NovelToon NovelToon
Nadila Dan Si Kembar

Nadila Dan Si Kembar

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Lari Saat Hamil / Nikahmuda
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mia Putry

seorang gadis belia yang harus menjalani kehidupan dengan berbagai ujian yang berat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mia Putry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 22

" apa ,,,?" Ardhana syok dengan apa yang terjadi pada Nadila.

" Maaf sus,, apa sebenarnya yang terjadi pada Nadila??" Tanya nyonya Masayu.

" Nadila tidak sadarkan diri. Setelah melahirkan si kembar. Mohon keluarga berdoa agar nyonya Nadila baik baik saja permisi " ucap suster itu. .

" Bagaimana ini mami. At tidak akan tenang mami. Nadila baik baik saja kan mi.. Nadila tidak akan kenapa kenapa kan mi.." ucap Ardhana frustasi..

Mami Masayu hanya diam sambil menangis.

Sedangkan tuan Wirya tidak mengatakan apa apa. Kejadian ini diluar dugaan..

Semua yang terjadi saat ini tidak bisa di prediksi oleh siapapun. Termasuk tuan Wirya .

Karena kejadian ini semua orang jadi bingung harus seperti apa.

Lain hal dengan Jhon..

Dengan sisa tenaga yang dia miliki. Jhon bergegas ke mushola untuk berdoa.

Sejarah dalam hidup Jhon selama dua tahun terakhir tidak pernah sekalipun berkunjung ketempat suci itu.

Kini setelah kehadiran Nadila,dan kondisi Nadila mengantar kan kakinya untuk melangkah ke tempat suci itu.

Jhon pun dengan ragi ragu mulai melakukan wudhu. Beberapa kali Jhon salah . Namun dengan tekadnya yang kuat. Jhon tidak malu jadi perhatian orang yang ada disana. Jhon tetap wudhu sesuai dengan apa yang diingatnya dulu.

Kelakuan jhon itu mengundang perhatian pengurus musholla itu.

Lalundoa mendekati Jhon dengan senyum terkulum di wajah teduhnya.

.

" Wajar jika kita sudah lama tidak mengingat Nya. Kadang kadang sang pencipta memberikan rasa sakit yang dalam agarvkita bisa dekat dengan Nya ." Ucap orang tersebut.

Jhon pun terpaku mendengar ucapan orang tersebut.

" Maafkan pak.. saya saya ,,,," Jhon pun tidak sanggup melanjutkan kata katanya.

" Tidak apa-apa ,semua sudah kehendak Allah anakku. Mari saya bantu berwudhu. Semoga setelah ini kamu akan terus mengingat Nya. " Ucap orang itu lalu perlahan mulai menuntun Jhon untuk berwudhu lalu mengajak Jhon masuk kedalam musholla

Orang itupu mulai memimpin shalat hanya Jhon yang jadi makmum nya. Karena saatbitu diluar jadwal shalat fardhu.

Setelah itu imam itu mulai melantunkan doa doa.

Jhon pun berdoa dengan penuh kesungguhan.

Dalam doa Jhon

" Ya Tuhan,,, maafkan hamba yang tidak punya malu ini. Dengan kerendahan hati hamba memohon kepada mu ya Allah. Selamat kan lha nyawa adikku Nadila. Dia orang yang baik. Kasian anak anaknya ya Allah.

Ya Allah.. ampunilah hamba munyangvtidak tau malu ini ya Allah meminta kepada mu. Namun hanya kepada mu hamba bermohon ya Allah. Hiks hiks hiks " ucap Jhon dengan berderai air mata.

Sungguh jhon begitu terpukul melihat keadaan Nadila.

Nadila yang masih belia harus mengalami hal yang sangat menyakitkan.

Sekarang pun Nadila bertarung nyawa setelah melahirkan.. sungguh jhon tidak kuat dengan semua ini.

Imam yang menuntun Jhon hanya diam membiarkan Jhon dengan segala keluh kesahnya.

Lalu dia pergi dari sana meninggalkan Jhon untuk menenangkan diri.

"""

. sedangkan di ruang bersalin Nadila sedang di tangani.

" Dok. Kondisi pasien menurun dok. Tekanan darah rendah dan pasien kehilangan kesadaran akibat pendarahan.  " Ucap suster yang membantu dokter yang menangani Nadila.

" Siapkan ruangan untuk tindakan nyonya Nadila. " Ucap dokter tegas.

" Baik dok. "

" Hubungi keluarga pasien untuk menandatangani surat pernyataan tindakan."

Pintu ruang bersalin pun terbuka.

Dan tak lama kemudian brangkar Nadila menyusul.

Semua keluarga tuan Wirya berdiri .

" Bagaimana dengan  kondisi Nadila dok. Apa dia baik baik saja. ?" Tanya Ardhana tidak sabar

Mami Masayu hanya diam sambil mengelus elus pundak Ardhana untuk menenangkan nya.

Tuan Wirya pun mendekat.

" Lakukan yang terbaik untuk menantu saya dok. Apapun itu. Asal menantu saya selamat. " Ucap tuan Wirya.

.

" Baik tuan . Kami akan melakukan yang terbaik. Untuk keselamatan menantu anda. " Ucap dokter lalu bergegas menyusul nadiydi ruang operasi.

Tak lama kemudian suster yang menangani bayi kembar Nadila mendekati mereka.

.

" Maaf tuan nyonya. Bayi bayi ini membutuhkan kalian. Dokter akan melakukan yang terbaik untuk nyonya Nadila. Namun Bayi bayi membutuhkan kalian.," Ucap nya sambil mendorong box bayi tersebut untuk diantar ke ruang bayi.

" Ohhh kami hampir lupa. Karena kondisi Nadila menjadikan kami lupa dengan cucu cucu kami. " Ucap nyonya Masayu. L

" Silahkan ikuti kami nyonya " ucap suster itu.

Sampai diruang bayi pum , bayi itu di letakkan di box bayi yang tersedia disana.

" Baik nyonya. Siapa yang akan mengazankan bayi bayi ini. ?" Tanya suster pada nyonya Masayu.

" Sebentar saya panggil anak Saya dulu. Ayah dari bayi bayi ini." Ucap nyonya Masayu kalau dia keluar menemui ardhyyang sedang berdiri di depan ruang operasi.

"Ar,, mari ikut mami. Serahkan kepada dokter spesialis untuk menangani Nadila. Anak anakmu membutuhkan kamu disana," nyonya Masayu menggandeng Ardhana lalu menuntun untuk keruang bayi.

Ardhana bagai kerbau dicocok hidung nya mengikuti nyonya Masayu dengan langkah lunglai.

," Ar,, sadarlah,, Nadila pasti Baik baik Saja. Tapi  anak-anak membutuhkan kamu disana. Azani anak anakmu sekarang. Mereka anak anak yang lucu dan menggemaskan. " Ucapnya menghibur Ardhana. Sesungguhnya kata kata itu adalah untuk dirinya sendiri.

Ardhana pun tersadar

" Anak anakku. " Ucapnya lirih. " Anak anak ku. Maafkan Dady.  Dady terlalu fokus pada momy kalian hingga Dady lupa kalau ada dua malaikat kecil disini. Harta Dady. " Ucapnya lalu mengecup kening anak anaknya satu persatu.

Dan Ardhana pun mengazankan anak anak satu-persatu.

Dengan derai air mata Ardhana mengazankan mereka.

Nyonya Masayu melihat itu . Hatinya sangat teriiriis Hatinya seakan akan tercabik cabik.

Cucunya lahir dengan selamat dan menggemaskan. Sedangkan ibunya bertaruh nyawa.

Nyonya Masayu sangat terpukul dengan semua ini. Namun dia berharap semoga Nadila baik baik saja.

Nyonya Masayu berjanji kalau Nadila selamat akan memperlakukan Nadila dengan baik.

"""

Diruang operasi

" Dokter,, pasien sudah stabil.. " ucap susterr.

" Lanjutnya tindakan.  Cek tekanan darah.  Pastikan detak jantung normal agar kita bisa menghentikan pendarahan . ," Ucap dokter lalu mereka melanjutkan tindakan untuk menyelamatkan nyawa Nadila.

Sedangkan Nadila di alam bawa sadar nya.

Nadila berjalan di taman yang indah

Disana Nadila merasa nyaman dan tidak ingin lagi beranjak dari tempat itu.

Suasana taman yang asri segala jenis bunga tumbuh subur. Dan Janis kupu kupu menambah suas di tempat itu tenang dan nyaman.

Dari jauh Nadila melihat ayah dan ibunya.

" Ayah ,,ibu,,, " lirih Nadila.

Lalu kedua orang tuanya mendekati Nadila lalu memeluk anak simata wayang nya dengan penuh rasa rindu. Begitu juga Nadila, menyambut pelukan hangat itu dengan derai air mata.

" Ayah ibu.. Dila rindu ,,, Dila ingin ikut kalian. Dila tinggal disini saja. " Ucapnya sambil memeluk ibunya dan ayahnya.

," Belum sayang. Ini bukan tempat mu. Masih ada yang membutuhkan Nadila disana.. ayah menyayangi mu sayang. Kami akan selalu mendoakan agar kamu bahagia. Pulang lah nak. Ini bukan tempat mu. " Ucap ayahnya

" Ayah ,,, ibu ,,,, jangan tinggalkan Dila """ teriaknya.

" Dari jauh ibunya berkata.

" Pulang lah nak. Anak anakmu membutuhkan kan mi di sana. Jika kamu disini siapa yang akan menjaga cucu cucu ibu dan ayah. " Ucapnya sambil tersenyum.

" Anakku,," lirih nya.

Lalu munculah cahaya menyilaukan mata.

Dan Nadila membuka matanya lalu mengerjapkan mata nya beberapa kali.

Suster yang ang melihat itu pun bergegas memanggil dokter jaga.

" Dokter, dokter.. pasien sadar dok. ,X"

Mendengar itu dokter pun bergegas memeriksa kondisi Nadila.

""""

Diluar ruangan

Tuan Wirya dan nyonya Masayu melihat itu jadi panik.

Takut terjadi apa apa dengan calon menantu nya itu

" Apa yang terjadi dok?" Tanyanya pada dokter

" Berdoa saja Bu , semoga ini kabar baik. "Ucapnya lalu masuk kedalam untuk mengecek kondisi Nadila.

Beberapa waktu kemudian suster yang menangani Nadila keluar. ..

" Keluarga nyonya Nadila" ucapnya.

" Iya suster ,," Ardhana bergegas menemui suster itu." Bagaimana kondisi Nadila sus?" Tanyanya

" Kondisi Nadila,,,,,"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!