Masih ingatkah kalian dengan pasangan fenomenal Satria dan Sarah?
Kini mereka sudah memiliki seorang anak laki-laki yang bernama Arkana.
Ya, kehidupan Arkana tiba-tiba saja berubah 360° saat dia harus bertanggungjawab dan menikahi seorang gadis yang tidak di kenalnya sama sekali.
Lalu bagaimana kehidupan mereka, akankah Arkana bisa menjadi suami yang baik, atah malah sebaliknya.
Simak cerita mereka dan sebelum itu baca dulu cerita sebelumnya oke.
My Wife Is, My sugar mommy.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Calon Mempelai
Arkana juga tidak tau dia akan di bawa kemana oleh supir yang tiba-tiba membawanya. Sampai dia tiba di sebuah rumah yang sangat sederhana di bandingkan dengan rumah keluarganya.
Mereka tiba di sebuah rumah dan ternyata dia mengetahui bahwa rumah itu adalah rumah keluarga Rania. Gadis yang tidak sengaja dia rebut mahkotanya.
"Assalamualaikum," ucapnya pada mereka semua berkat bimbingan Hussein yang juga ikut menemaninya.
"Waalaikumsalam." jawab mereka yang ada di dalam.
"Nah, langsung saja pak, ibu. Kehadiran saya kesini untuk melamar putri anda, untuk putra saya. Ini, Arkana." Satria mengenalkan putranya pada kedua orang tua Rania.
Bahkan ada kedua kakaknya juga di sana. Bahkan Arkana juga bisa merasakan tatapan tidak menyenangkan dari kakak perempuannya Rania. Entah apa maksudnya tapi Arkana merasa, bahwa kakaknya tidak menyukai dirinya.
"Dia bukan tidak menyukaimu, tapi dia tidak menyukai adiknya yang ingin kau nikahi!" ucap Sky pada Arkana yang membuat Rania terkejut.
Sebenarnya siapa pria yang terlihat sangat dingin itu. Kenapa dia seolah-olah bisa tau dan membaca isi pikirannya saat ini.
Arkana terkejut mendengar ucapan Sky, bukan hanya Arkana saja. Tapi mereka semua. Apalgi saat Rania di panggil keluar oleh ibunya, membuat jantung Arkana berdebar kencang.
"Rania, duduk sini, sayang." panggil ibunya pada anak bungsunya itu.
Melihat calon menantunya membuat Sarah sedikit bernafas lega. Setidaknya dia memiliki menantu yang cantik dan dia menyukainya walau perbuatan putranya tidak di benarkan.
"Bilang sama bapak, Rania. Apa kamu menerima lamaran ini? kenapa tidak bicara dengan kami lebih dulu kalau calon suami kamu mah datang?" tanya bapaknya yang membuat Rania hanya bisa tertunduk lesu.
Dia bingung harus mengatakan apa saat ini. Sungguh, dia benar-benar bingung.
"Rania..." panggil bapaknya lagi membuat gadis itu memberanikan diri untuk menatap bapaknya, hingga tanpa sengaja kedua matanya menatap pria yang telah merebut paksa kesuciannya malam itu.
"Rania gak tau, pak." hanya itu yang bisa di jawabnya.
"Maaf, bisa saya bicara dengan Rania sebentar?" tiba-tiba Arkana bersuara karena di ingin sekali bicara dengan gadis itu.
Mendengar Arkana ingin bicara dengannya membuat jantung Rania semakin berdegup kencang. Bagaimana bisa laki-laki itu mengajaknya bicara. Sedangkan menatapnya saja Rania tidak berani.
"Silahkan, nak." jawab ibunya melihat calon menantunya yang terlihat baik.
"Ayo Rania." ajak Arkana.
Dia mengulurkan tangannya, namun Rania mengabaikannya begitu saja hingga berjalan lebih dulu meninggalkannya.
Melihat Rania sudah berjalan lebih dulu membuat Arkana langsung mengikutinya.
"Rania di mobil saja." ajak Arkana yang berusaha memegang tangan Rania, hingga gadis itu langsung menepisnya.
Melihat reaksi Rania membuat Arkana hanya bisa menghela nafasnya saja. Bagaimana cara dia menjelaskan pada gadis ini?
"Rania, maafkan aku. Maaf karena aku-" Arkana tidak melanjutkan kata-katanya saat melihat Rania yang kembali berjalan hingga masuk ke dalam mobilnya.
Sedangkan Rania, dia sengaja mengajak Arkana ke mobil karena dia melihat kakaknya, Raisa.
Saat mereka sudah berada di mobilnya, Arkana mulai membicarakan semua itu dengan Rania.
"Rania, aku tau jika pun aku meminta maaf tidak akan mengembalikan semuanya. Aku hanya ingin menebus kesalahanku malam itu. Aku memang belum bisa menjanjikan apapun, tapi aku janji akan berusaha menebus kesalahanku. Aku mohon maafkan aku, Rania. Aku benar-benar menyesal." pungkas Arkana yang membuat Rania berusaha memantapkan hatinya untuk melihat laki-laki itu.
"Berikan aku waktu, om."
Jeder!
Tubuh Arkana menegang kaku saat Rania memanggilnya om. Dia bahkan langsung menarik kaca di depannya untuk melihat wajahnya apakah Dia setua itu hingga Rania memanggilnya om?
Melihat tingkah Arkana membuat Rania sedikit berpikir. Apa yang di lakukan laki-laki itu pada wajahnya?
"Lihat wajahku, Rania. Apa aku setua itu hingga kamu memanggil ku Om? lihat dengan benar Rania, apa aku sudah tua?" tanya Arkana yang tanpa sadar mendekatkan wajah keduanya yang membuat jantung Rania semakin berdegup kencang.
Raisa yang melihat aksi keduanya semakin terbakar api cemburu. Hingga dia kejutkan oleh sosok yang tiba-tiba saja berada di sampingnya.
"Jangan pernah berpikir untuk merebut apa yang sudah menjadi milik saudarimu. Jika kau sampai berani ingin merebut milik adikmu, maka aku yang akan membuatmu menyesal nantinya!" ancam Sky hingga membuat gadis itu terdiam di tempatnya.
***
next my