NovelToon NovelToon
You Are My Destiny

You Are My Destiny

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama / Berondong
Popularitas:695
Nilai: 5
Nama Author: nunna namjoon

seorang mahasiswi yang menjalin hubungan yang rumit dengan seseorang tentara .. apakah mereka akan berakhir sampai menikah ? ... entahlah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nunna namjoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8

Suga memikirkan gea sepanjang malam hingga pukul 3 pagi ia belum bisa tidur, tak mudah bagi suga untuk melupakan mantan kekasih sekaligus cinta pertamanya itu, sampai saat ini pun ia masih tak sanggup jika harus berpisah dengan nya, dan untuk kali ini ia tak akan menyerah untuk mendapatkan hati gea kembali.

Lamunannya di kejutkan dengan suara ponselnya yang ia taruh di atas nakas samping tempat tidurnya.

Setelah di lihat ternyata nama hyungnya yang tertera "HAJUN" Yang menelfon dirinya..

SUGA : "ada apa! tumben sekali kau menelfonku"

HAJUN :" Ku dengar kau ada di busan! Bisa kah kau menjemput ku di bandara pagi ini mungkin sekitar jam 8 pesawatnya akan mendarat"

SUGA : "dasar berandal, baiklah"

Setelah suga menutup telfonnya, ia memutuskan untuk berbaring siapa tau ia bisa memejamkan matanya walaupun sebentar, sebenarnya ia sangat lelah, namun pikirannya telah penuh dengan wajah dan nama gea.

******

Jam berdering dengan keras di samping bantal gadis cantik dan juga sedikit susah untuk bangun pagi itu, hingga ia di bangunkan mamanya untuk kesekian kalinya.

Sebenarnya ia begadang untuk mengerjakan tugas dari dosennya hingga larut karena ia banyak melamun daripada mengerjakan tugasnya.

"Kalau kau begini terus kau tak akan cepat mendapat suami gea, lelaki mana yang akan menikahimu jika kau malas- malasan untuk bangun pagi hhmm" Ucap hana sambil membuka horden dengan lebar agar cahaya matahari bisa masuk dan membuat silau anaknya tersebut.

"mmaaaaa, aku masih ingin tidur" Jawab gea sambil menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.

"Lihatlah sudah jam berapa ini apa kau tak kuliah hah, dasar pemalas" Bentak hana.

"Iya iya aku bangun" Jawab gea terduduk di samping kasur dengan matanya masih tertutup.

Butuh 5 menit untuk gea mengumpulkan nyawanya, tapi sesaat ia tersadar jika ia di beri cuti atas insiden kemarin namun orang tuanya tak mengetahuinya, jika mereka tau pasti akan sangat kwatir.

Akhir nya ia memutuskan untuk berjalan jalan saja di mall untuk mengelabuhi orang tuanya.

Setelah ia membersihkan Badan ia bersiap untuk pergi, walaupun merasa aneh jika berjalan jalan sendirian tapi ia juga bingung harus bagaimana.

Saat sedang menunggu bus tiba -tiba ada sebuah mobil yang berhenti di depannya.

Setelah kaca di turungkan ternyata suga.

"Kau mau kemana bukannya kau sedang cuti kenapa membawa buku" Tanya suga.

"Ahh aku ingin jalan- jalan ke mall agar orang tuaku tak curiga atas insiden kemarin" Jawab gea dengan gugup.

"Masuk lah" Ajak suga dengan membuka pintu samping dari dalam.

"Apaa!! Akuu!! " Jawab gea.

"Bukan tapi orang di sebelahmu" Ucap suga.

Gea clingukan ke kanan ke kiri tapi di halte saat itu hanya ada dia seorang diri.

"Tapikan... "

"Cepat lah kita akan terlambat" Ucap suga.

Terpaksa gea masuk ke dalam mobil suga walaupun agak canggung.

Sepanjang perjalanan gea hanya memandang ke arah luar jendela. Hingga ia membaca plakat jalan yang menuju bandara.

"Kenapa kita ke arah bandara, kau akan membawaku kemana? " Tanya gea .

"Kita akan menjemput kakakku, dia akan mendarat sebentar lagi" Jawab suga dengan datar.

Gea hanya pasrah saja mengikuti suga, sesampainya di bandara suga menghentikan mobilnya di parkiran.

"Tunggulah di sini aku akan membeli sarapan, masih ada waktu 30 menit lagi" Ucap suga sambil membuka pintu mobilnya dan berjalan menuju sebuah cafe untuk membeli sarapan untuk mereka berdua.

Batin gea "gak papa kan ya, hatiku tidak akan baik- baik saja jika seperti ini terus, aahh aku ingin sekali menghilang dari sini, kenapa kau datang lagi setelah aku bersusah payah melupakan mu" Gea memasang wajah frustasinya.

Sungguh ia sangat tak nyaman dengan keadaannya seperti ini, ia takut kalau akan kembali jatuh cinta kepada suga.

Beberapa menit kemudian suga datang membawa 2 sandwich dan 2 gelas minuman.

"Makanlah, maaf hanya bisa membelikan mu sarapan ini, karena di cafe itu menunya kurang lengkap" Ucap suga sambil menyerahkan makanan minuman ke gea.

Mereka berdua menikamati makanan dengan lahap.

Suga diam² memperhatikan gea dengan melirik tipis-tipis ke arah gea.

Batin suga "ternyata dia masih sama seperti dulu, setiap makan pipinya akan mengembang seperti bakpao"

Gea yang sedikit terusik dengan senyuman suga pun membuka suara.

"Kenapa kau senyum- senyum seperti itu, apa ada sisa makanan yang menempel di pipiku hah" Tanya Gea dengan makanan penuh di mulutnya.

"Tak apa, aku hanya mengingat waktu kita masih bersama dulu, kau tak berubah ge" Jawab suga dengan memandang Gea intens.

Kini jantung Gea seperti akan copot dari tepatnya, detak jantungnya begitu cepat ketika melihat tatapan suga yang memperhatikan nya dengan penuh cinta.

Gea langsung mengalihkan pandangannya keluar jendela, jantungnya tak begitu aman jika seperti itu terus.

"Sudah waktunya kita menjemput kakakku, pakek safebeltmu" Ucap suga sambil mendekat ke arah Gea untuk meraih dan memasang kan safebelt ke Gea. Gea yang terkejud pun seketika membatu dan wajah mereka saling bertatapan hanya jarak 10 cm saja.

Suga cepat sadar akan tindakan nya itu. Dan segera melajukan mobilnya ke arah dekat pintu keluar penerbangan internasional.

Dari kejauhan terlihat pria tampan dengan tubuh tinggi dengan gaya yang sangat tertutup. HAJUN selalu berpenampilan seperti itu takutnya akan ada penggemar yang mengenali nya, secara ia ada penulis novel yang banyak mempunyai penggemar. Kehidupan nya cukup tertutup untuk khalayak umum.

"Kkaaakkkk.... " Tangan suga melambai ke arah HAJUN.

HAJUN yang menyadarinya segera berjalan ke arah suga.

Sudah lama sekali ia tak bertemu dengan saudara laki-lakinya itu, mungkin sekitar 2-3 tahun. Mereka saling berpelukan untuk melepas rindu.

"Maaf Hyung kalau menjemput mu dengan membawa seseorang" Ucap suga sedikit malu malu.

"Siapa yang kau bawa, apa gadis itu? " Tanya HAJUN.

Gea membuka pintu mobil untuk memberi salam kepada HAJUN.

"Hay kak" Ucap Gea dengan menampilkan senyuman manisnya.

"Wah ternyata suga memang hebat dalam menaklukkan mu, aku tak menyangka jika hubungan kalian bisa selama ini, segera nikahi dia bro, sebelum di ambil oleh kakakmu ini" Ucap hajun dengan sumringah.

"Bu.. Bukan seperti yang kau lihat kak, aku dan suga hanya... " Ucap Gea dengan gugup namun langsung di sahut oleh HAJUN.

"Tak apa, memang sulit menjalani hubungan jarak jauh, aku yakin kalian berdua bisa" Ucap hajun dengan mengusap pucuk kepala Gea.

Suga yang mendengar nya hanya tersenyum, setidaknya sedikit mengobati hatinya yang selalu mennginginkan Gea untuk kembali.

Tanpa sadar HAJUN sudah duduk di belakang dan meneriaki mereka.

"Ayo cepat jalan, aku ingin sekali segera berbaring ke tempat tidur" Ucap HAJUN sambil memejamkan matanya.

Suga dan Gea pun malah di buat kikuk sendiri dan segera masuk ke dalam mobil.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Thingkyu yang udah mau baca novel karyaku....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!