika seumur hidupnya Rangga anggurin! Nggak ada, Mah! Mereka pasti menginginkan anak. Sementara punya Rangga nggak dapat berfungsi dengan baik!"

Bukan Aprilia namanya jika akan terima saja. Wanita setengah baya yang begitu masih terlihat muda itu meseriuskan wajahnya. "Rangga... Mamah akan bawa kamu berobat ke America! Keliling dunia pun akan Mamah lakukan, jika dapat mengobati penyakitmu! Tapi, untuk wanita kali ini berbeda dari yang Mamah kenalkan sama kamu sebelumnya. Namanya Hana, dia janda muda yang sangat cantik. Usianya baru 23 tahun, Rangga!"

Deg!

Rangga benar-benar kesulitan menelan ludah. "Gawat, jangan sampai Mamah tahu kalau vonisan Dokter itu cuma palsu. Dan... Aku juga nggak ingin Mamah tahu keberadaan Rani," batin Rangga berdetak kuat. Namun pikiranya menangkap sedikit sosok wanita bernama Hana tadi. "Mah... Udah ya, ini Rangga masih di kantornya Puchan. Nanti malam Rangga telfon balik."

Panggilan terputus sepihak oleh Rangga. Ia memukul stir sekilas, merasa terjebak dalam permainannya sendiri. Sejujurnya, Rangga memang sengaja memperburuk keadaanya, demi menutupi hubunganya dengan Rani, Istri dari sepupunya sendiri.

Dan itulah sebabnya, Rangga menyerahkan surat vonisan itu, agar sang Ibu tak lagi menyuruhkan menikah, sabab diam-diam ia telah menjalin hubungan gelap dengan Rani.

Satu notif pesan masuk dalam gawainya.

Ketika Rangga berhasil membuka, pesan dari Ibunya muncul sosok wanita cantik yang tengah tersenyum. Rangga rasa, Ibunya itu memotret wanita tadi secara diam-diam.

Bibir Rangga tertarik miring. "Cantik juga pilihan Mamah. Masih kelihatan sangat muda. Hana? Siapa wanita sederhana ini?"

****

Sore itu,

Hana merasa segar setelah mandi. Baby Keira Hana titipkan terlebih dulu pada Bik jumi. Janda muda itu tersadar, jika ia lupa membawa baju ganti. Dalam balutan handuk yang melilit tubuh kecilnya, dan tak lupa rambut yang masih basah Hana biarkan terurai, ia keluar begitu saja sambil bersenandung kecil.

Namun, disaat ia sedang membalikan badan, Hana langsung memekik kencang.

Awww!!!!

Danish juga reflek bangkit, menoleh sambil melebarkan matanya. Tanpa ia rasa, ludahnya tertelan dengan sendirinya, melihat pemandangan indah di depan matanya.

"Bapak ngapain disini?" ucap Hana ketika melihat Danish tak berkedip sedikit pun. "Pak Danish... Tutup matanya!" Hana menunjuk sambil mengeratkan handuknya.

Danish tersadar, reflek langsung menutup wajahnya dan berbalik badan. "Kamu nggak usah ke'geeran, Hana! Saya cuma mau ketemu putri saya! Kemana dia?"

Hana berlalu menuju lemari dan segera mengambil pakaian gantinya. "Keira ada sama Bik Jumi, Pak! Lebih baik Anda cepetan keluar karena saya mau ganti baju dulu!" ucap Hana merasa kesal masih berdiri di depan lemari.

"Kamu mengusir saya?" ucap Danish dengan wajah sedikit bersemu merah masih menghadap lurus ke depan.

Hana menarik napas dalam.

"Ini rumah saya, dan ini kamar putri saya, bagaimana bisa kamu mengusir saya, Hana!" tanpa dosa dan guratan bersalah, Danish dengan gamblangnya berkata seperti itu.

"Pak... Masalahnya saya mau ganti baju! Ih...." gereget Hana hingga mengepalkan tanganya keatas.

"Ganti baju ya ganti baju aja. Saya mau tungguin putri saya di sini!" tolak Danish yang malah duduk kembali.

Hana dua langkah semakin dekat. Wajahnya sudah memerah seolah kini ia sedang beradu duel dengan Bosnya itu. "Bapak sengaja ya? Bapak pasti ingin mengintip saya 'kan?"

Danish spontan menoleh. Dan lagi, ludahnya tertelan ketika posisi Hana mencercanya begitu sangat dekat. "Pak Danish... Tutup matanya!" pekik Hana kembali.

Dengan wajah malas dan remeh, Danish kembali membalikan wajah. "Kamu gila ya? Mana mungkin saya akan nafsu sama tubuhmu yang kurus kerempeng seperti itu?! Meskipun kamu telanjang di depan saya sekalipun, saya tetap tidak akan nafsu!" cetusnya.

Hana sudah meradang. Dadanya naik turun, hingga kepalanya tetiba terasa panas bak memunculkan bara api kuat. "Heh, Bapak pikir saya juga mau sama Pak Danish? Nggak juga, ya! Bapak itu bukan tipe saja! Bapak itu kaku. Galak. Mulutnya lemes. Dan... Saya sumpahin Bapak akan jatuh cinta sama saya! Biar tahu rasa menggilai wanita kerempeng seperti saya ini!"

Setelah puas berbalik mencerca, Hana berlalu begitu saja masuk kedalam kamar mandi sambil membanting pintu.

Brak!

Danish melonjak kaget, reflek memegangi dadanya seraya menoleh kearah kamar mandi.

"Dasar pria saiko! Dia pikir, hanya dia saja pria tampan di dunia ini? Bisa-bisanya menghina fisik. Padahal, tubuhku nggak seburuk yang di bilang. Buta kali tu mata. Jika pun di dunia ini hanya dia seorang... Aku lebih memilih jadi jomblo seumur hidup!" gerutu Hana sambil berganti pakaian.

Sementara di dalam kamar, Danish juga tak henti-hentinya mengumpati Ibu susu putrinya itu. "Dasar wanita aneh! Percaya diri sekali dia menyumpahi aku agar jatuh cinta sama dia. Heh," senyum remeh Danish. "Banyak wanita cantik dan seksi di luar sana... Ngapain jatuh cinta modelan kertas hvs kaya gitu!" batinya merasa kesal.

Barulah, setelah itu ia melenggang keluar dari kamar Keira.

*

*

Berseteru dengan Hana membuat otak Danish terasa panas, bahkan sampai mengeluarkan asap pekat.

Pria itu memutuskan masuk kedalam kamarnya berniat untuk merilexkan pikiran serta badanya sambil berendam air hangat yang sudah dirinya beri sentuhan aroma terhapi.

"Bisa gila aku lama-lama," gumam Danish sambil melucuti semua pakaiannya. Barulah, setelah itu ia menenggelamkan tubuhnya sebatas dada kedalam bathup mandi itu.

Aroma lavender membuat pikiran Danish lebih rilex dan tenang. Sambil memejamkan matanya, berharap dapat melepaskan semua penat, tiba-tiba saja siluet tubuh Hana yang hanya terbalut handuk melewati pikiranya dengan santai.

Deg!

Tubuh Danish menegang, darahnya berdesir hangat hingga membuat pusat intinya cukup ikut memberikan signal kuat.

Jantung Danish berpacu kuat, matanya melebar, meraskan sesuatu dibawah sana bergerak tanpa dapat ia tahan.

1
Fenny Agustyawaty
thor...bbrp hal didpn td d byk typo lhooo...jd krg nyaman bacanya lhoo...lbh fokus lg ya thor..sblm enter...cek lg yaa
Lyeend
siapa lagi yang seorang itu
Larasati
happy ending 🥰🥰
Lyeend
Ayana??? siapa tu
Lies Atikah
gak suka banget sama sipat nya si Denis egois sombong menyebal kan
Lies Atikah
dasar keluarga sedeng abang dan adik sama GaJe banget
Lies Atikah
apa nih si Denis GA JE banget dianya sendiri merendah kan Hana
Lies Atikah
nanti juga kena batu nya tuh si berengsek jaki tunggu aja karma mu
My Family Cake 96
good
Lies Atikah
jangan jatuh cinta duluan Hana jaga batasan sama si sombong Denis jangan merendah kan diri walaupun suka jangan dperlihat kan bener tuh kata si Dokter
Tengku Nafisa
happy ending😍
Sweet Girl
Alasamu AKEH Dzaki...
Sweet Girl
Jangan gampang percaya orang lain Han... walaupun dekat.
Sweet Girl
Han Han.... mbok ojok dikei peluang...
ya walaupun emang Ndak ada apa apa, tapi jangan.
Sweet Girl
Lhaaaa kok yaaa kebetulan.
@Resh@
kra sampai punya anak denis n hana bakal romantis2n t
gitu doang rupanya
Yuni Ngsih
ngga ada Bon Cap ya ditunggu ceritra berikutnya yg lebih seru ...ok
sutiasih kasih
zdaki.... mkanya jdi suami itu jgn nafsu yg km gedein.... tpi gedein rsa syukur....
Retno Harningsih
up
nunik rahyuni
ganteng2 dan cantik2 ..ibu ana ketinggalan thor..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!