NovelToon NovelToon
WABAH

WABAH

Status: tamat
Genre:Penyelamat / Hari Kiamat / Horror Thriller-Horror / Sci-Fi / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Epik Petualangan / Tamat
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Linda Pransiska Manalu

Ledakan pada sebuah laboratorium saat anak kelas XII IPA sedang praktek fisika, menjadi sebuah tragedi yang menagkibatkan menyebarnya wabah.

Zach dan Carol serta murid yang lain menjadi korban peristiwa tragis itu. Wabah penyakit yang menyebabkan manusia berubah wujud menjadi kera.
Virus merajalela,korban berjatuhan. Semua orang berputus asa, akankah dunia kiamat.
Apakah akan ditemukan obat untuk menangkal virus jahat itu.

Siapakah sebenarnya Pak Edward, orang yang menyebabkan virus itu.

Berhasilkah Zach dan Carol menyelamatkan diri?

Siapakah Jhon sebenarnya? pria paruh baya yang mencoba menyelamatkan Zach dan Carol dari daerah pandemi?
apakah pemerintah akan membumi hanguskan kota kecil tempat tinggal.Zach dan Carol.

Yuk simak cerita ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Pransiska Manalu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

"Bab 8.Cikal wabah

"Carol tolong percaya padaku. Kita pasti berhasil melalui semua ini. Besok kita akan keluar dari hutan ini. Tatap aku Carol?" seru Zach panik. Dihadapkannya wajah Carol untuk melihatnya. Manik mata Zach menyapu seluruh wajah Carol.

Perlahan, Carol balas menatap Zach. Kesungguhan jelas terpancar dari iris berwarna coklat itu. Carol mau bicara. Tapi lidahnya terasa kelu. Bayangan kejadian itu. Teman-temannya yang terjebak dalam api. Serta jeritan kesakitan itu. Memenuhi pipil mata Carol.

"Huaaaaa" tiba-tiba Carol menangis keras. Meluapkan perasaannya yang tertekan. Yang sejak tadi ditahannya. Ketakutan yang datang tiba-tiba menyergapnya. Perasaan aneh yang mengikutinya. Yang berawal dari mimpinya itu. Benarkah mimpinya itu sebagai sebuah isyarat? Bukan bunga tidur seperti yang dianggap kebanyakan orang?

"Iya, luapkan saja semua emosi kamu." Zach mengusap air mata Carol yang membasahi pipinya.

"Aku takut Zach. Kejadian sore tadi bukan akhir dari Pak Edward. Tapi justru awal bahwa sesuatu yang lebih mengerikan akan terjadi."

"Maksudmu?"

"Mimpiku itu, ingat. Mimpiku yang kamu tertawakan itu. Aku merasakannya bahwa itu bukan sekedar mimpi. Itu seperti pertanda akan terjadi sesuatu. Aku melihatmu dalam mimpiku, berubah menjadi manusia kera. Dan aku, aku juga berubah Zach! Seseorang menyuntikan sesuatu kepada kita. Bahkan aku melihat dalam mimpiku, kita diburu oleh orang-orang asing."

"Stop, Carol. Kamu membuatku takut juga. Maafkan aku telah menertawakan mimpimu waktu itu. Ternyata cuma dalam waktu sehari, mimpimu itu menjadi kenyataan.

"Kamu sekarang percaya dengan mimpiku itu?" Zach memandang Carol. Tapi detik berikutnya dipalingkannya wajahnya.

"Bodoh! Jangan menatapku seperti itu." ceracau Zach tak jelas. Entah kenapa tatapan Carol, membuat perasaan aneh di dalam hatinya bergolak kembali.

Zach berdiri. Mengumpulkan daun kering lalu melemparnya ke tumpukan bara. Tapi tidak sebanyak yang tadi. Hanya agar api itu tidak padam saja.

Carol menatap punggung kekar itu. Merasa heran dengan makian Zach. Sekilas dia sempat mendengar kata yang diucapkan Zach. Siapa yang dimaksud Zach bodoh? Mengapa sikapnya semakin aneh saja? Dan sepertinya menghindar kontak mata dengannya?

Waktu terus bergulir. Dua belas jam sejak insiden itu telah berlalu. Tidak seorang pun, yang menyadari. Bahkan tidak seorang pun akan menduga kalau insiden kebakaran itu. Bukan kebakaran biasa.

Dua kali 24 jam, sesuatu yang mengerikan akan menimpa kota kecil itu. Kota Humbang. Kota yang sejuk kota yang subur. Kota yang cukup makmur karena hasil buminya di bidang pertanian cukup berhasil. Dan nantinya semua itu hanya tinggal kenangan.

Wabah akan menyebar di kota kecil itu. Akan memakan korban jiwa yang lebih banyak lagi.

Vivian, Megan dan Mario yang selamat dari kebakaran itu. Telah membawa spora yang mematikan. Yang akan mengubah hampir semua penduduk kota itu berubah menjadi mayat hidup yang haus darah!

Tinggal 36 jam lagi. Spora itu akan menyebar di seluruh kota kecil itu. Menyerang penduduk kota lewat udara dan angin.

Endospora akan tersebar oleh Vivian, Megan dan Mario. Ledakan tubuh Pak Edward lah penyebabnya. Darah Pak Edward telah terkontaminasi bakteri dari DNA kera hasil eksperimen yang telah melanggar etika moral.

Reaksinya sangat cepat dan gejalanya sudah terlihat. Mario, Vivian dan Megan mulai batuk-batuk. Lewat batuk itulah spora itu menyebar. Secara mendadak, para medis dan pasien serta pengunjung di rumah sakit tempat ketiganya mulai terserang batuk.

Mereka mengira flu dan batuk disebabkan musim pancaroba. Sehingga penangannya tidak serius.Namun, melihat korban yang nantinya semakin banyak berjatuhan, pemerintah baru sadar kalau kota kecil Humbang telah berubah jadi epidemi wabah yang sangat berbahaya.

Mengancam keselamatan umat manusia. Bukan hanya di kota itu. Tapi akan menyebar ke kota lain bahkan seluruh dunia.

*

*

*

Sinar matahari, menelusup lewat celah daun dan pohon. Menjilati wajah Carol yang tidur diatas daun-daun kering. Carol merasakan silau dan membuka kedua matanya.

Kicauan burung telah membangunkannya. Menyadarkan Carol bahwa hari telah berganti. Carol bermaksud membangunkan Zach. Tapi Zach sudah tidak ada di sampingnya.

Mendadak Carol panik. Dia langsung berdiri dan menatap sekitar tempatnya.

"Zach!" panggil Carol agar ragu. Takut kalau suaranya malah menarik perhatian orang atau binatang di dalam hutan.

"K-rak!"

Suara ranting patah karena terpijak, mengagetkan Carol. Carol berbalik! Ternyata Zach yang kembali dengan banyak buah di tangannya.

"Hem, kamu sudah bangun Carol. Maaf aku meninggalkan kamu tadi sebentar. Ayo, kita sarapan dulu dengan buah ini. Sebelum kita pulang."

"Kamu dapat dari mana semua ini, Zach?" Carol heran karena Zach membawa beberapa jenih buah. Pisang, Semangka, Jambu Air dan Pepaya.

"Aku ambil dari hutan. Juga daerah pertanian warga. Dan ternyata posisi kita masih di hutan warga. Ini adalah perkebunan warga. Tadi aku melihat sawah dan dangau."

"Jadi kita bukan ditengah hutan ya? Jadi kita bisa segera pulang?" secercah senyum menghiasi wajah Carol untuk pertama kalinya setelah, kejadian kebakaran itu.

"Iya. Kita ikuti saja jalan setapak yang sering dilalui warga. Ayo, makanlah! Sepanjang malam kamu telah kelaparan."

"Makan buah sebagai sarapan?" beliak Carol.

"Iya, jangan manja Carol. Buah-buahan ini tidak akan membunuhmu. Kamu harus bertahan dan terbiasa. Kamu sendiri yang bilang, kalau sesuatu akan terjadi di kota kecil kita ini. Walau aku sejujurnya tidak sependapat dan menganggapmu berlebihan."

"Kebakaran itu membuat ucapanmu sepertinya benar. Aku juga merasakan hal itu. Aku menyadari Pak Edward telah melakukan sesuatu kepadaku saat di ruangannya. Walau aku tidak ingat sama sekali, tapi aku merasa sebagian diriku seolah bukan diriku yang dulu." ungkap Zach. Dicomotnya sebuah pisang yang matang di pohon. Yang ditemukannya di pinggir hutan.

"Kamu menyadari kalau dirimu berubah, Zach? Perubahan apa yang kamu sadari itu?" tatap Carol tepat di manik mata Zach. Zach membuang wajahnya. Lagi, tatapan Carol membuat jantungnya berdebar tidak beraturan.

Carol melengos. Gerakan Zach menghindari pandangannya membuatnya salah paham. Entah kenapa sudah beberapa kali Zach menghindari tatapannya.

Biasanya dia akan protes kalau saat bicara tidak memandangnya. Tidak sopan katanya! Kalau berbicara tidak kontak mata, berarti pikiran kita tidak fokus kepada lawan bicara.

Lalu, kenapa Zach sekarang menghindar saat mereka kontak mata? Apakah itu salah satu perubahan dirinya. Carol menjadi penasaran.

"Aku menyadarinya sejak semalam." sahut Zach datar tanpa menoleh ke arah Carol.

"Misalnya? Maksudku hal yang membuatmu menyadari perubahan itu?"

"Kamu pasti curiga juga denganku tadi malam kan? Bagaimana aku bisa menangkap kelinci liar. Juga memanjat pohon kelapa itu? Tapi kamu diam saja. Padahal kamu sudah tau semua kebiasaanku selama ini."

"Jangankan menangkap kelinci liar. Menangkap ayam jinak saja aku tidak bisa. Manjat pohon juga malah kamu yang lebih jago. Bisa-bisanya semua itu aku lakukan dalam tempo singkat. Iya 'kan?" ***

1
vj'z tri
bisa Mak bukan bosa 🤭🤭
Linda pransiska manalu: parah, eror hp Màk. sudah diganti pun mau balik lagi.
total 1 replies
vj'z tri
nanti lagi cerita nya mas bro lagi gaswat ini gaswat 🤧🤧🤧
Linda pransiska manalu: apa mak?
total 1 replies
vj'z tri
cie cie baru ni yey cover nya 🎉🎉🎉🎉
Linda pransiska manalu: diganti Ntoon, hhh
total 1 replies
Erchapram
Mak judulnya typo
Linda pransiska manalu: bah! iya ya. udah dibetulin Mak. makasih ya.
total 1 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
cover barunya bagus
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: sama2
total 6 replies
vj'z tri
🎉🎉🎉🎉 seru seru
Linda pransiska manalu
DNA kera itu, penyebab Zach berubah.
Tulisan_nic
Zack di suntik apa sama Pak Edu? kasian loh Zack🥲
vj'z tri
lanjut Mak sat set 🎉🎉🎉🎉
vj'z tri
Mak tambah lah up nya 🤭🤭🤭🤭
Linda pransiska manalu: Amin, makasih doanya ya.
total 3 replies
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄
lanjut, Kak ...
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄
Lanjut, Kak ...👌🏻
vj'z tri
siapa sih malam minggu ketuk-ketuk pintu hatiku bertanya-tanya🤣🤣🤣🤣
Linda pransiska manalu: sungguh aneh tapi nyata memang dia dia. siang tadi jumpa di depan rumah. senyum senyum padaku, lanjut Mak. 🤭🤣🤣
total 1 replies
vj'z tri
goyang up nya Mak 🎉🎉🎉
vj'z tri
waduh 😅😅😅😅😅
Tulisan_nic
reader juga jadi penasaran nih
Tulisan_nic
jadi inget dulu pas SMA🤭
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
makin menegangkan
Tulisan_nic
Ha? Apa Pak Edu terinspirasi dari teori Carles Darwin
Tulisan_nic
Banyak tuh pejabat yang melendung perutnya, apa karna kualat juga? Entahlah🥲
Linda pransiska manalu: 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!