Seorang gadis bernama bifolla queen zealia atau biasa dipanggil dengan zea, ia jatuh cinta pada pandangan pertama dengan cowok tampan dan populer di sekolahnya, saka zyzenio leonardo atau kerap dipanggil dengan leo. Meskipun leo adalah kakak kelasnya, zea tidak bisa menolak perasaannya. Namun, leo cuek dan tidak peduli dengan keberadaan zea. Zea pun memutuskan untuk mengejar leo dan mencoba mendapatkan perhatiannya. Tapi, apakah leo akan tetap cuek atau mulai menyadari perasaan zea?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marsanda Marsanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Men-stalking
Ditepi tempat tidur zea duduk sambil memegang inhaler dengan tangan yang sedikit gemeter, ia mengambil nafas dalam-dalam mencoba menenangkan diri sembari menghirup obat malalui tabung kecil tersebut, matanya tertutup dan wajahnya menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Setelah beberapa kali inhalasi zea merasa lebih baik dan ia membuka matanya perlahan.
Tadi zea memang sempat bermain basket, namun kali ini ia bermain sendiri tanpa pengawasan dari sang kakak. Tanpa sadar zea bermain terlalu bersemangat dan cukup lama, sehingga ia tidak menyadari batas kemampuan tubuhnya sendiri, sampai ia merasakan gejala asma-nya kambuh, dan membuatnya sulit untuk bernafas.
"Gue harus kuat." ujar zea
Ini sudah kedua kali asma-nya kambuh, tadi pagi pas upacara dan malam ini! cukup melelahkan itulah yang zea rasakan selama ini.
Drettt
Drettt
Dering ponsel berbunyi dari atas meja di samping tempat tidurnya, memecahkan keheningan di ruangan tersebut. Zea memandang benda pipi yang menyala menampilkan sebuah nama yang tertera di layar, pertanda pesan atau panggilan masuk.
Zea mengangkat panggilan tersebut dengan perasaan bertanya-tanya, dan mendekatkan ponselnya ke telinga.
"Halo cha! kenapa?"
"Ze, kita berdua didepan rumah lo nih"
"Kita?" tanya zea penasaran.
"Iya, gue sama angel! kita mau ngajak lo keluar cari jajanan."
"Lo berdua kayak jelangkung tau nggak, datang nggak diundang!"
"Udah deh, buru! lo mau ikut nggak?"
"Bentar, gue turun!"
"GPL YA!"
"Iya."
Tuuttt
Suara sambungan dari sebrang diputuskan, terdengar jelas ditelinga zea.
Zea buru-buru mengambil jaketnya yang tergeletak di kursi kamar, dan berjalan pergi keluar menuruni anak tangga, saat melewati ruang tamu ia mendapati mama yang duduk santai disofa sambil menatap fokus ke iPad ditangannya.
"Ma, zea keluar bentar sama chacha sama angel." kata zea.
"Angel siapa ze?"
"Teman baru zea!"
"Oh, okay sayang! tapi pulangnya jangan terlalu malam ya." perintah mamanya.
"Siap ibu negara! zea pamit ya." zea melambaikan tangannya.
Zea berjalan kepintu rumah dan membukanya, ia melihat kedua sahabatnya berdiri diluar pagar! bukan didepan pintu rumah.
"Kenapa nggak masuk?" tanya mama zea yang ternyata mengikuti zea dari belakang.
"Eh tante sherly, em....nggak papa kok tan, kita disini aja sekalian mau keluar juga." jawab chacha yang sedikit berteriak agar mama zea mendengar.
"Oh ini angel ya?" tanya mama zea dengan rama, sembari berjalan bersama zea ke arah pagar rumah mereka.
"Iya tan!" jawab angel dengan sopan, sambil menyalimi tangan mama zea, diikuti chacha.
"Kita pergi ya ma." zea menyalimi mamanya.
"Hati-hati." ingat mama zea.
"Iya mamaku sayang."
"Mau naik apa? pak rio udah pulang tadi, papa juga belum pulang dari kantor! kakak kamu juga pergi sama temannya." kata mama zea.
"Tenang tan, angel bawa mobil kok." sahut angel sambil tersenyum.
"Angel bisa nyetir?" tanya mama zea.
"Iya tan bisa."
"Yaudah, hati-hati ya! jangan ngebut."
"Iya ma! bawel deh."
"Harus dong, kalo kalian kenapa-napa giman cob-
"Nggak bakal kok, udah mama masuk aja kedalam! diluar dingin." potong zea.
Cup
Zea mengecup pipi mama dengan lembut.
"Bay." zea melambaikan tangan.
"Hati-hati ya." teriak mama zea.
Zea hanya mengacungkan jempolnya, sedangkan chacha dan angel tersenyum sambil melambaikan tangan.
"Lo berdua kenapa nggak masuk tadi?" tanya zea.
"Males jalan." jawab chacha.
"Dasar pemalas!" sarkas zea.
"Itu tau, gue kan mageran." kata chacha.
"Yaudah, mau jajan apa nih?" tanya zea.
"Gue mau beli sate." ujar chacha.
"Ketoprak kayaknya enak deh." timbal angel.
"Yuk gas, gue pengen bakso malang, udah ngiler dari tadi." ucap zea.
"Pantesan iler lo baunya kecium sampe sini."
"Lo mau gue tabok cha?"
"Ya kan katanya tadi ngil-
"Udah ayok, kalo lo berdua debat mulu, nggak bakal makan-makan ini." ujar angel dengan kesal.
Angel berjalan lebih dulu kemobilnya, melalui mereka berdua tanpa memperdulikan tatapan sengit antara kedua sahabatnya.
****
Angel memarkirkan mobilnya dipinggir jalan dekat jajanan kaki lima, di sana juga terdapat beberapa kursi tunggu pelanggan serta meja ditengah-tengahnya.
Zea, chacha, dan angel turun dari dalam mobil disambut dengan suara-suara pedagang yang ramai dan aroma sedap dari makanan yang dijual.
"Batagor."
"Somay."
"Bakso malangnya."
"Es teler."
"Keto.... PRAK."
"Sate-sate."
Teriak beberapa pedagang sambil menawarkan dagangannya.
Ketiga gadis itu tersenyum sambil berjalan mendekat ke jajanan yang akan mereka beli.
"Bang bakso malangnya satu, makan sini." pinta zea.
"Siap neng."
"Lo beneran pesan bakso ze?" tanya chacha.
"Iya dong."
"Gue mau pesen sate dulu."
"Okay, gue duduk di meja sana ya."
"Iya, nanti gue nyusul sama angel, dia lagi beli keto....PRAK." kata chacha sambil mengikuti gaya bicara pedagang ketoprak.
Zea tertawa melihat tingkah chacha yang terang-terangan mengikuti gaya bicara pedagang ketoprak.
Zea berjalan menuju tempat duduk pelanggan dan mengambil tempat duduk dibawah pohon rindang, menikmati suasana teduh dan sejuk ditengah ramainya kendaraan yang berlalu-lalang.
"Ini neng baksonya." ujar pedagang bakso sambil menyerahkan mangkok bakso yang berisi kuah hangat kepada zea.
"Makasih bang."
"Iya neng."
Zea belum menyentuh baksonya, ia memilih membuka ponselnya sembari menunggu chacha dan angel yang masih memesan jajanan mereka. Zea membuka aplikasi instagram dan mencari profil angel lalu membuka daftar pengikutnya, zea mencari nama leo didaftar pengikut angel, kebetulan sekali akun itu tidak di private, ia mulai men-stalking akun tersebut dengan penasaran.
Setiap postingan leo tampaknya berhubungan dengan basket, mulai dari foto dirinya saat bermain basket, video latihan basket, hingga postingan leo bersama dengan tim basketnya.
"Kak leo benar-benar anak basket deh." ujar zea dengan pelan, matanya masih fokus menatap foto leo yang sedang men-dribbling bola.
"Iya, kak leo emang suka banget sama basket! sejak dia kelas 5 SD." sahut angel.
Angel dan chacha baru saja sampai di sana setelah memesan jajanan mereka. Keduanya lalu duduk di samping zea sambil menikmati jajanan yang mereka beli.
"Liat deh, di foto ini kak leo cool banget." ujar zea sambil memperlihatkan salah satu foto candid leo kepada angel dan chacha.
"Biasa aja kok." timbal chacha sambil mengunyah sate dengan lahap.
"Mata lo kelilipan kali! coba lo liat lagi deh."
"Ogah ah."
"Ya udah, lo yang rugi!"
Zea kembali memandangi foto leo di layar ponselnya, lalu dengan cepat mengambil tangkapan layar gambar tersebut. Nggak apa-apa, untuk sekarang di-screenshot dulu. Suatu hari nanti, baru digandeng langsung.
Zea tersenyum puas sambil menatap ponselnya.
"Bakso lo dimakan ze! ngeliatin foto dia nggak bakal bikin lo kenyang!" sarkas chacha.
"Iya, bawel deh lo!"
Zea mulai memakan bakso dan menghirup kuah baksonya yang terasa sangat enak dimulut dan terasa gurih dilidah dengan dibumbui rempah-rempah khas Indonesia.
"Besok kita mulai cari klub." ujar angel.
"Serius ngel?" tanya zea.
"Iya dua rius, selesai upacara tadi pagi buk santi bagiin formulirnya."
"Lo berdua nggak ngambilin punya gue?"
"Lupa ze, hehehe." jawab angel cengengesan.
"Yaudah, besok temenin gue minta formulirnya."
"Okay." jawab angel dan chacha.
"Gue pengen masuk klub debat! kayaknya seru deh." kata chacha.
"Lo kalo masalah debat emang nggak bisa diraguin lagi sih cha." timbal zea sambil geleng-geleng kepala dengan penuh kagum.
"Yes, tepat sekali!"
"Kalo gue pengen coba ikut klub teater, soalnya gue suka akting!" kata angel.
"Keren sih, kebetulan muka lo juga cocok tuh jadi artis." puji zea sambil tersenyum.
"Dan lo? lo serius bakal masuk ke klub basket?" tanya chacha kepada zea.
"Iya, gue serius kok."
"Ingat sama kondisi lo ya ze, jangan terlalu sering lari-larian." kata chacha.
"Kan konsepnya emang gitu cha!"
"Tapi ze, lo nggak boleh terlalu ser-
"Ussttt"
Zea menempelkan jari telunjuknya kebibir chacha, memberi insyarat agar chacha diam.
"Gue tau cha." ujar zea.
"Bener ya ze."
"Iya chacha maricha."
Bersambung