NovelToon NovelToon
Istriku Dosen Killer 30+

Istriku Dosen Killer 30+

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Dosen / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:196.3k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Kaisar Pramudya, berandal kampus berusia 23 tahun, hidupnya berantakan antara skripsi yang tak kunjung selesai dan ancaman orang tua yang ingin menikahkannya secepat mungkin.

Namun, semua berubah dalam satu hari paling kacau dalam hidupnya. Di sebuah rumah sakit, Kaisar dipaksa menikahi seorang wanita berusia 32 tahun, wanita yang dingin, tegas, dan nyaris tak tersentuh emosi. Shelina Santosa, Dosen killer yang paling ditakuti di kampusnya.

Pernikahan itu terjadi di depan ayah Shelina yang sekarat. Dan tepat setelah ijab kabul terucap, pria itu mengembuskan napas terakhirnya.

Akankah, Kaisar bertahan dalam hubungan
tanpa cinta, atau memilih mengakhiri sebelum semuanya berubah menjadi cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 24

Sementara itu, di kampus. Shelina baru saja keluar dari ruangannya. Selesai rapat jam 20.00 malam, namun dia harus memeriksa beberapa laporan siswa semester akhir di laptopnya hingga selesai jam 21.00.

Langit sudah benar-benar gelap ketika Shelina melangkah cepat menyusuri koridor fakultas. Lampu-lampu kampus menyala redup, menciptakan bayangan panjang di lantai marmer. Suasana sunyi, hanya suara langkah heels-nya yang terdengar bergaung.

Begitu sampai di parkiran, napasnya tertahan.

Ban mobilnya kembali kempes, Shelina mengembuskan napas kesal.

“Lagi?” gumamnya pelan.

Ia menunduk memeriksa. Bukan sekadar kempes biasa dan ini jelas disengaja. Hatinya mulai tidak enak. Refleks ia meraih ponselnya, berniat menghubungi Kaisar. Namun, ponsel hanya menampilkan layar hitam.

Angin malam berembus pelan, membuat rambut panjangnya sedikit berantakan. Ia berdiri tegak, berusaha tenang.

Tiba-tiba terdengar suara langkah.

Shelina menoleh cepat.

Beberapa meter darinya, Riko bersandar di kap mobil hitam dengan tangan terlipat di dada. Dua anggota Meteor berdiri tak jauh di belakangnya.

“Lembur, Miss?” tanya Riko santai, senyumnya tipis tapi penuh maksud.

Tatapan Shelina tajam.

“Kalau memang kalian yang melakukan ini, cepat akui. Saya tidak punya waktu untuk permainan anak kecil.”

Riko mendorong tubuhnya dari kap mobil dan melangkah mendekat. Setiap langkahnya mantap, membuat jarak di antara mereka semakin tipis.

“Anak kecil?” Riko terkekeh.

“Miss yang datang ke kelas kami, mengamuk, mempermalukan kami di depan satu fakultas.”

Shelina tidak mundur, dia justru berdiri lebih tegak, dagunya terangkat.

“Saya dosen kalian. Kalau kalian tidak bisa bersikap seperti mahasiswa, saya akan perlakukan kalian sesuai.”

Riko berhenti tepat satu langkah di depannya. Angin malam membawa aroma parfum maskulin yang samar dari tubuh Riko. Shelina bisa merasakan hawa panas tatapan pria itu, menelusuri wajahnya tanpa malu.

“Berani sekali, ya, Miss,” ucap Riko pelan, nadanya lebih rendah.

“Sendirian malam-malam begini.”

Shelina menatap lurus ke mata Riko. Ada getar halus di dadanya, bukan karena takut, melainkan karena situasi yang terasa menekan.

“Kalau kamu pikir saya akan takut, kamu salah besar.”

Riko tersenyum miring, tangannya terangkat, seolah hendak menyentuh rambut Shelina yang tertiup angin, tetapi sebelum menyentuh,

“Aku sarankan kalian berhenti!” Suara itu tegas dan dingin, Riko menoleh, Kaisar berdiri beberapa meter di belakang mereka, rahangnya mengeras, matanya menyala penuh amarah.

Dia datang dengan langkah cepat, jaketnya masih terbuka, napasnya sedikit terengah seolah ia berlari sejak masuk gerbang kampus. Tatapan Kaisar beralih pada ban mobil yang kempes, lalu pada Riko.

“Masih belum kapok?” suara Kaisar berat.

Riko tertawa kecil.

“Wah … mantan ketua Kobra muncul juga.”

Shelina menoleh pada suaminya. Ada rasa hangat yang langsung merambat di dadanya melihat Kaisar datang. Emosi tegang tadi perlahan mencair, digantikan rasa aman yang begitu nyata.

Kaisar berdiri di depan Shelina, sedikit menghalangi tubuh istrinya dari Riko. Gerakan protektif yang spontan.

“Masalahmu denganku,” kata Kaisar pelan tapi tajam.

“Jangan pernah sentuh dia.”

Riko mendekat satu langkah. “Lo nggak usah sok suci! Lo dan kita ini sama-sama bangsat!"

Kaisar menoleh sekilas pada Shelina. Mata mereka bertemu.

Tatapan itu berbeda dari tadi pagi dan lebih dalam, lebih possessive, penuh rasa memiliki yang tak bisa disembunyikan.

“Karena dia istriku.”

Kalimat itu meluncur tegas, tanpa ragu.

Shelina menahan napas, jantungnya berdegup lebih cepat mendengar pengakuan itu di depan musuh Kaisar.

Riko terdiam sesaat, rahangnya menegang. Suasana parkiran menjadi semakin panas.

“Lo serius?" gelak tawa Riko menggema.

"Lo tahu kan, resiko menikah sama dosen?" tanya Riko menantang.

"Aku nggak peduli! Pergi atau kalian nggak bisa pergi sama sekali," kata Kaisar, lalu beberapa saat berlalu terdengar suara geng motor kobra memasuki area kampus.

Riko memberi isyarat pada anak buahnya dan mereka pergi meninggalkan area parkiran.

Begitu mereka menjauh, Kaisar berbalik menghadap Shelina. Tangannya langsung meraih pinggang wanita itu, menariknya mendekat tanpa sadar.

“Kamu kenapa sendirian? Kenapa nggak angkat telepon?” suaranya terdengar kesal tapi penuh kekhawatiran.

Shelina menatapnya lembut. “Ponselnya mati … dan aku nggak tahu mereka bakal sejauh ini.”

Kaisar menghela napas panjang, lalu tanpa bisa menahan diri, ia memeluk Shelina erat. Tubuh mereka saling menempel, hangat di tengah udara malam yang dingin.

Shelina bisa merasakan detak jantung Kaisar yang cepat di dadanya. Tangannya perlahan naik mencengkeram bagian belakang jaket suaminya.

“Aku nggak mau kamu dalam bahaya,” bisik Kaisar di dekat telinganya. Suaranya rendah, membuat bulu kuduk Shelina meremang halus.

“Aku baik-baik saja … karena kamu datang,” jawabnya pelan.

Tatapan Kaisar turun pada bibir Shelina. Ada ketegangan halus di udara. Bukan karena marah lagi, tapi karena campuran cemburu, rasa memiliki, dan kekhawatiran yang berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam.

Ia mengusap pelan pipi Shelina dengan ibu jarinya.

“Jangan pernah buat aku cemas seperti ini lagi.”

Shelina tersenyum tipis. “Kalau kamu terus datang tepat waktu seperti tadi … mungkin aku nggak keberatan.”

Beberapa anggota geng kobra menatap mereka dengan tatapan terkejut.

"Apa yang terjadi?"

"Kenapa kaisar..."

"Dan Miss Shelina berpelukan?"

Mereka bertiga nampak bingung dan Kaisar belum menyadari itu.

1
Aji Priatun
suka
Raisha
maaf Thor,aku kok agak bingung sama kalimatnya ya, yg nyetir kan kaisar tp kok kalimatnya aneh gitu?🤔..."tangan kiri tetap memegang stir tp tangan kanan tak pernah benar² melepaskan jemari selina",gitu kan ya? emang bisa tangan kanan pegang tangan orang yg duduk di sebelah kirinya,apa gak susah nyetirnya? kalo setir mobilnya sebelah kiri,lha itu baru bisa & masuk akal...Maaf ya,kalo aku salah
Raisha: terimakasih kak author🙏😃
total 2 replies
Nani Te'ne
suka
Nanik Arifin
sampai end Arman g keluar kata maaf tuk Kaisar & menjelaskan semuanya ?
hanya merima takdir gitu aj ? itu mah merendah, nunduk ke sesama aj g. baru bisa nunduk Tuhan dia
Eka
tjor lel.aska lanjit tjor ku tunggu jangan lama2
Aisyah Alfatih: udah tamat ya kak 🙏 Aksa nikah di novel sebelah di eps terakhir 🙏
total 1 replies
nuraeinieni
happy ending,,,,trimakasih thor,karyanya bagus,,,di tunggu karya barunya.
nuraeinieni
syukurlah ibu dan bayinya selamat,,,selamat kai,shel sekarang sdh jadi orang tua
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
cepat banget tamatnya, sist? aksa aja belum nikah.
Aisyah Alfatih: nikah di sebelah kak, 🤭🙏 udah aku bagi info...
total 1 replies
dyah EkaPratiwi
Alhamdulillah bahagia semuanya
Naufal Affiq
semua karya kakak tamat
Aisyah Alfatih: tgl 3 rilis karya baru ya kak 🙏
total 1 replies
dyah EkaPratiwi
Alhamdulillah selamat
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
tidak sepenuhnya tamat kan, sist?
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
alhamdulillah... semua selamat
SLina
thor bonchap dong 😊
Aisyah Alfatih: nanti di pikirkan ya kak, ini masih bingung 😁
total 1 replies
Teh Euis Tea
alhamdulilah semuanya sudah berdamai dan bahagia, makasih thor sudah melanjutkan cerita ini sampe tamat, sehat selalu untuk othornya di tunggu novel selanjutnya
Fenty: g chapter ni Thor?
aksa kan belum nikah
total 3 replies
Teh Euis Tea
duh sampe deg degan aku bacanya takut shelina ga ada umur, syukurlah selamat 22nya
Nanik Arifin
klo Aksa yg salah besar aj bisa minta maaf, apa kau masih dg egomu, Arman ?
kata"mu kemarin yg bilang, "Aksa anakku" itu sangat menusuk. seolah Kirana tak pernah jd ibu Aksa pdhl justru Aksa lah yg dekat lbh dlu drpd kamu. Kirana tak pernah membedakan Aksa dg darah daging sendiri, tapi kamu ??
Kinara menanggung ini puluhan tahun, seusia Kaisar ttnya. sekarang capek, wajar. yg g wajar itu kamu, Man. membenci darah daging sendiri & membawa anakmu yg bukan keturunan Kinara menjadi alatmu tuk menghancurkan Kaisar. anak laki" satu" nya Kinara
Nanik Arifin
emang murni itu Ken ego kamu, Man. Aksa hanya berusaha membuat Kaisar bertindak terkendali & dewasa. atau... itu titipan pesanmu, Man... kebencian yg dibungkus kearifan & kepatuhan Aksa membuatnya berpikir itu usahamu merendahkan Kaisar darah dagingmu. Krn bungkusmu tll rapi, Aksa pikir itu logis. Ayah yg ingin mendidik anaknya mjd lebih baik
SLina
lanjutannya mana thor?
Aisyah Alfatih: udah update ya kak, udah tamat di bab 56🙏
total 1 replies
SLina
ipar y sgt keren.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!