NovelToon NovelToon
A Love That Grows

A Love That Grows

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Beda Usia / Nikahmuda / CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama
Popularitas:917
Nilai: 5
Nama Author: Heynura9

Yura, 23 tahun, adalah seorang wanita cerdas, cantik, dan tulus. Setelah kehilangan ayahnya yang selalu menjadi inspirasinya, Yura memutuskan untuk mewujudkan mimpi lama mereka membuka toko kue Prancis yang pernah ayahnya impikan.
Namun, langkahnya tak semulus yang ia kira. Di dunia bisnis, ia bertemu Arkan, CEO tajir, dingin, dan terlalu posesif. Pria yang selama ini menutup hati dari semua wanita tiba-tiba tertarik pada Yura bukan karena bisnis, tapi karena ketulusan dan keberanian yang jarang ia temui.
Pertemuan pertama mereka di restoran biasa berubah menjadi serangkaian kejadian tak terduga: mulai dari pertolongan Yura pada orang tua dan ibu hamil, hingga pertemuan bisnis yang membuat batas profesional mereka teruji.
Bisnis, mimpi, dan rasa kehilangan bercampur menjadi satu, ketika Yura harus memilih antara menjaga mimpinya, menghadapi masa lalunya, dan… menghadapi seorang pria yang mulai terlalu ingin memilikinya.
Apakah Yura akan menyerah pada bisnis dan mimpi ayahnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heynura9, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 Perlindungan yang Tidak Terduga

Pagi itu, Yura sedang membuka toko seperti biasa. Ia memutar kunci, mendorong pintu kaca, lalu menyalakan lampu satu per satu. Rutinitas yang sama. Tenang. Aman. Setidaknya, itulah yang ia coba yakini.

Namun saat ia berbalik untuk menata etalase, seorang pria berdiri di depan pintu toko.

Yura tersentak kecil, tangannya refleks mengepal.

"Maaf, kami belum buka"

"Yura?"

Suara itu membuatnya berhenti.

Pria itu tersenyum senyum yang familiar. Hangat. Tidak mengancam.

"Adi?"

Yura melongo sebentar, lalu tersenyum lega.

Adrian Mahesa. Teman kuliahnya dulu. Pria yang dulu sering meminjamkan catatan saat Yura ketiduran di kelas. Pria yang selalu tenang, tidak pernah ribet, dan… dulu sempat dekat dengannya sebelum mereka sibuk dengan jalan hidup masing-masing.

"Astaga, Adi! Kok bisa kamu ke sini?" Yura membuka pintu lebih lebar, masih terkejut tapi senang.

Adrian masuk sambil mengangkat tas ransel di bahunya. "Aku pindah tugas ke kota ini. Kebetulan lewat sini, terus liat namamu di papan toko. Langsung penasaran, 'jangan-jangan ini Yura yang dulu suka bolos kelas Akuntansi?'"

Yura tertawa kecil. "Aku nggak bolos, cuma… strategis milih waktu hadir."

Adrian tersenyum lebar. "Tetap aja alasanmu konyol."

Untuk pertama kalinya dalam beberapa minggu, Yura merasa… ringan.

Seperti bertemu bagian dari masa lalu yang tidak penuh tekanan. Masa di mana hidupnya masih sederhana, belum ada Arkan, belum ada obsesi, belum ada rasa diawasi.

"Kamu kerja di sini sekarang?" tanya Adrian sambil menatap sekeliling toko.

"Iya. Aku keluar dari kantor lama. Sekarang… aku lebih suka yang simpel." Yura menyeka meja kasir, berusaha terdengar santai.

Adrian mengangguk paham. "Aku ngerti. Kadang dunia korporat itu melelahkan."

Ia mengeluarkan kartu nama dari sakunya, lalu meletakkannya di meja kasir.

"Oh iya, aku sekarang kerja di kepolisian. Bagian investigasi kriminal. Kalau ada apa-apa… atau butuh bantuan, hubungi aja."

Yura menatap kartu nama itu.

Adrian Mahesa Inspektur Polisi

Sesuatu di dadanya menghangat. Bukan karena perasaan romantis melainkan karena rasa aman.

"Makasih, Adi," ucapnya tulus. "Aku… mungkin akan butuh ini."

Adrian menatapnya sejenak, lalu mengerutkan dahi. "Kamu… baik-baik aja kan?"

Yura tersenyum tapi senyum itu tidak sampai ke matanya.

"Iya. Aku baik."

Adrian tidak terlihat yakin, tapi ia tidak memaksa.

"Oke. Tapi serius, kalau ada masalah, langsung hubungi aku. Aku nggak mau kamu kesusahan sendirian."

Yura mengangguk pelan.

Dan untuk pertama kalinya sejak kejadian dengan Arkan… ia merasa ada seseorang yang bisa ia percaya.

Di Kantor...

Arkan duduk di belakang meja kerjanya, menatap layar laptop tanpa fokus.

Pikirannya penuh dengan Yura.

Wajahnya. Suaranya. Cara dia menatapnya dengan tatapan dingin sebelum turun dari mobil.

"Kau hanya membuatku semakin yakin aku benar soal kau."

Kalimat itu terus berputar di kepalanya.

Bagas berdiri di depan meja, memegang tablet, tapi tidak berani bicara.

Arkan akhirnya mengangkat kepala. "Ada apa?"

Bagas menarik napas. "Pak… saya punya saran."

Arkan menatapnya datar. "Kalau saranmu adalah 'melepaskannya', simpan saja."

"Bukan, Pak." Bagas menggeleng cepat. "Justru… saya punya cara agar Nona Yura datang kepada Anda… secara sukarela."

Arkan diam. Matanya menyipit tertarik, tapi curiga."Jelaskan."

Bagas meletakkan tablet di meja, lalu berbicara dengan hati-hati. "Selama ini… Pak Arkan menggunakan kekuasaan. Uang. Pengaruh. Dan itu yang membuat Nona Yura menjauh. Karena bagi dia… itu semua adalah simbol dari dunia yang ingin dia tinggalkan."

Arkan tidak menyangkal. Ia hanya diam.

Bagas melanjutkan. "Tapi… apa yang terjadi kalau Pak Arkan… membuatnya jatuh cinta?"

Arkan mengangkat alis. "Jatuh cinta?"

"Ya, Pak." Bagas mengangguk serius. "Bukan dengan kekuasaan. Bukan dengan paksaan. Tapi dengan… cara yang membuat dia melihat Pak Arkan sebagai… manusia. Bukan CEO. Bukan ancaman."

Arkan terdiam lama.

Ia menatap jendela besar di belakangnya, pikirannya bekerja cepat.

"Kau pikir… aku bisa melakukan itu?" tanya Arkan pelan lebih ke dirinya sendiri.

Bagas tersenyum tipis. "Pak Arkan bisa melakukan apa saja kalau Pak Arkan mau. Tapi kali ini… Pak Arkan harus melakukannya tanpa kontrol penuh. Pak Arkan harus… membiarkan dia memilih."

Arkan tertawa kecil pendek, hampa.

"Membiarkan dia memilih… berarti ada kemungkinan dia tidak memilihku."

"Iya, Pak," jawab Bagas jujur. "Tapi kalau Pak Arkan memaksa… dia pasti tidak akan pernah memilih Bapak."

Keheningan jatuh di ruangan itu.

Arkan menatap tangannya sendiri tangan yang terbiasa mengendalikan segalanya.

Dan untuk pertama kalinya… ia menyadari satu hal: Yura bukan bisnis yang bisa dimenangkan dengan strategi.

Yura adalah manusia yang harus dipahami.

Dan itu… adalah hal yang paling sulit baginya.

Arkan akhirnya mengangguk pelan.

"Baik," katanya. "Aku akan mencoba caramu."

Bagas terlihat lega.

"Tapi ingat satu hal, Bagas."

Bagas menegakkan punggung.

Arkan menatapnya dengan tatapan gelap serius, penuh tekad.

"Aku akan membuatnya jatuh cinta. Tapi kalau ada pria lain yang mencoba mendekatinya…" Ia tidak melanjutkan kalimatnya.

Tapi Bagas mengerti.

Arkan tidak akan membiarkan itu terjadi.

Beberapa Hari Kemudian Adrian Mulai Sering Muncul

Adrian mulai sering mampir ke toko Yura.

Tidak setiap hari tapi cukup sering untuk membuat Yura merasa… tidak sendirian.

Kadang ia hanya mampir beli kopi.

Kadang ia duduk sebentar, ngobrol ringan.

Kadang ia hanya bilang, "Aku lewat sini. Cuma mau mastiin kamu baik-baik aja."

Dan Yura… merasa aman.

Tidak ada tekanan. Tidak ada tatapan obsesif. Tidak ada ancaman tersembunyi.

Hanya seorang teman yang peduli.

Suatu sore, Adrian duduk di salah satu kursi toko sambil minum kopi.

"Yura," panggilnya pelan.

Yura menoleh sambil mengelap gelas. "Hm?"

"Kamu… yakin kamu baik-baik aja?" Adrian menatapnya serius. "Aku ngerasa… ada yang kamu sembunyiin."

Yura terdiam.

Ia ingin bilang semuanya. Tentang Arkan. Tentang ciuman paksa. Tentang rasa diawasi.

Tapi… ia takut Adrian akan terlalu jauh terlibat.

"Aku baik, Adi," jawab Yura pelan. "Cuma… lagi capek aja."

Adrian tidak terlihat yakin. Tapi ia mengangguk.

"Oke. Tapi inget ya… kalau ada orang yang ganggu kamu, langsung bilang. Aku serius."

Yura tersenyum kecil. "Iya. Makasih."

Tapi yang tidak mereka tahu…

Di seberang jalan, mobil hitam itu parkir lagi.

Dan Arkan… melihat semuanya.

Ia melihat Adrian tertawa bersama Yura.

Ia melihat Yura tersenyum, senyum yang tidak pernah ia tunjukkan padanya.

Ia melihat Adrian menyentuh bahu Yura dengan santai saat berpamitan.

Dan sesuatu di dalam dirinya… retak.

Bagas yang duduk di samping merasakan aura gelap itu."Pak…"

"Cari tahu siapa dia," ucap Arkan dingin. "Sekarang!!!."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!