NovelToon NovelToon
Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kebangkitan pecundang / Action / Romantis / Epik Petualangan / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Jian Yi secara tak terduga memperoleh sebuah pedang aneh yang mampu berbicara. Dari pedang itulah ia mempelajari teknik pedang kuno dan jalan kultivasi yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Saat kekuatannya dianggap cukup, pedang tersebut memerintahkannya untuk mengembara—mencari cara agar sang roh pedang dapat memperoleh wujud fisik.

Maka dimulailah perjalanan Jian Yi sebagai seorang pengembara, melangkah di antara bahaya, rahasia, dan takdir yang perlahan terungkap.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16: Gunung Daging

​Kota kecil di perbatasan itu biasanya hanya disibukkan oleh pedagang sayur dan keributan kecil di pasar. Namun siang itu, aktivitas pasar berhenti total.

Orang-orang menganga, pedagang menjatuhkan timbangannya, dan anak-anak kecil menunjuk ke arah jalan utama dengan mata membelalak.

​Sesosok "gunung daging" bergerak perlahan memasuki kota. Dua puluh tiga rusa yang diikat menjadi satu paket raksasa tampak melayang di udara, padahal di bawahnya, Lu Feng sedang berjuang dengan kaki gemetar dan wajah yang sudah berubah warna menjadi ungu kebiruan.

​"Yi... hic... kau benar-benar... kejam," gerutu Lu Feng dari balik tumpukan pantat rusa. "Kenapa kau tidak... membantu sedikit saja dengan tenaga dalammu?"

​Jian Yi berjalan di depannya dengan sangat santai, mengipasi dirinya dengan telapak tangan seolah sedang berjalan-jalan di taman bunga. "Seorang pemenang tidak boleh menodai tangannya dengan pekerjaan kasar, Lu Feng. Itu adalah hukum alam."

​"Kau hanya malas, Jian Yi. Jangan bawa-bawa hukum alam." sindir Ling'er dari balik punggungnya.

​Mereka sampai di depan kedai "Ayam Ceria". Jian Yi berhenti dan mengetuk pintu kedai yang masih agak miring akibat ulah mereka semalam.

 Pemilik kedai keluar dengan kapak daging di tangan, siap untuk mengamuk, namun kalimatnya tertelan kembali saat melihat gunungan rusa di depannya.

​BRAAAKKK!

​Lu Feng menjatuhkan tumpukan rusa itu tepat di depan pintu.

Debu beterbangan. "Ini... pembayaran kami. Ambil semua, sisanya anggap saja tip untuk anjingmu yang memakai caping semalam!" ucap Lu Feng sambil terengah-engah dan langsung ambruk telentang di atas tanah.

​Pemilik kedai itu menghitung dengan tangan gemetar. "Satu... sepuluh... dua puluh tiga?! Ini... ini nilainya bisa mencapai lima puluh koin perak! Kalian gila atau apa?"

​Jian Yi tersenyum elegan, pesona tampannya membuat beberapa gadis desa di sekitar sana tersipu malu. "Kami hanya orang yang bertanggung jawab atas tagihan kami. Simpan kembaliannya, Paman."

​Di tengah kerumunan yang menonton, seorang pria tua dengan jubah putih bersih berhiaskan sulaman daun perak di bagian dadanya mengelus jenggotnya yang panjang.

Matanya yang tajam menatap Jian Yi dan Lu Feng dengan penuh selidik.

​Pria itu adalah Tetua Han dari Sekte Daun Perak, salah satu sekte menengah yang cukup berpengaruh di wilayah itu.

​"Luar biasa," gumam Tetua Han. Ia bisa melihat bahwa meskipun kedua pemuda ini terlihat berantakan (terutama yang sedang tiduran di tanah), aura yang mereka miliki sangatlah dalam. Terutama pemuda berpakaian hitam itu; kehadirannya terasa seperti jurang yang tak berdasar.

​Tetua Han melangkah maju, memecah kerumunan. "Permisi, anak muda."

​Jian Yi menoleh, tatapannya langsung berubah waspada namun tetap sopan. "Ada yang bisa saya bantu, Tetua?"

​"Saya Han, tetua dari Sekte Daun Perak. Saya tidak sengaja menyaksikan... 'metode pembayaran' kalian yang unik," ucap sang tetua sambil tersenyum ramah. "Jarang sekali melihat pendekar dengan kemampuan seperti kalian berkeliaran di kota terpencil ini tanpa pengawal atau tunggangan."

​Lu Feng duduk tegak, mencoba memperbaiki rambutnya yang penuh bulu rusa. "Ah, kami hanya dua pengembara yang sedang mencari jati diri (dan makanan gratis), Tetua."

​Tetua Han terkekeh. "Jati diri, ya? Kebetulan sekali, Sekte Daun Perak akan mengadakan perjamuan besar besok malam untuk merayakan penemuan tanaman obat langka di hutan ini. Akan ada banyak pahlawan dari berbagai daerah. Saya ingin mengundang kalian berdua sebagai tamu kehormatan saya."

​Mendengar kata "perjamuan", mata Lu Feng langsung berbinar seperti bintang. "Perjamuan? Apakah ada arak yang lebih baik dari cairan pembersih lantai di kedai ini?"

​"Tentu saja. Kami memiliki arak madu hutan yang berusia sepuluh tahun." jawab Tetua Han.

​Jian Yi awalnya ingin menolak karena ia harus segera mencari material untuk Ling'er, namun Ling'er berbisik di kepalanya, "Terima saja, Jian Yi. Sekte seperti mereka biasanya punya informasi tentang pelelangan atau barang-barang antik. Siapa tahu ada jejak logam surgawi di sana."

​Jian Yi mengangguk pelan. "Suatu kehormatan bagi kami, Tetua Han. Kami akan datang."

​"Bagus! Ini kartu undangannya," Tetua Han menyerahkan sebuah kepingan perak berbentuk daun. "Sampai jumpa besok malam."

​Setelah tetua itu pergi, Lu Feng langsung merangkul Jian Yi dengan semangat. "Yi! Kau dengar itu? Arak madu! Besok kita harus mandi arak lagi!"

​Jian Yi hanya bisa memijat keningnya. "Jangan memalukan lagi, Lu Feng. Besok kita datang sebagai tamu, bukan sebagai pembuat onar. Dan bersihkan bulu-bulu rusa di bajumu itu, kau bau sekali."

1
Dadan Purwandi
mantapppp 🔥🔥🔥🔥
Dadan Purwandi
gaspolll thorrrrr🔥🔥🔥🔥
Dadan Purwandi
mantap thorrrrr🔥🔥🔥🔥
Dadan Purwandi
mantap 🔥🔥🔥🔥
Dadan Purwandi
mantap ceritanya 🔥🔥🔥🔥🔥
Dadan Purwandi
hancurkannnnn🔥🔥🔥🔥
angin kelana
dah 7 tahun lg yah...
Agen One: time skip aja/Pray/
total 1 replies
Adibhamad Alshunaybir
mantap author semangat up nya☺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!