NovelToon NovelToon
Mantu Koplak Menjadi Penguasa

Mantu Koplak Menjadi Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Mafia
Popularitas:919
Nilai: 5
Nama Author: richard ariadi

Tanda tangani ini, dan semua hutangmu dianggap lunas," ucap Minghua Zhang sambil melemparkan kontrak pernikahan ke atas meja yang penuh puntung rokok. Chen Song menatap angka di kertas itu, lalu menatap wajah dingin Luna di pojok ruangan. Baginya, ini bukan pernikahan, ini adalah tiket keluar dari neraka—yang tanpa ia sadari, justru akan membawanya ke neraka jenis baru.

Chen Song adalah seorang pria dari kelas menengah ke bawah yang memiliki kecanduan judi yang parah. Dalam sebuah permainan berisiko tinggi di kasino bawah tanah, ia kehilangan segalanya. Ternyata, lawan mainnya adalah seorang kolektor hutang kejam yang bekerja untuk relasi bisnis keluarga Zhang. Chen Song berhutang dalam jumlah yang mustahil ia bayar miliaran yuan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon richard ariadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

siasat busuk

Ambisi keluarga Zhang memang tidak ada habisnya. Melihat kesuksesan Luna di Curek Biologi, " anjing Hiena lain" dalam klan mulai menampakkan taringnya. Kali ini adalah Carren Zhang (paman Luna yang licik) dan istrinya, Monica, yang dikenal sebagai wanita paling manipulatif di lingkaran sosial elit Gou City.

Mereka berencana melakukan "kudeta legal" untuk merampas perusahaan Luna dengan dalih restrukturisasi Grup Zhang.

Rencana Busuk Carren dan Monica

Di kantor pusat, Carren Zhang sedang memegang cerutu sambil menatap dokumen yang telah ia manipulasi.

> Carren: "Luna masih terlalu muda. Kesuksesan Curek Biologi itu pasti karena keberuntungan semata. Kita akan mengirim tim audit pribadi besok dan menuduhnya melakukan penggelapan dana riset. Dengan begitu, kita punya alasan sah untuk mencopot posisinya."

Monica, istrinya, tersenyum sinis sambil mengikir kuku.

 Monica "Bukan hanya perusahaannya, Carren. Aku ingin Mansion Gou Tun itu juga jatuh ke tangan kita. Aku dengar Minghua sekarang jadi sangat cantik secara misterius, pasti dia menggunakan uang perusahaan untuk perawatan ilegal. Kita akan hancurkan mereka berdua sekaligus."

Kedatangan Tun Zhang yang tiba-tiba ke Mansion Gou Tun bagaikan guntur di siang bolong. Setelah satu bulan menghilang di Jiangnan dengan alasan "bisnis" yang sebenarnya adalah pelarian dari hutang, ia kembali dengan wajah yang lebih kurus namun dengan sedikit keangkuhan yang dipaksakan.

Namun, begitu ia melangkah masuk ke pintu besar mansion, langkahnya terhenti. Suasana rumah yang ia tinggalkan terasa sangat berbeda.

Tun Zhang melihat Minghua, istrinya, yang kini tampak sepuluh tahun lebih muda, kulitnya bercahaya, dan auranya jauh lebih memikat dari sebelumnya. Namun, yang membuatnya merinding adalah tatapan mata Minghua. Tidak ada lagi kerinduan atau rasa hormat; yang ada hanyalah kegelisahan dan kepatuhan yang ditujukan ke arah lain.

Di ruang tengah, Chen Song sedang duduk santai di kursi kehormatan milik Tun Zhang, sambil memutar-mutar sebuah cangkir perunggu kuno (Cawan Penelan Langit).

Tun Zhang (Suaranya bergetar) "Chen Song! Apa yang kau lakukan di kursiku?! Dan Minghua... kenapa kau diam saja melihat sampah ini bersikap tidak sopan?"

Chen Song tidak beranjak. Ia hanya melirik Tun Zhang dengan Mata Dewa, melihat sisa-sisa ketakutan dan kehancuran mental pria itu.

Chen Song "Ayah Mertua... kau pulang lebih cepat dari perkiraanku. Apakah uang 2 miliar itu sudah habis? Ataukah kau merindukan istrimu yang sekarang sudah menjadi jauh lebih... patuh?"

Tun Zhang menatap Minghua, mencari pembelaan. Namun, Minghua hanya menunduk dan berjalan mendekati Chen Song, menuangkan teh untuk menantunya itu tanpa sepatah kata pun.

 Tun Zhang "Minghua! Apa yang terjadi padamu?! Aku ini suamimu!"

Chen Song "Suami yang menjual istrinya demi cek? Jangan melawak, Tun Zhang. Di rumah ini, kau hanyalah tamu sekarang. Jika kau ingin tetap tinggal, kau harus mengikuti aturanku."

Chen Song berdiri dan mendekati Tun Zhang. Ia membisikkan sesuatu yang membuat lutut Tun Zhang lemas seketika: ia menceritakan bagaimana ia telah "menjaga" Minghua selama Tun pergi, dan bagaimana nyawa Tun kini terhubung dengan nasib David dan Tibet Zhang melalui energi yang ia tanamkan.

Tun Zhang jatuh terduduk di lantai. Ia baru menyadari bahwa dalam satu bulan, ia tidak hanya kehilangan hartanya, tapi juga kehilangan rumah, harga diri, dan istrinya kepada menantu yang selama ini ia anggap sampah.

Carren Zhang dan Monica tidak membuang waktu. Mereka tahu bahwa Luna sedang berada di puncak kesuksesan, maka satu-satunya cara menjatuhkannya adalah dengan menghancurkan reputasi pribadinya dan integritas bisnisnya di depan dewan tertinggi.

Sebelum rapat dimulai, Carren dan Monica menyudutkan Luna di ruang tunggu VIP.

 Monica "Luna sayang, kami tahu kau ambisius. Tapi menggunakan 'uang panas' dari investor gelap untuk menaikkan nilai saham Curek Biologi? Itu sangat berisiko bagi klan. Kami punya bukti aliran dana ilegal itu."

 Carren "Dan jangan kira kami tidak tahu tentang apa yang terjadi di mansionmu. Minghua berubah drastis, suamimu si sampah itu tiba-tiba punya akses ke sana-sini. Apa kau menjual rahasia formula klan ke pihak luar demi kecantikan ibumu?"

Luna terpaku. Meskipun dia tahu dia bersih, kepercayaan dirinya mulai goyah karena Monica menunjukkan dokumen yang terlihat sangat otentik (hasil manipulasi tingkat tinggi).

Tibet Zhang duduk di kursi utama, wajahnya terlihat dingin namun badannya tampak sangat segar (efek jantung David yang ia gunakan). Di sampingnya, semua petinggi klan dan komisaris eksternal hadir.

Carren berdiri dan membentangkan dokumen di meja besar.

 "Ayahanda Tibet dan para Komisaris, saya mengusulkan pencabutan hak kelola Luna Zhang atas Curek Biologi. Ini bukan hanya masalah bisnis, tapi masalah moral. Luna telah melakukan penggelapan dana riset sebesar 50 miliar untuk kepentingan pribadi!"

Tepat saat Tibet Zhang hendak mengetuk palu untuk memulai pemungutan suara, pintu aula besar terbuka. Chen Song masuk dengan langkah santai, mengenakan setelan jas hitam yang memancarkan aura berbeda. Di belakangnya, Minghua berjalan dengan kepala menunduk, namun penampilannya yang luar biasa cantik membuat seluruh komisaris pria menahan napas.

Carren tertawa mengejek, "Lihat! Si sampah pembawa sial ini berani masuk ke rapat tertinggi!"

Chen Song tidak mempedulikan teriakan Carren. Ia berjalan langsung ke arah Tibet Zhang dan meletakkan sebuah flashdisk dan cawan perunggu (Cawan Penelan Langit) di atas meja.

 Chen Song menatap Carren dan Monica. Seketika, ia memproyeksikan rekaman suara dan video rahasia ke layar besar aula.

 Bukan bukti kesalahan Luna, melainkan video Carren dan Monica yang sedang merencanakan audit palsu dan bagaimana Monica menyogok akuntan perusahaan untuk memfitnah Luna.

Lebih parah lagi, Chen Song menunjukkan data bahwa Carren Zhang diam-diam telah menjaminkan aset klan Zhang ke bank asing untuk menutupi hutang kasino pribadinya.

Aula menjadi ricuh. Tibet Zhang berdiri dengan amarah yang meledak.

 "Carren! Kau berani mengkhianatiku demi menutupi hutang judimu?!"

Monica mencoba membela diri, namun Chen Song menjentikkan jarinya. Menggunakan energi dari Cawan, ia memicu aura "kebenaran". Monica tiba-tiba kehilangan kendali atas mulutnya dan mulai membongkar semua perselingkuhannya dan rencana jahatnya secara histeris di depan suaminya dan seluruh komisaris.

Nasib Akhir di Rapat

Luna Zhang menatap suaminya dengan rasa tidak percaya. Pria yang selama ini ia anggap "sampah" ternyata adalah orang yang memegang kendali atas seluruh drama ini.

Melihat kericuhan di depan matanya—Carren yang memaki, Monica yang histeris membongkar aibnya sendiri, dan Tun Zhang yang duduk gemetar seperti pecundang—Tibet Zhang merasakan kepalanya berdenyut hebat. Tekanan darahnya melonjak. Ia melihat anak-anaknya bukan sebagai penerus, melainkan sebagai sekumpulan burung hering yang siap mencabik tubuhnya sendiri.

Tibet memegangi dadanya. Jantung yang ia miliki (yang secara metafisik adalah milik David Zhang) mulai berdegup tidak beraturan. Ketidakadilan dan pengkhianatan di ruangan itu memicu reaksi penolakan energi.

"Cukup... Cukup semua!" teriak Tibet dengan suara parah, sebelum akhirnya ia tersungkur di kursi kebesarannya.

Seluruh komisaris panik. Carren mencoba mendekat, namun ia lebih terlihat ingin memastikan ayahnya mati agar ia bisa segera mengklaim warisan sebelum bukti korupsinya diproses.

Di tengah kekacauan itu, Chen Song tetap berdiri tegak. Ia menatap Tibet dengan Mata Dewa. Ia tahu persis bahwa Tibet tidak akan mati secepat itu—ia hanya ingin memberi sang Patriark sedikit "pelajaran" tentang rasa takut.

Chen Song berjalan mendekati Tibet, menghalau pengawal yang mencoba menahannya hanya dengan satu tatapan yang membuat bulu kuduk mereka berdiri.

 Chen Song"Biarkan aku yang menanganinya. Jika dokter biasa menyentuhnya sekarang, pembuluh darah di kepalanya akan pecah."

Di depan seluruh komisaris yang terperangah, Chen Song tidak menggunakan jarum medis. Ia hanya meletakkan tangannya di atas dahi Tibet. Namun, secara rahasia, ia mengalirkan energi Qi yang sangat dingin, membuat Tibet merasa seolah-olah jiwanya sedang dibekukan.

Tibet Zhang terbangun dengan tersentak, napasnya memburu. Saat ia membuka mata, wajah pertama yang ia lihat adalah Chen Song yang tersenyum tipis—senyuman seorang tuan kepada pelayannya.

Masih dalam keadaan linglung dan takut akan kematian, Tibet Zhang menatap ke arah dewan komisaris. Suaranya gemetar saat ia menunjuk ke arah Carren dan Monica.

 Tibet Zhang "Carren... Monica... kalian keluar dari klan! Mulai hari ini, posisi Direktur Utama Grup Zhang akan diawasi langsung oleh Luna... dan Chen Song akan menjadi penasihat khususku dengan akses penuh."

Carren jatuh berlutut, menyadari bahwa ia baru saja kehilangan segalanya karena "menantu sampah" yang ia remehkan. Sementara itu, Monica menatap Chen Song dengan kebencian yang bercampur dengan rasa takut yang sangat dalam—ia menyadari bahwa pria ini bisa menghancurkan hidup siapa pun hanya dengan jentikan jari.

Kondisi Pasca-Rapat

Luna Zhang menghampiri Chen Song dengan mata penuh tanya. "Chen Song... sejak kapan kau tahu tentang rahasia Paman Carren? Dan bagaimana kau bisa menyembuhkan Kakek secepat itu?"

Chen Song hanya merapikan kerah jasnya, lalu melirik Minghua yang berdiri tak jauh dari sana dengan wajah yang memerah karena menahan emosi.

hanya kebetulan....." cuma kata itu yang keluar dari mulut chen song."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!