seorang gadis belia yang harus menjalani kehidupan dengan berbagai ujian yang berat
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mia Putry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 8
Nadila pun mulai menata pakaiannya . Karena rumah itu memiliki dua kamar tidur jadinya Nadila menempati kamar depan .
Rumahnya minimalis tapi bergaya modern.
Di halaman rumah juga terdapat banyak bunga' bunga . Menjadikan rumah itu nampak asri dan nyaman.
Nadila pun merasa nyaman untuk tinggal disana.
" Hmmmmm akhirnya selesai juga semuanya. Sekarang tinggal belanja untuk kebutuhan sehari-hari. Tapi dimana yah tempat belanja. "Gumannya ." esok aja lah , lagian ini sudah malam "
****
Esok harinya
Nadila berencana untuk membeli kebutuhan sehari hari, .
tapi nadila bingun harus kearah mana akan pergi. Jadi terpaksa dia menelpon Jhon. kebetulan sebelum Jhon pergi, mereka sempat bertukar kontak
Tuttt tuuttt tuttt tuuttt
" Halo Dila , ada apa ?" Tanya Jhon ketika telpon tersambung.
" Ummm Jhon sibuk tidak.?" Tanya Nadila . Dia merasa sedikit sungkan untuk menghubungi Jhon .
" tidak juga, Nadila butuh apa ? Kebetulan saya hari ini senggang, mau diantar kemana. ?" tanya Jhon bertubi tubi
" Ummmm Dila mau belanja untuk kebutuhan sehari-hari Jhon. Tapi Dila bingung harus kemana. Nadila tidak tau arah Jhon. " Ucap Nadila sungkan
" Oh tenang saja , nanti saya antar. Hari ini Nadila kemanapun saya akan antar. Kecuali ke bulan Jhon saya tidak bisa. Hehehe" canda Jhon.
" Ahk Jhon. Nanti Dila ngerepotin Jhon. " Ucapnya sungkan.
" Tidak kok. Malah saya senang antar Nadila hitung hitung jadi tour guide , gimana ?" Ucap jhon meyakinkan.
" Baiklah , Dila ikut saja. " Ucap Nadila pasrah.
" Oke. Tunggu saya sepuluh menit lagi. " Ucapnya
Tapi sebelum itu Jhon menghubungi bos nya dahulu.
Tuuttt tuttt tuuttt tuttt.
" Ada apa,?" Jawab di sebrang sana.
" Hari ini Nadila saya ajak jalan. Sekalian dia mau beli kebutuhan sehari-hari nya. " Diapun menceritakan tentang rencana yang akan di lakukan oleh Nadila dan Jhon.
" Baik. Jaga dia " jawabnya singkat.
Telpon pun mati .
Klik.
" Astaga , kalau bukan bos dan gajinya besar. Sabar sabar. "
Tak lama kemudian terdengar suara telpon . Tanda pesan masuk
Drrrttt drrrttt drrrttt
Bos besar
( Saya sudah transfer , jadi jangan banyak mengeluh. )
Saya
(OK , )
Seketika matanya tertuju kepada handphone nya . Dan matanya pun membola melihat nominal uang yang masuk.
" Hmmmm sering sering bos. Cepat kaya nanti. Heheh " ucapnya pada diri sendiri . Sambil tersenyum.
Dan tak lama pesan dari bosnya pun masuk lagi.
Drrrttt drrrttt drrrttt.
Bos
( Ingat semua kebutuhan nya kamu harus penuhi. Nanti saya tambahkan lagi nominalnya. Kalau dia bertanya , katakan padanya kalau itu karena dia belum bekerja jadi kamu memberikannya karena ingin membantu)
Saya
(Ok, )
" Astaga , tumben dia mau mengirim pesan panjang lebar. Biasanya singkat. " Ucapnya, merasa bingung.
" Tak apalah . " Ini kan hanya tugas menjaga gadis itu. Astaga saya sampai lupa Nadila dari menunggu. " Jhon pun bergegas ke rumah kontrakan Nadila.
Sampai di tempat Nadila Jhon pun segera mengetuk pintu.
Tok tok tok
" Iya sebentar , " ucap Nadila dari dalam.
" Nadila sudah siap ?" Tanya Jhon
" Iya , ayo. Tapi kita jangan lama lama yah Jhon. Saya tidak mau terlalu lelah. " Ucap Nadila sambil melangkah masuk kedalam mobil
" Oke., " Ucap jhon singkat
@@@@@@
Di kantor de Winners
Tok tok tok
" Masuk " jawab orang dalam ruangan itu.
" Maaf saya mengganggu waktu tuan. Ini dari pak Hartawan. Beliau mengatakan akan kesini dalam waktu tiga puluh menit. " Ucap sang sekretaris.
" Ana, kapan dia memberitahumu ?" Tanyanya tanpa menoleh ke arah sang sekretaris.
" Baru saja asistennya mengabari saya lewat telpon tuan . "
" Katakan saja hari ini sibuk. Dan katakan selama empat hari ini saya akan keluar kota . "
" Baik tuan , saya permisi. "
" Dasar tua Bangka . Kamu pikir saya mau bertemu denganmu. Hmmm kita lihat sampai dimana kamu akan bertahan. " Seringainya .
@@@#@
Di kafetaria dekat kantor de Winners.
Seorang pria maskulin dan terlihat sedang makan siang. Pria yang begitu berkharisma , mata nya yang tajam dan wajah yang putih sedikit ada kumis dan juga jambang. Terlihat begitu sempurna . Rahang yang tegas badan nya yang profesional . Tinggi badan yang ideal. Sungguh karya Tuhan yang sempurna. Namun terkesan dingin dan misterius.
Hingga banyak orang yang tidak berani mendekat. Bahkan para gadis yang ada disana hanya mengagumi secara diam-diam. Tak berani mendekat kearah pria itu
Yah dia adalah seorang pria bernama lengkap
Ardhana Senjaya . Putra tunggal dari Wirya Senjaya dan Masayu Senjaya.
Wirya Senjaya dan nyonya Masaya Senjaya adalah salah satu orang terkaya di kota M.
Yang memiliki bisnis di berbagai bidang dari bisnis expor impor dan , pertambangan , serta properti dan perhotelan.
Siapa yang tidak mengenali pengusaha tersebut.
Begitu juga Ardhana Senjaya . Pria maskulin dan terkesan dingin dan misterius , tapi banyak gadis yang memimpikan nya agar bisa menjalin hubungan. Namun hanya sebatas angan angan mereka.
Begitu Ardhana Senjaya lulus kuliah , dia melanjutkan usaha kedua orang tuanya.
Dan ketika pergi ke kota K untuk perjalanan bisnis. Sebulan yang lalu dia telah kembali lagi ke di kota M tempat kedua orang tuanya berasal.
Dan sekarang disinilah dia . Di kota M ,
" Permisi tuan Ardhana , ini pesanannya. " Ucap sang pelayan ketika membawa nampan berisi makanan pesanannya.
" Terimakasih " ucapnya singkat.
Drrrttt drrrttt drrrttt
Ponsel Ardhana berbunyi tanda telon masuk.
" Halo mi, ada apa ?" Ucapnya setelah menjawab telpon.
" Kamu dimana , dasar anak nakal. Cepat pulang. Kalau tidak mami akan menjewer telinga kamu.!!!! " Ucap sang mami di sebrang sana.
" Ayolah mami ku yang paling cantik aduhai sedunia. Anakmu ini sekarang sudah dewasa bukan lagi bocah TK ihkkkk" ucapnya sambil tersenyum tipis Karena kelakuan sang mami.
Walau diluar sana sikap Ardhana sangat dingin dan terkesan kejam
Namun dihadapan sang mami tetap menjadi anak yang lucu dan menggemaskan.
" Pulang sekarang juga . " Ucap sang mami tanpa mau di bantah.
" Iya bunda ratu Masayu yang paling cantik tanpa ada duanya hehehe " Godanya.
" CK anak ini , hmmmm. Ya sudah . Mama tunggu sekarang. Titik" maminya pun mematikan telpon sepihak.
Klik'.
" Ehhh hmmmmm untung mamiku kalau bukan haaa entah bagaimana ceritanya nanti. " Gumanya sambil mengambil beberapa lembar uang di dalam dompetnya lalu di simpan nya di bawa piring . Lalu pergi tanpa menyentuh makan nya tersebut.
.
Sampainya dirumah.
Ardhana masuk kedalam langsung mencari sang ibu.
" Mami ada di mana ,?" Ucapnya tanpa memberi salam.
" Kebiasaan anak ini. Masuk rumah itu salam Ardhana Senjaya. Bukan nyelonong kaya gitu , Kamu ini bukan anak kambing!! " ucap mami Masayu .
" Sudah mami , biarkan anak kita masuk dan duduk dulu. Kebiasaan mami ini , selalu begitu. ' ucap sang Wirya Senjaya.
" Ahk papi anaknya dibelain terus. ,"
" Ayolah mami ku sayang . Tidakkah engkau kasihan pada diri ini wahai bunda ratu Masayu" Ardhana malah menggoda sang mami.
," Oh ada apa saya disuruh pulang ? Jangan bilang kalau rindu. "
" Mami ingin kita jalan jalan Ar, " ucap sang papi. ..
," Kemana ?" Tanya Ardhana antusias.
" Hmmmmmm ke pantai , bagaimana ?"
" Oke. "
" Sekarang kita siap siap dulu."
" Oke"
.