{Area khusus dewasa}
"Saya mohon tolong lepaskan saya, saya mohon." Permintaan wanita itu dengan suara lirih memohon pada pria itu.
"Tidak bisa,hanya kamu yang bisa melakukannya, sampai kapanpun kamu tak akan bisa pergi."ucap pria itu dengan nada serius.
"Tapi kenapa harus saya, masih banyak wanita lain yang mau dengan Anda."
Wanita itu semakin ketakutan, setelah Apa yang dilakukan oleh pria itu.Berharap mampu bisa menghindarinya, tapi tetap saja tak bisa dia hindari ketika ambisi dari pria itu begitu besar terhadap dirinya.
Apakah nantinya dirinya akan menerima kehadiran pria itu atau dirinya lebih memilih untuk pergi dari kehidupannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keinginan keluarga ~
"Apa ini jalan hidupku,yang harus menerima tawaran pria itu.Kenapa harus seperti ini." Malia berjalan pelan-pelan sembari pikirannya penuh dengan masalah yang menghantui pikirannya.
Sedangkan di posisi Dio saat itu,dia sedang berada diposisi perusahaan yang saat itu dia berkunjung untuk mengecek situasi di perusahaan.
Ternyata selama ini dia menjadi dosen,dia juga menjadi CEO di perusahaan milik keluarganya.Walaupun sedari awal dia menjadi dosen dilarang oleh Papanya tapi dirinya tetap membuktikan jika dirinya mampu hingga akhirnya dia bisa melakukan itu semuanya.
"Apa Robi?"
"Iya tuan, menurut informasi yang saya dapatkan jika pria itu pernah mengungkapkan perasaannya pada Nona Malia tapi Nona Malia menolaknya."Mendengar penjelasan itu,Dio terdiam memikirkan sesuatu.
"Jadi dia orang yang sengaja memberikan obat perangsang?"Tanya lagi Dio pada Asistennya, Rian langsung membalasnya dengan menganggukkan kepala.
"Iya tuan,dialah orang yang sengaja menjebak Nona Malia."Dio hanya bisa menghela nafas setelah mendengar kebenaran itu,tapi dia merasa diuntungkan oleh kejadian itu.Dirinya akhirnya menemukan wanita dan berakhir dia menjadi miliknya.
"Kamu awasi betul pria itu,aku yakin dia akan berusaha menganggu calon istriku lagi." Rian hanya membalas dengan anggukkan kepala tuannya.
Dio duduk terdiam seperti sedang memikirkan langkah apa yang harus dia lakukan.
"Sepertinya nanti malam aku harus menemui Papa untuk membicarakan hal penting ini."Batin Dio yang tak ingin menunda lagi keinginan dia untuk segera memperkenalkan Malia pada keluarganya.
Malam hari
Setelah pekerjaan Dio selesai,Ia akhirnya pergi menemui Papanya.Dio pergi bersama asistennya,tak disangka Dio dikejutkan dengan kehadiran seorang wanita cantik yang saat itu sedang mengobrol dengan Mamanya.
"Dio." Mama Valia menyapa putranya yang baru saja datang.
Terlihat seorang wanita menatap penuh harapan dan bahagia melihat Dio di tempat itu.
Dio yang melihatnya menatap langsung membalas dengan tatapan dingin pada wanita itu.
"Mama,Dio ingin bertemu dengan Papa."Kata Dio yang lebih cuek melihat kehadiran wanita itu.
"Oh Papa, kebetulan Papa ada diruang kerjanya. Lebih baik kamu temani Bella,Mama akan panggil Papa."ucap Mama Valia yang sengaja ingin meninggalkan putranya, untuk lebih dekat dengan Bella.
"Tidak Ma, Dio akan langsung kesana menemui Papa." Dio langsung pergi,tapi langkahnya terhenti.
"Tidak perlu,biar Mama saja."Mama Valia menarik tangan putranya.
Dio langsung melirik kearah wanita itu."Jika Mama hanya bertujuan untuk Dio lebih dekat dengan dia,jangan harap Dio akan bersedia."Pertanyaan langsung membuat Mamanya gelagapan mendengar jawaban putranya.
Dio langsung pergi meninggalkan Mamanya, Mama Valia langsung mendekati Bella.
"Maafkan Dio ya, sepertinya dia sedang ada masalah sampai dia berkata seperti itu."Mama Valia meminta maaf dengan ucapan Dio yang begitu sadis pada Bella.
"Tidak apa-apa Tante,saya paham dengan kondisi Dio saat ini."jawab Bella yang masih bersabar, walaupun sebenarnya dia sedikit kesal dengan ucapan Dio bahkan dia masih berusaha mendekati Dio.
Diruang kerjanya
"Kenapa kamu tidak bersama Mamamu?"Tanya tuan Fahril pada putranya.
"Dio malas berurusan dengan wanita itu."Jawaban itu langsung dibalas dengan anggukkan kepala dari tuan Fahril.
"Lalu ada apa kamu temui Papa?"Tanya tuan Fahril pada putranya.
"Ada sesuatu yang ingin Dio bicarakan dengan Papa,ini mengenai seorang wanita Pa." Seketika tuan Fahril penasaran apa yang ingin putranya katakan.
"Dio ingin segera melamar Malia Pa."
"Malia itu siapa lagi?"tanya balik tuan Fahril yang baru pertama kali mendengar nama Malia.
"Dia calon istriku Pa." Tuan Fahril kaget jika putranya diam-diam memiliki hubungan dengan seorang wanita.
"Calon istri, Jadi..."
Pada akhirnya Dio menceritakan tentang Siapa wanita bernama Malia. Perlahan-lahan Tuan Fahril mengerti tentang identitas wanita itu.
"Apa kamu yakin wanita itu bisa menyembuhkan sakit mu?"tanya Tuan Fahril kepada putranya.
"Iya Pa, hanya dia yang bisa mengobati sakit ku ini. Seperti di awal Dio katakan, kami tidak sengaja melakukan hal itu karena ada seseorang yang ingin menjebak Malia. Dan terjadilah di malam itu."Dio menjelaskan dengan detail hingga akhirnya seseorang di belakang pintu dibuat terkejut dengan pengakuan Dio.
"Apa yang kamu bilang!"terdengar suara teriakan yang cukup kencang dari arah belakang mereka, yang di mana seorang wanita sengaja menguping pembicaraan mereka berdua.
"Mama."Dio terkejut dengan kehadiran Mamanya di ruang kerja milik suaminya.
"Kamu tidak bohong kan, jika hanya wanita itu yang bisa mengobati sakitnya?"pertanyaan masih keluar dari mulut mama Valia.
"Iya Ma, hanya dia yang bisa mengobati sakit yang selama ini Dio derita."Pada akhirnya dia mengungkapkan semuanya kepada Mamanya dan respon mama Valia menangis terharu sembari memeluk putranya.
"Jika memang dia bisa mengobati sakit mu, kamu pertemuan Mama langsung dengan wanita itu, dan jika keinginanmu ingin melamarnya Mama sangat setuju bahkan secepatnya kalian harus menikah."Dio terdiam sembari melirik ke arah Papanya.
"Papa juga setuju dengan pendapat Mamamu, jika memang wanita itu bisa menyembuhkan mu itu akan menjadi peluang baik untukmu agar cepat sembuh dari sakit mu."Dio membalas dengan menganggukkan kepala.
"Baiklah, tapi Dio harus usaha untuk meyakinkan dia."Mama Valia langsung tertawa.
"Kamu ditolak?"pertanyaan itu langsung membuat Dio terdiam dan mengakui jika sedari awal wanita itu tidak begitu tertarik dengannya.
"Sepertinya kamu harus belajar dari Papamu, ajari putramu untuk menghadapi wanita. Tapi lucu juga, pria setampan kamu masih ada wanita yang menolakmu."Mama Valia menahan tawanya setelah melihat nasib putranya yang masih ada wanita berani menolak cinta dari putranya itu.
"Mama." Ucap Dio dengan nada menekan pada mamanya yang terus menggoda dirinya terus.
"Kenapa ,mau protes dengan apa yang Mama katakan tadi benarkan."Dio terdiam setelah Mamanya mulai memperingati putranya.
"Mama tak ingin alasan darimu, secepatnya besok kamu bawa wanita itu.Mama pun tak mempermasalahkan status dia seperti apa.Yang terpenting kamu bisa sembuh itu sudah cukup bagi Mama." Mama Valia menunjukkan kasih sayang seorang ibu demi kesembuhan putranya.
Mulailah ketiganya mulai fokus dengan apa yang mereka bicarakan tentang rencana mereka.
Sedangkan dilokasi Malia sekarang, dia fokus membaca buku di kamarnya.
"Buku ini besok harus aku kembalikan."Gumam Malia yang baru saja membaca buku dari kampusnya.
Seketika pikiran teringat teralihkan oleh dosennya itu,Malia menggelengkan kepala mengingat kejadian itu.
"Mimpi aku , kenapa harus terjadi seperti itu.Apalagi dimalam itu aku tidur bersamanya.Bagaimana aku hamil,sedangkan cita-citaku begitu aku ingin wujudkan kenapa harus berhenti."Malia merasa kecewa kenapa nasibnya akan seperti ini.