NovelToon NovelToon
Be The Antagonist'S Wife

Be The Antagonist'S Wife

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Transmigrasi ke Dalam Novel / Selingkuh / Sistem / Cintapertama / Berbaikan
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: lailararista

Georgio Cassano adalah antagonis paling menyedihkan yang pernah Selin baca. Dimana sedari kecil dia tidak pernah mendapat perhatian keluarganya,cinta pertamanya malah menikah dengan rivalnya, dan istrinya berselingkuh. Sang Antagonis mendapat akhir trangis, Perusahaan yang dibangun dengan hasil kerja kerasnya sendiri bangkrut, dan dia meninggal dibunuh protagonis pria.

"Andai saja aku yang menjadi istri antagonis. Pasti aku akan membuat dia bahagia." Kata-kata yang diucapkan Selin malah membuatnya memasuki tubuh Cassandra, istri antagonis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lailararista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Panggung untuk umpan

Gedung Cassano Corp dipenuhi wartawan yang berdesakan. Ruang rapat umum pemegang saham darurat dipenuhi ketegangan. Jordan Immanuel duduk di antara para direktur, wajahnya menyeringai penuh kemenangan. Ia tahu Georgio sedang terdesak.

Georgio masuk, diikuti oleh Cassandra yang berjalan anggun dan duduk di sisinya, sebuah pemandangan langka yang langsung menarik perhatian semua orang.

"Para hadirin sekalian, Cassano Corp tidak akan mundur dari ancaman luar. Bahkan dalam situasi sulit ini, kami akan membuktikan kekuatan dan visi kami."ucap sekretaris Georgio.

Georgio berdiri dari duduknya, lalu menunjuk ke layar proyektor besar.

"Saya mengumumkan Proyek Aurora," katanya dengan suara lantang. "Pengembangan kawasan terintegrasi seluas lima ribu hektar di luar kota, yang akan menjadi kota satelit mandiri terbesar di negara ini. Proyek bernilai dua Miliar."

Para pemegang saham dan direktur terperangah. Angka itu terlalu besar, terlalu berisiko. Bahkan Jordan, yang tadi menyeringai, kini mengerutkan dahi.

"Gila!" gumam Jordan pelan, tapi senyumnya segera kembali. Ia melihat ini sebagai tindakan panik Georgio, sebuah upaya terakhir dan berpotensi menghancurkan diri sendiri.

Salah satu direktur pihak Jordan langsung angkat bicara. "Bapak Georgio, dengan kondisi kas likuid perusahaan yang tertekan oleh upaya akuisisi saham, bukankah proyek ini terlalu ambisius, bahkan cenderung bunuh diri?"

Georgio menoleh ke arah Jordan, matanya tajam. "Justru karena kita diserang oleh benalu yang haus kekuasaan, kita harus membuktikan bahwa Cassano Corp adalah raksasa yang tidak mudah tumbang. Kami sudah mengamankan lahan dan mengontak investor luar negeri yang tertarik."

Jordan kemudian berdiri dengan percaya diri. "Georgio, ambisi tanpa perhitungan adalah kehancuran. Dua Miliar itu terlalu besar. Biar kutebak, investor luar negeri itu hanya janji kosong, bukan? Anda menguras kas perusahaan hanya untuk mencoba menakutiku, padahal anda tahu akan gagal."

"Tunggu, Jordan," Cassandra tiba-tiba angkat bicara, semua mata tertuju padanya. "Sebagai pemegang saham, saya hanya ingin bertanya. Jika Anda begitu yakin proyek ini akan gagal, mengapa Anda tidak ikut mendanainya?"

Jordan tergelak. "Proyek ini adalah kapal karam. Saya akan membiarkan Georgio tenggelam sendiri dan membeli sisa-sisa asetnya dengan harga murah."

Cassandra memiringkan kepala. "Itu artinya Anda tidak percaya diri. Jika Anda yakin Proyek Aurora ini berpotensi, Anda pasti akan berjuang mati-matian untuk menguasainya. Tapi karena Anda hanya ingin menginjak-injak, Anda hanya menunggu untuk mengambil tulang-belulangnya. Betul?"

Kata-kata Cassandra menembus kesombongan Jordan. Itu adalah tamparan telak. Jordan tidak tahan dianggap pengecut, terutama di depan para pemegang saham dan media. Ia tidak bisa membiarkan Cassandra, istri dari pria yang ia benci, meremehkan ambisinya.

"Baik," kata Jordan, matanya menyala-nyala. "Jika Cassano Corp begitu yakin, aku akan ikut dalam proyek ini. Aku akan membeli seperempat persen saham. Aku akan buktikan bahwa aku bukan hanya bisa mengambil alih perusahaan, tapi juga menyelamatkannya dari kegilaanmu, Georgio."

Georgio dan Cassandra saling pandang sekilas. Di mata mereka, ada kilatan puas. Umpan telah dimakan. Jordan baru saja menjanjikan dana yang cukup tinggi untuk sebuah proyek yang akan mereka biarkan gagal.

★★★

Cassandra tau, untuk benar-benar berhasil mencapai misinya di dunia ini , ia harus memenangkan hati Georgio terlebih dahulu. Pria itu harus benar-benar yakin, bahwa Annabella adalah masa lalu dan Cassandra adalah masa depannya. Dan untuk itu, ia harus tahu keberadaan Annabella.

Ia kembali menyelinap ke ruang kerja Georgio, kali ini mencari petunjuk, bukan sekadar melihat foto. Matanya tertuju pada sebuah laptop tersembunyi di balik buku-buku tebal.

Cassandra berhasil membuka laptop itu dengan tanggal ulang tahun Georgio ia ingat itu dari membaca sinopsis novel aslinya. Setelah beberapa kali mencoba, layar menyala.

Di antara folder bisnis, Cassandra menemukan folder tersembunyi dengan nama sandi "A". Ia membukanya, jantungnya berdebar. Bukan foto romantis, melainkan surat dan dokumen medis.

keputusan Non-Anulir Pernikahan Jordan Immanuel & Annabella Adiwijaya.

Laporan kesehatan mental Annabella

bukti transfer bulanan dari rekening pribadi Georgio ke rumah sakit jiwa mewah di luar negeri.

Cassandra mundur selangkah, menutupi mulutnya dengan tangan. Annabella dirumah sakit jiwa?

Fakta ini adalah tamparan keras yang tak terduga. Semua orang tau Annabella lah yang meninggalkan Georgio dan memilih Jordan, putra sah yang merupakan pewaris utama. Tapi... Kenapa dia bisa berada dirumah sakit jiwa? Georgio cukup tau semuanya bahkan ikut membiayai rumah sakit itu

"Ya Tuhan," lirih Cassandra. "Jordan tidak hanya merebut hati ayah, dia juga merebut tunangan Georgio! Dan sekarang, dia menghancurkan mental Anabella?"

Tepat saat Selin menutup laptop itu, pintu ruang kerja terbuka. Georgio berdiri di ambang pintu, tatapannya dingin.

"Apa yang kamu lakukan di ruang kerjaku, Cassandra?" tanyanya, suaranya rendah.

Cassandra membalikkan badan, namun wajahnya sudah kembali memasang topeng angkuh ala Cassandra. Ia menyilangkan tangan di dada, mencoba menyalurkan keberanian palsu.

"Aku mencari berkas Proyek Aurora," jawabnya cepat.

Georgio maju, langkahnya lambat. Matanya tertuju pada laptop yang baru saja ditutup. "Kamu tau, aku benci kebohongan, benci pengkhianatan?"

Cassandra tersenyum miring."kamu benci pengkhianatan? Apa kamu sudah cukup baik untuk membenci itu?"

Mata Cassandra dan Georgio saling pandang dengan tajam. Gerogio tidak menjawab, ia hanya terus menatap Cassandra yang juga menatapnya

Cassandra menahan napas, dadanya bergemuruh. Cassandra memutuskan pendanaan mereka dengan pasrah.

"Baik," kata Cassandra, membiarkan pertahanan itu runtuh. "Aku tidak mencari berkas. Aku mencari tau tentang Annabella."

Pengakuan itu mengejutkan Georgio. Ekspresi wajahnya mengeras, penuh rasa sakit yang tertahan.

"Kenapa?"

"Karena aku harus tau," balas Cassandra, langkahnya kini mendekat, menunjukkan keberaniannya. "Aku harus tau kenapa pria yang sangat cerdas sepertimu rela membiarkan dirinya dihancurkan oleh bayangan masa lalu. Aku harus tau seberapa besar aku harus bersaing dengan dia."

Georgio tersenyum sinis. "Kamu tidak perlu bersaing, Cassandra. Kamu sudah menang. Annabella pergi, dan kamu yang ada di sini."

"Tapi kamu masih mencintainya!" potong Cassandra dengan suara yang lebih tinggi, mengarahkan jari ke arah laci tempat foto itu berada. "Kamu masih menyimpan fotonya! Aku berhak tau, walaupun pernikahan kita terpaksa, tapi aku ini istrimu, bukan orang lain."

Keberanian Cassandra yang tiba-tiba itu membuat Georgio terdiam. bukan seperti Cassandra yang selalu berbicara sinis dan tajam, kali ini seperti ingin meminta penjelasan.

Georgio memejamkan mata sejenak, lalu membukanya, matanya dipenuhi kejujuran yang menyakitkan.

"Aku tidak mencintai Annabella, Cassandra," bisik Georgio, langkahnya kini mendekat hingga wajah mereka berjarak beberapa inci. "Aku mencintainya, tapi dia memilih Jordan. Dia meninggalkan aku. Dia mengkhianati kepercayaan yang paling dalam. Foto itu... adalah pengingat. Pengingat bahwa setiap kali aku percaya pada seseorang, aku akan ditinggalkan."

"Termasuk aku?" tanya Cassandra, suaranya bergetar.

"Terutama dirimu," balas Georgio jujur. "Kamu juga pernah ingin meninggalkanku. Dan sekarang, kamu berubah. Jadi, katakan padaku, Cassandra. Kenapa aku harus percaya, bahwa saat semua ini berakhir, kamu tidak akan seperti dulu lagi?"

Cassandra menatap mata Georgio yang terlihat terluka. Ia tahu ini adalah kesempatan terakhirnya untuk menghancurkan tembok yang ia lihat.

"Aku sudah bilang, aku benar-benar berubah, bukan kebohongan ," katanya tegas. "Aku tidak bisa meyakinkanmu dengan kata-kata. Aku akan meyakinkanmu dengan tindakan. Jika kamu masih meragukan niatku, kamu boleh menceraikanku. Aku tidak akan meminta satu sen pun. Tapi selama tujuan kita masih berlangsung, aku hanya akan ada untukmu. Aku tidak akan pergi."

Georgio menatapnya lama, mencari jejak kebohongan di mata istrinya. Namun tidak di temukan.

"Baik," kata Georgio, suaranya bergetar. Ia menunduk dan mencium kening Cassandra, sebuah ciuman yang lambat dan penuh makna. "Kita selesaikan ini, bersama."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!