NovelToon NovelToon
Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat

Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Misteri / Action / Epik Petualangan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Romansa / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sang_Imajinasi

JUARA 3 YOU ARE A WRITER 2025 (KATEGORI IV)

Terlahir kembali sebagai Tian Feng di Desa Batu Angin yang terpencil, ia merasakan keputusasaan total.

Mantan Dewa Langit, kini terperangkap dalam tubuh lemah tanpa Dou Qi, menjadi sasaran cemoohan.

Titik baliknya adalah penemuan batu hitam misterius yang ternyata menjadi wadah bagi Yao Ling, seorang ahli Dou Zun yang disegel.

Di bawah bimbingannya, Tian Feng tidak hanya melatih Dou Qi dari nol, tetapi juga melatih kembali jiwanya untuk menerima kondisi fananya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 33

Tian Feng kembali ke menara Tetua Huo, keheningan dan aroma herbal yang pekat menyambutnya seperti rumah. Ia berjalan ke ruang perpustakaan, mengabaikan ribuan gulungan teknik dan alkimia, dan duduk bersila di tengah ruangan. Ia butuh waktu untuk mencerna informasi baru.

Ia membuka gulungan giok yang diberikan oleh Feng Xuan. Isinya adalah deskripsi singkat namun mengerikan tentang Dunia Bayangan.

Itu bukanlah dimensi latihan biasa. Menurut catatan sekte, itu adalah sisa-sisa dari medan perang para dewa kuno yang hancur. Sebuah pecahan dunia di mana hukum alam tidak stabil. Energi di sana bersifat korosif, perlahan-lahan mengikis tubuh fisik para pengunjung. Lebih buruk lagi, tempat itu dipenuhi oleh Yuan Ling roh-roh pendendam dari para ahli kuat yang mati di sana, yang secara naluriah memangsa energi jiwa dari makhluk hidup untuk mempertahankan eksistensi mereka.

"Dunia Bayangan," suara Yao Ling terdengar berat di benaknya. "Aku pernah mendengarnya dalam legenda. Tempat terkutuk sekaligus tanah harta karun. Energi korosif dan roh-roh pendendam itu memang nyata. Tapi justru karena lingkungan yang unik itulah, harta karun yang berhubungan dengan jiwa, seperti Bunga Jiwa Tujuh Warna yang legendaris itu, bisa tumbuh subur."

Yao Ling berhenti sejenak. "Bocah, tempat ini seratus kali lebih berbahaya dari turnamen monyet yang kau ikuti. Para jenius dari sekte lain tidak akan segan-segan membunuhmu demi bunga itu. Kau harus bersiap."

Tian Feng menutup matanya. Analisisnya berjalan cepat. Ia memiliki waktu satu bulan. Ia mengidentifikasi tiga area utama yang harus ia tingkatkan:

Kultivasi: Ia saat ini berada di puncak Dou Zhe Bintang Dua. Melawan para jenius Murid Inti yang mungkin sudah berada di puncak ranah Dou Zhe atau bahkan Dou Ling awal, ia butuh lebih banyak kekuatan mentah.

Pertahanan Jiwa: Musuh utamanya di sana bukan hanya para murid lain, tetapi juga para Yuan Ling. Jiwa dewanya memang kuat, tetapi ia membutuhkan teknik pertahanan aktif untuk melindunginya di dalam lautan kesadarannya yang masih fana.

Alkimia: Ia membutuhkan pil khusus. Pil untuk melawan energi korosif, pil untuk memulihkan energi jiwa dengan cepat, dan pil penyembuhan yang lebih kuat.

Dengan tujuan yang jelas, sebulan berikutnya, menara Tetua Huo kembali menjadi sarang penempaan yang sunyi.

Rutinitas Tian Feng menjadi lebih brutal. Malam hari, ia melahap pil-pil yang ia buat sendiri, mengubahnya menjadi bahan bakar untuk menjalankan Sutra Hati Api Neraka. Raungan naga api ilusi seolah terdengar di dalam kamarnya saat ia tanpa henti memurnikan Dou Qi-nya, mendorongnya menuju tingkat berikutnya.

Siang hari, ia membenamkan diri di dalam lautan pengetahuan di perpustakaan Tetua Huo. Ia menemukan apa yang ia cari. Di bagian paling dalam dan berdebu, ia menemukan sebuah manual jiwa yang langka: Formasi Cermin Jiwa Teratai Emas. Sebuah teknik defensif murni yang menciptakan perisai spiritual berlapis di sekitar lautan kesadaran.

Di Ruang Pemurnian Utama, Tungku Hati Naga menyala hampir tanpa henti. Tian Feng tidak lagi hanya berlatih, ia memproduksi secara massal. Ia berhasil menguasai resep dua pil Tingkat 2 yang krusial: Pil Penolak Racun, yang dimodifikasinya untuk sementara waktu menahan energi korosif, dan Pil Jiwa Tenang, untuk menenangkan lautan kesadaran setelah diserang secara spiritual.

Hari-hari berlalu tanpa terasa di tengah fokus yang absolut.

Pada minggu terakhir sebelum Gerbang Dunia Bayangan terbuka, di tengah malam yang sunyi, aura di dalam ruang kultivasi Tian Feng bergejolak hebat. Dou Qi cair di tubuhnya berputar, membentuk pusaran yang semakin padat hingga akhirnya mencapai titik kritis.

BOOM!

Sebuah ledakan energi yang tertahan terjadi di dalam tubuhnya. Saat semuanya kembali tenang, auranya kini terasa jauh lebih kuat dan lebih dalam. Ia telah berhasil menerobos.

Dou Zhe, Bintang Tiga.

Pada hari terakhir, hari di mana para murid yang berpartisipasi akan berkumpul, Tian Feng menyelesaikan sesi alkimia terakhirnya. Ia menyimpan botol-botol giok berisi pil yang baru jadi ke dalam kantong penyimpanannya.

Ia berdiri dan berjalan ke cermin perunggu di kamarnya. Bocah delapan tahun yang sama menatap balik, tetapi matanya tampak jauh lebih tua, menyimpan kedalaman lautan bintang. Saat ia memfokuskan energi jiwanya sejenak, sebuah pola teratai emas yang rumit dan indah bersinar samar di dalam pupil matanya sebelum akhirnya memudar.

Persiapannya telah selesai.

Tepat saat itu, formasi di luar menara berdesir. Sebuah pesan suara dari Ling Yue masuk: "Waktunya berangkat, Tian Feng. Kita bertemu di Alun-alun Gerbang Utara."

Tian Feng melangkah keluar dari menara untuk pertama kalinya dalam sebulan. Ia mengenakan jubah biru tua standar, tanpa hiasan apa pun. Namun, aura yang ia pancarkan kini begitu tajam dan terkendali sehingga siapa pun yang melewatinya akan merasakan hawa dingin yang tak bisa dijelaskan.

Ia bukan lagi anak yang sama yang memenangkan turnamen sebulan yang lalu. Ia lebih kuat, lebih siap, dan jauh lebih berbahaya.

Saat ia berjalan menuju Gerbang Utara, tatapannya tertuju pada puncak gunung tertinggi di kejauhan, tempat gerbang dimensi itu akan dibuka.

Dunia Bayangan... Bunga Jiwa Tujuh Warna... mari kita lihat kesempatan macam apa yang menanti di sana.

1
Ahmad Zaky
fanfic btth kah?
Bajang Kirek
dua orang tua koplak....🤣🤣🤣🤣
Bajang Kirek
tiga jam cuyyyy....🤣🤣🤣🤣
Rehaan Aamir
Ceritanya Bagussss Tp Sayang Nya Terlalu Banyak Kejanggalaaaannn....
mereka Kan Mau Brgkt Ikut Kompetisi K Negeri Yg Jauuuuhhhh....Masa Iyah Gk D Dampingi Ama Salah Satu Ketua Tertinggi Sekte Mereka...Dr Awal Mereka Brgkt Masa Iyah Mereka Cmn Bnr2 9 Orang Doangan Tanpa Pendamping Dari Sekte....🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ngotaaaakkk Dikiiitt Lah Thor Kl Bikin Cerita...
pauzi aja
babi lu.
pauzi aja
mcnya goblok knpa ega d bunuh aja itu musuh malah d biarkan kabur dasar babi.
pauzi aja
ko master sekestanya ega ikut berperang masah cma muritnya aja.
pauzi aja
ko mcnya ega punya cincin ruwang sh
pauzi aja
kn unurnya baru 8 tahun bukan anak muda ,tapi anak kecil..
suksom
Luar biasa
pauzi aja
memang mcnya ega ada cincin penycimanan kh
pauzi aja
mcnya ko kaya gtu..ko kaya penyjahat ..
Asho 99
kacang akan lupa kulitnya... ketika ada yang lebih baik menawarkan... itu lah kehidupan dunia kultivasi... sama halnya hidup Konoha .. di ajak pergi kerja di tengah jalan ada tawar lupa akan teman yang mengulurkan tangan di saat sendiri..🤣🤣
Mbah Haryo
oke..sampe dsini..ceritanya cukup memuaskan...

kita follow mas otornya ach...
syapa tau punya cerita laen yg bagus jg. ...
Mbah Haryo
yah..lumayan.
ceeita yg bgini ringan & menghibur untuk diikuti...

lanjoutkeenn...
Mbah Haryo
hlah..mc nya kan fisik douceng..diatas daosong..kok masih memble aje...
Budi Hariyanto
keren
Mbah Haryo
sungguh ter...la..luuhh...
loe brangkat mo brantem kudu terbang 2 bln..mosok gak ada tetua yg ngawak..lgpl..itu kapal terbang kan loe pade blm pernah pake.. gmn caranya jg..hadeuewh..
terlalu cepat & terburu"..
tp okelah..drpd kagak baca.nanggung kopi blm abes...

lanjooouuttss
Mbah Haryo
oke...lanjoouuttsss
Watpad
menarik mari mathon
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!