Aleta merasa dunia tidak berpihak padanya. Banyak masalah terus menimpanya, dari kehilangan sang Ayah tercinta hingga kehilangan tunangannya , yang direbut oleh orang terdekatnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wahyoeni"23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
08. Mulai Terkuak
Bastian kembali meninggalkan Kartika begitu saja , ia keluar dari mobil terlebih dahulu, tak menghiraukan istrinya.
Kartika membuang nafasnya berat , suaminya itu pasti akan menanyakan terus tentang kehamilannya.
Ia bingung harus jawab apa , kalau jujur ...ia takut Bastian akan menceraikannya , kalau bohong , nyatanya Kartika memang tidak sedang hamil.
Mengadu sama Mama Nurma pun rasanya akan percuma , karena ia yakin Mamanya itu tidak bisa memberi solusi.
Kartika baru ingat , waktu sebelum pernikahan ia sempat meminta pembalut pada Aleta , jadi tidak salah kalau Aleta tau ia sedang berbohong.
" Assalamu'alaikum Bu ". Ucap Bastian masuk lalu mencium tangan ibu Erna.
" Wa'alaikumussalam, kamu sudah pulang, di mana istri kamu Bas ?". Bu Erna celingukan mencari menantunya.
" Di belakang Bu , aku gerah...mau mandi dulu ". Bu Erna hanya mengangguk kemudian membuang nafas pelan.
Ini yang ia takutkan, rumah tangga yang di bangun di atas luka orang lain pasti tidak akan berjalan dengan baik.
Bu Erna menunggu, tak lama Kartika masuk dengan langkah gontai.
" Tika ". panggil Bu Erna dengan nada lembut.
" Iya Bu ".
" Kamu sudah makan Tik , Ibu buatin kamu soto , ayo kamu cicipi dulu , sudah ibu hangatkan , pasti enak buat kamu yang sedang hamil muda ".
" Kan biasanya kalau hamil muda inginnya makanan - makanan yang hangat dan segar , berkuah ....soalnya ibu juga kayak gitu Tik ". Bu Erna menarik tangan Kartika pelan , mengajaknya ke ruang makan.
Kartika hanya menurut dan tersenyum saja , rasa bersalahnya pada wanita paruh baya itu makin besar .
Seharusnya aku tidak berbohong , kalau ujungnya buat aku pusing begini , mana Bu Erna baik banget lagi sama aku.....aahhhh ini semua gara - gara Mama.
Kenapa juga aku mau saja di suruh Mama buat menggoda Mas Bastian, cuma gara - gara dia bawa mobil ke rumah.
Ternyata ia tidak kaya - kaya amat.....rumah saja tidak lebih besar dari rumah Aleta....
" Tika....hey Tik , kok malah melamun, ayo di cicipi , ibu belum kasih sambal, takut kepedesan , kalau kamu mau ambil sedikit saja ya Tik , ibu takut perut kamu nanti sakit ".
Di hadapan Tika sudah tersaji semangkuk soto ayam hangat , yang baunya sangat harum hingga tercium ke hidung Kartika, matanya pun berkaca - kaca.
" Terima kasih Bu , seharusnya ibu tidak perlu serepot ini, aku bisa mengambilnya sendiri ".
" Tidak repot kok Tik , kamu ini enggak perlu sungkan , udah kayak sama siapa aja , kamu itu istrinya putra ibu , jadi kamu sudah menjadi putri ibu juga Tik ".
Air mata yang mati - matian Kartika tahan akhirnya jatuh juga, tadinya ia sudah berfikir macam - macam , takut Bu Erna adalah sosok mertua yang menyeramkan, seperti di sinetron - sinetron yang suka ia tonton itu.
Tapi....kebalikannya , Bu Erna sangat baik padanya, padahal pagi tadi ia sempat menghindar dengan kabur pergi ke rumah Mama Nurma.
Bu Erna pun mendekat, mengusap kepala Kartika dengan penuh kasih sayang . Kartika langsung berbalik memeluk Bu Erna sambil menangis n
" Sudah - sudah , kok malah jadi melow gini , itu soto nya keburu dingin loh , jangan sedih- sedih gitu Tik , nanti bayi di dalam kandungan kamu akan ikut sedih ". Hati Kartika makin teriris .
" Bu , kok ibu baik banget sama aku sih Bu , padahal aku sudah berbuat jahat sama Ibu , membuat Mas Bastian tidak jadi menikah dengan Aleta ".
" Mungkin Bastian memang berjodohnya sama kamu Tik , ibu bersyukur kalau kamu sadar akan kesalahan kamu , perbaiki diri agar bisa jadi istri yang baik bagi suami kamu ya Tik ".
" Terima kasih Bu , aku akan mengingat pesan dari ibu ".
Kartika makan soto buatan Bu Erna dengan hati membuncah.
Sementara itu , Bastian tidak keluar dari kamarnya. Ia menunggu Kartika masuk, tapi sedari tadi di tunggu istrinya tak muncul juga.
" Kamu mau menghindar ya Tik , apa itu berarti apa yang di katakan sama Aleta benar , kamu sudah berbohong padaku tentang kehamilan kamu ".
" Baik kalau begitu, aku tidak perlu menunggu kamu bicara jujur , aku akan buktikan sendiri kamu hamil atau tidak ".
Benar saja , malamnya Kartika sudah tidur duluan. Bastian hanya menghela nafasnya kasar.
" Tunggu saja besok Tik ".
Paginya Kartika sengaja sibuk di dapur membantu Bu Erna. Ia tidak mau jauh dari Bu Erna , sampai mertuanya itu bingung tapi tak mau mempersoalkannya .
" Kamu ikut aku ya Tik ". ajak Bastian sambil mengunyah makanannya ."
" Maaf Mas, aku tidak bisa, aku mau ke pasar sama Ibu , kata kamu kan aku harus dekat sama ibu ".
Bu Erna ingin menyela , pasalnya ia tidak pernah sekalipun mengucapkan kata akan mengajak Kartika ke pasar, sungguh aneh.
Sebagai seorang ibu ia sudah merasakan keanehan itu sejak kemaren sore .
" Kalian baik - baik saja ?". tanya Bu Erna hati - hati.
" Kami baik Bu , tenang saja, ibu tidak usah khawatir , aku berangkat sekarang saja ya Bu , aku titip istriku ".
" Loh Bas , buru - buru sekali ?". tanya Pak Arpan
" Iya Pak , Bu , aku berangkat ".
Mau tak mau Kartika mengantar suaminya ke depan. Tapi Bastian langsung masuk ke dalam mobilnya . tanpa pamitan pada Kartika.
Mobil Bastian melaju meninggalkan rumah orang tuanya, dan juga meninggalkan Kartika yang masih berdiri mematung di teras.
Bastian memukul kemudinya , " Mau di taruh di mana mukaku jika benar aku tertipu oleh mu Tik....Aleta pasti akan mentertawakan aku dengan kencang , apalagi Tommy.....benar - benar sial ".
Sampai di kantor , Bastian tidak sengaja kembali bertemu dengan Elang.
" Hey....kamu sudah di terima bekerja di sini ya ?". tanya Bastian antusias.
" Hemmm iya...".
" Kamu di bagian apa , kok rapi sekali baju kamu pake jas segala ?".
" Apa ya.....eh maaf , aku harus segera masuk , tidak enak aku kan pegawai baru, aku duluan ya ". Bastian hanya mengangguk, Elang menghindar agar Bastian tidak bertanya macam - macam padanya.
" Kenapa semua orang sepertinya menghindar dariku......". ucap Bastian.
Bersambung....
********