NovelToon NovelToon
The Silent Muse: Gilded Chains

The Silent Muse: Gilded Chains

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Duniahiburan / Romansa Fantasi / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Model
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Di dunia yang penuh dengan kilatan kamera, Alice Vane adalah satu-satunya hal yang nyata bagi Julian Reed. Namun, bagi Julian, mencintai Alice berarti harus mengawasinya dari kejauhan—sambil membenci setiap pria yang berani bernapas di dekatnya.
Alice adalah magnet. Dari penyanyi manis Sean Miller hingga rapper tangguh D-Rock, semua menginginkannya. Alice tidak pernah sadar bahwa setiap tawa yang ia bagikan dengan pria lain akan dibalas oleh Julian dengan lirik lagu yang menghujatnya di radio keesokan harinya.
Saat Julian mulai menggunakan diva pop Ellena Breeze untuk memancing cemburu Alice, permainan pun berubah. Di antara lagu sindiran, rumor palsu, dan kepemilikan yang menyesakkan, Alice harus bertanya pada dirinya sendiri: Apakah ia benar-benar pelabuhan bagi Julian, atau hanya sekadar inspirasi yang ingin dipenjara dalam sangkar emas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

1. Overture of Heartbreak

​Lorong Madison Square Garden terasa begitu panjang dan dingin bagi Alice Vane. Di usianya yang baru menginjak remaja, ia harus berhadapan dengan kegilaan dunia hiburan hanya karena ayahnya ingin ia mengenal relasi-relasi penting. Salah satunya adalah sang fenomena musik dunia, Julian Reed.

​"Alice, rapikan rambutmu. Jangan terlihat seperti baru bangun tidur," bisik ayahnya sambil mengetuk pintu kayu besar dengan plat nama 'JULIAN' yang mengkilap.

​Pintu terbuka. Di dalam sana, tidak ada hingar bingar. Hanya ada Julian Reed yang sedang duduk di kursi rias, menatap pantulan dirinya di cermin. Ia tampak lelah namun sangat rupawan.

​"Julian! Maaf mengganggu waktu istirahatmu," sapa ayah Alice dengan nada akrab.

​Julian berbalik, lalu matanya langsung terpaku pada sosok gadis di samping pria itu. "Tidak apa-apa, masuklah."

​Julian berdiri. Matanya tidak lepas dari Alice. Gadis itu mengenakan gaun sederhana, rambutnya tergerai, dan ia terus menunduk sambil meremas jarinya sendiri.

​"Julian, perkenalkan, ini putriku. Alice Vane," ayah Alice memperkenalkan dengan bangga.

Julian melangkah mendekat. Ia menyipitkan mata, menatap wajah Alice yang mulai memerah. "Alice, ya?" suara Julian terdengar jauh lebih lembut dari yang biasa Alice dengar di radio.

Alice memberanikan diri mendongak. "Hai, Julian."

"Kau sangat pemalu, ya?" Julian tersenyum kecil, sebuah senyuman yang terasa tulus, bukan senyuman untuk kamera. "Biasanya orang-orang di sini akan langsung menyodorkan ponsel atau teriak-teriak. Tapi kau... kau seperti sedang ingin bersembunyi."

​Alice tertawa kecil, sedikit lebih rileks. "Aku hanya tidak ingin mengganggu istirahatmu. Kau pasti sangat lelah setelah tur panjang ini."

​Julian tertegun. "Kau memikirkan kelelahanku? Itu jarang sekali kudengar." Julian hendak mengulurkan tangannya, mungkin untuk menyentuh bahu Alice atau sekadar menjabat tangan gadis itu lebih lama. "Alice, kau tahu, kau sebenarnya sangat—"

​"Julian, sayang!"

​Tiba-tiba pintu terbuka lebih lebar. Seorang gadis cantik dengan aura bintang yang sangat kuat masuk ke ruangan itu. Ellena Breeze. Tanpa ragu, Ellena langsung menghambur ke arah Julian dan memeluk leher pria itu dari belakang, menyandarkan dagunya di bahu Julian.

​"Semua orang mencarimu, Babe. Kita ada janji makan malam dengan produser, ingat?" ucap Ellena dengan suara manja yang sangat merdu.

​Seketika, suasana di ruangan itu berubah. Julian yang tadinya fokus pada Alice, kini tampak sedikit canggung. Ia melepaskan tangan Ellena dengan lembut namun tidak menjauh.

​"Oh, Ellena. Perkenalkan, ini Alice," ujar Julian, nadanya kembali formal.

​Alice merasa jantungnya mencelos. Melihat Ellena memeluk Julian seperti itu membuatnya sadar betapa kecilnya ia di dunia ini. Ellena sangat sempurna, sangat serasi dengan Julian.

​"Hai, Ellena," sapa Alice dengan suara yang hampir menghilang. Ia mencoba tersenyum, meski rasanya kaku sekali. "Aku... aku Alice."

​Ellena menatap Alice dari atas ke bawah dengan senyum manis yang entah mengapa terasa seperti sebuah garis pembatas. "Hai, Alice. Manis sekali. Penggemar Julian juga?"

​Alice mengangguk pelan. "Ya. Sangat mengagumi karyanya."

​"Terima kasih sudah mendukung pacarku, ya," Ellena kembali merapat pada Julian, menunjukkan kepemilikan yang mutlak. "Julian, ayo cepat. Mobilnya sudah menunggu."

​Alice melihat Julian meliriknya sebentar, seolah ada sesuatu yang ingin ia katakan, namun kehadiran Ellena membuat segalanya tertutup. Di luar sana, Alice bisa mendengar suara teriakan fans yang meneriakkan nama Julian dan Ellena sebagai pasangan terbaik tahun ini. Didukung oleh jutaan orang, dicintai oleh seluruh dunia.

​"Kami harus pergi, Alice. Senang bertemu denganmu," ucap Julian saat ia mulai ditarik oleh Ellena menuju pintu.

​Alice berdiri mematung di tengah ruangan yang kini mendadak terasa hampa. Ia melihat punggung mereka yang menjauh—Julian yang gagah dan Ellena yang bersandar mesra padanya.

​"Mereka sangat cocok, bukan?" tanya ayahnya sambil menepuk bahu Alice.

​Alice hanya mengangguk pelan, menyimpan rasa kecewa yang dalam di sudut hatinya. Ya, mereka sangat cocok, batinnya.

​Malam itu, Alice memutuskan satu hal. Ia akan tetap menjadi penggemar Julian, mengagumi lirik-liriknya, dan merayakan kesuksesannya dari jauh. Ia akan mundur perlahan sebelum hatinya patah lebih parah. Ia tidak akan pernah berharap Julian akan menatapnya seperti pria menatap wanita.

​Sebab di dunia ini, Julian Reed adalah matahari, dan ia sudah memiliki bulannya sendiri dalam diri Ellena Breeze. Alice? Ia hanyalah debu yang tidak sengaja terkena cahayanya sesaat.

1
Ariska Kamisa
/Coffee//Coffee//Coffee/
umie chaby_ba
Ellena kepedean amat sih lo/Panic/
umie chaby_ba
Perkara gelang geh Jule Jule ..
cemburu bilang /CoolGuy/
umie chaby_ba
Julian nih... ngeselin ! /Speechless/
umie chaby_ba
Mulai merambah ke internasional nih ceritanya.../Doubt//Doubt//Doubt/
umie chaby_ba
wow internasional latarnya nih...
markicob baca...
se inter apa ya thor... /Tongue/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!