NovelToon NovelToon
'SUAMI BUTA' Ku Yang Kaya Raya

'SUAMI BUTA' Ku Yang Kaya Raya

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Balas Dendam
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Elprasco

"Dasar pria buta, dia cuma hidup dari sumbangan keluarga Wijaya!" cibir seorang wanita.

Sepertinya kehadiran Elang telah menjadi tontonan bagi mereka. Semua orang mengatainya sebagai pria tak berguna,

"Aku calon istri dari pria yang kalian bicarakan."

Entah naif atau bodoh, ucapan Nila berhasil menarik perhatian Elang.

Setelah kecelakaan 10 tahun lalu, pria itu kembali dari pengasingan panjang. Diam-diam bertingkah lemah demi membalaskan dendam,

Namun siapa sangka? di tengah sandiwara dia justru bertemu seorang gadis liar yang membuat hidupnya berubah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elprasco, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keluarga busuk

"Kakek," batinnya menyadari seorang pria tua tengah berjalan mendekat. Meski begitu, dia harus tetap memasang raut datar seakan tidak tau apapun, ini semua dilakukan untuk melancarkan sandiwaranya.

Terlebih lagi pria tua itu tidak datang sendiri, paman serta sepupunya ikut datang walau dengan raut malas di wajah mereka. "Sepertinya kakek yang memaksa,"

"Kenapa kamu sendirian disini?" sapa Surya tersenyum penuh kehangatan, menyapa cucu sulungnya yang telah lama tak ditemui.

"Aku cuma ngambil minum sambil menikmati suasana pesta." 

"Pft.." ucapan Elang berhasil membuat Rangga yang berada di belakang tertawa, seakan baru saja mendengar lelucon.

"Untung saja dia ga nabrak tamu yang lain," ucap Rangga menahan diri, bergumam lirih disusul senyum tengil di wajah ayahnya.

"Rangga, sapa kakakmu." tegur pria tua itu tanpa menoleh, merasa tak enak hati karena tingkah cucunya.

"Cepat," bisik Lembang menyenggol siku putranya sebagai isyarat agar lekas mematuhi perintah.

"Hhh," Rangga mendengus kesal,

Meski terpaksa pria itu tak memiliki pilihan selain maju sambil menerbitkan senyum palsu. "Lama tidak bertemu, bagaimana kabarmu kak?"

"Padahal aku lebih tua darinya. Kenapa harus aku yang memanggil kakak? Hanya karena ayahnya anak pertama, bukan berarti aku harus berada di bawah." batin Rangga merasa geram,

Diajukan telapak kanannya ke depan sambil menatap remeh, sepertinya sengaja ingin mempermalukan Elang yang bernotaben buta.

"Rangga, apa yang kamu lakukan? Ga perlu bersalaman. Kalian kan bukan orang asing, lagi pula kakakmu akan kesulitan." bela Lembang bersikap sok baik.

"Oh iya, maaf---aku lupa." lugasnya menurunkan tangan dengan wajah tengil,

Semua mata yang tadinya sibuk kini mulai memandang ke satu arah. Mereka memang sengaja melakukannya untuk mempertontonkan kekurangan Elang,

"Rangga," Surya memanggil lirih sebagai peringatan agar cucunya berhenti bersikap kekanak-kanakkan.

"..." sejenak Elang terdiam melihat raut puas di wajah mereka lalu mengamati reaksi orang di sekitar.

Tentu saja dia sudah tahu kalau akan mendapat perlakuan semacam ini dari paman dan sepupunya. Sebab dari dulu tabiat mereka tidak pernah berubah,

"Maaf ya, aku ga bisa salaman." celetuknya dengan raut polos menunjukkan rasa bersalah.

Lalu mulai mengepalkan tangan, menggosokan jemarinya pada telapak yang tak gatal. "Karena lama tinggal di luar negeri, kulitku jadi sensitif terhadap benda kotor. Ini terasa gatal dan perih," 

"Aku terpaksa menolak jabat tanganmu karena takut memperparah alergiku." tambahnya berhasil melemparkan balasan,

"Kamu..." Rangga terbata dengan raut geram, giginya mengerat kuat dibuat kesal oleh pernyataan tadi.

Lembang yang menyadari kemarahan putranya berusaha mengalihkan pembicaran, takut jika pria itu lepas kendali dan mengacaukan suasana pesta.

"Semoga alergimu membaik," menarik lengan Rangga,

"Oh ya, kemana pria yang menuntunmu tadi? Kenapa tidak kelihatan."

"Mereka merasa tidak nyaman di keramaian, jadi aku menyuruhnya untuk menunggu di luar." ucap Elang menjelaskan dengan santai, berusaha mengikuti alur permainan mereka.

Sebenarnya saat ini dia tertawa dalam hati, puas menikmati raut kesal di wajah sepupunya. "Mudah sekali memprovokasi Rangga,"

"Apa mereka temanmu?" 

"Mereka orang yang kusewa untuk menjemput Elang," lugas Surya menengahi,

Membuat Lembang terkejut sebab dipikir pria tua itu juga tidak tahu tentang kepulangan cucunya. 

"Jadi ayah tahu?" tercengang, 

"Tentu saja, aku yang memberitahu Elang soal pesta ini. Kamu pasti sibuk mengurusi persiapan pesta jadi biar aku saja yang mengundangnya." 

"Hahaha...itu benar." tertawa canggung, merasa tertohok oleh ucapan tersebut.

Bukan lupa tapi memang sengaja, seakan telah mengasingkan ponakannya jauh di luar sana.

Sejenak dia berpikir tidak akan pernah bertemu lagi dengan Elang, namun menyadari kalau masih ada ayahnya yang mengingat cucu kesayangannya itu. 

Walau semua bisnis sudah diambil alih oleh Lembang, dia tak lebih dari kaki tangan. Karena posisi Surya tetaplah sebagai pimpinan perusahaan yang sah secara hukum sampai dia memutuskan hak warisnya. 

"Oh iya, ini istri Rangga." celetuk Lembang kembali mengalihkan perhatian, menghampiri menantunya yang berada cukup jauh dan menuntun ke tengah ruang.

Wanita yang sedang sibuk mengurus putri kecilnya sempat bingung karena diseret, meski begitu dia tetap tersenyum menuruti sembari menggandeng tangan mungil di sampingnya.

"Kenapa aku harus berurusan dengan pria buta ini?" ejek Dewi dalam hati merasa jijik.

"Adikmu sudah menikah dan punya seorang putri. Beri salam pada pamanmu," pinta Lembang merendahkan suara.

Anak kecil yang tak tahu apa-apa itu hanya mengangguk menuruti, dengan langkah kecil mendekat.

"Halo, paman." panggilnya menatap polos, tangan mungilnya maju untuk siap menjabat,

"Hai, salam kenal." sahut Elang tersenyum ramah.

"Kenapa paman tidak menjabat tanganku?" bertanya dengan raut polos,

"Sayang, dengar ya. Lain kali ga usah berjabat tangan, karena pamanmu tidak bisa melihat.." seru wanita yang menarik mundur pundak anaknya,

Meski terdengar halus, penjelasan itu memang sengaja untuk menyinggung hati Elang. Sepertinya mereka mendapat menantu dengan tabiat serupa,  

"Salam kenal kak. Aku Dewi istri Rangga," sapanya menerbitkan senyum palsu.

"Salam kenal," menyahuti singkat.

"Apa kakak hanya sendiri? Atau datang dengan istri kakak?" Mengangkat kedua alis,

"Apa yang kamu tanyakan? Kakak 10 tahun menghabiskan waktu di luar negeri untuk ngobatin matanya, mana punya waktu buat nyari calon istri." cibir Rangga sok bertingkah sebagai pembela,

Istrinya pun menganga seolah menyesali pertanyaannya. "Maaf kak, aku baru tahu soal itu."

"Hhh." Elang mendengus takjub, merasa terhibur dengan sandiwara yang sedang mereka lakukan. 

Sepertinya memang tepat keputusan Elang untuk  datang dan melihat bagaimana satu persatu dari mereka menunjukkan wajah aslinya.

"Siapa bilang aku datang sendiri?" seru Elang seraya melirik ke arah lain. Memastikan gadis yang masih berdiri di tempat tadi,

Sepertinya Nila juga telah melihat perbincangan yang terjadi disana. Wajahnya terlihat serius mengamati mereka dari samping,

Tapi tidak pernah menyangka kalau nantinya dia juga akan keseret ke dalam drama keluarga kaya tersebut.

Perlahan Elang mengangkat tongkat panjangnya lalu melangkah, mendatangi seseorang yang tak jauh dari tempat mereka berdiri.   

"Dia mau kemana?" pikir Nila mengernyit, menatap pria yang berjalan semakin mendekat.

Belum menyadari sesuatu, hingga pria itu berhenti tepat di depannya sambil tersenyum lebar. "Ini dia calon istriku." 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!