NovelToon NovelToon
Sepasang Phoenix Api Dan Naga Es

Sepasang Phoenix Api Dan Naga Es

Status: sedang berlangsung
Genre:Kebangkitan pecundang / Kelahiran kembali menjadi kuat / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Romansa / Penyeberangan Dunia Lain
Popularitas:156
Nilai: 5
Nama Author: angin malam 888

Steven seorang insinyur mesin, ia dikenal sebagai seorang bujang lapuk. Diusianya yang mencapai 28 thn, ia belum pernah pacaran.
Suatu hari, saat hujan turun dengan deras, Steven mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan tinggi. Di sebuah tikungan, dari arah berlawan muncul sebuah sepeda motor juga dalam kecepatan tinggi. Kedua motor itu bertabrakan dan Steven tidak sadarkan diri.

Saat ia terbangun, ia sadar jika tubuhnya sekarang bukanlah miliknya. Steven bertransmigrasi ke dalam tubuh Pangeran Kelima, kekaisaran Jiang. Pangeran kelima, Jiang Fengyun, yang berusia 15 thn. Walau Jiang Fengyun disayangi oleh kaisar, ia dikucilkan oleh saudara-saudarnya.

Hari dimana Steven mengambil alih tubuhnya adalah hari pernikahan Jiang Fengyun.
Wanita yang menjadi istrinya adalah putri sulung rumah Perdana Menteri Huang, tetapi ternyata istrinya juga sampah sia-sia yang terkenal di ibukota kekaisaran

Kedua pasangan sampah yang bersatu dalam pernikahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon angin malam 888, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berdosakah menjadi pria tampan?

“Sialan, apa kamu menganggap aku ini wanita kesepian sampai harus kamu kasihani? Apa kamu tidak melihat dirimu sendiri?” Huang Ruli meradang, ia bangkit dari kursinya dan mengebrak meja kerja Jiang Fengyun. Pria itu mencibir dengan tatapan jijik ke arah tubuh Huang Ruli. “Walau aku sia-sia, setidaknya aku terhormat, tampan, kaya dan tubuhku menggairahkan. Sedangkan kamu…ckck…”

"Tubuhmu menggairahkan? Aku mau melihatnya seberapa menggairahkan tubuhmu.” Huang Ruli menyerbu ke arah Jiang Fengyun, ia berusaha meraih pakaian Jiang Fengyun. Pria itu terlambat bereaksi, saat baru terbangun dari kursi. Huang Ruli berhasil meraih pakaian bagian atas dan pakaian itu menjadi robek. Robekan itu memperlihatkan sebagian dada pria itu, Huang Ruli masih belum merasa puas. Gadis itu lantas mencoba meraih celana pria itu, kecepatan Jiang Fengyun tidak sebanding dengan Huang Ruli. Kembali celananya robek sehingga memperlihat sebagian betisnya. Jiang Fengyun segera berlari keluar ruang kerjanya, ia menabrak Moying dan Chiying dan terjatuh.

Huang Ruli segera menyusulnya tetapi dihalangi oleh kedua pengawal itu. Jiang Fengyun melihat Huang Ruli terhalang, segera melarikan diri ke arah kamar tidurnya. Huang Ruli mendorong Moying lalu melanjutkan mengejar Jiang Fengyun. Melihat kejadian ini, ekspresi Moying dan Chiying menjadi rumit, lalu Chiying bertanya, “Moying, jika nyonya sudah puas menghisap habis sari pati kejantanan milik Yang Mulia, apakah nyonya juga akan menghisap sari pati milik kita?”

Wajah Moying terlihat diliputi ketakutan, "Chiying, apakah berdosa untuk menjadi pria tampan sepertiku? Nyonya pasti akan menghisap tubuhku lebih dulu. Saat sari pati milikku sudah habis, saat itulah giliranmu.”

Mereka berdua saling memandang lalu mengangguk, setelah itu mereka segera melarikan diri terbirit-birit ke dalam kamar mereka dan menguncinya rapat-rapat. Huang Ruli yang tidak berhasil menangkap Jiang Fengyun, kembali ke kamarnya. Ia memasuki ruang dimensi dan kembali meracik pil.

Jiang Fengyun yang sudah berganti pakaian kembali ke ruang kerja. Pria itu duduk berseberangan dengan Moying dan Chiying, setelah memeriksa laporan dari Moying, "Beli bangunan itu dan gunakan nama orang kita. Siapa yang akan kamu tunjuk?”

"Yang Mulia, saya akan membelinya dengan menggunakan nama sepupu saya. Dulu dia bekerja sebagai kepala pengelola sebuah toko. Dan kebetulan dia ingin bekerja untuk Yang Mulia, jadi saya menariknya ke pihak kita." Jiang Fengyun puas dengan jawaban Chiying, "Lalu bagaimana dengan orang-orang yang kalian kumpulkan?"

"Sementara ini, hamba menampung mereka di rumah orang tua hamba, yang berada di desa. Menurut hamba ini akan lebih baik daripada di ibukota. Tetapi Yang Mulia, ini akan menguras kas anda dan saat ini, Yang Mulia belum bisa menghasilkan uang.” Wajah Moying kini juga berubah menjadi serius, ia memang mempercayai Jiang Fengyun tetapi juga meragukannya. Jiang Fengyun tahu apa yang dipikirkan oleh Moying, “Berapa jumlah mereka?”

"Empat puluh delapan orang.” Jiang Fengyun terkejut mendengar jumlah ini, ia termenung beberapa saat. "Jangan mencari lagi. Fokus mencari tempat di kota lain untuk markas awal kita. Sedangkan bangunan itu, tidak apa-apa kita beli. jika tidak bisa kita gunakan saat ini maka saat semuanya siap, bangunan itu bisa kita gunakan.”

“Yang Mulia, apakah nyonya mengetahui rencana kita?” Saat menanyakan Huang Ruli, raut wajah kedua pengawal itu terlihat rumit. Di satu sisi mereka yakin Huang Ruli bukanlah gadis buruk tetapi di sisi lain, mereka takut menjadi korbannya. Jiang Fengyun tersenyum melihat raut wajah mereka, ia tahu apa yang kedua pengawalnya pikirkan. ”Jangan menganggap remeh gadis itu, dia tidak seperti yang terlihat. Soal rencana kita, hanya kita yang boleh mengetahui.”

"Yang Mulia akan bercerai dengan nyonya ketika saatnya tiba?” Tanya Chiying dengan tatapan rumit di wajahnya. Mendengar pertanyaan dari Chiying, terlihat wajah Jiang Fengyun dipenuhi ketegasan, ia tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada Huang Ruli. "Ya, kami akan bercerai, kami memiliki jalan kami sendiri. Sebelum saat itu tiba, aku harap kalian tetap menghormati dia dan menjaganya. Penuhi segala kebutuhannya, saat ini hanya dia yang bisa membantu aku."

“Kami akan mengikuti perintah Yang Mulia.” Moying dan Chiying menjawab serempak, Jiang Fengyun menjadi lebih tenang setelah mendengar jawaban dari kedua pengawalnya.

 “Saat aku sudah pulih, aku harap kalian untuk tetap rendah hati. Aku tidak ingin ada seorang pun yang mengetahui kesembuhanku. Dua tahun lagi, akan ada perekrutan murid untuk empat sekte terbesar di Kekaisaran Jiang ini. Saat itulah aku akan unjuk kekuatan, bisa memasuki sekte atau tidak, kita tetap akan meninggalkan ibukota. Kita tidak perlu terlibat dalam perebutan kekuasaan, kita akan membangun jalan kita sendiri.” Kata Jiang Fengyun dengan penuh semangat, Moying dan Chiying menganggukkan kepala mereka tanda mengerti, Chiying lalu bertanya, "Sekte mana yang menjadi tujuan Yang Mulia?"

Mendengar pertanyaan Chiying, Jiang Fengyun teringat akan kehidupannya sebelum transmigrasi. Dulu ia sangat suka membaca novel fantasi dan sangat mengidamkan bisa menjadi seorang pendekar pedang yang hebat. Teringat akan semua itu tanpa ragu Jiang Fengyun menjawab, "Sekte Selaksa Pedang yang akan menjadi pilihanku."

Moying dan Chiying tidak bertanya lagi, lantas

mereka bertiga melanjutkan pembicaraan hingga larut malam. Di dalam kamar Huang Ruli, terlihat Suwei dan Weiwei yang sedang berlutut di depan Huang Ruli, sedangkan Bailing dan Wenling berdiri dibelakang kedua gadis itu. Tubuh Suwei dan Weiwei terlihat gemetar tiada henti. Huang Ruli menatap tajam ke arah dua pelayan yang sedang berlutut, ia bertanya dengan nada yang terdengar dingin, "Kalian berdua orang yang dikirim oleh rumah Perdana Menteri Huang untuk memata-mataiku, bukan?"

"Nyonya, saya hanya menjalankan perintah dari Nyonya Besar." Jawab Suwei dengan wajah ketakutan, Weiwei hanya bisa berdiam diri dengan tubuh gemetar. Huang Ruli tanpa mengindahkan keduanya memberi perintah kepada Bailing dan Wenling, "Kalian pulang dan katakan kepada Perdana Menteri Huang, jangan pernah lagi mengusikku. Bailing dan Wenling, seret mereka berdua keluar dari rumah ini. Setelah itu kembalilah, ada hal penting yang akan aku bicarakan dengan kalian."

Bailing dan Wenling segera menyeret kedua wanita itu dengan kasar, Weiwei menjadi ketakutan dan mulai menangis, "Nyonya maafkan kami, jangan kirim kami kembali ke rumah Perdana Menteri Huang. Nyonya besar akan menjual kami menjadi budak."

Bailing dan Wenling mengacuhkan perkataan Weiwei, keduanya dilempar keluar dari istana Jiang Fengyun lalu Bailing dan Wenling kembali ke kamar Huang Ruli. "Duduklah kalian berdua."

"Kalian berdua ingin mengikutiku atau tetap menjadi pengawal bayangan? Jika kalian ingin mengikutiku, aku akan meminta kalian kepada Pangeran." Kata Huang Ruli setelah kedua pengawal itu duduk, Bailing dan Wenling saling memandang lalu keduanya serempak menjawab, "Kami memutuskan untuk mengikuti Nyonya."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!