NovelToon NovelToon
RITUAL PUJON BAYI

RITUAL PUJON BAYI

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Tumbal / Kutukan / Romansa pedesaan
Popularitas:97.5k
Nilai: 5
Nama Author: Cublik

Tiga kali mengalami kehilangan calon bayinya saat usia kandungan hampir melewati trimester pertama, membuat Ainur, calon ibu muda itu nyaris depresi.

Jika didunia medis, katanya Ainur hamil palsu, tapi dia tidak lantas langsung percaya begitu saja. Sebab, merasa memiliki ikatan batin dengan ketiga calon buah hatinya yang tiba-tiba hilang, perut kembali datar.

Apa benar Ainur hamil palsu, atau ada rahasia tersembunyi dibalik kempesnya perut yang sudah mulai membuncit itu ...?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cublik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23 : Desa Alas Purwo

Ainur menarik napas panjang sampai punggungnya tegak, pelan-pelan dia berdiri dengan perasaan sulit dijabarkan. “Maaf,” cicitnya, entah untuk apa kata itu.

Dwipangga berpindah posisi, berdiri di depan wanita yang senantiasa menunduk. “Saya, kamu, sama-sama dalam keadaan tidak menginginkan ini. Jika bukan karena balas dendam, sudah pasti kita terhindar dari situasi canggung dan lagi tak masuk akal.”

“Ainur ….” ia melirih. “Saya tak bisa menjanjikan apapun selain status sah di mata tetua desa Alas Purwo. Untuk saat ini, hanya para petinggi wilayah yang mengetahui pernikahan kita, sampai berhasil menumpas kejahatan ki Ageng beserta para pengikutnya. Kemudian hari, semua keputusan ada ditanganmu. Mau melanjutkan atau menutup kisah dengan menyembunyikan fakta jikalau kita pernah terikat satu sama lain, sepenuhnya hakmu.”

“Desa Alas Purwo?” Ainur lebih tertarik pada nama desa ketimbang statusnya.

“Ya.” Dwipangga manggut-manggut. “Alas Purwo yang berarti hutan permulaan, kehidupan awal setelah meninggalkan dunia fana.”

“Baik.” Ainur juga mengangguk. “Apa kita harus melakukannya sekarang?”

Bukan keputusan mudah, tapi memang inilah cara satu-satunya agar jalan membalas dendam terbuka lebar. Ainur butuh Dwipangga untuk kesembuhan fisik, serta menangkal racun. Sementara sang pria, memiliki maksud terselubung dan agar lebih dekat dengan para pembunuh rakyat sekaligus orang terkasihnya.

Bersamaan mereka melangkah mendekati kolam, menaiki tangga batu, lalu menuruni tangga yang sama terendam air memiliki kedalaman setinggi bahu Ainur.

Ainur menghilangkan keraguan, mengenyahkan semua batasan selama ini dia pegang teguh. Ronce melati yang biasa dikenakan wanita di prosesi siraman sebelum pernikahan – dia lepaskan. Posisinya membelakangi Dwipangga.

Kemudian Ainur hendak menarik konde menyanggah sanggul, tapi urung saat telapak tangan besar menarik pinggang rampingnya.

Dwipangga mundur hingga tumit menabrak anak tangga, lalu membalikkan badan Ainur. Penuh kelembutan dia mendudukan sang istri di anak tangga keempat sampai batas bahu ke atas berada dipermukaan air.

Ainur tidak berani mendongak, kedua tangannya meremas sisi jarik. Sebisa mungkin bernapas pelan-pelan, menenangkan ritme jantung serta perasaan mulai tak nyaman.

Kain penutup terakhir milik Dwipangga sudah dilepaskan, jemarinya maju menarik simpul kain jarik. Dia tidak memaksa untuk Ainur menatap, membiarkan wanita itu mencari rasa nyaman sementara keamanan sudah ia berikan.

Lampu lentera yang menyorot ke permukaan air tertutup kelopak bunga tiba-tiba mati dengan sendirinya.

Ainur pasrah saat kakinya dilebarkan, pun tubuhnya ditindih tanpa benar-benar menanggung bobot Dwipangga. Wanita yang kini memiliki status jelas – mendongak seraya memejamkan mata, mengubur dalam-dalam semua kenangan bersama Daryo, malam-malam pernah mereka lalui. Kedua tangannya bertumpu pada anak tangga.

Tak ada kata-kata, tapi Ainur tidak merasa dipermainkan – pelan-pelan dia mulai merasa nyaman meskipun sesuatu asing sudah memasuki tubuhnya. Pun, saat satu persatu tangannya diarahkan memeluk leher, ia menurut.

Percintaan itu tidak tergesa-gesa, tapi tak juga terlalu lama. Temponya pas, dari hentakan lembut lalu mulai acak-acakan.

Ahhh … di pertengahan penyatuan, Ainur kelepasan mendesah lirih dengan mata tetap terpejam.

Dwipangga bergerak sedikit liar, saat dirasakan sang istri sudah beradaptasi sekaligus terbuai, ia menambah lagi temponya.

Hsstt … Ainur mendesis, jemari manis tangan kanannya terasa panas, seperti terbakar.

Bisikan lembut dengan nada berat membuat bulu kuduk Ainur meremang.

“Itu cincin lambang ikatan pernikahan kita. Bila di dunia fana, tidak akan tampak oleh mata manusia biasa, pun ki Ageng.”

Dwipangga kembali mengajak Ainur menuju puncak, mereguk kenikmatan.

Pada akhirnya, sebuah pelepasan mereka rasakan. Lalu sama-sama mengatur napas yang menderu serta terputus-putus.

Sesaat kemudian, Dwipangga merubah posisi, memangku tubuh yang masih bergetar samar, memeluk erat tanpa penuh kehati-hatian.

Mereka sama-sama diam, sama-sama memilih bungkam. Kala sudah bisa menguasai diri dan tak ada lagi tertinggal rasa nikmat pelepasan – Dwipangga menyambar jubah dari bahan satin warna hitam diletakkan di atas batas batu. Membalutkan di badan basah sang istri yang masih terendam air.

Dia berdiri tanpa mengenakan pakaian. Ainur ada dalam bopongannya, lalu berjalan menuju ke suatu tempat.

Dalam temaramnya cahaya lentera lorong, Ainur memandangi otot dada, lalu naik pada jakun, kemudian bulu-bulu rahang.

Sebuah pintu berat terbuka dengan sendirinya, Ainur menoleh, dan langsung takjub melihat kamar mewah dengan ranjang kayu ukir, ada empat tiang penyanggah kelambu.

Dwipangga mendudukan Ainur di kursi bulat, berkata pelan, tenang. “Kenakanlah pakaianmu. Di dalam lemari besar itu ada kebutuhan pribadimu, sudah disiapkan oleh Kinasih.

Tanpa berani melirik kebawah, sebab dia tahu sesuatu yang tadi memberikan kenikmatan masih tak tertutup apa-apa, Ainur mengangguk.

Raden Dwipangga melangkah memasuki lebih dalam lagi kamar luas, lalu menghilang dibalik pintu berukir.

Ainur beranjak mendekati lemari, dibukanya pintu dan terpesona oleh isinya – jejeran kebaya lengkap dengan bawahan, dan banyak lagi gaun santai berbagai warna serta model. Dia mencari letak penyimpanan dalaman, setelah dapat bergegas mengenakannya.

“Cantik sekali,” gumamnya mengagumi cincin bermata merah delima melingkari jari manisnya. Ring nya terbuat dari emas kuning polos.

Ainur sudah berpakaian lengkap, mengenakan satu set baju tidur berbahan linen, sama persis seperti miliknya di hunian Tukiran. Dia melirik Dwipangga yang mendekat, pria itu sudah berpakaian lengkap – celana panjang hitam, serta kaos longgar. Busana seperti kebanyakan manusia kenakan.

“Saya akan mengantarmu pulang. Dia sudah dalam perjalanan.”

“Iya.”

***

TIN!

TIN!

TIN!

Klakson mobil ditekan berulang kali, bersamaan dengan itu kereta Kuda juga sampai.

Daryo membuka kaca jendela mobil, wajahnya menahan kesal. Menyuruh kusir membuka pintu gerbang.

Sang kusir cepat-cepat turun dari kereta Kuda, berlari ke bagian tengah yang terdapat kait pengunci gerbang, lalu membukanya. Besi berat itu dibuka lebar, lalu ia kembali naik ke kereta.

Aryo melajukan mobil sedikit kencang, perasaannya mengatakan kalau ada yang tidak beres.

Pak Karta dan lainnya pun merasakan hal sama, mereka buru-buru turun.

Brak!

Pintu mobil dibanting, Daryo menyalakan senter dikarenakan lampu petromak teras mati, dan sorot lampu mobil tidak cukup menjangkau semua area.

AKHHH!!

.

.

Bersambung.

1
Reni
Ealah cublikkkkk Jian kok bikin jantungan ternyata malah citranti to yg ketahuan untung bener ni bocah berulah
Betri Betmawati
siap2 lh kalian menerima pembalasan dari Ainur, sehbat2 nya Ki Ajeng masih bisa dikelabui olh mbak neng
Betri Betmawati
itu bayi monster nya pasti seram bangat ya
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Dungu? mungkin itu dulu, sekarang dia perlahan mulai berubah dan akan menuntut balas atas perbuatan kalian terhadapnya🙄
surya kartolo6
orang Ainur juga sudah LBH dari tau😡
Gadis misterius
Sekarang wktunya untuk bngkit ainur buang kasih dan perasaan manusiawimu manusia yg kau hadapi adlah manusia2 yg melebihi iblis km harus mampu balas dendam melebihi kwsadisan yg mereka lakukan kepadamu dan ke anak2mu
surya kartolo6
bukankah klo hamil baru trimester pertama itu masih gumpalan darah ya, maksudnya blm jadi janin.trus kok bisa tau2 sudah jadi wujud walaupun sudah tiada dan wujudnya monster..
Siti Mamahe Kaila Izana
Hai Mamik loe yg Dungu (pake banged) 👊👊👊 boleh geplak Mamik dan Tukiran ngga? 🤬🤬⚔️⚔️
ora
Yang kau katai dungu itu yang nanti bakal menghancurkan hidupmu...
Lisstia
ini kapan lagi waktunya ainur hamil laginya
ainur gak di bawa jalan jalan ke desanya dwipa lagi ya kak,,,biar dia lihat aktivitas warga di sana juga
Nurr Tika
semangat nur
Eli Rahma
bnr kamu hrs balas mereka lebih sadis dan lbh kejam..semangt Ainur..
Herni Tri Putri
cerita yg menarik dibaca,awal2 cerita susah ditebak..makin kesini,makin bikin penasaran../Good/
Eli Rahma
sakti juga mb neng..
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR
Bu Mamik, kau bilang dungu? Dungu juga akibat ulahmu, tunggu saja kala si dungu ini menemukan serpihan otak waras nya, pembalasan terencana akan segera menghampiri dan mengoyak semua milikmu.
menghanguskan mu si paling pintar.
SENJA
enak banget ngatain dungu 😶
SENJA
ini peliharaannya bayi atau balita doang ini si dukun 😶
SENJA
susah juga balas dendam sama orang sakit jiwa pada 😶😶😶
Monica Lora
lama lama kelihatan lebih sakti mb neneng dr pd ki ageng 🤭🤭🤭
SENJA
mba neng ilmunya tinggi juga 😳
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!