mencintai mungkin bukanlah sesuatu yang salah....
Tapi....mencintai milik orang lain, apakah itu juga bukan sesuatu yang salah ?!
Xyraisin Collin,
entah dari mana nama itu di peroleh seorang gadis cantik yatim piatu yang tinggal di sebuah yayasan yatim piatu dan akhirnya di nikahi oleh seorang laki laki yang di kemudian hari membawanya keluar dari panti itu.
Namun kehidupan rumah tangga bahagia yang ia impikan nyatanya tak pernah ia dapatkan karena keluarga sang suami yang sama sekali tidak pernah mau menerimanya.
Apalagi ia yang tak kunjung hamil di usia pernikahan mereka yang memasuki usia dua tahun.
Bryan Nikolas Yu,
seorang pria dingin yang tak lagi mau mengenal cinta.
Namun...
tiba tiba ia merasa tertarik dan jatuh hati pada sosok pelayannya yang bertugas merawat sang nenek.
tapi sayang....cintanya jatuh pada orang yang salah,
ia mencintai istri orang.
mampukan Bryan mewujudkan keinginannya memiliki seorang Xyraisin Colins yang notabene adalah istri orang.
CINTA TERLARANG
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 29 aku tak bisa mengalah
Bryan terus menyuapi Xyra hingga makanan di piring yang pegang habis.
Ia tak perduli meski Xyra sejak tadi berkata sudah sudah dan sudah.
Menurutnya wanita itu butuh asupan makanan untuk kesehatannya.
" minum obatmu " ucap Bryan.
Kali ini ia memberikan beberapa obat yang sudah ada di atas nakas sejak tadi dan segelas air putih.
Xyra menerimanya dan segera menelan pil pil itu, ia tak ingin lagi berdebat.
Ia ingin segera pergi dari tempat itu.
Xyra menyandarkan kepalanya pada tumpukan bantal ketika ia kembali merasakan kepalanya terasa berdenyut nyeri.
" tidurlah....aku akan menjagamu di sini " ucap Bryan sambil membenarkan selimut yang menutupi tubuh Xyra.
Xyra tak menolak karena ia yang merasa kesakitan karena kepalanya yang kembali pusing.
Bryan kembali duduk di sisi Xyra dan kembali memangku lap topnya.
Laki laki itu kembali pada kesibukannya dengan layar persegi panjang di pangkuannya itu, hingga beberapa menit kemudian.
Ia menoleh ke arah Xyra yang berada di sisinya karena ia merasakan pergerakan.
" ada apa ?! Kenapa bangun....?! tidur saja, kau butuh banyak istirahat " ucap Bryan sambil tangan kirinya menahan pergerakan Xyra yang hendak turun dari tempat tidur.
" tidak tuan muda...saya sudah merasa sedikit baik " jawab Xyra dengan berusaha tetap beranjak dari tempat tidur.
" kau masih pucat...jangan keras kepala "
" terimakasih atas kebaikannya, tapi saya tidak seharusnya berada di sini.
Saya akan izin pulang kepada nyonya...permisi tuan muda " tolak Xyra.
Ia bersikeras untuk segera pergi karena ia merasa ia tak pantas berada di kamar itu. Bukan hanya karena ia seorang pelayan tapi ia juga seorang istri.
Berada di atas ranjang laki laki lain, ia merasa jijik dengan dirinya sendiri.
Xyra memaksa hendak turun dari ranjang setelah menyingkirkan tangan kiri Bryan yang menahannya.
Namun ia baru saja akan turun ketika Bryan meletakkan laptop yang ia pangku ke atas nakas dan tiba tiba laki laki itu meraih tubuhnya.
Bryan menarik tubuh ringkih Xyra ke dalam dekapannya, tangannya melingkar di pinggang ramping wanita itu dan kemudian ia mencium bibir Xyra.
Xyra terkejut bukan main, tanpa sadar matanya melebar hingga sepersekian detik sebelum akhirnya ia sadar dengan apa yang sedang di lakukan Bryan kepadanya.
Xyra menolak dengan berusaha mendorong dada Bryan.
Namun Bryan tak bergeming, laki laki itu malah memegangi kedua tangan Xyra yang mendorong dadanya dan semakin memperdalam ciumannya dengan menekan tengkuk wanita itu dengan satu tangannya yang lain.
Xyra tak lagi bisa berkutik dan tak bisa berbuat apa apa selain membiarkan Bryan mencium bibirnya.
Mata Xyra berkaca kaca, ia sungguh jijik dengan dirinya sendiri.
Bryan yang mencium Xyra dengan terus menatap wajah wanita itu melihat hal itu.
Merasa tak tega....Bryan melepaskan ciumannya.
Xyra terengah dan nampak meraup udara sebanyak banyaknya.
Tubuhnya kian terasa lemas.
Tanpa sadar...air matanya jatuh membasahi pipinya.
Untuk yang kedua kalinya, Bryan merasakan dadanya berdesir melihat wanita di hadapannya itu meneteskan air mata.
" kau menangis ?! "
" kau membuatku merasa rendah tuan muda....
aku merasa seperti barang tak berharga yang bisa kau perlakukan seenaknya " jawab Xyra sambil menahan sesak di dadanya.
Kepalanya tertunduk,
Bryan menghela nafas...
" tidak bisakah kau merasakan cintaku padamu ?! kau tahu benar aku tak pernah berpikir seperti itu tentangmu.
Semua yang kulakukan hanya agar kau tahu dan kau bisa merasakan cintaku padamu...." ucap Bryan dengan nada sedikit melunak.
Mendengar jawaban Bryan, Xyra kian terisak.
" apa yang kau harapkan dari seorang wanita sepertiku ini tuan muda ?!
Atau kau berharap aku menjadi seorang pengkhianat dengan meninggalkan suamiku dan datang kepadamu ?! " jawab Xyra kemudian semakin terisak.
" dia tidak mencintaimu Xyxi....dia hanya menginginkan tubuhmu dan menjadikan dirimu sebagai tameng untuk menutupi kekurangannya..."
" apapun alasan dia menjadikan aku istrinya aku tetap istrinya tuan muda...
Dia yang telah mengucap janji atas namaku di hadapan Tuhan.
Dia yang bertanggung jawab atas hidupku...
tolong mengertilah itu...." jawab Xyra lagi
" apapun yang kau lakukan padaku itu tidak akan pernah membuat aku pergi dan meninggalkannya..." lanjut Xyra lagi.
Jawaban Xyra sukses seperti menampar Bryan, laki laki itu terhenyak dan mematung.
" kau tidak tahu....bagaimana dia memperjuangkan aku hingga aku bisa berada di sisinya seperti sekarang ini.
Aku hanya seorang yatim piatu miskin yang tak memiliki apapun bahkan meski itu hanya sebuah keluarga.
Tapi dia tetap datang padaku dan kemudian memberikan sebuah status terhormat padaku...yakni seorang istri " ucap Xyra lagi berharap Bryan akan sedikit mengerti posisinya.
" aku juga akan melakukan hal yang sama andai aku lebih dulu bertemu denganmu.
Bahkan bisa aku pastikan...perlakuanku padamu akan jauh lebih baik dari pada perlakuannya padamu saat ini.
Aku akan menjaga kehormatanmu dan harga dirimu seperti aku menjaga kehormatan dan harga diriku.
Karena bagiku...kaulah kehormatan dan harga diriku.
Kau tahu kenapa ?!
Karena aku tulus mencintaimu...dan dapat aku pastikan cintaku jauh lebih besar kepadamu dibanding cintanya padamu " sanggah Bryan.
Ia mencoba bersabar menghadapi Xyra dan ia mencoba memahami kejiwaan wanita itu,
Perlahan ia mulai paham...
tak mudah bagi seorang wanita seperti Xyra untuk mempercayai seorang laki laki lain apalagi mencoba mengenal sebuah hubungan baru.
" maaf tuan muda....aku tak bisa menerima semua yang kau katakan " putus Xyra pada akhirnya.
" tolong...hormati keputusan saya " sambungnya lagi sebelum akhirnya ia benar benar turun dari ranjang.
Sebuah tempat yang membuat ia tak nyaman dan merasa bersalah.
Bryan terdiam seperti patung, ia tak tahu harus berbuat apalagi agar Xyra mengerti.
Cklek....
Hingga suara pintu tertutup terdengar, Bryan masih terdiam mematung di tempatnya.
takdir menuntun Xyra bertemu Bryan melalui kerjasama bisnis komoditi hasil pertanian Xyra dengan perusahaan Bryan, PT. YU SNACK & FOOD
Semangat, Author, secangkir kopi halu untukmu ☕😘😍😘