NovelToon NovelToon
Hanya Wanita Pelarian

Hanya Wanita Pelarian

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Dijodohkan Orang Tua / Pernikahan rahasia / Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Cahaya Tulip

"AYA!! Ingat kamu cuma istri formalitas. Kamu tak punya hak mengatur dengan siapa aku berhubungan, " teriak Rama.

BLAMM!!

Aya terduduk di sisi ranjang dengan air mata yang berderai.

"Aku tahu, aku hanya pelarian buatmu. Setidaknya, jangan buat aku merasa semakin hina dengan menemui wanita itu terang-terangan, " gumam Aya lirih.

Cahaya Insaniah, seorang wanita yang mendapat amanah menjadi istri seorang pemuda penerus perusahaan sawit di Kalimantan bernama Rama.

Rama yang jatuh hati dengan seorang Model lokal, terpaksa menikahi Cahaya karena pesan terakhir mamanya yang tak sadarkan diri akibat kecelakaan mobil.

Mampukah Cahaya menjalankan amanah menjadi istri Rama? Akankah Rama berpaling dari Model lokal itu?

Ikuti kisah mereka dalam Karya HANYA WANITA PELARIAN

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cahaya Tulip, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Curiga

Ruang rapat makin ramai. Staf, kepala seksi bahkan Pak Budi sudah berkumpul di sana. Budi menatap jam yang melingkar di tangan kanannya.

"Siapa lagi yang belum datang selain pak Rama? " tanyanya membelah kebisingan anak buahnya.

"Aya, Pak. Tadi ijin ke rumah sakit. Mungkin masih diperjalanan, " sahut Clara.

Budi mengangguk. "Coba hubungi dia, " mintanya.

CEKLEK

"Maaf, terlambat lima menit. Ada kecelakaan di jalan, " ujar Rama beralasan.

Budi mengangguk penuh pengertian.

Rama duduk di samping Budi yang lebih dulu duduk di tengah meja.

"Aya masih di jalan Mas Rama. Mau ditunggu atau dimulai saja?" tanya Budi.

"Mulai saja Pak, tidak apa-apa menyusul."

Budi mengangguk dan memberi kode pada Elang untuk membuka rapat sesi kedua.

TOKTOKTOK

CEKLEK

Semua kepala spontan menoleh ke arah pintu. Tampak Aya terengah sambil membuka pintu dan tersenyum sungkan.

"Hhh.. maaf terlambat, ke toilet dulu tadi, " ujarnya.

"Tidak apa-apa baru mau dimulai, langsung cari kursi saja, " titah Budi.

Aya mengangguk dan duduk di kursi kosong samping Septi.

Rama melipat bibir menahan senyum sambil sedikit menunduk setelah melihat Aya yang kelelahan. Aya memilih berlari melalui tangga darurat demi menghindari satu lift dengan Rama. Padahal Rama sudah meyakinkan akan mencari alasan jika ada yang melihat mereka berdua di dalam lift nantinya.

'Tuh, kan. Keras kepala sih? ' batin Rama.

Aya berusaha tetap menunduk mengatur nafasnya yang masih tersengal.

'Dasar nggak peka, harusnya dia yang lewat tangga. Masa istrinya dibiarkan tersiksa begini? ' gerutu Aya dalam hati.

Sesi perkenalan di mulai. Di awali dari Asisten Manajer, lanjut Asisten Kepala seksi hingga staf berdiri menjelaskan Job description masing-masing.

Rama akan sesekali bertanya jika ada hal yang belum ia pahami dari tugas teknis masing-masing. Di sepanjang perkenalan Rama sesekali berceletuk disambut dengan tawa untuk menghangatkan suasana.

Ia ingin menunjukkan bahwa dia calon bos yang tidak selalu menakutkan. Apalagi usianya paling muda di antara Manajer yang lain. 27 tahun.

Hingga akhirnya tiba giliran Aya.

"Selamat siang, Pak. Saya Cahaya insaniah, biasa di panggil Aya. Masa mengabdi hampir dua bulan, setelah magang enam bulan. Saya di bagian input transaksi harian, tugasnya memastikan semua transaksi terekam di sistem keuangan. Saya lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Dharma Bakti jurusan Akuntansi. Mungkin itu sedikit yang bisa saya jelaskan tentang profil dan tugas kerja saya. Terima kasih."

"Oke, ada pertanyaan Mas untuk Aya? " tanya Budi sambil menatap Rama.

Rama diam nampak berpikir. "Saya rasa cukup, mungkin akan saya tanyakan nanti kalau diperlukan. Oh kalau boleh diluar konteks, usianya berapa? kelihatan masih muda sekali. "

Aya tertegun. ' Ini mau ngerjain ya? ' tanya Aya geram dalam hati.

"Dua puluh tiga tahun, Pak. "

"Fresh Graduate ya, " sahut Rama.

"Masih single? "

Semua mata spontan menatap Rama, tak menyangka dengan pertanyaannya barusan. Termasuk Aya yang dari tadi lebih banyak menunduk karena grogi.

'Apa-apaan ini? ' batin Aya makin kesal.

"Sudah ada yang punya, Pak. "

Sontak ruang rapat penuh dengan keriuhan. Mira dan Septi yang cukup dekat dengan Aya lebih tak menyangka dengan jawabannya.

Mereka ternganga tanpa sadar sambil menatap Aya yang masih berdiri dengan wajah dingin.

"Wah Aya, ternyata diam-diam menghanyutkan, " seloroh Elang.

Aya tersenyum kecil, hampir tak terlihat.

Rama tersenyum lebar sampai pinggir matanya mengkerut, giginya yang putih dan rapi hampir terlihat hingga ujung.

"Oke cukup, Pak Budi."

Senyuman puas menggoda Aya masih tersungging di bibirnya.

Aya duduk kembali ke kursinya dengan wajah dingin, lalu menyadarkan kedua temannya yang masih menatapnya terkejut.

"Baik, selanjutnya sesi Pak Rama. Silahkan Pak, " ujar Elang.

"Selamat siang, Terima kasih sudah menyambut saya dengan hangat. Mohon maaf kalau saya sedikit suka bercanda, termasuk yang tadi. Semoga ini menjadi pembuka awal hubungan kerja yang baik."

"Saya Rama Adi Pramana, lulusan Pertanian Universitas Purnawarman dan MBS Monarch University Austria. Usia 27 tahun. Sebelumnya Asisten Manajer pemasaran selama setahun kemudian mendapat tugas baru di gedung ini menggantikan Pak Budi yang mendapat promosi menjadi kepala cabang di Home Base beliau. Selamat Pak Budi."

Budi mengangguk sambil tersenyum.

"Saya hanya minta kerjasamanya saja untuk ke depan. Mungkin karena saya tidak punya latar pendidikan di bidang ini tapi saya siap mempelajarinya karena ini menjadi pengalaman baru dan pasti akan menyenangkan bagi saya."

Semua yang ada di ruangan bertepuk tangan.

"Oh ya saya juga sudah membicarakan permintaan Pak Bayu yang sempat saya singgung pagi tadi kepada Pak Jaka. Dan beliau setuju dengan usulan saya untuk memindahkan Cahaya Insaniah ke anak perusahaan yang di kelola Pak Bayu sebagai bentuk dukungan pada mereka. "

Para staf yang baru mendengar wacana itu langsung terperangah. Mereka tak menyangka Aya menjadi karyawan yang dipilih langsung untuk dimutasi ke anak perusahaan.

Aya berusaha ikut terkejut, tapi reaksinya tetap tak terlihat natural. Sialnya...Anggun melihat hal itu.

"Jadi, bisa disiapkan peralihannya dalam beberapa hari ke depan ya Bu Clara. Paling lama setidaknya tiga hari, karena Pak Bayu butuh cepat."

"Baik Pak, " sahut Clara.

"Ada pertanyaan soal Saya? " tantang Rama.

"Pak Rama sudah punya pasangan? " tanya Elang ikut menggoda.

"Aah.. sayangnya sudah."

Nampak Mira dan Septi yang menunggu kata ' Belum' dari mulut Rama itu terlihat sangat kecewa. Wajah mereka seketika bertekuk.

Aya masih diam saja bersikap dingin.

'Yang dimaksud bukan aku pastinya, itu Amel,' batin Aya.

Rama melihat ekspresi dingin Aya.

"Rencana dalam waktu dekat kami menyelenggarakan pernikahan. Tenang..semua pasti saya undang."

Gemuruh makin menjadi diruangan berukuran lima kali tiga meter itu. Aya mengangkat kepalanya menatap Rama, yang ternyata juga menatapnya--tersenyum.

Setelah obrolan santai menutup perkenalan terakhir, mereka memutar video ucapan kesan dan pesan dari seluruh staf dan menutup rapat dengan penyerahan kenang-kenangan dari seluruh staf departemen pada Budi atas kebersamaan mereka selama lima tahun.

Elang berdiri menyerahkan hadiah setelah Rama bersikeras menolak. Dilanjutkan dengan foto bersama.

"Aya, kamu kok nggak cerita punya pacar sih? " tanya Meri tak terima sambil menarik lengan rekannya itu keluar dari ruang rapat.

" Iya loh, Ya. Kamu nggak anggap kami temen dekatmu apa? " tambah septi kesal.

"Aku bukannya nggak mau cerita sama kalian, cuma belum dapat momennya aja. Baru juga kok, belum sebulan."

"Kerja dimana? Apa berondong?" buru Mira.

"Ya ampun, Nggak mungkin lah berondong, " elak Aya sambil mencubit lengan Mira.

"Emang kenapa kalau brondong? Kalau dia yang ngejar sih, aku gas aja. "

Septi dan Aya tertawa mendengar ocehan Mira.

"Kasih lihat dong fotonya? " bujuk Septi hendak merampas ponsel Aya.

"Nggak ada Sep, aku nggak pernah selfi dengannya. Nanti aku kasih tahu kalau sudah waktunya ya. Tenang aja. "

Septi makin cemberut karena tak berhasil merebut ponsel itu.

"Udah nama aja sama kerja dimana? " bujuk Septi lagi. Mira mengangguk tak sabar menunggu.

"Rahasia lah. Udah ah, lanjut kerja. "

Septi dan Mira berjalan gontai ke kursi mereka, setelah tak berhasil membujuk Aya.

Anggun yang melihat ketiga orang itu ikut menguping pembicaraan mereka ikut kecewa, tapi ia melihat ada sesuatu yang mencurigakan setelah beberapa kali melihat gestur Aya dan Rama di ruang rapat tadi.

Sesekali Rama tersenyum tipis memandang Aya. Dan sesekali mereka bertemu mata, apalagi saat Rama mengumumkan rencana pernikahannya tadi.

'Aku curiga, orang yang di maksud Pak Rama pasangannya tadi itu si Aya. Sejak awal dia terus membicarakannya, ' batinnya.

"Anggun, " panggil Clara.

Anggun tersentak dari lamunannya.

"Ya, Bu."

Anggun bergegas menghampiri Clara mendengarkan arahan.

"Setelah ini kamu ke gedung pemasaran ya, konfirmasi soal pencairan dana anggaran awal bulan kemarin."

"Baik, Bu."

Anggun bergegas membawa ponselnya keluar gedung. Samar-samar ia mendengar suara Rama seperti sedang menelpon seseorang di lorong dekat lift. Ia berjalan mengendap.

"Oke sayang, hati-hati selama di sana ya. Kabari aku kalau sudah sampai. Aku minta maaf tak sempat mengantarmu ke bandara. Semoga liburanmu menyenangkan disana. Bye. "

Rama menekan tombol lift setelah memasukkan ponselnya ke saku celana lalu masuk ke dalam setelah pintu lift terbuka.

"Tadi pak Rama telponan sama siapa ya? kok panggil sayang dan bilang liburan? memangnya dia menikah bukan dengan kekasihnya? " gumam anggun.

Keningnya berkerut makin dalam tak paham dengan situasi yang baru dihadapinya.

1
Retno Harningsih
lanjut
Retno Harningsih
up
Retno Harningsih
lanjut
Retno Harningsih
up
Retno Harningsih
lanjut
Cahaya Tulip: masih review ya kak🥰🙏
total 1 replies
Retno Harningsih
up
Cahaya Tulip: masih direview sistem kak.. ditunggu ya🥰🙏
total 1 replies
Retno Harningsih
lanjut
Cahaya Tulip: siap kak.. on progress🙏😁
total 1 replies
💕𝓴𝓪𝓼𝔂𝓬𝓱𝓪𝓷❀ ⃟⃟ˢᵏ
waalaikumsalam
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!