Tiara seorang anak pembantu yang menyamar sebagai gadis buruk rupa tak menyangka akan berakhir di satu ranjang dengan majikan nya yang di kenal impoten dan benci dengan wanita
Kelvin seorang CEO tampan sekaligus Majikan Tiara di kenal suka tidur dengan wanita untuk menyembuhkan penyakitnya namun salah satu wanita yang pernah tidur dengan nya tak ada satupun yang membuat nya sembuh dari penyakitnya.
Namun pada saat ia mabuk dan tak sadarkan diri tanpa sengaja ia berpasangan dengan Tiara yang hanya memakai handuk saja entah kenapa membuat gairah di tubuhnya bangkit kembali dan membuat nya gelap mata lalu memperkosa Tiara dan membuat gadis itu hamil di luar nikah tanpa sepengetahuannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elzaluza2549, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bekerja Sendirian
Deg..deg..deg..
Kelvin semakin memajukan langkah tapi segera itu pula Tiara bangkit dan perlahan mundur. Bahkan Tiara bisa mencium aroma mie instan yang ia buat bercampur aroma minuman beralkohol.
Tiara bisa menebak kalau tuan nya ini pergi ke club malam dan baru pulang jam segini.“Kalau kamu ingin memakan makanan seperti ini, Lebih baik kamu makan mie seperti ini di halaman belakang sana biar aromanya tidak merusak udara di rumah saya.”Kelvin berkata ketus sehingga membuat Tiara hanya bisa menunduk dalam.
“Maafkan saya tuan, lain kali hal seperti ini tidak akan terjadi lagi!"
Manik hitam Kelvin menelusuri penampilan Tiara dari atas sampai bawah bahkan baru kali ini ia memperhatikan penampilan anak pembantu nya itu secara intens. Baju panjang longgar, dan celana panjang longgar, rambut hitam panjang yang hanya di ikat asal itu bisa membuktikan dari segi lekuk tubuh saja Tiara tak menarik.apalagi wajah nya jelek dan sangat membosankan kalau di lihat terlalu lama.
‘Ada apa ini kenapa dia memperhatikan aku seperti itu'
“Ini akan saya buang!”Ujarnya datar sambil meraih mie instan cup yang masih terlihat banyak lalu ia buang begitu saja di kotak sampah.“Dengar setelah ini tak akan lagi ada drama makan mie seperti ini dalam rumah saya. apa kamu paham!"
“I-iya tuan saya paham!”
Kedua bahu Tiara merosot lemah tak berdaya setelah tuan nya Kelvin tak ada lagi di hadapan nya. Ia hanya bisa memegang dadanya yang berdebar kencang.
‘Dasar tuan pemarah apa dia tidak tau berapa harga yang harus aku beli untuk membeli mie instan itu' Batin Tiara menggeram.
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Semua menu sarapan pagi telah tersedia di atas meja makan ada nasi goreng dengan telur dadar terpisah bahkan di sekelilingnya di hiasi potongan tomat dan timun untuk menambah kesan terindah nasi goreng yang telah Tiara buat.
Bahkan ada juga roti bakar coklat keju, dan sandwich sebagai pelengkap menu sarapan.Tiara kembali lagi ke dapur setelah urusan mengantarkan menu sarapan di atas meja telah selesai.
“Wah dari aromanya seperti nya nasi goreng nya enak sekali ini"Ujar tuan Jastin sebelum ia duduk di kursi.Anita dan juga Kelvin juga Duduk bergabung mengambil piring lalu mengambil nasi goreng.
Kelvin memperhatikan Tiara yang tengah menguap di dekat dapur tanpa menutup mulut nya dengan tangan, hal itu membuat Kelvin mencibirnya.
‘Sudah jelek tapi tidak tau tata cara menguap'
“Kelvin apa kamu bicara sesuatu?”Tanya mama nya.
“Ah tidak maa,”
“Mama kira kamu bicara, bagaimana menurut kamu apa nasi goreng nya enak?”
“Yah lumayan”Kata Kelvin datar sambil menyuapkan satu sendok nasi goreng ke dalam mulutnya.
Tiara sedang melamun tapi tiba-tiba ibunya datang yang entah dari mana datangnya.
“Hey kamu ngapain berdiri di sini saja ayo lakukan lagi pekerjaan lainnya nyapu sama ngepel.sebentar lagi ibu mau kepasar mau belanja untuk makan siang."
“Huaaaaa...baiklah bu”Tiara menguap kembali sambil mengiyakan perintah sang ibu. Dan ia mulai berjalan mengambil sapu dan alat untuk mengepel lantai.
“Hey Tiara kamu mau kemana?”Tanya nyonya Anita saat melihat Tiara melintasi mereka.
“Mau nyapu sama pel lantai nyonya"
“Hey itu nanti saja, mending kamu siram tanaman yang ada di luar saja dulu.”
“Oh iya nyonya baiklah saya akan melaksanakan perintah nyonya. Kalau begitu saya permisi dulu nyonya."
sesampainya di teras pintu utama Tiara di buat Heran dengan halaman yang begitu luas yang ada di hadapannya.lalu sebuah selang berada di dekatnya dan Tiara tau fungsi selang itu seperti apa.Maka dari itu ia mencari putaran air untuk menyalakan keran menuju selang yang ia pegang.
...****************...
Tiara terpaksa harus mengerjakan semua pekerjaan rumah sendirian tanpa ada ibunya karena semalam ibunya mendapatkan kabar jika nenek di desa Tenga sakit dan mau tidak mau ibu harus pergi malam itu juga.
Dengan berat Tiara harus merelakan ibu nya untuk pergi, bahkan ibu mengatakan pergi ke desa tidak akan lama paling tidak hanya memakan waktu 2 hari atau lebih.
Sungguh rumah sebesar ini hanya ibu dan dirinya saja yang bekerja mengurus segala kebutuhan orang-orang yang tinggal di rumah sebesar dan seluas lapangan bola kaki ini.
Lalu jika ibunya tak ada maka semua pekerjaan akan jatuh pada Tiara.
Mau tidak mau Tiara harus bangun lebih awal ia memulai pekerjaan memasak nasi terlebih dahulu lalu kemudian ia lanjutkan mencuci pakaian.
Jam menunjukkan pukul setengah delapan pagi Tiara dengan cekatan meletakkan menu sarapan pagi di atas meja lalu kembali melanjutkan aktivitasnya mencuci piring serta bersih-bersih dapur.
Nyonya Anita dan Tuan Jastin baru saja datang dan tanpa basa-basi mereka segera duduk di kursi masing-masing.
“Hari ini kamu sendirian membersihkan seluruh rumah ini yah Tiara anggap saja kamu menggantikan posisi kamu di saat ibu kamu sedang ada di desa"Ujar Nyonya Anita.
Omongan nyonya Anita jelas terdengar oleh Tiara.“Iya nyonya insyaallah saya mampu mengerjakan semuanya”
“Hmmm yah intinya kamu harus mampu karena mau tidak mau kamu harus mengerjakan semuanya.. karena nasib pekerjaan ibu kamu ada tangan mu”
“Iya Nya saya mengerti..”
Nyonya Anita tak lagi berbicara ia hanya sibuk memakan sarapannya dalam diam dan hanya terdengar suara garpu dan sendok saja yang terdengar saling bertautan.
“Ma nanti katakan sama bi Sri seprei sama bad cover aku harus di cuci dan ganti saja dengan yang baru”
“Yah tapi sayang nya Bi Sri baru semalam pulang kampung katanya ibunya sakit”
“Apa...jadi bagaimana, siapa yang akan membersihkan kamar ku ma..?"
Nyonya Anita memutar bola matanya ke arah Tiara.“Suruh anaknya saja, kan hanya dia pembantu yang tersisa di rumah kita saat ini”
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Tiara dengan pelan membuka pintu kamar yang isi dalamnya tidak pernah ia lihat sama sekali.kamar itu terlihat kosong tak ada orang di dalamnya bahkan itu adalah sebuah permintaan dari ketiga majikannya.
Ayolah Tiara ini hanyalah sebuah kamar bukan tempat angker seperti rumah hantu tapi bukan kah ruangan ini juga terlihat mencengkam,bahkan terasa merinding saat kakinya menginjakkan lantai di kamar tuan Kelvin, mungkin saja itu karena ac yang belum di matikan.
‘Yang hanya kamu lakukan adalah mengganti sprei, mengambil pakaian kotor yang ada di dalam kamar mandi, bersih kan meja, sapu dan pel lantai kamar saya'
Sebuah permintaan itu adalah hal wajar ketika seorang majikan memerintahkan pembantu nya bahkan perintah yang tidak wajar itu adalah.
‘Kalau sampai ada barang saya yang tergeser atau pindah tempat maka saya akan memberikan hukuman yang setimpal untuk kamu'
Perlahan Tiara membuka pintu kamar mandi itu masih dengan perasaan yang tak tenang takut saja tiba-tiba tuan Kelvin datang lalu mengunci serta mengurung nya di dalam kamar mandi lalu memperkosa nya.
Sungguh pikiran yang konyol bukan? Hal itu membuat Tiara menjitak kepalanya sendiri sembari mengambil pakaian kotor dan meletakan pakaian tuannya itu ke keranjang pakaian.
****************